
Pelelangan berakhir, Allen cukup puas dengan hasil yang didapatkan. Dia segera meninggalkan William dan keluar dari pesta.
Bukannya tidak mau menikmati pesta, Allen punya urusan yang lebih penting.
Empat orang berlari dengan kecepatan tinggi hingga tidak bisa dideteksi petugas keamanan. Allen dan tiga rekannya menerobos keluar supaya tidak ada yang curiga.
William dan dua pengawalnya menatap jendela. "Bagaimana, apa kau sudah menemukan kegunaan Bunga Onyx?" tanyanya.
"Tidak ada petunjuk sama sekali." Pengawal William mengatakan kebenarannya.
"Tebakan ayah memang benar, Topeng Misterius bukan orang dari Dunia ini. Seharusnya mereka para Immortal yang turun dan mencari sesuatu." William mengambil rokok dan menghisapnya.
"Jika ada Immortal seharusnya keluarga kita tahu, Tuan Muda. Sepertinya mereka orang-orang yang bersembunyi sejak dulu." Pengawal mengatakan pikirannya.
"Aku sudah menyelidiki kedua orang tuanya, mereka hanya petani biasa. Adiknya juga seorang Artis Media Sosial." William mengerutkan keningnya.
"Tuan Muda, jangan bertindak berlebihan. Mari turuti perintah ayah Anda." Pengawal tua itu memberi saran dengan rasa sedikit takut.
"Aku bukan orang bodoh". William tersenyum ketika melihat orang yang pernah dia kenal. "Bajingan itu tidak punya rasa takut, bagaimana dia bisa menghadangnya."
Allen berhenti, seorang pria dengan baju kuning dan rambut kuning menghadangnya. Setelah diperhatikan lebih jelas, Allen sebenarnya mengenalnya.
"Bocah kita bertemu lagi." Pria itu adalah orang yang sering mengucapkan Seni Adalah Ledakan.
Allen tersenyum manis, bahkan jika pria didepannya meledak ratusan kali, dia tidak akan bisa melukai tubuhnya.
Daidara jauh lebih lemah dari mereka berempat, tapi dia punya ratusan cara untuk melarikan diri dan melukai lawannya.
"Jangan basa-basi, apa David mengirimmu?" tanya Allen dengan santai sambil mengeluarkan Pedang Pendek biasa.
"Jangan membuatku tertawa, Bocah itu hanya bajingan kecil yang ingin berkuasa." Daidara mengatakan yang sebenarnya.
"Meski begitu kau tetap melayaninya. Bukankah dia punya potensi yang menjanjikan?" tanya Allen yang mulai kehilangan senyumnya.
"Siapa yang tahu." Daidara berlari ke arah musuh sambil membawa 10 jarum beracun.
Empat orang yang menjadi targetnya langsung melompat mundur, mereka siap menyerang bersama-sama untuk menyelesaikan tugas. Namun Allen menghentikannya.
"Biarkan aku yang menghadapinya. Kalian amankan area sekitar, akan ada banyak ledakan." Allen mengatakannya dengan percaya diri.
Simon dan dua rekannya mengangguk dengan meninggalkan tempat.
Daidara mengerutkan kening dan berkata, "Apa kau tidak takut mati? Aku susah menyebar pembunuh disekitar sini, mereka pasti akan mati."
__ADS_1
"Kita lihat saja nanti." Allen menghilang dan berlari ke arah musuh. Tangan kanannya yang membawa Pedang Pendek diayunkan.
Daidara tersenyum dan menangkap pedang dengan tangan kosong. "Seni Adalah Ledakan," katanya.
Ledakan besar terjadi, pohon-pohon disekitar hangus karenanya. Daidara bangkit lagi dengan pakaian bersih dan rambut rapi.
"Besar mulut, kau hanya ikan teri kemarin sore, Bocah Bau." Daidara memalingkan wajahnya dan berniat meninggalkan tempat. Allen tiba-tiba muncul di belakangnya dan tanpa ragu memotong leher.
Daidara berhasil selamat karena keterampilannya tidak hanya ledakan tapi juga bisa mengubah tubuhnya menjadi api. Selama api dalam jantungnya tidak padam, Daidara akan terus hidup.
"Untung kau belum berpengalaman, kalau tidak aku pasti akan mati." Daidara mengarang cerita, dia hanya ingin melambungkan kepercayaan lawan dan menyerang dengan ceroboh.
Allen membatu, dia tidak menjawab dan menatap terus ke arah musuh. Daidara mendekat dan memukul lawannya.
Namun Allen tiba-tiba berubah menjadi gelembung air. Secara mengejutkan Pedang Pendeknya sudah menusuk punggung Daidara.
"Tidak perlu bingung, kau hanya tidak melihat sekeliling." Allen menunjuk langit-langit.
"Sial, kau menggunakan cara licik untuk mengurungku." Daidara masih tetap tenang meskipun darah terus keluar dari punggungnya.
"Seni Adalah Ledakan."
Mendengar mantra itu, Allen segera melompat mundur dan bersiap menerima luka. Tubuh Ilahi Raja Perang harus dikembangkan.
