Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Mudah Sekali


__ADS_3

Teriakan Minotour terdengar sangat keras hingga Son dan Bawahannya harus menutup telinganya.


Pijakan kakinya tidak stabil, Minotour berusaha berdiri tapi Allen sudah ada di depannya. Tendangan berhasil mendarat di pipinya, kulitnya terbakar api ungu kehitaman.


"Api apa ini!." Minotour tidak bisa memadamkan api kecil di pipinya. Kemudian ia mengabaikannya dan langsung mengarahkan tinjunya ke Allen.


Budi memanfaatkan kesempatan, ia mengincar luka di punggung Minotour. Pukulannya sangat keras menghantam lawannya hingga tersungkur.


Minotour hanya menggeram marah, tapi telapak musuh sudah ada tepat di depan matanya. "Sial, sial, sial!."


Api mulai menyelimuti tubuhnya, Minotour mengamuk dan memukuli tanah. Gempa kecil terjadi, Allen mengangguk memberi kode pada kelompoknya.


Son dan Bawahannya mulai bergerak, mereka memang ditugaskan menyerang titik lemah Minotour.


Allen dam Budi berdiri di depan Minotour, mereka berlari ke arah yang berbeda untuk membingungkan musuhnya.


Minotour lebih kesal pada Allen, jadi ia mengejarnya dan langsung melompat tinggi. Tinjunya segera mengarah ke Allen yang masih berlari.


Sebelum pukulan musuh mendarat, Allen menggukan Langkah Bayangan untuk menghindar. Tubuhnya dalam sekejap mata menghilang dan tiba-tiba muncul kembali di depan mata Minotour yang masih belum menginjak tanah.


Pedang Pendek di tangan kanannya segera menusuk mata Minotour. Tusukannya sangat tajam dan mengarah ke target dengan mulus.


Minotour mengerang kesakitan. "Argh sialan!" teriaknya sambil menutupi mata kanannya yang hampir lepas dari tempatnya.


Sebelum Minotour membuat gerakan, Son dan Bawahannya sudah ada di belakangnya. Mereka langsung menggunakan tombak dan tongkat menusuk lukanya.


Minotour yang sudah mengamuk masuk tidak bisa berbuat apa-apa. Ketidak berdayaannya membuat Minotour melepaskan kekuatan terkuatnya.


Matanya berubah merah, api yang awalnya hanya menyelimuti tubuhnya mulai berkobar dan membakar sekitarnya.


"Mundur!." Allen memberi perintah, ia merasa Minotour dalam keadaan mengamuk hingga kehilangan kendali tubuhnya.


Son dan Bawahannya segera mundur, mereka sudah nyaman dengan komando Allen. Budi dan Pedro segera mundur, Shera masih tetap berdiri di dekar Minotour dan mancari kesempatan.


Tepat ketika aura Minotour mau meledak, Shera menggunakan keterampilan tusukan untuk membatalkan perubahan musuh.


Serangannya itu berhasil mengenai lengan kanan musuh, Shera langsung melompat mundur dan meninggalkan pedangnya menancap di lengan musuh.


"Bagus, Shera. Budi bantu dia ke tempat aman!." Allen menunjuk Shera yang sempoyongan.


Budi dengan sigap melompat ke kobaran api dan menangkap Shera. Tubuhnya yang sekeras besi tidak terluka sama sekali.

__ADS_1


Allen terdiam, ia hanya bisa menunggu waktu yang tepat untuk menyerang balik.


Minotour tertawa keras. "Terima kasih, Manusia. Aku tidak kehilangan kesadaran karenamu."


Allen langsung menggukan Pengelihatan Surgawi. Kelemahan Minotour hilang semua, untungnya ada satu kelemahan lainnya.


"Budi, Son bantu aku." Allen bergerak maju setelah kobaran api mulai padam.


Budi dan Son berlari mengikuti Allen yang masuk ke dalam kobaran api. Mereka melihat Minotour berlutut tak berdaya.


"Apa yang terjadi?" tanya Son yang kebingungan.


"Ledakan energi dalam tubuhnya mempengaruhi semua ototnya. Dalam 2 samlai 5 menit penjaga pintu tidak bisa bergerak."


Allen memberi kode untuk menyerang Minotour dengan metode apapun. Budi dan Son bereaksi dan segera menyerang membabi-buta.


Tidak mau kalah, Allen mencongkel kedua mata Minotour dan membuat sayatan aneh di sekujut tubuh musuhnya.


Budi dan Son tidak peduli, mereka terus menggukan serangan pamungkas. Namun kulit Minotour lebih keras dari kelihatannya.


"Jangan gunakan aura. Pukul dia dengan serangan fisik!." Allen memberi petunjuk.


Budi dan Son segera sadar dan langsung menghajar Minotour hingga babak belur, tapi Monster Penjaga itu belum juga tumbang.


Allen dan dua rekannya mundur ke belakang, mereka hanya menjadi pengalihan saja. Bawahan Son berhasil mendekat ke punggung Minotour, ia langsung mengarahkan ujung tombaknya ke luka lama monster.


