Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Uang Gelap


__ADS_3

Pukulan Budi bersarang tepat di dadanya, Pelayan Vicko memuntahkan darah segar. Tatapan matanya menjadi kosong karena organ dalamnya dalam masalah.


"Siapa kalian, aku tidak pernah membuat masalah dengan orang-orang kuat!." Vicko mencoba menyelamatkan nyawanya.


Allen tersenyum di balik topengnya. "Sudah aku bilang, kami hanya orang sewaan. Jangan terlalu gugup, kami melakukannya dengan cepat."


Sebuah bayangan monster muncul di belakangnya, Allen menunjuk mayat-mayat yang berserakan di tanah.


Monster hitam itu langsung melahap mereka layaknya cemilan malam, kejadian itu di saksikan Vicko dan Pelayannya. Mata mereka terbelalak melihatnya.


Allen menyisakan beberapa untuk Shera, Ye Mo, dan Pedro. "No. 2, segera selesaikan. Kita punya banyak misi lainnya."


Shera, Ye Mo, dan Pedro bekerja sama untuk menjatuhkan Pelayan yang sudah terluka. Sedangkan Budi menghajar Vicko hingga wajahnya tidak dikenali.


Perjalan ini terasa singkat karena berjalan lancar, Allen belum bisa memastikan pria di depannya setia atau tidak.


Sumpah Darah memang mengikat jiwa seseorang hingga mereka terasa seperti saudara. Namun pada zaman sekarang, banyak orang memanfaatkan itu untuk keuntungannya. Meskipun tidak mengkhianati, Allen merasa Nathan menyembunyikan sesuatu.


Kontrolnya terhadap Sumpah Darah memang sangat rendah, makanya Allen belum bisa mengetahui mereka bohong atau tidak. Ditambah lagi Nathan adalah seorang Orator yang sangat baik.


Semua dibereskan, tidak ada jejak yang ditinggalkan Allen dan kelompoknya. Mereka kembali sambil membawa Nathan, Budi yang berbadan besar menggendongnya.


Para orang-orang di pelabuhan gempar karena para pembuat onar tiba-tiba hilang. Mereka bersyukur karena tidak ada yang memerasnya.


Seorang Pejuang Tingkat 6 geram melihat kelakuan Vicko dan kawan-kawannya. Ia langsung beranjak dari kursinya dan menuju pelabuhan.


Wajah tampak jelek ketika melihat markasnya kosong tanpa ada tanda-tanda kerusakan. Bahkan ruangnya sangat harum dan menghilangkan semua bukit.


"Siapa yang melakukannya!." Pria Paruh Baya tingkat 6 itu geram dan ingin membalas pelakunya, tampak terpancar dari wajahnya.


Allen dan kelompoknya sudah sampai di rumahnya, mereka langsung memberikan pertolongan pertama untuk Nathan.


Tidak lupa setelahnya Allen menghubungi Tiwi. "Lakukan persiapan, jangan sampai Nathan keluar dari perusahaan."


"Baik, Bos. Aku sekarang ada di ruang rapat." Tiwi mengatakannya dengan ekspresi serius.


Ada 8 orang yang duduk di depan Tiwi, mereka semua sangat setia dan dapat dipercaya. Tiwi membeberkan informasi bahwa Nathan di perusahaan adalah palsu.

__ADS_1


Ekspresi mereka menegang dan siap menerima arahan. Informasi yang mengejutkan itu bisa jadi masalah besar untuk Perusahaan.


Allen mengepalkan tangannya, ia sangat marah saat ini karena ada yang mencoba mencampuri perusahaannya.


Budi dan Ye Mo melihatnya, mereka tahu apa yang dipikirkan bosnya.


Tanpa menunggu lama, Tiwi langsung mendatangi Nathan untuk membuat kerusuhan dan protes.


Kerusuhan terjadi di ruangan, Tiwi mendapat tamparan keras di pipinya. Seorang pria merekam kejadian itu, dia langsung memotong dan menyebarkannya ke lingkungan kantor.


Nama Nathan menjadi buruk, tapi Tiwi sudah menyiapkan ini sebelumnya. Dia langsung menggandeng orang-orang yang setia padanya untuk berontak.


Nathan ketakutan di dalam ruangannya. Allen segera mendobrak pintunya.


"Kau aku pecat!." seru Allen dengan nada tinggi.


Bukannya takut, Nathan malah membusungkan dadanya dan berkata. "Memangnya siapa kau, aku pemimpin perusahan. Jangan asal ngomong, kau sekarang yang dipecat."


"Aku, orang yang bisa menendang mu ke jurang." Allen melempar ancaman, ia sudah tahu bahwa orang didepannya hanya seorang Pejuang Tingkat 2.


