Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Menata


__ADS_3

Allen menggunakan Pil Kebugaran tingkat rendah untuk membantu penyembuhan Ryan. Dalam beberapa saat Ryan sadar dan langsung mengacungkan kayu ke arah Allen.


"Tenanglah, aku tidak bermaksud jahat. Ngomong-ngomong apa yang kau lakukan di pasar?" tanya Allen dengan suara tenang.


Ryan melirik kakaknya yang tersenyum tipis, kemudian mengalihkan pandangannya ke Allen. "Bukan urudanmu!."


"Aku tidak menyalahkanmu, tujuanku kesini karena melihat bakat kakakmu." Allen melanjutkan penjelasannya tentang tujuannya sebenarnya.


Ketie punya Tubuh Ilahi yang sangat langka, jika dibiarkan dia akan mati di kasurnya. Dengan bantuannya, Allen berharap Ketie menjadi bagian dari Raja Surgawi.


Ryan masih belum percaya dengan Allen, matanya menandakan kecurigaan. "Apa tujuanmu sebenarnya?" tanyanya.


Allen tersenyum, dia melihat bahwa Ryan juga punya potensi yang tidak kalah tinggi. Tingkat kewaspadaan yang sangat hebat membuatnya bisa meraih kesuksesan di masa depan.


"Tujuanku yang sebenarnya memperkuat kelompokku. Kemampuan Ketie sangat menantu kita di bidang Pembuatan Pil." Allen mengatakan kebenarannya.


Ryan tampak sedikit marah, tapi dia juga realistis. Tidak mungkin orang menolong tanpa maksud yang jelas. Namun hati nuraninya mengatakan bahwa Allen bukan orang jahat.


"Baiklah, kalau begitu ajak aku bersamamu. Ajari aku semua yang kau ajarkan pada kakakku!" kata Ryan dengan tegas.


Allen tidak bisa menolak, dia tersenyum manis. "Baiklah, tapi kau harus menerima konsekuensinya. Semua anggota Raja Surgawi sudah mengucap Sumpah Darah."


"Sumpah Darah?" tanya Ryan kebingungan.


Penjelasan tentang Sumpah Darah dikatakan, Allen juga mengatakan resikonya berkhianat. Setelah setengah jam berlalu, Ryan mengajukan sebuah syarat khusus.


Ryan dan Ketie akan melakukan sumpah darah setelah satu bulan. Dengan syarat kakaknya bisa sembuh dan bisa berjalan lagi.


"Satu bulan waktu yang lama, aku bisa melakukannya." Allen menjawabnya dengan santai.


Sebelum kembali, Allen mengedarkan Energi Jiwa dan membentuk Monster Bayangan.


"Serap sebagian racunnya." Allen memberi perintah.


Asap ungu mulai keluar dari tubuh Ketie, racun di sekitar Ketie mulai mengarah pada Monster Bayangan.


Setelah perawatan selama dua jam, Tubuh Ketie mulai membaik dan bisa jalan lagi.

__ADS_1


Ryan tercengang, dia tidak mengira pemuda di depannya bisa menyembuhkan kakaknya dalam beberapa jam. "Sialan, kau mempermainkanku!."


Allen mengangkat pundaknya dan berkata, "Janji adalah janji, jadi jangan mengingkarinya."


Rasa pusing mulai terasa, Allen terjatuh sambil memegang kepalanya.


Peri Tanah keluar dari Alam Bawah Sadar. "Ini efek samping menyerap racun terlalu banyak. Tubuh Raja Racun tidak bisa diatasi manusia biasa, anehnya kau bisa menyerap sebagian racun mematikannya," katanya sambil mengelus jenggotnya.


"Efek racunnya terlalu kuat." Allen duduk dan mengedarkan Prinsip Jiwa untuk menenangkan tubuhnya.


Setelah beberapa jam, Allen membuka mata dan melihat Ketie dan Ryan duduk didepannya. "Apa yang kalian lakukan?" tanyanya dengan suara pelan.


Ryan bersujud sambil membenturkan dahinya ke tanah. "Maafkan aku. Aku mencurigaimu sebagai penipu, tolong izinkan aku mengucap Sumpah Darah untukmu."


Ketie juga bersujud mengikuti adiknya. Hati nuraninya sedikit menolak karena mengikuti Allen sampai mati bukanlah gayanya. Namun keadaan memaksanya, dia tidak pernah melihat Dermawan yang sama seperti Allen.


"Kalian selalu diterima." Allen membimbing dua bocah masuk ke Raja Surgawi. Mereka mengucap Sumpah Darah tanpa keraguan, Ketie sempat berhenti di tengah jalan tapi akhirnya melanjutkan hingga selesai.


