
Meskipun dalam hatinya sedang mengumpat, tapi entah mengapa hati nuraninya mengatakan bahwa ia ingin berada di samping pria muda bernama Allen. Sebagai seorang pejuang beladiri, ia bermimpi bisa menjadi orang terkuat dan mendominasi dunia. Namun kenyataan ternyata tidak sesuai keinginannya, umurnya sudah 65 tahun tapi belum juga mendapatkan hasil yang memuaskan.
Yone sempat putus asa dan berfokus menjadi hakim, tapi siapa yang mengira karier yang dia bangun sejak muda hancur hanya dengan satu kata dari penguasa. Sejujurnya Yone tidak tahu siapa yang memusuhinya, masalahnya 5 perusahaan besar itu punya pendukung yang sangat misterius.
Nathan dan Allen membawa Yone ke kamar tamu di rumah dinas perusahaannya, mereka langsung meninggalkannya. Setelah keluar dari rumah dinas, Nala muncul dengan jaket dengan tutup kepala khas seorang introvert.
“Bos, kami sudah memutuskan. Tidak ada artinya hidup tanpa kekuatan nyata, oleh karena itu tolong ajari kami beladiri,” kata Nathan sambil berlutut di depan Allen. Ide ini muncul dari Nala yang terlalu banyak menonton film kolosal.
Nala yang mendengar kakaknya mengatakan itu, ia langsung berlutut dan langsung diam. Sebagai seorang introvert tentu saja Nala tidak banyak bicara, tapi matanya memancarkan tekad kuat.
[Dua murid sedang mengajukan permintaan, terima dan dapatkan murid serta membuka toko sistem atau tolak untuk mendapatkan 20 poin bebas.]
Pemberitahuan sistem tentu saja sangat menggiurkan, jika menolak mereka berdua maka 20 poin bebas akan didapatkan. Allen sedikit membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu, tapi ia dihentikan oleh pemberitahuan sistem selanjutnya.
[Jika menolak, Nathan dan Nala tidak akan pernak meminta menjadi muridmu lagi.]
“Baiklah, berdiri dan ucapkan sumpah darah. Caranya lukai sedikit jarimu kemudian oleskan darahnya ke dahi kalian dan ulangi ucapanku.” Allen menuntun upacara sumpah darah, ia sebelumnya tidak pernah melakukan ini tapi entah kenapa tiba-tiba otaknya bereaksi seperti itu.
Nathan dan Nala tanpa ragu langsung mengambil pisau kecil yang di sembunyikan di sabuknya, mereka langsung mengiris jari jempol dan mengoleskan darahnya ke dahi.
“Aku bersumpah akan setiap pada Allen.” Karena tidak punya nama keluarga, Allen hanya menggunakan nama aslinya.
Nathan dan Nala mengikuti perkataan Allen, tubuh mereka perlahan memancarkan cahaya berwarna kuning. Meskipun tidak terlihat, Allen bisa merasakan bahwa ikatan persaudaraan mereka bertiga menjadi lebih erat.
“Apa kalian merasakannya?” tanya Allen memastikan teorinya benar.
Nathan membuka mata dan melihat telapak tangannya. “Aku merasa kekuatan meluap dari tubuhku dan sebuah tali mengikat jiwaku, inikah efek samping dari sumpah darah,” katanya.
“Tidak, perasaan itu yang akan menuntun kalian menuju puncak. Bukankah sebelumnya aku katakan, jika kalian berkhianat maka jiwamu akan hancur.”
Nala mengangkat tangannya. “Terus apa yang harus kita lakukan untuk menyingkirkan perasaan aneh ini?”
“Kebiasaan. Jangan buat ikatan itu seperti beban, tapi anggaplah ikatan itu mengalir seperti air.”
__ADS_1
Nathan dan Nala mulai menanamkan perkataan Allen ke dalam ingatannya, mereka langsung terbiasa hanya dalam hitungan detik. Berbanding terbalik dengan Allen yang masih tidak nyaman dengan ikatan aneh yang mengurungnya.
Setelah beberapa saat, pemberitahuan sistem muncul dengan jumlah yang banyak. Jadi Allen hanya membaca beberapa pemberitahuan yang berwarna biru, ungu, atau emas.
[Wibawa +11]
[Konsentrasi +7]
[Mental +6]
[Pembukaan toko sistem telah selesai, silahkan periksa toko menggunakan kesadaran Anda.]
Allen segera duduk di sofa dan mulai bermeditasi untuk mengakses toko sistem, ia masuk ke dalam sebuah ruangan yang penuh dengan barang-barang berharga. Salah satu benda berharganya adalah pedang yang memancarkan cahaya hijau.
[Silahkan pilih yang Anda butuhkan, Bitcoin akan secara otomatis dikonversi menjadi mata uang toko sistem. Bitcoin Anda di dunia nyata tidak akan berkurang.]
Allen melihat uang sistem yang di beri nama Poin Emas, jumlah awal yang ia dapatkan sungguh banyak. Konversi Bitcoin sangat tinggi, 1 Bitcoin sama dengan 1000 poin emas.
