Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Solo Player


__ADS_3

Allen menerima berita bahwa Kota A dalam masalah, pemberontak para Pejuang Beladiri sudah tidak terkendali.


Keluarga Huben dan Muller terkena dampaknya, mereka berdua berseteru dengan aliansi Keluarga Bishop. Tidak hanya di bidang bisnis, tapi kedua keluarga itu ditekan sampai ke sektor pemerintahan.


Setelah semua masalah berkumpul, Chris dan Thomas bertemu. Mereka siap membentuk aliansi independen, tapi seorang Pria Tua tiba-tiba muncul.


Meskipun hanya seorang Pejuang Tingkat 6, auranya sangat gelap. Dia adalah Iblis yang menyamar sebagai manusia.


"Lancang, siapa yang mengizinkanmu masuk?" tanya Thomas Muller dengan tatapan marah. Pedang dihunuskan mengarah ke Pak Tua Misterius.


"Tenanglah tuan-tuan. Maksud kedatanganku hanya untuk menyampaikan pesan dari ketua aliansi." Iblis itu mengatakan yang sebenarnya.


Keluarga Morgan menjadi pemimpin Aliansi yang bermarkas di Kota A. Morgan adalah marga Reza yang menguasai semua pengamanan di seluruh Dunia.


Chris dan Thomas menjadi tegang, Wilson Muller tidak tadang artinya orang di depan mereka cukup spesial.


"Katakan." Thomas Muller mempersilahkan.


"Ketua ingin kalian meninggalkan Kota A atau mati ditangan kimi." Pak Tua itu mengatakannya dengan tatapan mengancam.


4 laki-laki tua datang, mereka Penjaga Keluarga Muller. Wilson juga ada di antara mereka.


"Kau sangat berani, Bocah." Wilson Muller mengeratkan giginya karena marah.


Bukannya takut Pak Tua Misterius itu justru tertawa keras. "Memangnya kalian cukup kuat mengalahkanku. Jangan mimpi, bahkan 100 darimu tidak bisa menggores kulitku."


"Sombong!." Wilson Muller tampak sangat marah tapi dia tidak bisa melakukan apa-apa. Keluarga Muller dalam masalah besar, jika tidak segera diselesaikan mereka akan musnah.


Chris sebagai pemimpin Keluarga Huben juga tidak bisa gegabah. Meskipun ada Petrik Huben di sebelahnya, dia harus tetap waspada.


Pak Tua Misterius tertawa terbahak-bahak. "Lihatlah kalian takut menghadapiku. Pasukan Aliansi Morgan sudah mengepung wilayah ini, jika aku tidak keluar dalam 5 menit mereka akan datang menyerbu."


Chris dan Thomas menjadi tegang. Mereka harus berpikir dua kali untuk mengambil keputusan ini.


Disisi lain Allen kebingungan melihat banyak orang dengan baju serba ungu. Mereka mengenakan lambang misterius yang belum pernah dilihatnya.


"Siapa mereka?" gumam Allen.


Tidak mau mengambil resiko, Allen bersembunyi di balik pohon dan mendengar pembicaraan pasukan baju ungu dan bertopeng putih.


"Keluarga Muller pasti susah berakhir."


"Iya, aku dengar Keluarga Huben juga menjadi sasaran Aliansi. Mau pergi atau tidak, ketua pasti membunuhnya."


"Benar, hanya orang bodoh yang percaya dengan ketua."

__ADS_1


Keduanya tertawa, mereka adalah orang bodoh yang percaya dengan Ketua Aliansi Morgan.


Allen tidak bisa tinggal diam, ia melempar jarum beracun dengan mulutnya. Jarumnya menancap tepat di leher bagian belakang musuh.


Dua tangan bayangan segera menangkap mayat. Tangan Allen segera menangkap dan menggunakan Pelahap Jiwa untuk mengambil ingatannya.


Setelah beberapa saat, Allen mengetahui situasinya. "Jadi begitu, ini kesempatan yang bagus untuk Aliansi Raja Surgawi."


Allen juga bukan orang baik, dia ingin memanfaatkan situasi untuk keuntungannya. Setelah melumpuhkan dua pria berpakaian ungu, Allen mengambil baju dan topennya.


Untuk memaksimalkan penyanarannya, Allen menyesuaikan auranya dengan salah seorang target.


"Tuan, kenapa lama sekali bukankah kita hanya perlu menunggu 10 menit?" tanya Allen yang menyamar pada ketua tim regu.


"Diam dan tunggu kode darinya, tugas kita menunggu." Ketua Regu membentak Allen dengan sorotan mata yang marah.


Sebuah pedang pendek tiba-tiba muncul dan menusuk Ketua Regu dari punggungnya. Pedang Pendek itu dilumuri racun memarikan.


"Brengsek, siapa kau?" tanya Ketua Regu dengan suara lemah.


Bukannya menjawab, Allen justru menarik pedang dan langsung mengeksekusi musuhnya. Allen segera mengambil pakaian dan topengnya.


Tidak lupa dia menyerap sebagian ingatan Ketua Regu. Kemudian dia keluar tenda dan mengangkat pedangnya.


