Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Bermain Trik


__ADS_3

Gelombang awan semakin banyak, Allen tidak bisa berhenti tercengang karena lebih dari 120 orang berhasil memahami Prinsip Jiwa tingkat 3.


"Amanah area sekitar," Allen berlari menuju tumbuhan Spiritual yang baru di tanam beberapa hari lalu.


Bukannya layu, Tumbuhan Sambung Nyawa justru menyerap semua energi yang keluar dari langit. Tumbuhan itu berdengung, cahaya hijau menyelimutinya. Tumbuhan itu tumbuh sangat cepat hingga menutupi batang Pohon Dunia.


Pohon Dunia juga tidak kalah, ia menyerap dan melepaskan energi murni. Allen melirik pemberitahuan sistem yang muncul terus menerus.


"Ini bahaya, aku harus mengendalikannya." Tubuh Raja Perang menyerap Aura secara paksa.


[Aura +1.] (10x)


Allen duduk dan mengeratkan giginya berusaha menghentikan penyerupaan energi murni. Namun semua usahanya gagal hingga Aura melebihi kekuatan tubuhnya.


"Aargh," teriak Allen kesakitan.


Setiap nadi dan ototnya robek karena kelebihan Aura, tulangnya juga retak sedikit demi sedikit. Tidak mau pasrah, Allen merangkak menjauhi Pohon Dunia.


"Bergeraklah, Kaki sialan!" teriak Allen yang merangkak hanya dengan tangannya.


Mahkota Raja keluar dengan sendirinya, mode bertarung juga aktif. Rambutnya berubah putih dan matanya merah memancarkan petir ungu.


"Ayo!." Allen mencoba keluar dari maut. Dia terus merangkak menjauh dari Pohon Dunia.


Energi Murni masih terus berputar di tubuhnya dan menghancurkan setiap otot dan tulangnya. Allen tidak kehabisan akal, dia mengeluarkan Tangan Bayangan dan menarik tubuhnya menjauh dari Pohon Dunia.


Seorang pria tua langsung menarik tubuhnya keluar dari Pulau Nemo, pria itu adalah Simon. "Bos, apa yang terjadi padamu?" tanyanya.


"Cepat bawa aku menjauh." Tubuh Allen tidak lagi menyerap energi murni. Dia duduk dan memasang Formasi penyembuhan.


Dalam dua jam Allen smebuh total tanpa luka sedikitpun. Bahkan kulitnya semakin halus dan segar.


"Terima kasih sudah menolongku. Kemampuan tubuh bawaanku menyerap terlalu banyak energi murni, tubuhku tidak bisa mengimbanginya." Allen mencoba menjelaskan situasinya pada Simon.


"Untungnya kamu cepat sembuh, bagaimana ini bos di luar juga terbentuk awan hitam. Ini karena terlalu banyak orang menerobos di waktu yang sama." Simon sedikit bingung karena beberapa Pejuang kuat mulai berdatangan.


Simon sendiri sudah memahami Prinsip Jiwa tingkat 5, artinya dia setara dengan Pejuang Tingkat 8.


"Tidak perlu takut, mereka tidak akan bisa masuk ke lapisan satu. Yang perlu kita lakukan hanya membuat cerita mistis." Allen langsung memasang Topeng Misterius.


Simon mengikutinya, topeng hitam yang dia pakai sedikit berbeda karena ada corak merah tiga baris. Itu artinya dia adalah Anggota Inti dari Raja Surgawi.


Dua orang keluar dari lapisan pertama. Allen dan Simon masih menyamar sebagai orang misterius.


"Semua anggota dilarang keluar. Ye Mo buat semua orang masuk ke lapisan kedua!." Allen memberi perintah melalui Telepati. Semua orang yang sudah mengucap Sumpah Darah akan mendengarnya. Bahkan beberapa anggota yang ada di luar gua Misterius juga mendengarnya.


"Tuan-tuan, apa yang membuat anda semua berkumpul disini?" tanya Allen dengan suara pelan.


Setelah menggunakan Mata Dunia, Allen mendapati ada 9 Pejuang Tingkat 7 yang berdiri di depannya. Selain itu ada lebih dari 100 Pejuang Tingkat 6.


