
Udara di sekitar tiba-tiba berubah sangat dingin, Allen menghilang dari tempatnya. pedangnya yang di selimuti aura berwarna ungu kehitaman segera menusuk penculik Silvy. Tanpa ragu Allen mencoba membunuh seseorang.
Tepat setelah pedangnya menusuk, pria yang membawa sebuah periuk dari tanah liat tersenyum jahat melihatnya. Periuk itu di lempar ke tanah hingga pecah, tapi Silvy tidak ada.
“Bodoh, apa kau pikir aku lemah!” kata pria misterius yang memancing fokus Allen. Meskipun sudah tersusuk punggungnya hingga tembus ke depan, pria itu masih bisa melarikan diri.
Allen tidak percaya bisa kehilangan jejak penculik dengan mudahnya. Mata yang awalnya berwarna hitam berubah menjadi merah darah yang menandakan ia sangat marah saat ini. 3 simbol di tubuhnya muncul semua, tangannya di selimuti api berwarna ungu gelap.
Pria yang memancing fokus Allen membelalakkan matanya, ia tidak pernah melihat ada seseorang yang bisa mengubah auranya. Padahal ia bukan dari Organisasi Ular Naga.
“Siapa kau sebenarnya?” tanya Pria Misterius.
Tanpa menjawab pertanyaan musuh, Allen segera berlari mengejar lawannya. Kakinya melangkah dengan kecepatan maksimal, tapi ia tidak bisa mengejarnya karena musuh menggunakan keterampilan angin.
Merasa tubuhnya sudah dipaksa ke titik maksimal, Allen segera mengedarkan aura berwarna ungu untuk meningkatkan kecepatannya. Tidak hanya itu, ia mencoba menciptakan sebuah tangan bayangan dengan aura istimewanya.
Meskipun hanya angan-angan belaka, Allen berhasil menciptakannya dan langsung menghentikan pergerakan musuh. “Sekarang kau tidak bisa lari,” katanya sambil menusukkan pedangnya sekali lagi.
Saat Allen menatap musuhnya, para pepohonan di sekitarnya tampak takut. Aura ungu kehitaman dicampur dengan aura merah kemarahan membuat semua makhluk hidup takut, tidak terkecuali pria malang yang di siksa.
Tanpa sadar Allen menggunakan Pelahap Jiwa yang seharusnya tidak bisa digunakan di tingkatannya sekarang. Sebuah bayangan hitam muncul dari punggung Allen, bayangan itu membuka mulutnya dan memakan musuh. Tubuh musuh menghilang tak menyisakan apapun, teknik terlarang ini sebenarnya hanya digunakan untuk keadaan terdesak.
Meskipun menggunakan keterampilan terlarang, sistem tidak bisa mendeteksinya karena teknik beladiri Allen sangat istimewa atau mungkin di atas sistem itu sendiri. Jadi tidak ada pemberitahuan sistem yang mengatakan bahwa ia mendapatkan keterampilan baru.
Ingatan pria yang baru saja dibunuh mulai masuk ke dalam otak Allen. Kedua tangan Allen segera memegang kepalanya, ia berteriak keras karena terasa sangat sakit bahkan melebihi penggunaan pil kehidupan. Teriakannya tidak di dengar siapa pun, hal itu bisa terjadi karena tanpa sadar Allen dan pria misterius itu berlari ke tengah hutan lebat.
Setelah berteriak keras, Allen kehilangan kesadarannya. Ia pingsan di bawah langit siang yang memancarkan cahaya matahari.
Hari berganti, Allen masih belum sadarkan diri. Sampai akhirnya seekor burung mematuk kepalanya karena ada seekor semut.
“Aduh,” ucap Allen langsung terbangun dan mengusir burung di atas kepalanya.
__ADS_1
“Apa yang terjadi padaku?” gumam Allen yang tidak mengingat kekuatan kemarahannya.
Setelah menenangkan dirinya, Allen dapat mencuri ingatan musuh dengan konsekuensi statusnya turun cukup banyak. Meskipun begitu ia bisa mengembalikannya seiring berjalannya waktu tanpa harus naik level.
Tiga peri yang membuat kontrak dengan Allen keluar dari alam bawah sadar. Mereka tampak kelelahan karena aura mencekam yang kemarin di keluarkan sangat kuat, bukan karena takut tapi karena tidak bisa menyerap aura istimewa itu lagi.
Peri Air menatap dingin ke arah Allen, ia sudah mencapai batasnya dalam menyerap aura ungu. “Kapan kau menggunakan kekuatanku?” tanyanya dengan ekspresi datar.
Seperti yang diharapkan dari Peri Air, ia sangat pintar dan segera mengatakan tujuannya tanpa menyembunyikan maksudnya. Jika kekuatan air digunakan, Peri Air akan kehilangan sebagian kekuatannya, setelah itu ia bisa menyerap aura ungu untuk meningkatkan tingkatannya.
Meskipun sudah bisa membekukan air, Peri Air masih belum bisa menciptakan bentuk dari air. Jadi tujuannya adalah memperbesar wadah aura dalam tubuhnya dan merealisasikan rencananya.
“Aku belum siap menggunakannya.”
