Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Asosiasi Pejuang Datang


__ADS_3

Mengabaikan sejarah musuh, Allen berfokus memperkuat pasukannya. Perang zaman sekarang tidak hanya dengan senjata atau otot, tapi juga menggunakan informasi dan teknologi.


Kabar gembira datang dari Ye Mo yang berhasil merebut kembali wilayah Alun-alun Kota K. 100 anggota Raja Surgawi ditugaskan untuk mengamankan tempatnya, termasuk Jery sebagai Ahli Komputer.


Perusahan tidak akan dipimpin Allen atau Tiwi, tapi direktur lama yang tidak memihak Keluarga Baruch.


Perpindahan kekuasaan hanya diakui satu pihak, sedangkan Keluarga Baruch tidak mengakuinya. Oleh karena itu perwakilan dari Asosiasi Pejuang Beladiri mendatangi Tiwi dan Simon.


Tidak tanggung-tanggung, orang yang mendatangi mereka adalah Ketua Asosiasi Pejuang Beladiri, Valencia.


"Nona Tiwi, bukankah kamu sudah tahu peraturan Asosiasi. Kenapa masih menggunakan cara-cara tidak manusiawi?" tanya Valencia dengan ekspresi marah.


Tiwi mengangkat bahunya. "Apa maksudmu tidak manusiawi, kita tidak membunuh satupun orang. Wilayah ini juga sebenarnya adalah kekuasaan Raja Surgawi." Tiwi menentang keputusan pernyataan Valencia.


Wanita bermata biru itu melirik ke arah Simon yang duduk tidak menyambutnya. "Itu terjadi sebelum Asosiasi Pejuang Beladiri berdiri. Jangan membuat alasan dan serahkan dirimu!"


Tiwi menggelengkan kepala. "Jangan membuatku tertawa, kau pikir aku bodoh. Kalian memang sengaja mendeklarasikan kelahiran Asosiasi Pejuang Beladiri setelah Kota K dikuasai. Apankau pikir aku tidak tahu sebenarnya Asosiasi Pejuang Beladiri sudah ada sebelum itu?" tanya Tiwi dengan nada mengancam.


Mendengar nada yang kurang enak, Pengawal Valencia langsung bergerak dan mengarahkan tinjunya pada Tiwi.


Simon dengan kipas kayu menghentikan pukulan lawan. "Jangan berlebihan, ini wilayah kekuasaan kita."


Meskipun suaranya pelan, Valencia dan beberapa pengawalnya sadar bahwa orang berambut putih itu sangat kuat.


Simon menggunakan wujud orang tua, padahal setelah menerobos ke Prinsip Jiwa tingkat 5, dia bisa menggunakan wujud pria berumur 20 tahunan.


Pengawal menarik tangannya, dia segera mundur ke belakang Valencia. "Ketua, orang tua itu Pejuang Tingkat 8."


Valencia mengangguk, Asosiasi Pejuang Beladiri juga punya Pejuang Tingkat 8 tapi hanya dua. Melihat dari auranya, dua pejuang beladiri yang dimiliki Asosiasi tidak bisa melawannya.


"Jadi ini alasanmu mengabaikan peraturan Asosiasi. Apa kau pikir 1 Pejuang Beladiri bisa menyelamatkan kalian dari bencana?" tanya Valencia dengan nada mengancam.


Tiwi mengabaikan peringatan Ketua Asosiasi. "Jangan banyak bicara dan buktikan. Dendam kami pada Keluarga Baruch tidak akan pernah padam."


Valencia mengepalkan tangannya, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Tugas Asosiasi adalah mendamaikan dua pihak yang berseteru. Karena Raja Surgawi dan Keluarga Baruch tidak mencapai kesepakatan. Valencia hanya bisa menggunakan cara kedua.


"Datanglah ke Kota C, bawa 9 anggota terbaikmu. Ayo putuskan dengan petarung hidup dan mati." Valencia mengundang Raja Surgawi dengan lisan.

__ADS_1


"Itu yang aku tunggu, katakan kapan waktunya?" tanya Tiwi dengan penuh percaya diri.


"Minggu jam 7 pagi. Jangan terlambat atau aku memerintahkan penghancuran Kelompok Raja Surgawi!." Valencia pergi dengan tenang.


Allen muncul seperti hantu. "Dia memang keras kepala, tapi jangan membuatnya menjadi musuh."


"Baik, Hyung." Tiwi menjawab dengan santai.


Tidak ada persiapan kusus, semua anggota Raja Surgawi sudah setara Pejuang Tingkat 7. Jadi membunuh beberapa Suku Kuno bukan lagi masalah.


Allen sudah mendistribusi ribuan buku ketrampilan beladiri. Jadi semua anggota setidaknya menguasai satu atau dua ketrampilan.


Hari berlalu dengan cepat, Tiwi membawa 9 orang sesuai dengan permintaan Asosiasi Pejuang Beladiri, Allen termasuk didalamnya.


"Valencia, aku sudah menepati janji." Tiwi menyapa Ketua Asosiasi dengan sikap biasa tanpa memberi hormat.


