
Tidak berasa dia sudah menghabiskan waktu dua minggu di alam bawah sadar. Allen segera keluar dan melihat sekitar dan mendapati Shera dan Pedro masih bermeditasi.
"Sudah berapa lama aku duduk disini?" tanya Allen pada Son Hyuk yang sibuk menanam bunga.
"Baru beberapa jam, aku tidak ingat tepatnya berapa. Yang pasti aku baru menanam 253 bunga." Son Hyuk terus menanam bunga.
"Selisih waktunya menjadi tidak masuk akal." Allen berpikir keras dan mencoba menyimpulkan. Setelah merasa cukup pusing, Allen mengabaikannya dan mendekati Son Hyuk.
"Bagaimana kalau kita latih tanding, kemarin aku terlalu waspada dan membuang kesempatan untuk memperluas wawasan." Allen menantang Son Hyuk.
"Bos, apa kau yakin? Aku sudah menstabilkan kultivasi dan sebentar lagi mencapai Prinsip Jiwa tingkat 4." Son Hyuk berdiri dan sedikit menyombongkan dirinya.
"Latihan tanding adalah pilihan yang tepat untuk kita berdua. Aku yakin kau juga sudah merasakannya, tembok yang menghalangi kemajuan kita adalah pengalaman." Allen membeberkan kunci menerobos tingkat 4.
Son Hyuk meletakkan sekop kecil dan melepas sarung tangannya. "Tidak baik menolak tantangan dari anak muda yang harus pertarungan. Baiklah, ayo lakukan beberapa ronde, siapa yang jatuh akan menjadi kekalahannya."
"Setuju!." Allen melompat ke belakang dan mengeluarkan Pedang Pendek. Dia tidak berniat main-main pada latihan kali ini.
Son Hyuk juga begitu, meskipun dia seorang Pejuang Tingkat 7, perasaannya mengatakan Allen bukan bocah biasa. Pedang dikeluarkan dari cincin penyimpanan, Son Hyuk menatap tajam ke arah lawannya.
Allen tidak membiarkan lawannya membuat gerakan dulu, ia berlari menggukan Langkah Bayangan dan langsung menebas area perut.
Pedang Pendeknya di tangkis dengan mudah, Allen menunduk menghindari tendangan lawan. Tubuhnya di putar dan ia melakukan tebasan ke atas.
Lawan mendongak menghindari terbasan, setelah itu kakinya bergerak ke atas mengarah ke dagunya. Allen maju ke depan dan mengepalkan tinju kirinya, targetnya adalah ginjal kanan lawannya.
Sebelum tinjunya mengenai target, Son Hyuk sudah mengantisipasi dengan pedangnya. Tangan Allen berbenturan dengan pedang, bukannya memberikan kerusakan, Allen justru terentang dua meter kebelakang.
Tangannya meledak dan darah mulai keluar. Allen melihat tangan kirinya yang hancur. "Teknik yang menarik, bagaimana kau melakukannya?" tanyanya pelan.
"Mengungkapkan teknik di depan lawan bukan gayaku. Bagaimana kalau Anda mencari taunya sendiri." Son Hyuk memulai serangan balik.
Pedang Pendek Allen berjibaku menangkis semua serangan, wajahnya mulai pucat karena kehabisan stamina. Allen mengubah rambutnya menjadi putih, matanya sayu dan mengeluarkan kilatan petir ungu gelap.
Pedang lawan ditangkap dengan tangan kosong. Allen memanfaatkan momentum untuk menyerang bagian perut Son Hyuk.
Namun tendangannya berhasil dihentikan dengan tangan kiri lawan. Allen tidak kehabisan akal, dia menarik pedang lawan dan menyerang lagi dengan tangan satunya. Targetnya ke dagu kanan bagian bawah.
__ADS_1
Son Hyuk tidak bisa menghindar dan berakhir dengan buruk. Dia diterbangkan hingga puluhan meter, darah mulai mengalir dari sudut bibirnya.
"Sial, tadi itu kombinasi serangan yang mengesankan." Son Hyuk mulai berhenti bermain-main, pedangnya mulai dilapis Api.
[Son Hyuk
Umur : 319
Elemen : Angin, Api, Tanah.
Total Kekuatan : 152.310.]
Allen tidak mau kalah, pedang pendeknya dilapisi api berwarna ungu kehitaman. Tidak hanya energi jiwa tapi juga 5 elemen yang telah bersatu.
Keduanya mulai melangkah, Langkah Bayangan sama-sama digunakan. Allen dengan cepat mengayunkan pedangnya, begitu pula lawannya.
Ayunan pedang mereka semakin cepat, tanah di sekitarnya mulai bergetar. Sayatan pedang mulai terbang kemana-mana.
Allen dan lawannya mundur dua langkah, mereka siap menggukan jurus pamungkasnya.
Son Hyuk tidak mau kalah. "Moon Light!."
Allen memanfaatkan kecepatannya untuk menciptakan puluhan sayatan pedang dalam sekali waktu, sedangkan Son Hyuk menciptakan sayatan pedang dengan daya hancur yang besar.
