
Sekretaris yang ditugaskan mencaei informasi Sie Angel dan Alexander hanya bisa berkeringat. Dia mencari di semua database yang telah dikumpulkan selama ribuan tahun. Namun tidak ada yang mengetahui mereka berdua.
Jangankan Sulaiman, anggota Seven Soul saja sebagian tidak tahu siapa mereka. Tugas Sie Angel dan Alexander menjadi mata-mata dan bekerja sebagai pengumpul informasi.
Keberadaan mereka sudah di hapus oleh dunia, makanya mereka bisa menipu surga dan mempunyai keturunan. Meskipun keduanya harus kehilangan seluruh energi jiwanya.
Yeni dan Mahmudi masih sangat tenang, dengan penampilan formal mereka.
Acara berjalan dengan lancar, semua orang sekarang tahu siapa calon menantu Penguasa Bank Dunia, Sulaiman Hardiman.
Meskipun mereka tidak punya wilayah kekuasaan tertentu, tapi tidak ada yang berani menyentuhnya. Clarissa putri satu-satunya punya bisnis kecil, tapi selalu sukses meraih keuntungan. Hal itu karena nama ayahnya yang tidak bisa lepas.
"Sepertinya sudah larut malam, kami harus pulang." Mahmudi memotong pembicaraan hangat Yeni dan beberapa sosialita di seluruh dunia.
Yeni melirik ke arah jam. "Wah tidak terasa kita sudah terlalu lama. Sorry ya jeng, aku harus pulang."
Mahmudi dan Yeni berjalan menuju Sulaiman sekaligus berpamitan. Allen dan Clarissa tidak bisa mengobrol dengan baik karena ada David, William, dan Reza.
Allen dan keluarganya pulang duluan, semua keluarga terpandang lainnya masih menikmati pesta.
Dalam perjalanan Mahmudi bertanya pada Allen. "Apa kau yakin orang tua tadi ayahnya?."
"Bukan, aku tidak tahu bagaimana ceritanya. Yang pasti Orang Tua itu bukan ayah kandungnya."
Setelah menjawab pertanyaan ayahnya Allen menginjak rem karena ada seseorang yang menghadang mobilnya.
Mereka 3 pria kekar dengan otot besar. Sekilas Allen melihat status mereka menggunakan Mata Dewa, dia menyembunyikan perasaan paniknya dengan baik. Pasalnya 3 orang yang menghadang mereka adalah Pejuang Tingkat 8 semuanya.
Mahmudi keluar mobil dengan tenang, ia menyuruh Yeni dan Alona tetap di mobil. "Apa yang kalian inginkan, aku tidak punya uang!."
Salah seorang pria langsung melayangkan pukulan ke wajah Mahmudi. Bukannya melawan, Mahmudi justru menerima pukulan itu hingga terjatuh.
Allen yang marah mencoba untuk keluar mobil, tapi Yeni menghentikannya. "Jangan ikut campur dan lihatlah apa yang sedang dia rencanakan."
Mahmudi diinjak-injak hingga babak belur, pelipia dan bibirnya berdarah. Melihatnya sekarat, tiga pejuang beladiri itu melarikan diri.
__ADS_1
Mahmudi membuka matanya dan mulai masuk mobil. Tubuhnya lebih keras dari yang Allen kita, luka-lukanya segera pulih setelah duduk beberapa saat.
Mahmudi dengan santai mengatakan, "Semua beres, ayo gas pulang."
Namun sebelum mobil jalan, dia melihat kursi sebelahnya kosong. Mahmudi langsung menepuk jidatnya. "Hadeh masalah ini akan menjadi panjang," katanya sambil berdiri.
Yeni mengejar 3 orang suruhan, tanpa basa basi dia langsung mengeksekusi ketiganya tanpa perlawanan. Meskipun tidak punya energi jiwa, Yeni masih tetap Ninja dengan ribuan trik.
Ketika Allen dan Mahmudi datang, tiga pejuang beladiri tingkat 8 sudah tergeletak tidak bernyawa. Semuanya mati mengenaskan karena ratusan racun yang menggerogoti tubuhnya.
"Ayo pergi, mereka tidak mungkin bertahan." Yeni mengajak semuanya pergi.
Sebelum meninggalkan tempat, Allen menggunakan Pelahap Jiwa untuk mencari sebagian informasi di ingatannya.
Setelah semua dilahap, Allen tersenyum manis karena sekarang waktunya untuk menyerang balik.
"Tiwi, siapkan pasukan terbaik kita berjumlah 50 orang. Dua hari lagi kita akan menyerang markas cabang Keluarga Baruch." Allen menggunakan telepati untuk menghubungi Tiwi.
"Baik, Bos." Tiwi segera memanggil 50 orang terbaik Perusahan Allen, mereka punya kemampuan yang cukup mempuni.
Allen meninggalkan desa, dia berpamitan dengan Alona dan kedua orang tuanya.