"Long Si berkhianat, dia secara diam-diam membuat kesepakatan dengan Keluarga Huben dan Muller. Informasi sangat akurat, kita harus segera mengeksekusinya!." Allen berteriak dengan suara Ketua Regu.


Allen kemudian memberikan sepucuk surat dengan stempel mata-mata kepercayaan Keluarga Morgan.


"Itu dari mata-mata pusat. Kita tidak bisa melakukan apapun, jadi ayo segera lakukan." Allen tampak lemas ketika mengatakannya, Long Si dan Ketua Regu sebenarnya adalah teman sejawat.


"Baik, Tuan."


Semua orang berkumpul, jumlahnya sepeti yang ada diingatannya. "Kemana No 91 dan 92?" tanya Allen dengan tatapan mengintimidasi.


"Mereka hilang, Bos. Aku tidak menemukan jejaknya." Salah seorang prajurit mengangkat tangannya.


"Sial kita terlambat, bantuan Long Si sudah datang. Ayo cepat kepung dan jangan biarkan bala bantuan datang."


Allen melihat daun yang jatuh. "Ada dua orang, 10 orang ikuti aku, yang lainnya segera bawa Long Si. Aku tidak peduli dia hidup atau mati."


10 orang langsung mengikut Allen dari belakang, mereka cukup kuat untuk membunuh dua Pejuang Tingkat 6.


88 orang lainnya langsung menuju ke Long Si. Tatapan kecewa diperlihatkan, genggaman di pedangnya tampak sangat jelas.


Long Si dan semua orang kaget ketika Pasukan Baju Ungu mendobrak pintu.

__ADS_1


"Long Si, kau pengkhianat. Cepat ikut ini perintah dari Ketua!." Salah seorang pria menunjukkan surat dari mata-mata Aliansi Morgan.


Long Si yang dituduh kebingungan, dia menggelengkan kepala. "Ini pasti salah paham," katanya dengan suara panik. Kemudian Long Si mengalihkan pandangan ke Thomas dan Chris.


"Brengsek, katakan sesuatu." Long Si panik dan langsung menarik kerah Thomas.


"Kita sudah ketahuan, lebih baik mengakuinya." Thomas Muller memainkan perannya dengan baik.


Disisi lain Allen berhenti di tengah hutan. Dia tampak sedang memperhatikan sekeliling.


"Sial, kita terjebak. Waspada musuh bersembunyi di sekitar kita." Allen memberi peringatan palsu.


Tiga jarum dengan cepat langsung mengarah ke kelompoknya. Allen menghentikan salah satu jarum dengan pedangnya, tapi dua prajuritnya lewas di tempat.


"Awas, musuh menggunakan racun." Allen melempar botol ke prajuritnya yang masih hidup. "Gunakan itu saat hidup dan mati," lanjutnya.


Lima jarum melesat ke arah pasukannya, Allen berpura-pura menghadang salah satu jarum. Namun pedang sedikit terlambat dan lima prajuritnya tak bernyawa.


"Sial, kita tidak bisa menahan lagi. Minum!." Allen berteriak dengan suara tegas.


3 orang yang tersisa minum racun dengan lahapnya. Allen juga minum, tapi es jeruk yang sangat nikmat.


Tiga prajurit tidak menyadari bahwa dirinya sedang diracuni. Kekuatannya meledak dan tubuhnya berkembang hingga 50 persen.


Namun sebelum bisa mengendalikan kekuatannya, tiga orang itu langsung meledak menjadi debu.


Allen menggukan Mana Shield untuk melindunginya dari percikan. "Sangat merepotkan," gumamnya pelan.


Setelah menyelesaikan tugasnya, Allen segera ke kediaman Keluarga Muller. Tepat setelah sampai dia melihat pemandangan yang sangat aneh.


Long Si membunuh 80 orang dengan beberapa menit saja. Meskipun staminanya mulai habis, Allen harus mengakui kekuatan tubuh para iblis memang tidak masuk akal.


Delapan orang itu gemetar ketakutan. Mereka tidak menyangka Long Si sangat kuat.


Allen segera menggunakan Langkah Bayangan dan menikam Long Si. "Pengkhianat harus mati," katanya di depan telinga Long Si.


"Brengsek, Ketua Regu. Kau mengkhianatiku!." Long Si berteriak marah.


Pedang Allen diayunkan ke samping hingga memotong tubuh Long Si. Tatapan Allen sangat tajam dan tampak sedang menghina musuhnya.


"Aku menunggumu di Neraka, Brengsek!." Long Si mengutuk Ketua Regu, bukan Allen.


Setelah melihat kematian Long Si, Allen mendekati pasukannya dan memberikan botol ramuan.


"Gunakan itu, aku akan berbicara dengan mereka." Allen mendekati Chris dan Thomas, tatapan matanya tidak berubah.

__ADS_1


Setelah 8 orang meminum ramuan, meraka semua meledak seperti kembang api. Allen melepas topengnya dan tersenyum ke arah rekannya.


"Pekerjaan ini sangat sulit, apa aku bisa mendapatkan hadiah?" tanyanya dengan ekspresi bahagia.


__ADS_2