Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Kebangkitan Raja Surgawi


__ADS_3

Allen lupa tidak menggunakan Mata Dunia, ia terlambat menyadarinya karena selalu asik bertarung.


Tiwi mengangkat kepalan tangannya. "Yeah, kita menang!" serunya dengan suara bersemangat.


Meskipun menang, semua orang diam. Mereka tidak terlalu senang karena Raja Surgawi menjasi penguasa Kota K. Rumor mengatakan Raja Surgawi menganggap warganya sebagai Budak.


Allen dan pasukan Raja Surgawi memang punya beberapa tahanan perang. Namun setelah mundurnya Allen dan semua pasukannya, mereka semua terbebas dan menjalani hidup seperti biasa. Bahkan sebagian menjadi petinggi di Perusahaan Allen.


Kemunculan kembali Raja Surgawi tidak membuat para budak takut. Justru mereka menantikan hal ini dan siap menjadi budak lagi di bawah kepemimpinan Tiwi.


Lebih dari 2000 orang berdiri di depan Perusahaan Allen. 10 orang yang dipimpin Tiwi baru datang setelah selesai memenangkan pertarungan.


"Kenapa kalian berkumpul disini?" tanya Tiwi dengan suara keras. Kalau tidak, suaranya tidak akan terdengar sampai belakang.


2000 orang berlutut bersama-sama, mereka tidak memiliki sedikitpun dendam pada Raja Surgawi. Tidak hanya memperlakukan keluarganya sebagai warga yang baik, Raja Surgawi juga membekali mereka dengan keterampilan rumah tangga.


1000 pejuang itu telah berkembang, mereka semua setara dengan Pejuang Tingkat 5 dan 6. Tiwi hanya tersenyum dan memberi isyarat untuk berdiri.


"Jangan berlebihan, kita kelompok Raja Surgawi tidak akan mengecewakan kalian semua. Maafkan kami, karena kerusakan parah di internal membuat kami harus mundur beberapa tahun." Tiwi membungkuk pada mantan budaknya.


Semua orang bersorak gembira, Raja Surgawi sepenuhnya menjadi pemilik Kota K. Sebagian besar penduduk kota meninggalkan tempat.


Allen bersama Jery bekerjasama menciptakan sistem kependudukan yang canggih. Tiwi dan kelompoknya membangun kepercayaan penduduk yang tinggal. Budi dan Ye Mo menjadi pelopor pembangunan. Simon, Chris, Thomas, dan Son Hyung menjadi pebisnis untuk kebangkitan ekonomi Kota.


Hanya butuh 3 bulan untuk mereka menstabilkan keuangan, Allen sendiri menjadi pemicu jatuhnya Bitcoin di tahun 2015. Dia tidak punya pilihan lain karena harus mendanai semua konstruksi dan para pebisnis.


6 bulan berlalu dengan cepat, tidak berasa sudah di bulan Desember 2015. Allen keluar dengan pakaian tebal karena hawa dingin malam hari.


Hujan gerimis turun, Allen masuk ke depot makan kecil di pinggir jalan. "Bi, aku pesan paket 1 orang!" kata Allen sambil membuka penutup kepalanya.


Seorang wanita tampak terkejut melihatnya, dia adalah Clarissa dan Dina sedang makan bersama dua kliennya.


"Allen?" ucap Clarissa sambil menutup mulutnya dengan tangan kiri.


Allen tersenyum manis. "Lama tidak bertemu, Clarissa. Apa kabar?" tanyanya dengan sopan dan formal.

__ADS_1


"Kamu..." Dina tampak terkejut dan menunjuk Allen tidak percaya.


Dua klien Clarissa dan Dina adalah seorang Pejuang Beladiri muda. Jadi mereka tidak tahu siapa Allen sebenarnya.


"Nikmati makananmu. Aku ke mejaku dulu." Entah apa yang membuatnya ingin sekali menghindari Clarissa, tapi Allen masih menyimpan rasa sayang pada wanita cantik itu.


Allen duduk dan melepas jaketnya, dia mengeluarkan ponsel dan menunggu makananya datang. Tiba-tiba Clarissa duduk di depannya dengan tatapan serius.


"Katakan, kemana sajankamu selama ini!" tanya Clarissa dengan nada sedikit marah. Selama ini dia tidak percaya Allen mati di medan perang, meskipun dicap sebagai penjahat perang, Clarissa tetap mempercayainya.


"Bersembunyi, para bajingan yang mengejarku mulai gila. Mereka bahkan menyerang adik dan keluargaku." Allen menunduk lesu. Meskipun desa asalnya diserang jutaan pejuang Tingkat 10, mereka tidak akan bisa membunuh Ayah dan Ibunya.


Allen tidak tahu mengapa keyakinan itu muncul, tapi sistem tidak bisa mendeteksi kekuatan kedua orang tuanya. Bahkan semua penduduk disana punya kekuatan misterius.


Clarissa sedih, dia tidak mengetahui situasi keluarga Allen. Bahkan tidak terbesit pikiran untuk mengunjungi desa tempat dia KKN.


