Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Waktunya


__ADS_3

Kelompok yang dipimpin Budi juga menghadang pasukan lain, pasukan itu berasal dari Keluarga Morgan sendiri.


Tanpa basa basi kepalan tinju Budi langsung menghantam tanah. Gelombang udara dan energi yang kuat menghempaskan seluruh pasukan musuh.


"Jangan beri ampun!" teriak Budi dengan suara lantang.


Semua pasukan Raja Surgawi mengenakan topeng, mereka masih menyembunyikan identitasnya karena alasan tertentu.


Budi dengan cepat menerobos gerombolan pasukan yang disiapkan Keluarga Morgan. Namun langkahnya terhenti setelah melihat seorang pria tua berambut putih dengan pakaian rapi.


"Anak muda jaman sekarang sangat bersemangat." Pria Tua itu adalah Jose Morgan, salah satu mantan Kepala Keluarga Morgan yang berhasil menjadi Pejuang Tingkat 8.


Budi tidak takut, dia hanya ingin melihat sekelilingnya dan memastikan semua aman.


"Kenapa diam, apa kamu sudah tahu kekuatanku?"


Budi tersenyum manis di balik topengnya. "Benar, kamu sangat kuat. Tapi tubuh tuamu itu akan segera kadaluarsa."


Jose Morgan tertawa terbahak-bahak mendengar pernyataan Budi. "Bagus, bagus kamu memang lawan yang cocok. Tubuh ini memang sudah tua, tapi tenagaku masih cukup untuj membunuhmu!"


Kepalan tinju Jose melayang mengarah ke Budi yang sudah bersiap. Kepalan tinju Jose hanya memukul angin karena Budi masih ingin mengumpulkan informasi.


Meski tingkat mereka sama, Budi punya pengalaman bertarung yang nyata. Jadi dia bisa menghindari serangan lawan dengan mudah.


"Apa hanya ingin kemampuan Ketua Jose?" tanya Budi dengan santai.


Informasi tentang keluarga Morgan sudah disebarkan, jadi hampir seluruh anggota Raja Surgawi mengetahuinya.


Wajah Jose tampak kaget, dia tidak menduga musuhnya bisa mengungkap identitasnya dengan mudah. "Siapa sebenarnya kalian?"


"Hanya sekelompok orang kurang kerjaan." Budi mengangkat tangannya, semua anggota Raja Surgawi datang.


Jose Morgan melihat sekelilingnya, matanya terbelalak melihat kelompoknya sudah tiada. Bahkan mayat mereka tak berwujud.


"Dimana kalian, keluar!"


"Percuma saja, semua sudah selesai." Budi berlari, kepalan tangannya langsung menghantam dada Jose Morgan.


Meski kekuatan mereka sama, Jose Morgan tidak waspada jadi auranya sedikit berantakan. Kecepatan Budi dipengaruhi oleh Langkah Bayangan, jadi arah serangan yang tidak jelas.


Jose memuntahkan darah segar, dia memegangi dadanya dan menatap tajam ke arah Budi. Namun sebuah pedang tiba-tiba sudah ada di depan lehernya.


Eksekutornya adalah Shera yang merasa pertarungan di sisi Budi terlalu lama. "Kalian terlambat, cepat bersiap. Kita harus datang ke pesta pernikahan."


Budi mengangguk dan segera bersiap, semua orang yang bertarung juga melakukan hal yang sama.

__ADS_1


Sisi Selatan diselesaikan dengan mudah karena Keluarga Windsor hanya mengirim pejuang tingkat 6 saja.


Disisi Ye Mo sedikit berat karena lawan mereka sekelompok ras iblis yang keras kepala. Meski begitu mereka berhasil menang tanpa korban.


"Ayo berangkat, biarkan mereka yang kabur." Ye Mo memberi perintah dan menghilang dari tempatnya.


Tepat setelah semua anggota Raja Surgawi kembali, sekelompok Ras Iblis mendatangi tempat kejadian. Salah satu pria besar bertanduk merah mengeratkan giginya.


"Sial, aku akan membunuh kalian!"


Namun seorang perempuan berbaju kuning menepuk pundaknya. "Jangan gegabah, lihat jejak energi yang ditinggalkan. Mereka bukan lawan yang mudah, meski jumlahnya tidak lebih dari 50 orang, semuanya setara Pejuang Tingkat 8."


"Memangnya kenapa! Aku bisa membunuh 50 tingkat 8 dengan mudah!"


Perempuan iblis itu menghela napas. "Apa kau yakin bisa membunuh 50 Demian?" tanyanya sambil menunjuk salah satu bagian tubuh pemimpin kelompok iblis.


"Demian mati?"


"Ya, dia mati sepenuhnya. Musuh punya kemampuan untuk menghentikan regenerasi kita, jadi lebih baik kembali dan melaporkan ke Pemimpin."


Semua orang mengangguk dan memilih untuk kembali.


Pernikahan berjalan lancar, Allen dan Clarissa menyelesaikan acara dengan damai.


