
Karena Allen memasok semua persediaan, semua penduduk dan Pejuang Raja Surgawi berhasil lolos dari krisis. Meskipun tidak punya pasokan makanan dari luar, Allen membuat terobosan tentang makanan ringan.
Kubah formasi yang melindungi Kota K sangat kuat, bahkan Pejuang Tingkat 9 akan kesusahan menghancurkannya.
Semua anggota dikumpulkan, jumlah mereka berkurang cukup banyak karena gugur di peperangan. Awalanya semua anggota berjumlah lebih dari 9 ribu , sekarang hanya sekitar 8.300an.
700an anggota menjadi korban perang, tidak dapat dihindarkan karena musuh terlalu kuat. Setelah mendengar jumlah saudara yang meninggal, semua orang terdiam sedih.
"Aku tahu apa yang kalian rasakan, akupun juga sedih. Tapi membuang waktu selama sebulan hanya untuk meratapi kepergian merela itu terlalu berlebihan. Apa kalian pikir mereka semua senang melihat kalian seperti ini!" teriak Allen memacu kebangkitan moral Raja Surgawi.
Selama sebulan mereka malas-malasan berlatih, bahkan hanya sebagian dari orang yang menerobos ke tingkat selanjutnya. Padahal Allen dan tim pembuat pil berusaha keras memenuhi kebutuhan semua orang.
Suasana masih terasa duka, Allen sudah berusaha keras membangkitkan semangat orang-orang. Namun memimpin 8 ribuan orang tidaklah mudah.
Allen terus berusaha melempar kata-kata manis, sampai akhirnya Tiwi dan Simon bangkit dan mulai membakar semangat yang lain. Kemudian disusul pemimpin divisi lainnya yang mulai membangkitkan semangat anggotanya.
Setelah semua siap berlatih, pembawa pesan mengatakan bahwa musuh bersiap untuk menghancurkan penghalang.
"Jangan takut, aku tahu mereka tidak bisa menerobosnya. Yang perlu kita lakukan menyerang dari dalam." Allen mengangkat kepalan tangannya dengan penuh semangat.
Suara sorak pasukan Raja Surgawi menggelegar, mereka semua siap bertarung lagi. Kali ini Allen yang akan mengambil keputusan tertinggi.
Para Pemimpin divisi akan mengambil tempat di 4 gerbang pertahanan mereka adalah Ye Mo, Budi, Simon, dan Pedro. Sedangkan Pemimpin Divisi Pedang akan melakukan tugas seperti sebelumnya.
Semua orang tampak siap menghancurkan lawan-lawannya. Senjata api yang kemarin di pakai telah digandakan, entah bagaimana Allen bisa menemukan besi berkualitas untuk membuat semuanya.
4 arah menyerbu bersama-sama, formasi raksasa yang melindungi Kota K tidak bergetar sedikitpun.
"Sekarang, Serang!" teriak Allen dengan penuh semangat.
Semua anggota Raja Surgawi menerobos formasi dan membantai semua musuhnya. Namun Simon dan pasukannya sedikit longgar karena Ras Iblis yang tersisa sangat sedikit.
Ujung jari Simon menciptakan pedang dan mulai menebas kesana-kemari. Teknik yang memakan banyak energi itu ternyata lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan pedang biasa.
Simon lebih menggila, matanya berubah merah dan menebas dengan energi pedang miliknya. Setiap tebasannya mengirim para iblis kembali ke neraka.
Diikuti semua anggota Divisi Jari, mereka semua juga menciptakan energi pedang dari telunjuk dan tengahnya. Pergerakan mereka lebih bebas dibandingkan dengan menggunakan pedang biasa.
__ADS_1
Pertarungan di sisi Simon hanya perlu menunggu waktu, bahkan Pemimpin Ras Iblis Walton tidak akan bisa berbuat banyak.
Budi dan pasukannya menggunakan tinju untuk menghancurkan musuh-musuhnya yang ada di depan. Mereka meninggalkan pemimpin Suku Hantu untuk hidangan akhir.
Setiap tinjunya dilapisi Energi Jiwa sekaligus teknik Pelahap Jiwa. Setiap kali puluhannya menyentuh hantu, mereka akan mendapat kekuatan tambahan.
Meskipun memecahkan masalah di pertama, masalah lainnya muncul. Sebagian anggota Raja Surgawi tidak kuat menahan peningkatan kekuatan dan harus beristirahat.
Semua orang bergantian, tapi kecepatan pembasmian Suku Hantu jauh lebih lama dibandingkan dengan Simon.
Pedro yang kurang mengetahui karakteristik musuhnya hanya berdiri di dan menunggu mereka menyerang.
"Bocah lainnya datang, apa kau siap menemui ajalmu?" tanya Ragas sambil memamerkan otot-otot di badannya.
Tingginya lebih dari dua meter, hal itu membuat Pedro yang punya tinggi 187 terasa pendek. "Apa kau yang memukul Paman Son hingga giginya pecah?" tanya Pedro kembali.
