
Sejujurnya Allen tidak mengetahui kelompok pencuri dari penginapan, lebih baik ia mencari tahunya. Sembari berpura-pura pingsan, Allen mengedarkan aura di dalam alam bawah sadarnya.
Baju yang menutupi wajah Allen segera di tarik, para penjaga penginapan langsung menggeledah sakunya. Namun hasilnya nihil, semua barang berharga Allen sudah disembunyikan di bawah kasur penginapan. Selama para penjaga tidak mengangkat kasurnya, barang berharga Allen akan aman.
“Bocah ini sangat miskin, siapa yang mengatakan dia generasi kedua sendok emas!” teriak bos penginapan. Wajahnya menjadi merah marah, semua penjaga penginapan tidak berani memandang matanya.
“Aku melihatnya mengeluarkan kartu emas, Bos. Mungkin dia menyembunyikannya di suatu tempat.” Salah seorang penjaga penginapan mengatakan kebenarannya. Namun pertanyaannya mendapat bentakan dari bos penginapan.
“Bodoh, apa kau mencari ini!” bentak bos penginapan sambil melempar kartu berwarna kuning emas.
Setelah di perhatikan lebih teliti, kartu emas itu hanyalah tempelan. Wujud kartunya sebenarnya adalah warna abu-abu atau kartu paling rendah yang dikeluarkan bank dunia.
“Ini...”
Penjaga penginapan tidak punya alasan untuk membantah, ia hanya bisa tertunduk menyesal. Namun ia masih tidak percaya Allen hanya orang biasa, hal itu karena ia melihat sendiri Allen berlari dengan kecepatan tinggi ke arah hutan.
“Baiklah, sekarang semua pergi. Kembalikan bocah sialan ini ke kamarnya, jangan lupa berikan beberapa obat untuk mengirimnya ke polisi.” Bos Penginapan memalingkan wajahnya dan segera pergi ke ruangannya.
Seperti perintah bos, Allen digotong menuju kamar dan beberapa obat terlarang di letakkan di sebelahnya. Salah seorang penjaga menelepon polisi dan mengatakan bahwa ada pelanggan yang mengkonsumsi obat terlarang.
Setelah semua keluar, ada satu penjaga penginapan yang masih tinggal. Ia bermaksud memberikan saksi untuk melaporkan Allen ke kantor polisi, tapi sebuah serangan mengarah ke punuknya.
Allen tidak menggunakan kekuatan penuh, jadi penjaga penginapan itu hanya pingsan. Tidak lupa ia menyingkirkan beberapa sidik jari dengan elemen air, ia menggunakan aura untuk mengambil obat dan memasukkannya ke dalam mulut penjaga penginapan.
Komputer penginapan digunakan, Allen meretas sistem informasi penginapan. Ia menghapus semua barang bukti yang menyatakan bahwa dirinya pernah menginap di tempat ini. Tidak lupa dia juga menghapus riwayat transaksi dengan penginapan.
Dalam sekejap mata semuanya menghilang, Allen segera melarikan diri. Ia melompat melalui jendela untuk menghindari mata orang-orang. Tujuannya tidak lain adalah bandar.
Disisi lain, kelompok pengaman sistem di sebuah bank segera menyadari ada sebuah peretasan. Tapi mereka tidak menemukan adanya kejanggalan, hanya ada sebuah berkas yang dihapus.
Seorang analis keamanan bank tersenyum dan mengatakan, “Untuk alasan apa dia menghapus riwayat transaksi. Mencurigakan sekali.”
Seorang pria berkacamata mendatanginya, ia dengan tergesa-gesa mengatakan bahwa lebih dari 100 ribu riwayat transaksi tidak dapat dikembalikan. Tidak hanya menyerang server utama, peretas itu mengakses server cadangan dan langsung menghilang tanpa jejak.
“Apa bisa dilacak lagi?”
“Pencadangan terakhir kemarin tadi pagi.”
“Berikan semuanya padaku.”
__ADS_1
Analis keamanan bank itu segera menerima laporannya, ia mencari penyebab mengapa ada penyerangan dari peretas Pala Kuning. “Jadi Bajingan itu berasal dari kelompok pemburu,” katanya sambil tersenyum.
Allen tidak mengetahui ada transaksi besar antara Organisasi Ular Naga dan beberapa pemberontak pemerintahan. Jumlahnya bukan main-main, ratusan triliun rupiah mengalir tak beraturan. Padahal awalnya Allen hanya ingin menunda penyelidikan untuk melacak dirinya, tapi siapa yang menyangka ternyata keberuntungan menyertai nasibnya.
Allen sampai di bandara, ia harus segera kembali untuk menghilangkan jejak. Tanpa di duga pemesanan tiket sudah ditutup. Jam menunjukkan pukul 11 malam, untuk mengisi waktu luang ia berlari ke toilet dan melakukan meditasi sampai dini hari.
Dua orang masuk ke toilet, mereka membicarakan hal yang sensitif. Jadi mau tidak mau Allen berhenti meditasi dan mendengar apa yang dibicarakan.
“Ada penyerangan di markas utama, kita semua harus waspada.”
“Aku sudah waspada dari dulu, para petinggi Kota R benar-benar bodoh. Mereka masih saja melanjutkan serangan padahal ada peretasan di sistemnya!”