50 orang terbaik kelompok Raja Surgawi muncul di belakangnya, mereka sudah mengenakan topeng hitam dengan aksen merah.
"Hari ini kita akan memusnahkan Keluarga Baruch. 3 Pejuang Beladiri Tingkat 8 sudah tersingkir kemarin malam." Allen memberi informasi pada rekan-rekannya.
Semuanya mengangguk mengerti, pasukan penyerang kali ini setara dengan Pemula Tingkat 8 semua.
Allen sedikit bangga karena kecepatan perkembangan anggota Raja Surgawi melebihi ekspektasinya.
Setelah berlari cukup lama, mereka akhirnya sampai di dekat gerbang kediaman Keluarga Baruch. Allen memberi isyarat untuk berhenti, kemudian menyuruh mereka berpencar menjadi 3 kelompok.
Ye Mo dam 10 orang lainnya berpencar ke kanan, Shera dan 10 lainnya berpencar ke kiri. Sedangkan Allen dan 28 lainnya akan menerobos pintu depan.
Dua penjaga sedang bersantai di depan pintu gerbang. Allen dengan cepat melempar jarum dan merenggut nyawa keduanya.
__ADS_1
Langkah kakinya sangat lembut, bahkan kucingpun tidak akan menyadari kehadiran mereka.
Gerbang yang sangat besar itu punya dua cara untuk mengaksesnya. Yang pertama tidak dikunci, tapi harus mengerahkan kekuatan yang sangat besar. Kedua menggunakan kunci, tapi ada monster penjaga yang dikabarkan telah merenggut ribuan nyawa.
Allen dan kelompok tidak punya pilihan, mereka melompati dinding setinggi 5 meter. Kemudian langsung turun ke bawah, seekor Serigala Besar berwarna hitam tampak menunggu manusia melalui melewati pintu kecil yang dibuka dengan kunci.
Allen mengangkat jempolnya memberi isyarat untuk mengeksekusi monster serigala dengan cepat.
Simon menggunakan keterampilan jarinyanya, langsung menebas dengan kecepatan tinggi. 32 sayatan pedang langsung membelah monster serigala tanpa perlawanan.
Setiap potongan tubuh dibagi dan dijadikan santapan Monster Bayangan. Allen memberi isyarat untuk membagi tim menjadi dua lagi.
Simon dan 10 orang lainnya ke sebelah kiri. Serta Allen dan 17 lainnya ke sebelah kanan. Mereka berjalan beriringan, tapi dengan jarak yang cukup jauh.
"Simon, singkirkan para pelayan di sebelah kanan." Allen memberi perintah tegas.
Simon dengan cepat memberi yang terbaik, 10 anggotanya juga langsung mengeksekusi semua orang yang ada di kediaman Keluarga Baruch.
Seorang pria dengan jubah hitam serta penutup kepala muncul di depan Simon. Dia adalah seseorang dari Suku Sumeria, lebih tepatnya produk baru yang lebih kuat dari Koger.
Mulutnya komat kamit membaca mantra, asap hijau mulai keluar dari tubuhnya. Matanya menatap tajam ke arah Simon dan kelompoknya.
"Penyusup harus mati!" kata Pria Tua yang tidak punya emosi itu.
Simon dan 10 orangnya bergerak cepat dan menusuk musuhnya dengan Pedang Energi. Semuanya masuk dan menembus tubuh lawannya, tapi tidak ada darah yang keluar darinya.
"Mundur." Simon memberi perintah pada kelompoknya.
"Percuma, racun tidak mempan padaku..." Pria Tua menghentikan perkataannya karena melihat tubuhnya menjadi kaku.
Simon dan anggotanya bersiap menggunakan Monster Bayangan untuk melahap musuhnya hidup-hidup. Ternyata orang dari Suku Sumeria itu sebenarnya sudah mati, atau orang menyebutnya Mayat Hidup. Makanya menggunakan Monster Bayangan sekarang adalah pilihan yang tepat.
Mulut Monster Bayangan terbuka lebar dan mencaplok musuh. Namun pria tua yang tidak pernah berpindah tempat itu segera melompat ketakutan. Dia mencoba melarikan diri, tapi Simon dan kelompoknya lebih cepat.
Dengan lambaian tangan Pria Tua itu dimakan Monster Bayangan dan kehilangan nyawanya. Simon yanh mendapatkan Mayat Hidup langsung pusing, energi dari Mayat Hidup terlalu suram, jadi butuh waktu untuk memurnikannya.
__ADS_1
Pil Mental digunakan untuk membantu, Simon segera berdiri setelah tiga detik. "Aman, ayo lanjutkan."
"Simon, mundur dan ke gerbang dan tunggu tugas selanjutnya. Pejuang Beladiri kuat sedang menuju kesini, atasi mereka dengan cepat dan bersih." Allen memberi perintah dengan telepati.