"Hei Topeng, apa yang kau lakukan disini. Kami melihat fenomena alam di atas langit." Salah seorang Pejuang Tingkat 7 bertanya dengan angkuh.


Allen dengan tenang menjawab, "Tempat ini salah satu target organisasi, kami sudah mengambil semua harta disini. Tapi masih ada fenomena alama. Coba masuk dan cari saja," kata Allen sambil meninggalkan gua misterius.


9 Pejuang Beladiri tidak mudah percaya, mereka sudah coba masuk tapi tidak bisa. Mereka langsung menghadang Allen dan Simon.


"Jangan membuat ini menjadi sulit, cepar buka formasinya. Biarkan kami masih tanpa masalah." Salah seorang Pejuang berkata dengan angkuh.


Allen menghela napas, kemudian menjawab dengan tatapan dingin. "Jangan memnuat ini sulit, aku sekarang dalam keadaan hati yang kurang baik. Bajingan tua itu mengirimku ke gua kosong dan harus menelitinya lagi selama sebulan!."


Tatapan dingin itu memancarkan hawa membunuh yang sangat kuat, beberapa pejuang Tingkat 6 tiba-tiba mundur ketakutan.


"Ding..." suara sistem terdengar.


[Selamat Pemain Allen berhasil menciptakan Skill Baru, Fear.]


Karena keterampilannya masih sangat rendah, sebagian Pejuang Tingkat 6 bisa menahannya.


"Jangan takut, mereka hanya berdua. Ayo buka mulutnya!" teriak Pejuang Tingkat 7 sambil melepaskan aura keadilan. Aura keadilan itu membangkitkan semangat dan moral pasukan, Allen tidak percaya ada orang seperti itu di dunia ini.


[Jerome

__ADS_1


Umur : 72 tahun.


Elemen : Cahaya, Angin, Api.


Total Kekuatan : 152.230.


Pejuang rahasia dari Sekte Gunung Kidul, murid dari Master Paloh.]


72 tahun sudah mencapai tingkat 7, itu prestasi yang mencengangkan. Namun Allen masih tenang, dia melihat William bisa mencapai tingkat 7 beberapa tahun lagi, padahal masih 30 tahunan.


"Serang!" seru Jerome memberi komando.


Ratusan Pejuang Beladiri Tingkat 6 berlari ke arah Allen dan berteriak, "Serang!."


Simon menarik senjatanya, dia bersiap untuk memenggal kepala semua orang. Namun Allen menghentikannya.


"Aku sudah lama tidak menggunakan keterampilan elemen." Allen masuk ke mode pertempuran, rambutnya berubah putih dan matanya memancarkan kilatan petir.


"Hell Fire," kata Allen menyebutkan nama keterampilannya.


Api muncul disekitarnya, angin menerbangkan semuanya membentuk pusaran panas dan semua pejuang beladiri dijadikan bahan bakarnya.


Ratusan Pejuang Beladiri menjadi babi guling hanya dalam tiga napas. Allen tampak tidak puas karena tidak bisa menyelesaikan semuanya dengan satu serangan. Masih ada puluhan orang yang selamat.


"Ayo lanjutkan dengan senjata," kata Allen sambil mengeluarkan Kunai yang baru dia beli beberapa hari yang lalu.


Kakinya mulai melangkah perlahan, tapi musuhnya sudah melangkah melangkah menjauh dan berlari keluar gua.


"Hei, ayolah. Aku ingin bersenang-senang." Allen berteriak sambil melempar 10 jarum ke10 target berbeda.


Jarumnya terbang dan menembus dada semua targetnya, racun berwarna hijau langsung menyebar ke seluruh tubuh. Dengan gerakan jarinya, 10 jarum itu kembali ke arah Allen dengan cepat.


Dua Kunai muncul di depan dadanya. "Ayo lari kawanku!."


Kunai itu melesat menuju Jerome, sayangnya dua senjata tidak cukup menjatuhkan Pejuang Tingkat 7. Jerome berlari sekuat tenaga dan melempar bom asap untuk membingungkan Allen.