Keduanya bertabrakan, ledakan terjadi. Tanah-tanah di sekitarnya terguncang dan terbang. Allen terpental puluhan meter, ia memegang dadanya dan memuntahkan seteguk darah segar. Wajahnya tampak pucat karena terlalu banyak menggukan Energi Jiwa.
"Sial, aku masih terlalu lemah." Allen hanya bisa bertahan 20 menit dalam pertarungan intens. Dia harus segera menemukan cara mengontrol Aura atau Energi Jiwanya.
Son Hyuk tidak berpindah dari tempatnya, tapi pedangnya patah karena tidak kuasa menahan serangan lawan.
"Untung saja aku lebih kuat dari Anda. Jika tidak, kepalaku pasti melayang karena tebasan tadi." Son Hyuk membuang pedang patah.
"Tidak usah berlebihan." Allen mengangkat tangan kanannya dan tanah-tanah mulai bergerak memperbaiki dirinya. "Kenapa kau diam saja, bantu aku memperbaiki arena," lanjutnya sambil melirik Son Hyuk.
Melihat Allen baik-baik saja, Son Hyuk menyadari sesuatu. Bosnya tidak bertarung dengan semua kemampuannya, begitu juga dengannya.
Som Hyuk juga punya peri pelindung tipe tanah, jadi dia bisa memperbaiki lingkungan sekitar karena pertarungannya.
__ADS_1
"Terima kasih, Bos. Sekarang aku mengerti apa maksudmu." Son Hyuk salah paham apa yang dimaksud Allen. Padahal jelas-jelas Allen hanya ingin latih tanding, tapi Son Hyuk menangkapnya sedikit berbeda.
Son Hyuk terlampau kreatif, dia mengira Bosnya ingin dia terus menapak tanah dan tidak sombong dengan orang lemah. Allen yang dikata jauh lebih lemah darinya masih menyembunyikan kekuatannya, padahal Son Hyuk susah serius.
"Terserahlah, ayo cepat selesaikan. Mulai besok kita harus mengadakan latih tanding. Gunakan area ini untuk tempat mereka." Allen sadar bahwa pertarungan nyata dibutuhkan untuk memperluas wawasan.
Pasukan Aliansi Raja Surgawi sudah cukup kuat, tapi pengalaman mereka kurang. Makanya Allen merasa perlu membangun arena latih tanding.
Semua anggota yang masuk Pulau Nemo hanya mereka yang sudah mengucap Sumpah Darah. Jadi tidak akan mudah untuk menerobos atau menyusup di tengah-tengah anggota. Allen belajar dari Nathan dan Nala, pasalnya Sumpah Darah harus jelas dan spesifik. Jadi janjinya tidak akan bisa dilanggar.
Kekuatan Jiwa pembuat komitmen juga berpengaruh. Karena seorang Allen adalah Pengguna Prinsip Jiwa tingkat 3 tengah, dia bisa menjamin memblokir Sumpah Darahnya.
Allen yang merasa perkembangan Pasukan Aliansi kurang cepat mulai memikirkan cara. Akhirnya dia memutuskan untuk membeli semua Bitcoin di pasar, kemudian membiarkan sistem mengkonversikan Koin Emas milik sistem.
Jery sebagai eksekutor biasanya sedang sibuk, jadi Allen sendiri yang akan melakukan. Jari jemarinya bergerak sangat cepat.
Ponsel Allen berdering, tak lama setelahnya diangkat. "Iya, Tiwi. Ada apa?"
"Bos, kita kedatangan tamu penting dari Kota L. Sepertinya salah seorang darinya sangat ingin bertemu denganmu." Tiwi mengatakannya dengan suara tergesa-gesa.
"5 menit aku sampai saja. Katakan pada mereka untuk menunggu." Allen segera bertindak dan keluar dari Pulau Nemo.
"Baik, Bos."
Langkah Bayangan digunakan terus menerus, Allen hanya ingin melatih tekniknya itu hingga ke titik tertinggi.
"Ding," suara sistem terdengar.
[Selamat Langkah Bayangan anda telah mencapai level maksimal. Untuk meningkatkannya, Anda membutuhkan Inti Mana dan Ramuan Napas Ilahi.]
"Inti Mana bukan barang yang mudah didapatkan. Kemarin aku hanya beruntung mendapatkannya, sekarang aku harus benar-benar mencarinya." Allen berbicara dengan dirinya sendiri.
"Kemudian Ramuan Napas Ilahi, apa lagi ini?"ucap Allen.
Seorang pria mendatanginya, dia adalah Son Hyung. "Ramuan Napas tidak bisa ditemukan disini. Kamu harus melewati Kota M yang sedang berkonflik karena aku pernah melihat Inti Mana di Sumur Suci."
"Informasi yang bagus, sekarang istirahatlah. Jahitanmu masih belum sembuh total." Allen memperhatikan pinggang Son Hyung yang terluka. Musuh yang mengkambing hitamkan Keluarga Son mulai bermunculan, jadi Allen dan kelompoknya harus tetap waspada.
__ADS_1