Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Perjalanan


__ADS_3

Mata David gemetar, ia teringat sosok monster yang memakan Pejuang tingkat 6. Waktu kecil ia berpetualang bersama ayahnya, tapi kecelakaan terjadi. Sosok monster memakan Pejuang tingkat 6 tanpa menyisakan darah setetespun.


"Pergilah!" seru David dan segera memutar kursinya menoleh ke jendela kaca. "Sial!" lanjutnya pelan.


Reza sendiri tidak peduli, ia kehilangan pion kecil jadi tidak perlu terganggu.


Allen duduk di kursi kontrakan, ia menyadarkan punggungnya. "Apa aku sudah di jalan yang benar?"


"Jalanmu masih panjang, tidak perlu meratapi kesalahan kecil. Sekarang pikirkan bagaimana kau memperbaiki diri." Peri Tanah memberikan nasihat.


Allen mengangguk setuju, kemudian ia berdiri dari duduknya dan segera pergi meninggalkan ruangan.


Nathan dan Nala sudah menunggu di depan pintu, mereka ingin menyampaikan sesuatu.


"Bos, lihatlah. Ada sebuah gua misterius di bawah gunung di Kota P." Nathan menunjukkan berita di tablet miliknya.


Allen menyempitkan mata, sebuah pemberitahuan sistem muncul di depan matanya.


[Ambil Inti Mana di dalam gua, Dapatkan status tambahan dan peningkatan sistem instan.]


"Tunggu apa lagi, ayo berangkat." Allen langsung tertarik dan mengajak dua saudara kembar itu.


Nala menunjukkan informasi lanjutan dari tablet miliknya. "Banyak orang-orang kuat mengincarnya. Aku juga baru tahu ada banyak sekali Pejuang Beladiri di dunia."


Allen melihat ada 12 orang yang dikatakan sudah lama hilang. Melihat dari umurnya, dapat dikatakan mereka sudah mencapai tingkat 6 atau mungkin lebih.


"Kesempatan datang dari bahaya, tergantung apa kalian mau mengambilnya atau tidak." Allen mengatakannya dengan serius. Sebenarnya ia juga takut, tapi entah mengapa energi jiwa di dalam tubuhnya bergejolak dan mengatakan bahwa ia bisa.


Sebelum menuju gua misterius, Allen memberikan pesan pada Tiwi untuk segera menyerang balik. Ungkapkan semua bukti dan segera tuntut balik penyebar Hoax.


"Baik, Bos. Semuanya sudah siap!" jawabnya melalui telepon.


Tiwi dan rekan-rekannya langsung melakukan tindakan. Mereka memanfaatkan media masa dan media sosoial untuk menyebarkan informasi. Kecepatan penyebarannya tidan main-main, hingga musuh tidak bisa membuat gerakan sedikitpun.


Allen baru saja menyelesaikan persiapannya, ia melihat berita di televisi dan sedikit tersenyum. "Tiwi melakukannya dengan sempurna." Setelahnya ia mengalihkan pandangan ke Budi dan melempar sebuah sarung tangan. "Pakai itu," lanjutnya.


[Sarung Tangan Elastis.


Kualitas : B


Meningkatkan kerusakan pada fisik musuh dan melindungi tangan dari serangan balik.]

__ADS_1


Meskipun tidak terlalu berguna untuk Pejuang Beladiri tingkat rendah, Allen berharap senjata buatannya bisa membantu saudara-saudaranya.


Budi menangkap Sarung Tangan yang diberikan. Tanpa bertanya lebih lanjut ia langsung memakainya, aura di sekitarnya langsung disamarkan.


"Sepertinya bekerja, dengan itu kau bisa bergerak lebih bebas." Allen tersenyum tipis karena Sarung Tangan buatannya ternyata bisa bekerja dengan baik.


[Ding... Keterampilan Pembuatan Senjata telah didapat.]


Keterampilan Pembuatan, sebuah skill yang dapat meningkatkan efek dari senjata buatan pemain. Semakin tinggi levelnya semakin kuat pula senjata yang dihasilkan.


Allen tidak peduli dengan pemberitahuan sistem, ia membuat senjata dengan tujuan untuk memperkuat rekan-rekannya.


Pedro dan Shera datang, mereka masuk ke dalam ruangannya. "Bos, aku sudah menyelesaikan latihanku." Shera segera melaporkan perkembangannya.


Pedro tidak mau kalah. "Aku juga sudah menyelesaikannya!"


"Baiklah, kalian memang terbaik. Sekarang kita tinggal menunggu Ye Mo." Allen masih berharap Ye Mo akan datang dan bergabung dengannya.


Seperti yang diharapkan, Ye Mo datang dengan tampilan penuh percaya diri. Ia membawa pedang yang tergantung di punggungnya. "Bos, aku datang!" serunya.


"Baiklah, sekarang sudah lengkap ayo pergi!." Allen memimpin 4 orang yang bersedia ikut ekspedisi ke gua misterius.