"Benar, pergilah." Allen menggunakan Mata Dunia dan melempar 10 jarum ke lima target berbeda.


4 orang berhasil kabur dengan mengobarkan rekannya. Allen berhenti dan melirik ke arah Simon.


"Jangan bergerak, biarkan mereka menyebarkan rumor tentang tempat ini." Allen memberi perintah.


"Baik, Bos." Simon masih kagum dengan gerakan cepat dan akurasi yang ditunjukkan bosnya. Semua rangkaian kejadian tadi tidak lebih dari dua menit. Tapi Allen berhasil menyingkirkan ratusan pejuang seorang diri.


Allen sendiri sedikit lega karena sudah melepaskan banyak Aura didalam tubuhnya, sekarang dia sedikit lebih tenang.


[Status : Pemain Allen]


Level : 4


Kekuatan tubuh : 230


Stamina : 212


Konsentrasi : 252


Mental : 198


Wibawa : 89


Aura : 230


Total Kekuatan : 189.310 (kurang akurat)


---- Keterampilan ----


Pemain pengguna sistem dewa, tingkat Maha Dewa.


Mata Dunia, tingkat ?.


Seni Beladiri (Teknik Jiwa), tingkat ?.

__ADS_1


Alkemis, tingkat Menengah.


Keterampilan Senjata, tingkat Rendah.


Kebal Racun, tingkat Rendah.


Fear, tingkat Sangat Rendah.


---- Spirit Pendukung ----


Peri Air


Peri Tanah


Peri Api


Peri Angin (Silvy)


Peri Kegelapan (Lembu Suro)


---- Gelar ----


Peramu Racun, meningkatkan efek racun sebanyak 10%.


Pengguna Senjata, meningkatkan akurasi 10%.


---- Bonus ----


Bonus poin bebas : 0


Bonus poin skill : 0


"Tidak buruk, ayo lakukan yang terbaik." Allen bersemangat dan berlari ke Perusahaan Allen di alun-alun kota.


Setelah sampai di depan perusahaan, Allen melihat seorang wanita tua menjual berbagai bunga.


[Perubahan misi, Sistem telah siap ditingkatkan. Segeralah mendapatkan Bunga Terompet malaikat.]


"Terompet Malaikat?" gumam Allen pelan.


[Tanya saja pada wanita tua itu, harap hati-hati dia berbahaya.]


[Linda


Umur : 30 tahun.


Elemen : Void (Ruang Kosong)


Total Kekuatan : 92.ribu


Pembunuh kelas S, otaknya punya ribuan cara untuk membunuh target yang lebih kuat.]


Allen mendekati wanita yang menyamar sebagai nenek-nenek penjual bunga.


"Nek, apa ada Bunga Terompet Malaikat?" tanya Allen dengan sopan sambil mengaktifkan Mata Dunia. Hanya butuh satu tarikan napas untuknya menemukan bunga yang dimaksud.


"Nak, bunga Terompet Malaikat sangat mahal. Ini barangnya, harganya 1 juta rupiah." Linda menjawab dengan suara agak serak.


Allen tersenyum dan menggelengkan kepala. "Nek, aku tidak punya uang tunai sebanyak itu. Bahagia jika mencicil?" tanyanya dengan penuh perhitungan.


Tentu saja Linda setuju, dia membutuhkan banyak informasi tentang targetnya. "Baik, Nak. Ambilnya bunganya."


Linda memberikan bunga palsu, Allen hanya tersenyum dan menunggu pembunuh itu lengah. Dalam sekejap mata Allen menukar Bunga Terompet Malaikat yang palsu dengan asli.


"Nek, cobalah berjalan kesana. Mungkin kamu bisa menemukan pelanggan." Allen memberikan 400 ribu untuk uang muka.


"Oke, Nak."


Allen segera menghilang dan mencoba melihat bunga yang baru saja dia tukar. "Sial, kapan dia menukarnya kembali?" ucap Allen kebingungan.


[Bunga Terompet Malaikat (Palsu)

__ADS_1


Barang sampah yang harus segera di buang.]


__ADS_2