"Bocah Son itu punya keterampilan yang merepotkan. Entahlah, mungkin aku melakukannya." Regas menyangkat dua bahunya.
Allen mengirim telepati pada Pedro. "Bersenang-senanglah, dan coba kekuatan barumu," katanya pelan.
Pedro mengangguk dan mulai mengepalkan tangannya. "Baiklah ayo mulai!" katanya sambil bersiap menyerang.
Pedro menghilang dan tiba-tiba muncul di samping musuhnya. Kepalan tinjunya dengan kuat bersarang ke pipi musuh.
Regas yang tidak sempat melihat pergerakan musuhnya kaget, tiba-tiba tubuhnya dikirim terbang puluhan meter.
Tidak sampai disitu, Pedro muncul lagi dan menendang punggung musuhnya dengan keras. Suara teriakan tulang terdengar cukup keras.
Regas mengerang kesakitan, matanya gemetar dia tidak pernah melawan manusia dengan tubuh lebih kuat dari sukunya. Padahal dia punya Tubuh Pejuang Tingkat 8 tapi bisa terluka begitu mudah.
Hanya Allen dan para petinggi Raja Surgawi yang tahu betapa kerasnya Pedro berlatih. Demi melampaui batasnya, dia berlatih lebih keras dari siapapun. Makanya sekarang fisiknya jauh melebihi manusia pada umumnya.
Demi menopang keterampilan kakinya, Pedro harus menurunkan massa otot. Tidak sampai disitu, dia juga harus meningkatkan kekuatan kelenturan otot serta kekuatan tulangnya.
Demi mencapai tubuh ideal seperti ini, Pedro biasa melakukan latihan tiga kali dari porsi anggota lainnya.
"Pasti kau pemimpin kelompok musuh. Aku tersanjung bisa melihatmu sekarang." Regas melepaskan auranya, dia mencoba menyembuhkan lukanya.
__ADS_1
Namun lukanya tidak kunjung sembuh, tidak hanya tulang Pedro yang kuat tapi energi jiwanya sungguh mengesankan.
"Apa ada yang salah denganmu?" tanya Pedro dengan ekspresi dingin.
Regas mengeratkan giginya menahan perih di punggungnya. Tulangnya retak dan rasanya sangat menyakitkan.
Tubuh buatan yang diberikan Keluarga Baruch kurang memuaskan. Jadi Regas tidak bisa menggunakan pengalaman bertarungnya.
"Sial, jangan sombong!." Regas mencoba mengendalikan auranya untuk menambal kekurangan.
Namun musuh sudah menghilang dan menendang punggungnya lagi, rasa perih yang tak tertahankan mulai terasa.
Pedro bukan orang yang bertarung dengan kejujuran, dia licik dan memanfaatkan segala cara untuk menang. Tendangannya terus mengarah ke punggung musuh, dia mendapatkan keuntungan karena musuhnya lengah di awal.
"Sekarang matilah." Pedro menggenggam kepala Regas yang tidak bisa berdiri normal.
Monster Bayangan muncul di belakang punggungnya. Wajahnya tampak mengerikan dan langsung memakan Regas bulat-bulat hingga tidak menyisakan darah sedikitpun.
Pedro mengalahkan pemimpinnya dengan sangat mudah. Hal itu mempengaruhi jalannya perang, semua Suku Barbarian bisa disingkirkan dengan mudah.
Tidak ada satupun korban jiwa di sisinya, Pedro mengangkat kepalan tangannya dan memberi perintah. "Berpencar, bantu yang terluka dan lainnya bantu perang di gerbang sebelah."
Pasukan terbagi menjadi 3, satu menetap dan duanya kearah yang berbeda. Pedro menjaga gerbang untuk berjaga-jaga ada serangan susulan.
Disisi Ye Mo juga berjalan lancar, pasukan Sumeria juga mundur perlahan karena mereka mengandalkan racun. Pemimpin mereka, Koger Sumeria juga terluka parah.
"Sial, apa yang terjadi mereka menjadi monster." Dia berlari mencari tempat aman sambil memegang tangan kanannya.
Sebelum menemukan tempat aman, tiba-tiba bilah pedang muncul tepat di depan matanya.
"Sial!" kata terakhir Koger.
Shera membelah tubuh buatan Keluarga Baruch dengan sangat mudah. Dia sudah mempelajari komposisi tubuh dan cara membuatnya, jadi menghancurkannya atau membelahnya sangatlah mudah.
Angin peperangan berpihak pada Raja Surgawi dan Kota K. Pasukan penyerang mulai berhamburan melarikan diri.
Bernard Baruch marah besar dan menghancurkan mejanya lagi. "Brengsek, kenapa mereka masih aman. Sudah aku katana gunakan Nuklir segera!" teriaknya penuh amarah.
__ADS_1
"Baik, Bos. Kami akan segera menyiapkannya!." Seorang pria berpakaian rapi menjawab dengan suara tenang.