“Peretasannya sudah selesai, para pencuri itu hanya mengambil uang penguasa kota. Sekarang ekonomi mereka sudah stabil, sudah aku duga bocah penguasa itu punya banyak kartu di tangan.”
“Mereka punya pendukung yang kuat, organisasi kita hanyalah tangan dari keluarga Baruch.”
Tangan salah seorang pria langsung memukul rekannya. “Bodoh, jangan menyebutnya. Bisa jadi nyawamu melayang sekarang.”
Benar saja, sebuah tembakan langsung mengarah ke kepala pria itu. Tanpa ada perlawanan rekan pria itu langsung bersujud meminta ampun, sayangnya tembakan kedua mengirimnya ke neraka.
Allen masih menggunakan Stealth, jadi dia tidak bisa ditemukan. Bahkan jika ada seorang Pejuang tingkat 6, mereka tidak bisa mengetahui keberadaannya. Untuk memastikan keadaan aman, Allen menyebarkan energi jiwa, tapi persepsinya tidak cukup untuk menemukan pelaku utama.
Semua jejak berhasil dihilangkan, Allen segera mengantre tiket dan membelinya tanpa ada hambatan. Namun sebuah bel terdengar, semua penerbangan akan dihentikan untuk sementara.
“Semua pengunjung harap tenang dan segera berlindung.” Seorang polisi wanita mengarahkan para pengunjung ke sebuah ruangan. Karena hari masih pagi, tidak banyak pengunjung jadi semua berjalan lancar.
“Kurang lebih ada 200 orang, apa yang sebenarnya terjadi?” gumam Allen yang khawatir. ia sudah menghilangkan semua jejak, seharusnya tidak ada yang mencurigainya.
Para pengunjung mulai ricuh, mereka saling mendorong dan berteriak.
“Apa yang terjadi, aku harus kerja pagi ini!”
“Kalian akan aku tuntut karena kerugian waktuku. 1 miliar tidak kurang!”
“Bajingan mana yang mendorongku!”
Allen melihat dari pojok, ia mencoba menemukan akar masalah. Matanya sangat tajam hingga ia menemukan sesuatu yang janggal.
“Seorang pembunuh?” gumamnya pelan.
__ADS_1
Benar saja, para polisi yang menyamar langsung meringkusnya. Namun para polisi itu salah, Allen hanya bisa menggelengkan kepala karena orang yang seharusnya di tangkap adalah pria botak bukan pria berkacamata.
“Semua tenang, kami polisi!” teriaknya menenangkan pengunjung.
Setelah beberapa saat, para pengunjung diperbolehkan keluar dan memasuki pesawat sesuai jadwalnya. Penanganan polisi sangat cepat, tapi mereka salah orang. Allen bukan seorang pahlawan, jadi ia meninggalkan tempat tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Polisi wanita yang mengamankan para pengunjung melirik ke arah Allen, ia merasa ada yang istimewa dari gerak-geriknya. Karena tidak mau melepas kesempatan, polisi wanita itu mendatanginya dan menepuk pundaknya.
“Tuan, bisa bicara sebentar?” tanyanya.
Allen mengangguk. “Boleh, tapi jangan terlalu lama. Pesawatku berangkat jam 7,” katanya sambil melihat jam sudah menunjukkan pukul 6 lebih 15 menit.
“Tentu,” jawab polisi wanita.
Pembicaraan mereka mengarah pada pertanyaan tentang saksi mata yang dekat dengan toilet. Ternyata pembunuhan yang melibatkan Organisasi Ular Naga ditutupi dengan pembunuhan lainnya.
Allen baru mengetahui bahwa keluarga Baruch lebih mengerikan dari yang dibayangkan. Bahkan semua polisi yang mengidentifikasi mayat mengatakan mereka di bunuh oleh pembunuh dari pengunjung bandara.
Setelah pemeriksaan beberapa saat, Allen segera meninggalkan polisi wanita dan menuju pesawatnya. Ekspresinya tidak berubah sama sekali, tapi polisi wanita memanggilnya lagi.
“Siapa kau sebenarnya, tidak mungkin pria muda sepertimu bisa sangat tenang!”
“Hanya seorang pengusaha susu,” jawab Allen dengan suara tenang.
“Jangan bercanda, pasti kau seorang pejuang. Tapi kenapa aku tidak merasakan aura dari tubuhmu?” tanya polisi wanita.
Allen langsung menggunakan keterampilannya melihat identitas lawan. Ia tidak menduga polisi wanita itu adalah orang yang cukup terkenal di masa depan.
[Valencia
Umur : 26 tahun
Elemen : Air dan Tanah
Total Kekuatan : 26.350.]
Allen tidak menyadari ada seorang pejuang yang sangat kuat di depannya. “Sial, siapa dia sebenarnya. Umurnya hanya tiga tahun di atasku tapi kekuatan kita terpaut jauh,” katanya dalam hati.
Pada tahun 2021, Valencia menjabat sebagai ketua perserikatan dunia. Semua tatanan dunia akan mulai memudar setelah wabah yang terjadi di akhir tahun 2019. Banyak kota yang bangkrut dan saling bergandeng tangan menciptakan sebuah serikat.
__ADS_1
Karena keamanan dunia mulai terancam, Valencia di tunjuk untuk menjadi penengah. Kala itu dunia dibagi menjadi 3 kubu, William juga menjadi salah satu pemimpin kubu di barat. Reza menjadi petinggi di selatan, dan David tidak diketahui kabarnya.