Setelah pesta dimulai, Tiwi dan jajaran eksekutif Perusahaan Allen datang memberi selamat. Sekelompok orang yang tidak dikenal juga muncul muncul mengamankan depan gedung, mereka adalah anggota Raja Surgawi.


Ye Mo dan kelompoknya juga datang dengan pakaian rapi. Stelan jas hitam serta sepatu yang mengkilap menyempurnakan penampilannya.


Shera mengenakan gaun hijau dengan aksen putih, setiap langkahnya menyita pandangan para kaum adam.


Setelah Shera mengucapkan selamat, para keluarga terpandang seluruh dunia mulai datang.


Perta berlangsung aman dan meriah, semua orang tampak bahagia dan memancarkan senyum manis. Namun ada dua orang yang tampak murung, mereka adalah Reza dan William.


William segera sadar dan melempar senyum pada tamu hadirin yang datang. Dia melirik kearah ayahnya yang marah. "Maafkan aku!" katanya pelan.


"Jangan ulangi itu lagi!."


Reza yang tidak sadar diperhatikan banyak orang masih tetap dengan ekspresinya. Setelah beberapa saat dia pergi keluar gedung.


Perta berakhir, semuanya berjalan lancar. Tidak ada gangguan dari pihak luar meski acaranya sangat meriah di tengah pandemi virus.


Bulan berlalu dengan cepat, tidak terasa sudah tiga bulan Allen dan Clarissa menikah. Mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing, jadi jarang bertemu seperti sebelumnya.


Pasukan yang disiapkan Keluarga Morgan telah siap, mereka semua berasal dari luar bumi. Para Alien itu punya kekuatan setara dengan Pejuang Tingkat 8.

__ADS_1


Allen dan para petinggi dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk keluar. Jadi hanya beberapa anggota Raja Surgawi yang keluar menyelesaikan provokasi musuh.


Setelah mengedarkan Teknik Prinsip Jiwa terus menerus, akhirnya Allen mulai menyadari Prinsip Jiwa tingkat 6. Matanya bersinar dan petir besar langsung menyambar tubuhnya.


Tidak hanya sekali tapi lebih dari 12 kali dia terima. Bukannya sekarat, Allen justru tambah sehat dan tersenyum manis, Tubuh Raja dan Mahkota Raja membantunya sembuh.


"Apa sudah selesai?" tanya Allen yang menerobos tingkat 6 dengan begitu mudah.


"Bos, kamu berhasil?" tanya Simon dengan tatapan bahagia.


"Ya, aku berhasil. Sekarang aku sudah setara pejuang tingkat 9, jadi ayo mulai serangan!"


Simon menjelaskan situasinya, keluarga Morgan sudah mulai serangan sejak pagi tadi. Karena Simon dan para petinggi tidak bisa keluar sekarang, akhirnya para anggota inti lainnya yang membereskan masalah.


"Lanjutan latihan kalian, biarkan aku mencoba kekuatan baruku." Allen dengan penuh semangat memakai Topeng Misterius dan menghilang.


Dalam beberapa jam dia sudah sampai di medan perang, matanya tampak terkejut melihat semua anggotanya terluka parah.


"Haha, ternyata kalian hanya bisa menggangu kemampuan regenerasi. Artinya kekuatanmu terlalu lemah!" kata salah seorang Alien yang menodongkan pedangnya.


Tangan Alien segera berayun, dia hendak memenggal kepala ketua kelompok pasukan Raja Surgawi.


Namun Allen datang dan menghentikan pedang musuh dengan jari telunjuk dan tengahnya.


"Jangan buru-buru, bagaimana kalau mulai ronde kedua?" tanya Allen dengan suara tenang.


Pemimpin musuh panik, dia melompat ke belakang menatap pijakannya. "Oh, akhirnya ada lawan yang layak."


Allen melepaskan energi jiwa dan mengenakan Mahkota Raja, rambutnya berubah putih dan matanya memancarkan kilatan petir.


"Semuanya bangun. Kita selesaikan dengan cepat."


"Baik, Bos." Semua anggota Raja Surgawi bangun dengan pakaian yang tidak lengkap. Namun luka fisik mereka sembuh sepenuhnya.


"Apa yang terjadi, kenapa mereka bisa berdiri!" teriak Ketua Kelompok musuhnya.


"Bos, kita harus mundur. Alat pengecekan kita gagal mendeteksi kekuatan orang itu."


"Apa?"


Sebelum mereka bertindak, Allen dan kelompoknya sudah bergerak dan mengangkat pedangnya.


"Absolut Kill!" ucap Allen menerjang cepat ke depan.


Tusukan pedangnya sangat cepat dan cahaya tipis langsung menusuk semua musuhnya. Meski tidak berakibat fatal, kelompok musuh merasakan sesuatu yang aneh di dalak tubuhnya.

__ADS_1


"Racun? Bajingan pengecut kau menggunakan racun!" teriak Kelompok Alien.


__ADS_2