Sebagai pemimpin, Allen mengeluarkan Topeng Misterius dari tangannya. Topeng itu segera di pakai dan disusul oleh 4 orang di belakangnya.


"Shera, apa kau lihat binatang itu?" tanya Allen sambil menunjuk rusa yang sedang memakan rumput.


"Ya, Bos?"


"Tangan dia!" seru Allen memberikan perintah.


Shera langsung menggukan Langkah Bayangan dan sampai di samping rusa. Pedang kecil pemberian Allen segera menebas leher rusa dengan sangat mulus.


Darah mulai bercucuran di atas rumput, nyawa rusa langsung melayang tanpa merasakan sakit. Shera melirik ke arah Allen dan melambaikan tangan.


"Jangan lengah!." Allen berteriak sambil menunjuk ke arah Shera.


Tiba-tiba saja seekor harimau muncul dan mengarahkan cakarnya ke Shera. Untungnya peringatan Allen menyelamatkan nyawanya, Shera langsung berguling ke depan menghindari serangan Harimau.


"Hampir saja." Shera menghela napas lega. Namun Harimau loreng masih menatap tajam ke arahnya.


Allen ingin membantu, tapi ia merasakan angin di sekitar mulai hangat. "Tunggu, sepertinya ini menjadi kesempatan yang bagus untuknya!"

__ADS_1


Budi, Ye Mo, dan Pedro berhenti. Mereka tahu Allen sedang menguji Shera, tetapi lawannya sekarang adalah seekor Harimau yang memiliki aura menakutkan.


Shera menatap balik Harimau Loreng, tangan kanannya menggenggam erar Pedang Pendek pemberian gurunya.


Kakinya melangkah dan sebuah bayangan tertinggal di belakang, ayunan lengan Shera mengakibatkan udara di sekitar terbelah.


Harimau Loreng panik, ia langsung melompat dan menghindari serangan Shera. Namun kecepatan serangan lawan melebihinya, Harimau Loreng terpaksa terkena sayatan pedang.


Darah berwarna merah mulai keluar dari lehernya, Harimau Loreng mulai khawatir. Sebelum ia menyelesaikan kekhawatirannya, serangan lanjutan mengarah ke matanya.


Cipraran darah membanjiri rumput, Harimau Loreng terkena serangan di matanya. Raungan kemarahan ia keluarkan, Harimau Loreng tidak mau kalah.


Shera mulai kehabisan napas, kakinya gemetar karena terus bergerak dengan kecepatan tinggi. Butiran air keringat mulai menetes dari dahinya.


Harimau Loreng mengaung sekali lagi, cakarnya mengarah ke Shera dengan kekuatan penuh. Namun sosok Pria Bertopeng menikamnya dan berhasil menusuk lehernya.


Rintihan kesakitan Harimau Loreng terdengar, ia tergeletak di tanah tak berdaya. Nyawanya sudah diujung tanduk, Harimau Loreng menutup mata dan menghembuskan napas terkahirnya.


Shera yang kelelahan langsung tumbang, kerja kerasanya belum membuahkan hasil. Ia sangat marah dengan dirinya sendiri yang tak berdaya melawan Harimau Loreng.


"Sial!" ucapnya sebelum pingsan.


Pedro mengepalkan tangannya, ia sangat iri dengan kemajuan Shera. Matanya memancarkan tekad yang lebih besar untuk melampaui saudaranya.


Budi langsung menggendong Shera dan menempatkannya di bawah pohon. Kemudian ia memberikan pil kebugaran untuk kesembuhannya.


"Ye Mo, urus harimau ini. Malam ini kita akan memakannya!." Allen menunjuk Harimau Loreng dan segera menjentikkan jarinya.


Tanah membentuk sebuah tungku, kemudian api mulai keluar di tengahnya.


Budi mengambil panci di tas besar miliknya. Kemudian langsung menaruhnya di atas tunggu, tidak lupa ia menambahkan air untuk dimasak.


"Pedro, cari kayu kering." Allen memberi perintah dengan suara dingin.


Pedro dengan cepat bergerak, ia mengambil semua kayu kering dan memasukkannya ke tungku.


Ye Mo selesai menguliti Harimau Loreng, kemudian ia memotong bagian tubuhnya dengan sangat baik.


Masakan selesai dalam 50 menit, Allen menjadi juru masaknya. Setelah selesai, ia menyajikannya dalam mangkuk putih bergambar ayam jago.


"Setelah makan kita perlu istirahat, siapkan diri kalian. Kita akan berangkat jam 3 pagi!." Allen memyebarkan berita dan mengangkat mangkuknya.

__ADS_1


Budi dan teman-temannya mengangguk, mereka semua tahu apa yang harus diperbuat.


Masakannya memang tidak spesial, tapi Allen membuatnya menggunakan metode Alkemis yang sangat misterius. Secara tidak langsung masakan itu bisa memulihkan stamina lebih cepat dari biasanya.


__ADS_2