Budi segera membekuk Nathan dan menyeretnya keluar. Allen mengambil dompet Nathan palsu dan memberikannya pada Jery.


"Selidiki dan kuras semua. Lemparkan dananya ke Kripto." Allen memberi perintah dengan suara pelan.


Jery menerimanya dan langsung pergi ke ruangan khusus. Karena kemampuannya sudah terbuka, Allen secara pribadi memberinya beberapa pengetahuan umum. Sehingga kemampuannya tidak kalah dari Nala.


Kripto adalah sebuah mata uang atau aset digital yang dirancang untuk bekerja sebagai media pertukaran. Pengamanan transaksinya juga sangat tinggi, jadi setiap orang bisa menyembunyikan identitasnya.


Bitcoin adalah salah satu Mata Uang Kripto, pada tahun ini akan banyak bermunculan mata uang lainnya. Namun sistem hanya mendeteksi Bitcoin saja.


Nathan palsu di dorong hingga tersungkur, Budi sengaja melakukannya karena ia ingin melampiaskan kekesalannya.


Nathan palsu berlari sambil mengumpat, "Aku tidak akan melupakan ini. Tunggu saja pembalasanku!."


Ia berlari ke tengah kota, tujuannya sudah jelas yaitu Pelabuhan Kota. Namun sebelum ia sampai, seorang pria bertopeng hitam menghadang.


"Siapa kau, cepat pergi!." Nathan palsu belum melepas topengnya. Ia masih bersikeras bahwa dirinya adalah Nathan asli.

__ADS_1


"Apa kau masih berniat untuk kabur?" tanya Pria bertopeng hitam, pria itu adalah Ye Mo yang cukup marah.


"Aku dari Organisasi Ular Naga, jangan melakukan tindakan bodoh!." Nathan palsu, berteriak histeris.


Sayangnya Ye Mo tidak peduli dengan identitas musuh, jarumnya langsung terbang dan menembus tenggorokan musuh.


"Memangnya aku peduli? bahkan jika kau adalah penguasa dunia, aku akan melakukannya!." Ye Mo mengeluarkan bayangan hitam dan memakan Nathan Palsu hidup-hidup.


Rasanya sangat menyakitkan, Nathan palsu berteriak sekuat tenaga menahan sakitnya. Sayangnya suaranya tidak bisa menembus ruangan karena Ye Mo punya jimat kedap suara.


Nathan palsu disiksa hingga tewas tak menyisakan apapun. Ye Mo berdiri dan meninggalkan tempat itu tampa rasa bersalah. Keluarga Ye memang sangat kejam, meskipun masih anak-anak Ye Mo sudah beberapa kali membunuh orang.


Nathan palsu telah menggelapkan uang perusahan, jumlahnya hingga 200 miliar rupiah. Jery tahu itu bukan uang bersih, tapi Allen menyuruhnya untuk memasukkan semua uangnya ke Kripto.


Jery tidak mau membantah, ia segera membeli Bitcoin. Tanpa dengan uangnya itu Jery menarik harga Bitcoin hingga ke 150 ribu rupiah. Jumlah itu jauh meningkat dari sebelumnya yang hanya 23 ribuan.


"Dunia pasti gempar setelah ada 200 miliar uang masuk ke Kripto. Apa yang dipikirkan Bos!." Jery sedikit bingung dengan keputusan bosnya.


Setelah membeli lebih dari 1,3 juta Bitcoin, Jery membersihkan jejaknya dengan memanipulasi jalur koin ke dompet penyimpan yang berbeda. Hal itu dilakukan supaya jejaknya menghilang.


Setelah beberapa saat, Jery mengirimnya ke dompet pribadi Allen. "Tugasku sudah selesai, ayo istirahat sebentar."


Allen yang menerima Bitcoin dalam jumlah besar tersenyum manis. Ia segera menyalurkan koinnya ke beberapa dompet digital.


Meskipun sudah di transfer ke dompet lain, Koin Emas masih bertambah karena Bitcoin dalam kepemilikannya.


"Bagus, sekarang ayo belajar tentang Formasi." Allen masuk ke alam bawah sadar dan langsung membuka Toko Sistem.


Tangannya langsung bergerak dan mengambil beberapa gulungan pengetahuan. Harganya cukup mahal karema gulungan bisa langsung mentransfer informasi ke otak.


"2 juta koin emas, terasa sangat murah." Allen melihat kepemilikan koin emasnya.


[137 miliar Koin Emas.]


"Ayo borong semua pengetahuan!." Allen tertawa gila sambil memencet semua tombol beli.


Tanpa menunggu lama ia langsung menggunakan gulungan untuk dirinya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2