Karena sudah mendapat banyak keuntungan di Kota R, Allen dan dua anggota baru pulau ke Pulau Nemo. Namun tepat ketika ingin meninggalkan wilayah kekuasaan Kota R, beberapa Pejuang Beladiri memeriksa setiap orang.


Allen melirik ke arah Ketie dan Ryan, dia berpikir keras untuk menyelamatkan keduanya. Jika Allen sendiri, dia bisa melakukan beberapa trik dan lari. Namun Ryan dan Ketie belum terbiasa dengan situasi itu.


Ryan ingin ikut belajar, Allen tidak bisa menghentikan anak 13 tahunan itu.


"Hyung, kau harus melihat ini. Risma sudah mulai menhasut pihak Keluarga Baruch untuk menyingkirkan kita." Tiwi memberi lembaran kertas informasi dan setumpuk foto.


"Biarkan saja, mereka tidak punya alasan pasti untuk menyerang kita. Untuk aku jangan khawatir, mereka tidak akan bisa menyentuhku." Kepercayaan diri Allen memang patut dipuji.


Tiwi tampak tidak senang dengan jawaban Allen. "Bos, sekarang kamu tidak sendirian. Apa kamu melupakan anggota Raja Surgawi yang sudah punya keluarga?" tanya Tiwi yang ingin menyadarkan Allen.


Mendengar nasihat Tiwi, Allen baru sadar apa yang dia katakan. "Ya, aku salah. Baiklah, ayo buat rencana."


Tiwi, Allen, dan Simon membahas tentang kemungkinan perang. Saat ini Allen pada masa jaya-jayanya, jadi perang bukan masalah untuknya.


Setelah menyelesaikan diskusi antara petinggi Raja Surgawi, Allen akan memimpin ekspedisi ke Kota Z. Tujuannya adalah mencari informasi tentang Keluarga Baruch.


Shera dan Pedro dipanggil untuk menemani Allen ke Kota Z, mereka berangkat pagi-pagi sekali. Setelah setengah jalan, Allen merasa ada orang yang sedang membuntutinya.

__ADS_1


"Sampai kapan kau bersembunyi," kata Allen dengan suara tegas.


Dua orang bertepuk tangan dan menampakkan wujudnya. Mereka tampak tersenyum puas dengan pencapaiannya.


"Siapa kalian?" tanya Allen penasaran.


Salah seorang pria menjawab, "Jangan banyak bicara dan matilah dengan tenang."


Allen segera menghunuskan Pedang Pendek ke arah pria yang mencurigakan. "Membunuhku tidak akan mudah, pak tua."


Allen mengayunkan pedangnya dengan kecepatan tinggi, dua orang yang menghadangnya langsung dimakan Monster Bayangan.


"Sampai kapan kau bersembunyi?" tanya Allen pada sebuah dingin.


Shera dan Pedro masih bersembunyi, meraka perintah belum diberikan pada mereka.


Seorang pria berpakaian serba hitam muncul dari tembok hotel. "Kau memang berbakat, tapi menyinggung kami sama dengan bunuh diri."


"Darimana kalian?" tanya Allen.


"Ular Naga, takutlah... Takutlah bocah sialan!." pembunuh tua itu mulai masuk lagi ke dinding cermin.


Ketika ingin masuk ke dinding, tangan kanan Allen masuk dan menarik kembali orang yang sombong didepannya.


"Kenapa lari, bukankah kau merasa paling kuat disini?" tanya Allen dengan mata indimidasi yang kuat.


"Brengsek, bagaimana kau melakukannya." Sebelum menjawab wajahnya sudah membentur tanah.


"Jangan banyak tanya dan jawab saja pertanyaanku." Allen menggunakan Tangan Bayangan untuk menekan pemimpin pengintai itu.


"Siapa yang menolongmu?" tanya Allen dengan wajah serius.


Pembunuh yang dikirim padanya sangat tidak kompeten. Bukti mereka membocorkan informasi internal sudah ada di SSD.


Setelah disiksa hingga batasnya, Allen tidak membunuhnya. Dia menugaskan beberapa anggota Raja Surgawi untuk mengurus 3 mayat.


"Semua jejak sudah dibersihkan, sekarang mereka tidak bisa karena waktunya terlalu mepet."

__ADS_1


Orang tua dari Organisasi Ular Naga, dia punya banyak keterampilan unik. Salah satunya tubuhnya tidak bisa terluka karena tidak punya darah.


__ADS_2