Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Terkepung


__ADS_3

Allen bukan orang baik, jadi menggunakan racun adalah cara terbaik untuknya. "Siapa yang menyuruhmu lengah?"


Monster Alien semua diberantas dengan cepat, Allen seorang diri memenggal seluruh kelompok Alien. Meski wujudnya seperti manusia, Alien itu punya ciri khusus di telinganya yang sedikit runcing.


"Serap semua mayatnya!"


Anggota Raja Surgawi segera bergerak, mereka menggunakan Monster Bayangan untuk menghilang mayat. Meskipun tumbuhan dan tanah disekitar tidak hilang, semua mayat alien tidak bisa ditemukan sehingga membangkitkannya adalah hal yang mustahil.


Setelah semua anggota Raja Surgawi kembali ke Pulau Nemo, Allen berjalan ke rumah dan menemui Clarissa.


Mereka melepas rindu dan berbincang santai di atas kasurnya. Keduanya tampak menikmati waktu bersama meski hanya sementara.


Pertarungan melawan Keluarga Morgan belum berakhir, kelompok lainnya segera di bentuk dan menghancurkan seluruh perkebunan kelapa sawit di sisi utara Kota K.


Allen yang mendapat kabar langsung bergerak sendiri, dia terlalu percaya diri dan berakhir terjebak dalam formasi kurungan.


"Siapa yang menduga kami bisa mendapat tangkapan besar." Seorang Pria tua muncul dari kegelapan, dia adalah Roy Morgan, Leluhur Keluarga Morgan yang punya kekuatan setara pejuang tingkat 9.


9 orang Pejuang Tingkat 9 mengepungnya, Allen dalam bahaya tapi tidak bisa mundur.


"Formasi yang sangat mengesankan, apa kalian pikir bisa mengalahkanku?" tanya Allen dengan penuh rasa percaya diri. Meski sebenarnya dia juga tidak yakin bisa menang.


"Haha, ketua Topeng Misterius memang lucu!"


Setelah mengatakan omong kosong, Allen segera mengubah wujudnya menjadi mode bertarung. "Baiklah, ayo lihat siapa yang keluar bertahan," katanya sambil mengeluarkan Pedang Pendek pemberian ibunya.


Pedang Pendek itu memancarkan kegelapan yang sangat pekat, auranya merambat melalui tangannya. Allen melepaskan energi jiwa untuk mengendalikan emosi yang ada di dalam pedang.


Kakinya mulai melangkah, tanah di bawahnya retak dan udara terbelah. Tusukannya mengarah ke musuh terdekat, Allen mengeratkan giginya serta tatapan yang tajam membuat serangannya sempurna.


Salah satu Leluhur Keluarga Morgan tidak bisa bereaksi, tubuh bagian atasnya menghilang karena tusukan tadi.


Allen tersenyum manis dan langsung menggunakan Tangan Dewa untuk mengangkat mayat musuhnya. Sebuah monster muncul di punggungnya dan langsung menelan tubuh Leluhur Keluarga Morgan.


Segudang informasi masih ke dalam pikirannya. Allen memegang kepalanya sambil tersenyum lebar, hal itu membuat 8 musuhnya mundur selangkah.


"Bajingan, apa yang kalian takutkan. Dia sendirian!" teriak Joy Morgan memberi semangat.


Namun sebelum bergerak, salah satu Leluhur kehilangan nyawanya lagi. Monster Bayangan melahap mayatnya dan mencuri sebagian ingatannya.


Allen yang mengetahui kelemahan setiap Leluhur Keluarga Morgan tersenyum lebar sambil memegang kepalanya. Suara tawa mulai menghiasi ruangan, Allen tertawa terbahak-bahak melihat musuhnya ketakutan.

__ADS_1


"Hahaha, apa kalian takut?" tanyanya menatap tajam ke arah Joy Morgan.


Setelah menggunakan skill pamungkasnya dua kali, Allen hampir kehilangan kesadaran. Jiwa jahat di dalam Pedang Pendek terus memberontak.


"Sialan, mati kau!" teriak Joy Morgan sambil melempar tombak miliknya.


Serangan tombaknya menghantam dirinya, Allen dengan kecepatan penuh menghindar. Meski berhasil lolos dari tusukan tombak, dia merasa energinya berontak.


"Wow, serangan yang mengesankan." Allen menarik kembali Pedang Pendeknya. "Sepertinya aku tidak perlu terlalu serius," lanjutnya.


"Bocah sombong!" ucap salah seorang Leluhur.


Karena terlalu emosi, dia lupa menggunakan auranya untuk bertahan. Allen menghilang menggunakan Langkah Bayangan dan menusuk musuhnya.


Pedang energi menusuk tubuh musuhnya, Allen tanpa pikir panjang langsung menggunakan Pelahap Jiwa.


"Jangan biarkan dia menggunakan skillnya!"


6 Leluhur yang masih hidup segera bertindak, mereka menggunakan keterampilan terkuatnya. Namun Allen dengan cepat membawa mangsanya ke Ruang Pelatihan.


