Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Mulai Perang


__ADS_3

Tidak berasa anggota Kelompok Raja Surgawi sudah menyentuh angka 3 ribu orang. Paling lemah diantara mereka setara dengan Pejuang Tingkat 4.


Allen berdiri diatas bukit tanpa menggunakan pengeras suara berkata, "Maaf telambat. Seharusnya kalian semua sudah tahu apa permasalahan kita kali ini." Karena suaranya pelan, Allen menggunakan telepati untuk mentransmisikan suara.


Semua orang diam tidak menjawab, mereka sudah disini 4 hari yang lalu. Tidak semua orang bisa bertahan di bawah tekanan Lapisan ke empat, tapi mereka semua langsung masuk tanpa pikir panjang demi menyambut Allen.


Melihat banyaknya orang yang kurang nyaman, Allen mengangkat tangan dan melindungi semua orang dengan formasi tambahan.


"Kita akan menghadapai Keluarga Baruch. Mereka sudah mengirim orang-orang berbahaya yang menggunakan racun." Allen menjelaskan situasi mereka saat ini.


Semua orang terdiam, bahkan Simon tidak percaya diri bisa melawan 3 pengguna racun.


"Tenanglah, aku sudah menemukan strategi untuk menghadapi masalah ini. Apa kalian pernah merasa pondasi Prinsip Jiwa terlalu rapuh?" tanya Allen di depan semua orang dengan suara lantang.


Pertanyaan itu sulit untuk dijawab, semua orang hanya fokus menjadi kuat tanpa memikirkan Prinsip Jiwa itu. Bahkan Si Jenius Tiwi tidak menyadarinya.


"Apa kalian tahu ini?" tanya Allen mengakat sebuah suntik berisi racun kuat yang diciptakan sendiri.


"Racun ini bisa membunuh seekor sapi hanya dalam dua tarikan napas." Allen melanjutkan penjelasannya.


Tanpa rasa takut Allen menancapkan suntiknya ke lengan dan membiarkan racunnya menyebar.


Semoga orang panik, mereka tahu Allen kuat tapi menghadapi racun yang bisa membunuh sapi dalam dua napas bukan perkara mudah.


Simon langsung mendekat dan membantu Allen yang hampir jatuh, tapi lambaian tangan Allen menghentikannya.


"Racun sebenarnya bukan musuh kita, lihat dan perhatikan." Allen mulai mengedarkan energi jiwa sesuai teknik Prinsip Jiwa.


Tubuhnya yang memar ungu mulai kembali normal. Hanya butuh 2 napas untuk menetralkan racun di dalam tubuhnya.


"Apa kalian melihatnya, Teknik Jiwa yang kalian pelajari sangat luas. Salah satunya menjadi detoksin racun." Allen tanpa peringatan mengirimkan informasi tentang cara menggunakan teknik jiwa itu.


Cahaya kuning menyebar dan menyentuh dari semua anggota Raja Surgawi yang telah mengucap sumpah darah.


Setelah memastikan semua orang menerima teknik buatannya, Allen duduk dan mengedarkan Energi Jiwa ke seluruh tubuhnya. Kemudian diikuti semua orang yang duduk di tempat.


Kecepatan pemahaman mereka berbeda-beda, Tiwi hanya butuh 3 tarikan napas untuk memahaminya. Dia langsung bisa menggukan teknik yang bisa menetralkan racun.


Bakat seseorang berbeda-beda, Allen sadar itu dan segera membantu anggota yang lainnya.


Anggota Raja Surgawi saat ini 3024 orang belum termasuk dirinya, Allen bersiap untuk membuat keributan di Kota R.


Namun sebelum membuat keributan, Perusahaan Allen diserang orang-orang tidak dikenal. Mereka menggunakan racun makanan untuk membuat kinerja pegawainya turun.


Allen dan Tiwi langsung datang dan memeriksa apa yang terjadi. Setelah melakukan identifikasi, Allen dan Tiwi menyimpulkan bahwa pelakunya Keluarga Baruch.


Fasilitas kesehatan di Kota K masih terbatas, Risma dan Aliansi Raja Surgawi bersiap menyerang Allen dan pasukannya.

__ADS_1


"Sial, kita terkepung." Allen duduk dan memikirkan cara untuk keluar dari situasi krisis ini.


Tiwi memberi saran, "Bos kita tidak bisa terus bersembunyi. Pasukan Raja Surgawi harus mendapat pengalaman nyata."


"Aku hanya takut kehilangan, mereka sudah aku anggap sebagai keluarga." Allen menunduk bingung.


Tiwi membuka jendela dan angin malam yang dingin memenuhi ruangan. "Sebagai seorang pemimpin, tidak seharusnya anda bersikap seperti itu. Bingung tidak akan menyelesaikan masalah, dunia ini berjalan seperti air mengalir."


Allen tersadar dari kebingungannya, ini bukan waktunya menjadi lembek. "Semua anggota Raja Surgawi, kita akan perang. Persiapan diri kalian!."


Perintah Allen diterima dengan baik, semua anggota kelompoknya bersiap dan mengenakan peralatan yang disediakan Gandring. Tidak lupa mereka juga membawa pil dan ramuan buatan Ketie dan Ryan.


Perbatasan utara dan barat akan menjadi medan perang yang sebenarnya. Allen akan menuju utara untuk menghentikan Risma dan pasukannya, sedangkan Simon akan memimpin anggota ke Barat melawan keluarga Baruch.


Sesampainya di perbatasan, Allen mendapati puluhan ribu orang bersiap menyerang wilayah kekuasaan Allen dan kelompoknya. Risma sebagai pemimpin perang ada di atas bukit memberi perintah. Berbeda degan Allen yang berdiri tegap didepan pasukannya.


