Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Lompatan


__ADS_3

Setelah sampai di Pulau Nemo, Allen segera mengunjungi Zahra. Dia ingin bertanya tentang aliran waktu yang berbeda.


"Zahra, kenapa saat di Pulau Nemo dan Ruang Pelatihan aliran waktunya sama tapi aku bisa mengakses Toko Sistem disana?" tanyanya setelah melihat Zahra keluar.


"Ayah, aku bukan dewa yang tahu segalanya. Mungkin saja seseorang telah memodifikasi Ruang Pelatihan dan membuatnya bisa diakses Sistem." Zahra mengatakan kebenarannya.


"Baiklah, aku mengerti. Ngomong-ngomong apa kamu tahu kegunaan tanaman ini?" tanya Allen sambil mengeluarkan Bunga Onyx.


"Bunga Onyx!" seru Zahra dengan tatapan penuh semangat. Tidak hanya bisa mengembalikan Vitalitas Pohon Dunia, bunga itu juga membantu memproduksi Energi Alam. Sayangnya banyak orang yang belum mengetahui rahasia lainnya.


"Bunga itu bisa dijadikan obat pembangkit tubuh ilahi, Tubuh Raja Racun." Zahra mendekat dan melihat kondisinya. "Tapi dalam kondisi ini, tidak mungkin membuatnya menjadi Pil Pembangkit Tubuh Raja Racun," tambahnya.


Tanpa pikir panjang, Allen menanamnya di sebelah Pohon Dunia. Dia berharap itu kembali ke kondisi primanya.


"Aku harus menunggu berapa lama untuk Bunga Onyx siap digunakan menjadi Tubuh Ilahi?" tanya Allen dengan penuh semangat.


"Tidak lama, mungkin 1000 tahun atau sedikit diatasnya." Zahra mengatakannya dengan ekspresi datar.


Hati Allen patah, harapannya memiliki dua tubuh ilahi tidak bisa terkabulkan. Namun ia segera sadar dan berpura-pura tenang sambil berkata, "Tidak baik serakah, aku harus memberikannya ke generasi selanjutnya."


Setelah beberapa hari tidak hadir di Pulau Nemo. Allen menemukan banyak sekali anggota Raja Surgawi yang berhasil bertahan lebih dari dua jam.


"Budi, kenapa banyak sekali yang berhasil?" tanya Allen kebingungan.


Budi menjawab dengan suara sopan. "Beberapa hari yang lalu mereka mendapat semacam pencerahan, aku tidak tahu tiba-tiba tubuh kita bersinar dan mendapat kekuatan tambahan."


Allen curiga ini karena efek dari ledakan energi Mahkota Raja. Untungnya Simon tidak langsung mencoba menerobos di hutan, kalau tidak urusannya akan panjang.


Tidak hanya itu, Allen menemukan fakta lainnya. Budi, Ye Mo, Shera, dan Pedro berhasil menguasai Prinsip Jiwa tingkat 4. Kekuatannya juga cukup stabil, artinya mereka sudah menerobos cukup lama.


Setelah beberapa saat berbincang dengan Budi, awan hitam mulai muncul di berbagai sudut. Sambaran terjadi dimana-mana, setidaknya ada 7 titik awan gelap.


Allen segera menutup mata dan mencari tahu siapa yang berhasil menciptakan awan dimana-mana. "Son Hyuk, Son Hyung, Chris Huben, Petrik Huben, Thomas Muller, Wilson Muller..."


Mata Allen terbuka lebar ketika merasakan hawa keberadaan yang familier. "Siapa yang menyangka orang tua itu berhasil menguasai Prinsip Jiwa tingkat 4 begitu cepat," katanya dengan suara pelan.


"Siapa dia?" tanya Budi penasaran.


"Yone, Si Penyamaran." Allen menjawab sambil tersenyum puas.


Semua orang berhasil menerobos dengan jumlah sambaran yang berbeda-beda. Kemudian udara di Pulau Nemo menjadi dingin awan yang bubar mulai berkumpul lagi.


"Sekarang apa yang terjadi?" tanya Allen kebingungan.


Awan hitam yang berkumpul mulai menjatuhkan rintik air. Petir ungu mulai bergemuruh di atas langit. Dalam sekejap mata langsung menyambar seseorang yang tampak tua.


"Semua orang berlindung!" teriak Allen menggunakan telepati. Dia langsung membuat rangkaian simbol untuk menghadang dampak dari sambaran pertama.


Beberapa anggota berlindung di belakang Allen, mereka yang tidak sempat langsung keluar ke lapisan kedua.


Pohon Dunia terombang ambil, daunnya mulai berguguran. Air yang jatuh mengandung asam kuat dan membunuh tanaman biasa. Hanya Tumbuhan dan Rumput Spiritual yang bertahan.


"Kita tidak bisa bertahan lama, semua lari ke lapisan kedua." Allen memberi perintah.


"Bos, biarkan aku membantu!." Budi menawarkan diri untuk mengevaluasi 7 orang yang masih pingsan.


"Tidak, kau akan mati jika terkena petir. Biarkan aku yang menyelamatkan mereka." Allen mengatakannya dengan jelas.