Peri Air mendekatkan wajah datarnya ke Allen. “Kalau tidak butuh setidaknya latihlah, ayo gunakan elemen air!” katanya memaksa Allen untuk menggunakan kekuatan air.
Allen yang tidak punya pilihan mulai memikirkan air dan meluruskan pikirannya, tangannya di arahkan ke sebuah pohon dan menembakkan sebuah percikan air. Sayangnya anggapan Allen sedikit meleset, Peri Air menyuntikkan aura yang berlebihan hingga mengakibatkan percikan air berubah menjadi sebuah laser air dengan tekanan tinggi.
“Hai apa yang terjadi!” teriak Allen yang panik.
Peri Air tidak menjawab dan kembali ke ruang bawah sadar, ia berhasil menguras 40% kekuatannya. Meskipun terlalu boros menyuntikkan 40% kekuatannya, Peri Air tidak menyesal karena Allen hanya bisa melepaskan sebagian kecil darinya.
Peri Api dan Peri Tanah tidak bisa melakukan metode yang sama, mereka masih memikirkan tuan dan dirinya sendiri. Menyuntikkan aura berlebihan tidak hanya melukai tuannya, tetapi peri itu sendiri. Salah satu keistimewaan Peri Air yaitu penyembuhan super, jadi ia bisa melakukan apapun yang dia suka.
“Bocah angin itu di culik orang-orang dari organisasi jahat. Bocah angin itu masih punya waktu 3 bulan,” kata Peri Tanah dengan suara khas kakek-kakek. Umurnya terpaut 1000 tahun dari Peri Air, jadi sudah sewajarnya ia punya pengetahuan yang luas.
Peri Api langsung berkomentar, “Ayo langsung kita serang saja, jangan banyak teori!.”
Seperti sifat api, Peri Api tidak suka berpikir dan senang dengan kehancuran. Makanya dia menyarankan untuk menyerang dan hancurkan siapa saja yang menghalangi jalanmu.
Peri Tanah menggelengkan kepala, ia memaklumi Peri Api yang sembrono. “Aku tidak akan melarangmu untuk itu, tapi ingatlah kau sangat lemah. Lebih baik melupakan peri angin atau berlatih keras,” katanya.
__ADS_1
Allen mengepalkan tangannya. “Tentu saja berlatih keras, tujuanku bukan menghancurkan Organisasi Ular Naga tapi merebut Silvy kembali!” katanya sambil mengeratkan giginya.
“Teknik beladirimu sangat aneh. Aku bisa merasakan 7 emosi yang bercampur aduk, anehnya mereka semua berpadu dan tidak saling melukai.”
“Aku juga tidak tahu mengapa itu bisa terjadi,” jawab Allen.
Setelah pembicaraan yang cukup panjang, Allen mulai mengaku bahwa dirinya dari masa depan dan mempunyai Sistem Penguasa atau sistem dewa. Nama sistem yang memberikan kehidupan kedua adalah Sistem Penguasa, sedangkan yang membantunya lebih kuat adalah sistem dewa.
Tidak lupa Allen juga menceritakan siapa musuh-musuhnya. Tujuannya juga sangat jelas, yaitu melindungi seluruh keluarganya dan merebut Clarissa dari genggaman orang-orang jahat.
Peri Api tidak bisa berkata apa-apa, ia tidak menyangka tuannya ternyata dari masa depan. Otak kecilnya tidak dapat mengingat semua informasi, yang dia tahu hanya dendam membara dalam hatinya.
Berbanding terbalik dengan Peri Tanah yang fokus dan mengingat setiap detail kecil permasalahan yang di alami tuannya. Ekspresinya juga tidak banyak berubah karena dia tahu dunia ini sangat luas, pengetahuannya hanyalah batu kecil yang dibuang di samudra.
Setelah saling memahami satu sama lain, Peri Tanah menyimpulkan bahwa teknik beladiri yang dipraktikkan Allen bukan dari sistem. “Aku yakin itu bukan dari sistem dewa, tapi dari garis keturunanmu!” ucap Peri Tanah yang bijaksana.
“Keturunanku biasa-biasa saja, kedua orang tuaku hanya seorang petani di pedesaan.” Allen masih belum mengerti penjelasan Peri Tanah.
“Garis keturunan hanya bangkit ketika individunya bekerja keras.”
“Artinya, semua keluargaku punya garis keturunan istimewa?”
“Ini hanya tebakan, bukan hanya istimewa tapi sangat misterius.”
Seperti yang diharapkan dari Peri Tanah yang bijaksana, Teknik Jiwa memang bukan teknik sembarangan, karena penggunanya harus punya garis keturunan anggota pasukan manusia di Ragnarok.
“Aku baru ingat, apa nama teknikmu?”
“Tenik Jiwa.”
Peri Tanah membelalakkan matanya, ia tidak salah dengar dan semua pasukan manusia yang bertarung melawan Dewa dan Iblis yang muncul ribuan tahun yang lalu menggunakan teknik jiwa. Ia juga ingat semua manusia itu bisa jadi dewa yang sombong dan iblis yang tak kenal ampun. Memanfaatkan kekekalan jiwa, pemimpin mereka menghadang invasi Dewa dan Iblis dengan kecerdasannya, orang-orang itu menyebut dirinya Seven Soul.
__ADS_1