Salah seorang jendral maju ke depan. "Allen, mari buat ini jadi mudah. Pergilah dari wilayah kekuasaan Aliansi Raja Surgawi!," katanya.


[Feng Yu


Umur : 78 tahun


Elemen : Api


Total Kekuatan : 72.301.]


"Aku tidak mau, Aliansi Raja Surgawi adalah nama yang aku buat. Kalian para pengkhianat pergilah ke neraka!." Allen justru marah karena perkataan Jendral Perang musuh.


Feng Yu melirik ke arah pria berarmor besi. "Majulah, berikan yang terbaik untuk menghapusnya dari dunia."


Pria berarmor besi itu bukan orang pada zaman sekarang, dia berasal dari Suku Barbarian.


[Hati-hati Suku Barbarian punya kekuatan yang melebih manusia pada umumnya. Kekuatannya sekitar 220 ribu.]


Sistem memberi peringatan, semua orang di pasukan Allen tidak mungkin melawannya.


"Biarkan aku yang maju, Bos." Budi menawarkan dirinya tapi Allen menghentikannya.


"Tidak, orang itu bukan dari zaman ini. Kekuatannya jauh melebihi kita semua, biarkan aku yang maju." Allen melangkah pelan-pelan.


Suku Barbarian bukan pengecut, mereka hanya mengandalkan otot. "Jangan lama-lama, ayo selesaikan ini dengan cepat." Gada sepanjang 1,5 meter dimunculkan.


Allen mengeluarkan kunai di tangan kanannya, dia ingin melihat keterampilan apa yang dimiliki musuhnya.


"Duel, mulai!" teriak Feng Yu memberi aba-aba.


Peperangan pada zaman ini masih sering menggunakan duel individu untuk menurunkan moral pasukan. Kedua belak pihak setuju dan akan melakukan hal yang sama.

__ADS_1


Allen baru melangkah dua kali, Gada besar sudah ada di depan matanya. Dengan sedikit gerakan dia berhasil menghindar dan kunai di tangannya segera terbang mengarah ke mata musuhnya.


Suku Barbarian tidak hanya kuat, tapi mereka punya mobilitas yang cukup baik. Makanya bisa menghindari serangan mendadak dari Allen.


Tiga jarum lepas dari tangan kirinya yang tersembunyi di belakang punggung. Tiga jarum itu menusuk punggung kaki musuh.


Suku Barbarian tidak merasakan ada serangan racun mengarah pada kakinya. Allen tersenyum dan melempar jarum lainnya ke kaki satunya.


Racun yang dibawa sangat kuat, tapi musuhnya tidak memperlihatkan tanda-tanda keracunan. Allen menarik kunai lainnya, sehingga sekarang dia membawa dua senjata.


Suku Barbarian berlari kearahnya, Allen tidak menghadapi serangan lawan. Dia hanya menghindar dan memberikan serangan balik yang cukuplah sekadar berarti.


Setelah beberapa kali menghindar, Allen menyadari sesuatu. Tubuh Raja Perang membutuhkan luka untuk berkembang. Dengan sengaja dia menerima pukulan dari musuhnya.


Pukulan Gada musuk menghantam perutnya hingga muntah darah. Allen menatap tajam ke arah musuh dan memegang perutnya.


"Sial, ini lebih sakit dari yang aku kira."


Dua Kunai dilempar ke arah musuh dan langsung menggunakan Langkah Bayangan untuk menghilang.


"Apa kau sudah menyerang, hanya pendekar bodoh yang membuang sampah senjatanya." Pria Barbarian itu menyinggung musuhnya.


Allen tidak kabur atau membuang senjatanya, dia justru mengeluarkan Pedang Pendek dan menikam musuh dari punggungnya.


"Bagaimana... kau muncul di belakangku!." Pria Barbarian bertanya dengan suara terbata-bata.


Allen tersenyum dan tidak menjawab pertanyaan, dia justru mengakhiri serangannya. " Aku menang!" serunya membakar semangat prajurit Raja Surgawi.


Disisi lain pasukan Aliansi tampak ketakutan, mereka tidak punya harapan menang karena orang terkuat di tim mati dengan mudah.


Allen sebenarnya hanya beruntung karena musuhnya terlalu meremehkan kekuatannya. Sehingga persepsinya tampak menyusut dan memperhatikan depan saja.


"Aku menang, apa harus kita lanjutkan?" tanya Allen dengan nada provokasi.


Risma di atas bukti hanya bisa mengeratkan giginya. Dia tidak percaya orang sewaannya dari Keluarga Baruch mati dengan mudah.


"Lanjutkan!" teriak Risma memberi perintah.


"Karena pimpinan sudah memutuskannya, ayo lanjutkan dua babak lagi. 1 - 0 untukmu." Feng Yu menunjuk Allen dengan terapan marah.


"Ayolah segera keluarkan semua orang-orang mu. Aku akan menunggu disini." Allen menancapkan pedang pendek dan duduk di tanah.


Feng Yu kebingungan, dia melihat moral pasukannya sudah turun. Namun setiap pasukan pasti ada orang yang tidak bisa mengukur kekuatan musuhnya.


Pria kekar berumur 24 tahun maju dan bersiap bertarung. Senjatanya berupa busur panah dikeluarkan, tanpa pikir panjang musuh langsung menarik senar dan energi muncul membentuk anak panah.


Allen tersenyum tipis melihat musuh menggunakan trik murahan. Anak panah yang mengarah padanya di belah menggunakan pedang pendek dengan mulusnya.

__ADS_1


"Jangan membuatku tertawa, Nak. Panggil aku kakek dan aku tidak akan membunuhmu." Allen mengancam layaknya seorang preman.


__ADS_2