Tubuhnya di bumi berganti menjadi sebuah kubus berwarna kunjung kuning terang. 6 Leluhur yang terisak dari Keluarga Morgan mendekat.


Tiba-tiba sebuah pedang menusuk salah seorang leluhurnya lagi. Allen dengan cepat mendorong targetnya ke ujung formasi. Tusukan pedangnya memang tidak dalam tapi bilah pedangnya terdapat racun mematikan.


Dua Leluhur mencoba membantu orang yang terluka. Namun dua Pedang Pendek tiba-tiba menebas mereka, untungnya dua Leluhur masih sempat menghindar.


Allen menggunakan keterampilan Tangan Dewa untuk mengendalikan dua pedang. "Sangat disayangkan, aku sedikit meleset."


"Pengecut, kau menggunakan racun!"


"Medan perang sangat keras, kenapa harus malu menggunakan racun? Keahlian utamaku juga racun."


Allen melempar bom asap berwarna hijau. Siapapun yang menghirupnya akan terkena dampak yang besar.


Benar saja 5 Leluhur yang tersisa tidak dapat menghindar dan berakhir menghirup asap hijau. Satu Leluhur yang sekarat langsung tawas di tempat.


"Jangan biarkan dia mengambil mayatnya!" teriak Joy yang mulai panik. Dia tidak mengira musuhnya akan menghalalkan segala cara demi membunuh mereka. Artinya penyergapan menggunakan formasi ini akan sia-sia.


Allen dengan cepat menggunakan Elemen Tanah untuk menarik mayat ke dalam. Tubuhnya juga menghilang, dia masuk ke tanah dan menggunakan Tangan Dewa untuk menarik mayat musuhnya.


Pelahap Jiwa digunakan, Allen menerima segudang informasi tentang Keluarga Morgan. Dia berhasil mengetahui titik lemah salah satu keluarga terbesar di dunia.

__ADS_1


5 Leluhur yang tersisa saling membelakangi, mereka tidak menurunkan kewaspadaannya sama sekali.


"Kenapa tegang, rileks saja." Allen muncul dari kekosongan.


"Brengsek, aku pasti membunuhmu!" kata Joy Morgan sambil mengeratkan giginya. Meski marah, dia tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya.


"Kemari, tunjukkan padaku kekuatanmu!"


Provokasi Allen tidak membuahkan hasil, 5 Leluhur itu sadar bahwa musuhnya tidak bisa mengalahkan mereka bersama.


"Bodoh, apa kau pikir kami tidak tahu? Kau hanya bisa membunuh kami saat sendiri-sendiri!" teriak Joy yang mengetahui triknya.


Padahal Allen hanya ingin mengulur waktu sehingga energi jiwanya stabil. Dia sudah dua kali menggunakan keterampilan Absolut Kill.


"Seperti yang diharapkan dari Ketua Joy. Anda memang yang terbaik dalam mengambil keputusan. Oh maaf, aku lupa bukan kamu yang pintar tapi Leluhur Roy."


Roy Morgan adalah orang paling cerdas diantara mereka, kemampuannya dalam mengambil keputusan tidak dapat diragukan. Untuk menjadi Pejuang Tingkat 9, dia menggunakan cara yang paling efektif padahal kurang berbakat. Tidak heran jika diusianya yang baru menginjak 400 tahun sudah berada di tingkat ini.


"Bahkan kamu juga tahu aku, kelompok Topeng Misterius memang harus dihapus dari dunia!" ucap Roy Morgan dengan tatapan tenang.


"Kenapa harus dihapus, kami tidak melakukan kesalahan. Bisnis adalah bisnis, kenapa harus bertarung satu dengan yang lainnya."


Pernyataan Allen tidak sesederhana yang terdengar, Joy Morgan masih banyak ngomong seperti sebelumnya. Namun Roy tampak berpikir keras dan menemukan jawabannya.


"Waktu, saat ini kamu butuh waktu. Cepat habisi dia sebelum pulih!" teriak Roy dengan suara keras.


Allen tidak tahu kenapa Roy bisa tahu, padahal dia tidak salah dalam ucapannya. Untuk mendukung dugaan Roy, Allen berlari meninggalkan semua orang.


"Kejar!" terik Joy dengan semangat juang.


"Tunggu, kita tidak boleh terpisah. Pasti sudah ada jebakan yang ditinggalkan orang gila itu."


Seperti yang dikatakan Roy, bos racun meledak dimana-mana. Namun Roy berhasil menghilangkan semuanya dengan mudah.


Disisi lain Allen duduk bersila sambil meminum pil penyembuhan. Dia berfokus mengembalikan energi jiwanya.


Setelah dua jam berlalu, kelompok Joy menemukan tempat persembunyiannya. Allen dengan tenang keluar dari gua sambil tersenyum manis.


"Lama sekali kalian menemukanku?"


"Bajingan, kau yang berlari seperti tikus."

__ADS_1


Allen mendongak ke atas dan melihat langit masih di tutupi formasi. Jadi tidak mungkin untuknya melarikan diri ke luar formasi.


__ADS_2