Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Pertarungan Singkat


__ADS_3

Dua rekannya sudah cukup mengurus kelompok musuh, Allen duduk bersila dan memperhatikan pertarungan.


Setelah dua dupa bertarung, dua orang rekannya berhasil menang. Tubuh mereka penuh dengan luka sayatan benda tajam, tapi dalam dua tarikan napas lukanya sembuh perlahan.


Formasi yang disusun mulai memudar, arena disekitar hancur. Allen dan kelompoknya keluar tanpa luka, tapi tiga musuhnya dari Keluarga Baruch tidak ada ditempat. Bahkan Dante, Ketua Organisasi Ular Naga juga tidak muncul.


Allen dan dua rekannya turun dan duduk di belakang kursi Tiwi. "Semua bersih, lakukan yang terbaik," bisik Allen pada Tiwi melalui telepati.


Tiwi berdiri dan tertawa. "Apa hanya ini kemampuan Keluarga Baruch. Sungguh mengecewakan!" seru Tiwi sambil melepaskan aura seorang Pejuang Tingkat 6. Dia sengaja menekan kekuatannya berpura-pura menjadi babi untuk memakan singa.


"Bocah sombong, apa kau pikir dengan tingkat seperti itu bisa menang di babak ketiga!" teriak David yang mulai marah.


Allen tersenyum tipis, dia tampak sangat puas karena pria yang humoris dan punya banyak teman, ternyata bajingan keji yang menghalalkan segala cara.


David masuk ke dalam arena, dia menantang siapapun dari Raja Surgawi untuk melawannya. "Maju kalian semua, satu tanganku akan membunuhmu!."


Tiwi tampak takut, dia mundur selangkah. "Ini tidak adil, bukankah ketua tidak boleh berpartisipasi," katanya dengan nada gemetar.


"Apa kau takut?" tanya David dengan nada provokasi.


Tiwi menggelengkan kepala. "Kami sudah menang dua kali, jadi jangan lupakan perjanjian kita!."


"Pengecut, maju atau kalian kalah!." David membuat peraturan sendiri. Asosiasi Pejuang Beladiri hanya diam, bahkan Valencia tidak bisa mengatakan apa-apa.


Allen yang mendengar tantangan David mengacungkan tangan. "Biar aku yang menghadapinya."


Tiwi dari tadi berpura-pura takut untuk menghancurkan David, tapi Allen mengambil momen paling pentingnya.


Demi menambah bahan bakar untuk memprovokasi musuh. Tiwi menunjuk david yang ada di atas arena. "Kau tidak pantas melawanku, biarkan anggota Raja Surgawi yang melawanmu!."


Allen melangkah ke atas arena yang sudah cukup hancur. Tepat setelah dia menginjak lantai paling atas, tinju David sudah ada di depan matanya.


Dengan penuh pertimbangan, Allen menerima tinju musuhnya dengan tangan kiri. "Menggunakan serangan dadakan? apa pangeran dari Keluarga Baruch seorang pengecut?" tanyanya dengan nada provokasi.


David tidak percaya pukulannya dihentikan dengan satu tangan. Dia langsung menarik tangannya dan menggunakan tendangan.


Allen bukan orang yang selalu pamer, dia menunduk dan menyerang kaki yang menjadi tumpuan lawannya.


"Bodoh, apa kau pikir bisa..." David tampak melayang, padahal kakinya sangat kuat dan tidak mungkin pusat gravitasinya di geser manusia biasa.


"Apa?" tanya David kebingungan, pandangan jadi miring dan tinju Allen sudah hampir menyentuh hidungnya.

__ADS_1


"Bacot!." Tinju Allen menghantam keras ke arah wajah lawannya.


David mengusap darah yang keluar dari hidungnya, ia tampak tidak percaya dengan situasi ini. Tidak hanya punya tendangan yang kuat, tapi punya pukulan yang bisa melukainya.


"Menarik, kau pasti jenius di bawah Bocah ingusan itu. Bergabunglah dengan Keluarga Baruch, kau bisa mendapat sumber daya yang melimpah." David mengulurkan tangannya.


Allen menggelengkan kepala. "Tidak mungkin ada organisasi yang bisa menyaingi Raja Surgawi dalam memberikan sumber daya."


David menarik tangannya. "Kau ternyata sama bodohnya dengan bocah ingusan itu. Sangat disayangkan, jenius sepertimu harus mati hari ini."


Pedang berwarna biru dikeluarkan dari Cincin Penyimpanan. David bersiap untuk membunuh Allen yang menyembunyikan identitasnya.


Allen tidak mau kalah, dia menciptakan pedang dari Tongkat Sihir. "Aku lebih suka kalau kau menggunakan semua kekuatanmu," katanya sambil memasang kuda-kuda bertarung.


Tangan kirinya di taruh depan, pedangnya bertengger di atas tangan kirinya.