Dua pengawal Valensia ingin sekali memukul Tiwi, tapi Simon berdiri di belakang. Jadi mereka mengurungkan niat untuk membuat masalah.


"Pertarungan hidup dan mati akan dilakukan dalam 3 babak, yang pertama pertarungan individu. Kemudian 3 orang dan 5 orang, jangan membangkang dan taati peraturan." Valensia memberi peringatan.


"Bos, apa kamu yakin kita bisa menang?" tanya Tiwi yang sedikit kaget dengan penglihatannya.


"Tidak perlu takut, lihatlah ekspresi teman-teman kita. Mereka haus darah dan ingin membalaskan kematian saudara-saudaranya." Allen memberi nasihat.


Tiwi menghela napas, dia sudah melangkah jadi harus menerima resikonya. Pertarungan hidup dan mati hanya selesai setelah musuhnya mati atau menyerah.


Allen yang menyamar menggunakan wujud pria berambut panjang melirik seseorang di bangku penonton. Kemudian dia melambaikan tangannya ke arahnya.


Orang yang mendapat lambaian tangannya adalah Fredy dan Pria Tua berambut putih. Pria tua itu adalah Pemimpin Bunga Mawar yang dikabarkan sudah mati.


Pertarungan pertama diwakili Budi seorang diri. Tubuhnya yang besar dan kekar membuat musuhnya tanpa sadar ketakutan.


"Pria besar, apa kau pikir tubuh besar bisa menyelamatkanmu dari kematian." Musuh mengeluarkan pedang yang dilumuri racun mematikan.


Budi mengabaikan perkataan musuh dan fokus untuk pertandingan. Sampai akhirnya wasit mengangkat bendera menandakan pertarungan dimulai.


Budi menggunakan seluruh tubuhnya untuk menyerang dan bertahan. Musuhnya menggukan pedang untuk membuat kerusakan dan Armor Emas melapisi tubuhnya.

__ADS_1


Pedang bergerak dengan cepat, Budi hanya bisa memblokir dan menunggu kesempatan. Namun setelah pertarungan berjalan 10 menit, tidak ada yang menjadi pemenang.


Perwakilan dari Keluarga Baruch seorang Pejuang Tingkat 7, jadi dia punya batasan untuk menyerang. Sampai akhirnya pijakan kakinya sedikit goyah.


Budi yang menunggu saat-saat seperti ini langsung melancarkan pukulannya. Tinjunya melesat bagaikan tandukan badak bercula satu.


Perwakilan dari Keluarga Baruch tidak sempat merespon. Karena terlalu percaya dengan armor emas, dia menerima serangan Budi.


Tinju yang dilapisi Energi Jiwa tidak mudah di blokir. Tangan Budi langsung menembus tubuh lawannya dan Inti Mana di dalam tubuh Suku Kuno hancur.


Tubuh Suku Kuno tidak di biarkan tergeletak di atas arena, Budi menggunakan Monster Bayangan untuk melahap tubuh kurus yang menjadi eksperimen Keluarga Baruch.


Mayat seorang Pejuang Beladiri Tingkat 7 menghilang tanpa jejak, bahkan darah yang ada di lantai dibersihkan.


Pemenang pemain pertama sudah jelas, Budi menumbangkan lawannya dengan satu pukulan. Padahal tubuhnya sudah bersimbah darah karena pedang terus melukai tubuhnya.


Tidak ada yang mau berkomentar, sebagian dari penonton tidak menyukai Eksperimen Manusia yang dilakukan Keluarga Baruch. Namun semua diam karena keluarga Baruch terkenal brutal.


Pertandingan kedua adalah pertandingan kelompok 3 lawan 3, seorang Pembuat Simbol berdiri di tengah arena dan mengaktifkan formasi.


Mata Dunia digunakan, Allen mempelajari setiap susunan simbol. Setelah meningkatkan sistem ke tingkat 5, Allen merasa banyak perubahan pada persepsinya. Tidak hanya lebih kuat, tapi jaga lebih akurat.


Semua susunan formasi berhasil dipelajari, Allen tersenyum manis dan mengatakan bahwa dia akan turun sebagai pemimpin 3 orang.


Setelah Allen dan dua temannya masuk formasi, mereka di bawa ke tempat yang sangat luas.


"Ini akan lebih menarik jika ada objek yang bisa menjadi pelampiasan." Allen melihat tiga patung batu yang tiba-tiba bergerak.


Allen melirik ke dua temannya. "Jangan panik dan gunakan kesempatan untuk mengasah sekuatan kalian."


Dua orang temannya bekerja keras melawan 3 patung batu. Mereka membutuhkan 2 jam untuk menyelesaikan ujian pertama.


Berbeda dengan musuhnya yang lebih dulu menyelesaikan tantangan. Mereka berdua hanya membutuhkan 30 menit.


Allen diam saja karena sedang mempelajari formasi. Ternyata mereka dipindahkan ke Menara Pelatihan Asosiasi Pejuang Beladiri.


"Jadi seperti itu, baiklah ayo bergerak cepat." Allen mulai menarik Kunai dan menghabisi semua musuhnya.

__ADS_1


__ADS_2