__ADS_1


"Hyung, satu orang saja tidak akan cukup menyelamatkan mereka. Percayalah kita punya kekuatan lebih." Tiwi memberi saran.


Allen sempat melihat ke belakang. "Baiklah. Tiwi, Budi, Ye Mo, Shera, Pedro, Drakula dengarkan perintahku. Bawa rekan-rekan kita yang baru menerobos keluar ke lapisan kedua!" teriak Allen menghilangkan formasi pertahanan.


Anggota Raja Surgawi lainnya langsung keluar ke lapisan kedua, 7 orang lainnya bertugas membawa Chris dan kawan-kawannya.


Semua melesat dan berhasil membawa mereka semua keluar dengan cepat. Allen ingin melihat apa yang terjadi di dalam, jadi dia langsung masuk tanpa mengajak yang lainnya.


Tepat setelah menginjakkan kakinya di tanah, sambaran petir langsung menghancurkan kulitnya. "Sial, rasanya sakit sekali," kata Allen merintih kesakitan.


Mahkota Raja muncul di lengannya, Tubuh Ilahi dengan cepat menyerap luka dan segera sembuh.


Allen berlari mendekati Simon yang menjadi pusat bencana. Sambaran petir menjadi lebih ganas, Simon menahannya dengan baik.


"Sial, apa dewa sangat membenciku?" tanya Allen yang melihat awan hitam berkumpul di atas kepalanya.


Sambaran kedua yang diterima Allen jauh lebih kuat, bahkan membuat otot-ototnya nyeri.


"Argh!."


Allen berkonsentrasi dan memulihkan tubuhnya secepat mungkin. Namun Sambaran ketiga membuatnya kehilangan konsentrasi.


"Sial, aku harus lari." Allen mencoba bangkit dan menggunakan Langkah Bayangan untuk pergi.


Namun sebelum menemukan tempat persembunyian, petir menyambarnya lagi. Kali ini hingga tulang-tulangnya retak.


"Sial, sakit sekali!" teriak Allen melampiaskan kekesalannya dengan meninju tanah.


Langkah Bayangan tidak bisa menghindari sambaran petir. Setelah sembuh dia menciptakan sebuah Formasi untuk menghadang sambaran selanjutnya.


Sambaran lanjutan menghancurkan susunan formasinya. Tubuh Allen benar-benar mati rasa, dia tidak bisa mengakses Toko Sistem.


Sambaran selanjutnya menghancurkan tulang dan dagingnya, Allen terus berkonsentrasi dan mengedarkan energi jiwa guna mempercepat penyembuhan.


Karena tidak bisa lari, Allen duduk bersila dan memfokuskan dirinya untuk menyembuhkan tubuhnya. Sambaran terus menghantamnya, Allen tidak tahu sudah berapa banyak sambaran yang dia terima. Yang pasti Pemberitahuan Sistem mengatakan kekuatan fisik dan lainnya berkembang dengan baik.


Setelah beberapa menit, awan hitam di langit mulai memudar. Simon tergeletak di tanah tanpa pakaian, kulit dan penampilannya berubah drastis.


"Apa dia anak 20 tahunan sepetiku?" tanya Allen yang telanjang dada karena sambaran petir.


Tanpa menunggu lama Allen pergi ke Pohon Dunia untuk menyembuhkan Simon.


[Kekuatan Tubuh +12


Stamina +9


Mental +5


Aura +25.]


Setelah melihat status tambahnya, Allen mencoba melihat perkembangannya setelah memiliki Tubuh Ilahi.


[Status : Pemain Allen]


Level : 4


Kekuatan tubuh : 219

__ADS_1


Stamina : 209


Konsentrasi : 247


Mental : 175


Wibawa : 71


Aura : 194


Total Kekuatan : 172.390 (kurang akurat)


---- Keterampilan ----


Pemain pengguna sistem dewa, tingkat Maha Dewa.


Mata Dunia, tingkat ?.


Seni Beladiri (Teknik Jiwa), tingkat ?.


Alkemis, tingkat menengah.


Keterampilan Senjata, tingkat rendah.


Kebal Racun, tingkat rendah.


---- Spirit Pendukung ----


Peri Air


Peri Tanah


Peri Api


Peri Angin (Silvy)


Peri Kegelapan (Lembu Suro)


---- Gelar ----


Peramu Racun, meningkatkan efek racun sebanyak 10%.


Pengguna Senjata, meningkatkan akurasi 10%.


---- Bonus ----


Bonus poin bebas : 0


Bonus poin skill : 0


"Wow, perkembangan ini terlalu menantang langit. Aku harus konsisten!." Allen bertekat harus segera menerobos ke Prinsip Jiwa tingkat 5.


[Evolusi Pohon Dunia telah terbuka, segera kumpulkan Tulang Relix dan Lentera Hantu.]


Bukannya terluka parw tumbuhan dan rumput spiritual telah berhasil menerobos ke tingkatan selanjutnya. Mereka semua tampak senang dan mengeluarkan energi alam yang lebih banyak.


"Tulang Relix, Lentera Hantu, dimana aku harus mendapatkannya!" teriak Allen frustasi.

__ADS_1


Dua benda itu tidak pernah dilihat di dunia, bahkan setelah menguasai Internet, Allen tidak menemukan jejaknya sama sekali.


__ADS_2