Allen sadar belum membunuh Daidara, tapi dia tidak bisa memaksakan kehendaknya.
Sebelum mengambil keputusan, Allen terlambat. Pasukan musuh mengepungnya, Tiwi dan rekan-rekannya bersembunyi di dalam pasukan. Mereka siap menerima perintah dan menghancurkan semuanya.
"Tunggu jangan gegabah. Aku punya kemampuan khusus yang mengharuskan ku terjun dimedan perang." Allen mengirim telepati ke tiga rekannya yang bersembunyi.
Semuanya mengangguk setuju, mereka akan bergerak sesuai perintah.
Allen tersenyum ke arah Daidara yang mencoba memulihkan diri. "Apa hanya ini?" tanyanya penuh percaya diri.
Daidara meringis kesakitan, luka tusukan Allen terasa sangat perih dan tidak kunjung sembuh. "Bacot, aku harus membunuhmu sekarang!" teriaknya dengan ekspresi marah.
40 pejuang beladiri langsung berlari ke arah Allen. Mereka menggunakan berbagai senjata tapi yang paling umum adalah Jarum Beracun.
Allen tidak bisa mengambil resiko dengan menerima serangan beracun. Dia bisa menyembuhkankan luka fisik, tapi belum pernah mencoba serangan racun.
Ratusan jarum beracun mengarah padanya, Allen mengelak dengan cara melompat tinggi. Kemudian dia mengayunkan pedangnya ke arah musuh.
"Gelombang Kejut!" katanya menyebutkan nama keterampilannya.
__ADS_1
Tiga gelombang yang terbuat dari sayatan pedang tercipta, mereka semua langsung mengarah ke pasukan Daidara. Setiap gelombang membunuh dua sampai tiga orang sekaligus.
Allen menginjak tanah, 8 orang kehilangan nyawanya hanya dengan satu ayunan pedang. Untungnya poin Aura milik Allen cukup tinggi, jadi tidak akan mudah kehabisan energi.
"Brengsek, jangan biarkan dia lolos." Daidara berlari ke arah samping, dia berniat untuk menyergap musuhnya. Namun siapa yang menyangka ternyata Allen mengarah pada dirinya.
Allen sengaja mendatangi Daidara untuk menciptakan ledakan lainnya. Jadi mungkin sinyal merah itu akan hilang.
Pedang Pendek dimasukan, kepalan tangan kanannya terasa sangat berat. "Tinju Kura-kura Hitam!" katanya menyebut nama keterampilannya.
Daidara sempat menggunakan kemampuan unik tubuhnya, tapi pukulan Allen sangat kaut. Sehingga Daidara masih terkena serangan balik.
Allen mendekati Daidara yang muntah darah. "Sepertinya situasi berbalik, apa kau punya kata-kata terkahir?" tanyanya sambil menghunuskan pedang di tanah.
"Brengsek, aku tidak mengira kau sangat kuat. Seandainya aku kembali ke masa lalu, pasti aku menempelimu." Daidara sudah mengatakan kejujurannya.
Allen bukan orang baik, dia langsung mengeksekusinya. Kemudian dia dan tiga lainnya berlari ke Kota K.
32 pejuang beladiri lainnya berhasil dilumpuhkan, Allen menggunakan Elemen tanah dan air untuk menghilangkan jejak. Mereka berempat tidak menggunakan Monster Bayangan atau Pelahap Jiwa karena ada yang memperhatikannya.
William yang memperhatikan dari kejauhan tidak habis pikir Allen menang dengan mudah.
Setelah cukup jauh, Daidara membangkitkan tubuhnya lagi. "Brengsek, kekuatannya setara Pejuang tingkah 6 puncak."
Daidara ingin menyelamatkan dirinya, tanpa sadar dia menuju markas utama Organisasi Morgan. Tujuannya tentu saja beralih pihak.
Allen sudah cukup jauh, dia tidak bisa berlama-lama karena banyaknya ledakan yang terjadi.
"Kita sudah aman, siapkan gua untuk berlindung. Kita harus bermalam disini." Allen memberi perintah.
"Baik, Bos." Drakula menggunakan keterampilannya untuk membuat gua buatan. Kemudian dia menciptakan formasi untuk menghilangkan jejaknya.
Allen mengeluarkan Mahkota Raja dan tersenyum manis. "Akhirnya aku bisa fokus dengan benda ini."
"Bos, sebenarnya benda apa itu?" tanya Simon penasaran.
"Mahkota Raja, aku tidak tahu mengapa ini ada di Bumi. Yang pasti ini bukan benda sembarangan." Allen meletakkannya di depan.
Setelah memperhatikan cukup lama, Allen menggunakan Prinsip Jiwa untuk mengikatnya. Namun keterampilan Pengikat Jiwa masih belum bisa digunakan.
"Aneh, kenapa ada formasi pelacak disini." Allen baru sadar barang ini pembelian dari William.
"Bajingan itu punya ribuan cara untuk mencari informasiku." Allen segera menulis simbol-simbol di udara dan menghilangkan formasi pelacak.
__ADS_1