Minotour tersenyum tipis, ia melepaskan aura dominasi dan Bawahan Son langsung terjatuh ke tanah.


"Gravitasi?." Son terkejut melihat Bawahannya langsung terjatuh ke tanah dalam sekejap mata.


Allen menghentikan Budi menolong Bawahan Son. "Monster itu tidak berniat membunuhnya. Sekarang cari kesempatan dan biarkan tiga Rokie kita beraksi!"


"Manusia bodoh, apa kau pikir aku tidak mengetahuinya?" tanya Minotour sambil mengangkat tubuh Bawahan Son.


Shera dengan sigap muncul di dekat lengan Minotour, ia segera menarik pedang pendek di lengan kiri musuhnya.


Aura api mulai bocor, Minotour mulai pusing dan meremas kepalanya. Bawahan Son langsung di sambar Pedro dan di bantu keluar dari jangkau serangan monster.


Ye Mo yang paling lemah menyempitkan mata, ia melihat ada lingkaran aneh di sela kedua telapak kaki Minotour.


Pedang pendek di tangan kanannya langsung di lempar ke lingkaran yang mencurigakan itu. Ledakan besar terjadi, Ye Mo terlempar puluhan meter hingga membentuk dinding gua.

__ADS_1


Seteguk darah segar keluar dari mulutnya, Ye Mo memegang dadanya dan wajahnya sangat pucat. Semua energinya digunakan untuk memblokir serangan tadi, untungnya ia tidak hancur.


"Sial, aku hanya sampai disini." Ye Mo tidak punya pilihan selain pingsan, ia tersungkur ke tanah kehilangan kesadarannya.


"Manusia biadab, aku akan membunuhmu!" seru Minotour kesal. Untuk kesekian kalinya perubahan sempurna miliknya digagalkan.


Kobaran api membakar apa saya yang ada di sekitarnya, Minotour berlari ke arah Ye Mo yang pingsan.


Allen tidak tinggal diam, ia segera pasang badan dan melindungi salah satu muridnya. "Sepertinya sudah cukup sampai disini!"


Pedang pendek di tangan kanannya mulai memancarkan mengeluarkan aura ungu gelap. Allen bersiap menerima serangan musuh, tanpa menunggu lama ia menusuk ke arah pukulan Minotour.


Benturan pedang dan tinju terjadi hingga mengakibatkan sebuah ledakan. Allen di lempar 12 meter hingga membentur dinding gua, tapi ia tidak terluka parah.


Berbanding terbalik dengan Minotour yang tidak terlempar. Dia masih berdiri di tempatnya tapi darah merah dimuntahkan dari mulutnya.


"Siapa kau sebenarnya, Elemen kegelapan tidak mungkin melukai tubuhku!." Minotour marah besar, ia sudah menggukan kekuatan penuh dan tidak bisa membunuh musuhnya.


Sebelum mendapat jawabnya, Minotour harus menerima serangan lanjutan dari Budi dan Pedro. Mereka mengincar luka lama Minotour dan berhasil menembus kulit kerasnya.


"Argh!" teriak Minotour merintih kesakitan. Luka itu ditinggalkan oleh Sword Saint ribuan tahun yang lalu. Tidak ada yang berhasil melukai kulitnya selama ia menjadi penjaga pintu.


Sebelum menyelesaikan teriaknya, sebuah tongkat langsung menghantam giginya hingga copot 3 buah. Minotour menutupi mulutnya dan tangan satunya mencoba meraih Son.


Namun Son sudah salto kebelakang keluar dari jangkauan serangan musuh. "Hampir saja!" katanya sambil menghela napas.


Melihat konsentrasi Minotour, Allen segera membuat gerakan dan pedang pendek di tangan kanannya mengarah ke leher musuhnya.


Minotour ingin menangkap Allen, tapi gerakan kakinya membuat Minotour kesusahan menangkapnya.


"Selamat tinggal!." Allen segera mengayunkan pedangnya dan berhasil memotong leher Minotour.


Tidak hanya Minotour yang terkejut, Son dan Bawahannya juga kaget merasa hawa keberadaan Allen menghilang sesaat.


Beda dengan Langkah Bayangan dan Topeng Misterius, Allen menggabungkan semua keterampilan menjadi satu. Jadi hawa keberadaan benar-benar hilang, bukan lagi disembunyikan.


"Penjaga ruangan bos sudah dikalahkan, sekarang istirahat dan mari lihat sekuat apa bos di sini."


Seorang pria tua menunggu di luar gua misterius. Orang itu tiak lain adalah Revan Baruch yang gagal sebelumnya.


"Apa mereka bisa mengalahkan monster gila itu!" gumamnya dengan nada gemetar. "Mungkinkah memang ada harta kartun tanpa membunuhnya?" lanjutnya penasaran.

__ADS_1


Dia sudah menunggu 5 jam, tapi belum ada tanda-tanda kelompok Son akan keluar.


Revan Baruch segera kembali dan melaporkan kejadian aneh ini ke atasan. Namun laporannya tidak berguna untuk perkembangan perusahaan.


__ADS_2