"Absolut Sword." Allen menusuk dengan kecepatan tinggi.


David tidak menghindar, dia melawan dengan tusukan yang sama. Tanah disekitar terbang, dinding pembatas juga mulai retak. Debu-debu beterbangan menutupi kejadian sebenarnya.


David langsung menarik pedangnya, tangannya gemetar akibat benturan tadi. Sebelum dia menyadari apa yang terjadi, pedang Allen sudah menusuk lagi ke arahnya.


"Sialan, apa yang sebenarnya kau gunakan!." David mengumpat melepaskan amarahnya.


Namun musuhnya bisa mengelak dengan baik, benturan dua pedang terdengar sampai ke penonton. Allen sebenarnya sangat membantu mendominasi, tapi penonton mengira David sedang menghajar musuhnya.


Benturan pedang terus terjadi, Allen tampak santai karena dia berada di atas angin. Kekuatannya juga jauh melebihi David saat ini.


[David


Elemen : Kegelapan


Total Kekuatan : 140.320.


Peringatan, target mempunyai kartu tersembunyi yang sangat jahat. Dia bisa meminjam kekuatan dari orang yang sudah mati.]


Allen baru saja membaca pengantar sistem, dia tidak menduga David ternyata bisa meminjam kekuatan orang mati.


Untuk mengakhiri pertarungan secepat mungkin, Allen langsung berlari dan menggunakan Ekstrim Sword.


10 sayatan pedang langsung tercipta dan menyerang David dari segala arah. Musuhnya berhasil menahan 7 sayatan, tapi 3 saja sudah melukainya sangat parah.

__ADS_1


Allen ingin segera mengakhiri pertarungan dengan memenggal kepala David. Namun debu sudah memudar dan seorang pria tua menggenggam pergelangan tangannya.


"Sudah cukup, dia akhir-akhir ini sangat sensitif." Pria Tua itu bermaksud menghentikan pertarungan David dan Allen.


Sebagai peserta Allen tidak punya hak untuk protes. Namun Tiwi secara aktif langsung marah.


"Pak Tua, apa maksudmu. Kita sudah sepakat menggunakan pertarungan hidup dan mati. David menantang kita semua, jadi jangan membuatnya menjadi rumit." Tiwi protes keras.


Pak Tua tersenyum, dia kekurangan informasi tentang Raja Surgawi. Jadi lebih memilih untuk berdamai.


"Adik kecil, perdamaian itu indah. Karena pihak kita yang kalah dan bersikap tidak sopan, kami siap mengganti rugi." Pak Tua mengajukan syarat yang masuk akal.


Tiwi tanpa pikir panjang mengatakan, "Berikan kami seluruh Kota K!."


Pak Tua yang menolong David mengangguk. "Baiklah, mulai sekarang Kelompok Raja Surgawi menjadi penguasa Kota K."


Pernyataan Pak Tua itu menjadi peraturan tak langsung. Allen sedikit terkejut karena ada gulungan emas yang ditanda tangani kedua belah pihak.


"Siapa sebenarnya Pak Tua itu!" ucap Allen kebingungan.


Simon mendekat dan berkata, "Dia adalah pendiri Keluarga Baruch ratusan tahun yang lalu."


"Seberapa yakin kamu mengalahkannya?" tanya Allen menggunakan telepati.


Simon menggelengkan kepala. "Semudah membalikkan telapak tangan. Ratusan teknik yang disimpan di perpustakaan Raja Surgawi sudah cukup membuat kita melampaui tingkatan."


"Jangan terlalu sombong, teknik di perpustakaan hanya tingkat A kebawah. Aku belum bisa mendapat yang lebih baik." Allen hanya bisa menghela napas.


Karena menghela napas tidak sengaja, Pak Tua yang bertengkar dengan Tiwi mulai memperhatikannya.


"Bocah, bagaimana kau bisa mengalahkan cucuku. Kau pasti menggunakan trik kotor!." Pak Tua yang ingin melerai justru melempar kesalahan pada orang lain.


"Apa buktinya?" tanya Allen dengan tenang.


"Perkataanku adalah bukti, segera serahkan dirimu dan lepas topengmu." Pak Tua bersikeras ingin mengetahui identitas Allen untuk balas dendam.


Tiwi berontak. "Apa maksudmu pak tua, kita baru saja berdamai. Sekarang kau ingin memaksa anggotaku!."


Valencia datang dan menengahi perkelahian mereka. "Sudahlah, ayo lupakan persetruan ini. Karena Kelompok Raja Surgawi sudah menang, Kota K akan menjadi milik mereka."


Pak Tua dari Keluarga Baruch tidak ingin membuat masalah dengan Asosiasi Pejuang Beladiri. Dia sadar bahwa anggota keluarganya juga banyak bekerja disana.

__ADS_1


"Baiklah lupakan," kata Pak Tua sambil membawa David yang kelelahan.


__ADS_2