Peri Tanah dan Peri Air muncul di sebelah Allen, mereka tampak sangat terkejut dengan kemunculan sebuah menara aneh setinggi 12 lantai. Mereka bisa merasakan bahwa menara kuno itu punya energi yang sangat menggoda.
Tanpa sadar Peri Air mendekati menara, tapi ia langsung di lempar hingga tubuhnya terluka parah. Allen segera berlari dan menolongnya, perlu di ingat ketika peri ada di bawah alam sadar, mereka punya wujud yang sama dengan manusia.
“Apa kau baik-baik saja?” tanya Allen panik karena darah keluar dari mulut Peri Air.
“Ini tidak mungkin, aku merasa organ dalamku hancur karena mendekati menara.” Peri Air mengatakan apa yang dia alami, tapi ada yang janggal di dalam kalimat pernyataannya.
Peri Tanah mengerutkan alisnya, ia berpikir keras untuk menemukan jawaban yang pas. “Sejak kapan kita punya organ dalam?” tanyanya dengan suara tenang penuh perhitungan.
Peri Air langsung sadar, seorang peri tidak punya organ dalam. Mereka terbuat dari energi alam, jadi tidak mungkin untuknya memiliki organ tubuh dengan keadaan normal.
“Benar juga, sepertinya menara itu punya kekuatan spesial.” Peri Air segera berdiri sambil mengusap darah di sudut bibirnya. Dia cerdas dan bisa menyimpulkan sebuah informasi dengan cepat.
Peri Tanah hanya bisa ternganga mendengar jawaban Peri Air yang singkat, padat, dan jelas. Padahal ia memikirkan semua kemungkinan pertanyaan Peri Air, tapi usahanya sia-sia karena Peri Air menerima pendapatnya dengan gamblang.
__ADS_1
Allen yang mendengar mereka berdiskusi panjang memutuskan untuk masuk ke dalam menara kuno. Pada lantai pertama energi berwarna ungu yang ada di luar jauh lebih lemah daripada ini.
“Sepertinya sistem memberiku banyak keuntungan. Terima kasih senior sistem!” kata Allen sambil menyembah sistem di depannya.
[Jangan berlebihan, segera ambil barang yang kau inginkan dan pergi. Markas utamamu di kepung para pembunuh dari Ular Naga.]
Allen terkejut melihat pemberitahuan sistem, bukan karena dia punya mobil tapi karena sistem lebih interaktif dengannya sekarang. Artinya Allen bisa memberikan pertanyaan yang tidak bisa dijelaskan.
“Sistem apa rekomendasimu?” tanya Allen. Dia kebingungan mencari apa di lantai satu, pasalnya menara yang terlihat kecil ternyata ladang yang sangat luas dan tentunya barang di dalamnya sangat berguna.
[Belilah Pil Kelahiran Kembali]
Membantu pemakannya menciptakan tubuh dengan struktur tubuh yang sangat kokoh.
Allen tidak terlalu mengerti kegunaannya, ia membeli 100 pil Kelahiran Kembali untuk menjamin semua orang berkembang dengan baik. Pemberitahuan sistem sudah jelas, siapa pun yang minum pil itu dapat dikatakan mereka akan menjadi jenius muda.
Setelah memilih 100 pil, Allen keluar dari alam bawah sadar, ia sudah selesai dengan membayar 1000 Poin Emas setiap butirnya. Jadi kali ini Allen panen besar dan segera memberikan dua pil pada Nathan dan Nala.
“Sial, apa mereka monster.” Allen terkejut dengan perkembangan Nathan dan Nala yang sudah bisa menguasai meditasi.
“Sistem, apa ada teknik beladiri yang cocok untuk merek berdua?” tanya Allen mencoba mencari informasi. Namun sistem tidak menjawab, akhirnya Allen hanya bisa terdiam dan mencobanya langsung.
Keterampilan yang diberikan Teknik Jiwa tidak kalah dibandingkan semua koleksi teknik beladiri. Allen berjalan-jalan lantai pertama menara kuno atau toko sistem, ia mencari teknik beladiri untuk dipelajari Nathan dan Nala.
“Apa aku salah lihat, satu buku aneh ini seharga 100 ribu poin emas. Sial hanya bisa digunakan 1 kali!” ucap Allen terkejut ternyata poin emas cukup berharga.
[3,5 juta poin emas.]
Poin emas yang Allen miliki masih cukup banyak, oleh karena itu ia membeli 2 buku teknik beladiri untuk sementara. Keduanya ditempatkan di bawah pil pembentukan tubuh. Allen menunggu mereka selesai bermeditasi, dia juga melakukan setengah meditasi untuk mengamankan keduanya.
Yone tidak percaya dengan kedua matanya, ia sudah bisa jalan dan melihat Nathan dan Nala berkonsentrasi mengumpulkan aura lemah dari bumi. “Apa mereka memang anak yang diberkahi surga,” gumamnya pelan.
Allen membuka matanya, ia segera mengarah ke kamar Yone. Tujuannya tidak lain untuk mengejutkan Yone supaya orang tua itu kembali ke kamar dan tidak punya alasan untuk kabur.
__ADS_1