Allen menambahkan, "Jangan sedih, desa disana sudah tertutup untuk orang luar. Pasti kamu sudah tahu alasannya."


Pembicaraan Clarissa dan Allen terasa hangat, mereka melupakan masalah sejenak demi melepas rasa rindu. Clarissa punya mata yang bagus karena lebih memilih menunggu Allen meskipun umurnya sudah tidak muda lagi.


Sulaiman yang menjadi ayah Clarissa tidak bisa berbuat banyak. Dia hanya mengikuti kemauan anak sematawayangnya.


Obrolan mereka mulai mengerucut dan canggung, Allen memberanikan diri untuk mengatakan perasaannya. Namun tepat setelah membuka mulutnya, Dina datang dan memukul punggung Allen dengan sekuat tenaga.


"Culun, kau masih sana seperti dulu. Sekarang bekerja dimana?" tanya Dina dengan suara keras.


Allen tersenyum manis dan menjawab pelan. "Aku sudah lama tidak bekerja, kedua orang tuaku bisa membiayai hidupku tanpa belerja."


Perkataan Allen sedikit menyindir Dina yang mengharuskannya bekerja. Padahal keluarga kaya raya, tapi dia dipaksa untuk mandiri.


"Apa kau menyindirku?" tanya Dina dengan nada ketus.


Allen mengangkat kedua bahunya. "Siapa yang tahu, aku hanya menyampaikan kenyataan. Oh iya, ngomong-ngomong aku tidak punya hutang sama sekali."


Dina mengeratkan giginya dan duduk di sebelah Clarissa. "Terus muntahan omong kosongmu."

__ADS_1


Allen mengeluarkan ponsel di tas kecilnya. Kemudian jarinya mulai mengerikan sesuatu. "Aneh rasanya pengangguran sepertiku punya uang segini," katanya sambil menunjukkan saldo di ponselnya.


Meskipun hanya 10 juta, Allen tetap memamerkannya dengan penuh percaya diri.


Dina tertawa keras dan mengejek Allen dengan sebutan udik. "Bocah udik, apa kau pikir uang segitu bisa membeli sepatuku."


Allen batuk kecil dan menggeser teleponnya. "Aku akui memang tidak besar, tapi sahamku di Kota Z tidak terlalu buruk."


Angka di ponselnya tidak masuk akal, dengan bantuan Jery dan Tiwi Allen telah menjadi orang terkaya di Kota K.


12 triliun rupiah, angka yang tidak masuk akal untuk ukuran bocah yang baru menginjak 29 tahun. Allen bisa mencapai angka itu karena bisnis Chris, Son Hyung, dan Thomas berjalan lancar.


Hanya dalam 9 bulan Allen berhasil menggunakan ingatannya untuk membuat banyak perubahan. Masa depan sekarang sudah sepenuhnya berbeda, Allen harus mempertahankan kekuasaannya tanpa pengetahuan masa depan.


Hanya dengan 9 bulan perusahaan Allen mencapai titik tersuksesnya dalam sejarah. Pembangunan konstruksi di Kota K juga sangat cepat.


Angka sebesar itu didapatkan dari semua kerjasama Kota K, Allen menjadi pemegangnya dan berwenang untuk mengalokasikannya.


Tidak hanya Dina yang terkejut, tapi Dina juga tidak percaya dengan angka yang ditunjukkan bocah udik di depannya.


"Bohong, pasti kau bermain trik!." Dina dengan kecepatan tertingginya meraih ponsel Allen. Namun tangannya hanya meraih angin karena Allen sudah menariknya dengan mudah.


"Terserah apa katamu, yang pasti aku hanya pengangguran." Allen memasukkan ponselnya.


Makannya yang dia pesan untuk satu orang datang. "Bos, kenapa ada dua orang cantik bersamamu?" tanya pelayan.


Allen cukup sering ke depot makanan ini, jadi pelayan itu menghafalnya.


"Kebetulan dia kekasihku, sedangkan orang disebelahnya hanya pelayannya yang bawel." Allen mengatakannya dengan satu tarikan napas.


Dina marah dan memukul meja, tapi setelah melihat Clarissa yang tertawa kecil dia duduk kembali. "Terserah apa yang kau katakan, yang pasti jangan muncul lagi didepan mataku."


Allen tidak mau mengalah. "Kalau begitu jangan mengikuti Clarissa terus menerus. Apa kau pikir aku tidak tahu, kau suka David."


Perkataan Allen sangat menyakitkan bagi Dina yang memendam perasaannya sejak dulu. "Bajingan!" katanya sambil berlari keluar.

__ADS_1


"Allen, kali ini kamu terlalu berlebihan. Aku sudah tahu sejak dulu, tapi dia memang seperti itu." Clarissa menjelaskan situasinya.


Allen hanya bisa tersenyum kecut, dia lupa sedang berbicara dengan wanita yang selalu menganggap dirinya dipihak yang dirugikan.


__ADS_2