
Puluhan pengetahuan tentang Formasi mulai berkembang. Allen duduk dan sudut bibirnya tiba-tiba terangkat.
"Jadi kejadian misterius sebelumnya dapat di jelaskan." Allen kembali ke Dunia Nyata dan memulai membuat formasi.
Untuk permulaan dia membuat formasi pengumpul energi alam. Tangannya berkelebat menggambar simbol-simbol aneh.
Setelah beberapa saat, susunan simbol itu membentuk kubah yang mengandung banyak energi alam.
"Percobaan pertama langsung berhasil." Allen berdiri dan memanggil semua peri pendukungnya.
"Kalian semua coba serap energi alam," lanjutnya setelah semua peri keluar.
Peri Tanah terkejut karena merasa energi alam di dalamnya sangat padat. Meskipun tidak sebaik energi ungu, Peri Tanah bisa menyimpulkan ini surga untuk peri pendukung.
4 Bawahannya langsung belum ada yang punya Peri Pendukung. Jadi Allen tidak bisa memberikannya pada mereka.
Entah angin apa yang meniup pikiran Allen, tiba-tiba ia teringat Son Hyung. "Benar juga, aku bisa memanfaatkan tempat ini untuk negosiasi lagi."
Jarinya dengan cepat mencari nomor telepon Son Hyung. "Kek, aku punya tempat yang menarik!".
"Apa yang menarik, jangan-jangan kau berhasil menciptakan pil untuk Pejuang Tingkat 4?" tanya Son penuh semangat.
"Aku memang tidak bisa membodohi Kakek Son. Itu memang satu berita, tapi yang lebih menarik masih ada." Allen tersenyum manis karena ia tinggal membeli pil dari toko sistem.
"Tidak ada yang lebih menarik dari Pil Tingkat 4. Tunggu, aku yang akan datang mengambilnya." Son langsung bergegas merapikan barang dan berangka ke Perusahaan Allen.
"Baiklah." Allen menatap ponselnya, ia tidak menyangka Son Hyung begitu antusias dengan Pil Tingkat 4.
Setelah menunggu 4 jam, Son Hyung akhirnya datang. Allen segera menyambutnya di luar gedung.
"Lewat sini, kita bisa berbicara di luar gedung." Allen mengajak Son Hyung berjalan menuju rumah persinggahan di hutan.
"Jadi dimana Pil-nya?." Son Hyung tidak sabar memilikinya, ia sudah melihat efeknya. Seorang Pejuang Tingkat 4 tanpa Peri Pendukung berhasil menerobos tingkat 5. Jadi Son akan menggunakan semua cara untuk mendapatkannya lagi.
"Dalam botol ini ada 5 pil, kualitasnya sedikit di bawah yang kemarin. Tapi masih sangat baik." Allen memberikan botol putih bergambar ayam jago.
Son Hyung membuka penutupnya, ia ingin memastikan kualitasnya tidak terlalu anjlok. Matanya terbuka lebar ketika mencium harumnya pil.
"Ini baru dibuat?"
Allen menunjuk botolnya. "Aku menempatkan formasi kecil di botolnya. Jadi kualitasnya terus terjaga sebelum botolnya di buka."
__ADS_1
"Kenapa tidak kau katakan dari tadi!." Son cepat-cepat menutupnya.
"Yah, kau tidak tanya." Allen malah melemparkan kesalahan kembali pada Son Hyung.
"Apa kau juga seorang Pembuat Formasi, aku dengar mereka sangat langka." Son Hyung mencoba menilai ulang rekan kerjanya itu.
"Aku memang bisa membuat formasi, tapi hanya sebatas tingkat 1. Jadi jangan berharap lebih, semua fokus aku curahkan untuk membuat pil." Allen mencari alasan yang tepat untuk lari dari jebakan pertanyaan.
"Kita sudah sampai, lihatlah." Allen menunjuk gubuk tua yang terdapat formasi pengumpulan energi alam.
Son Hyung tidak bisa menahan ekspresinya. Mulutnya terbuka lebar ketika melihat sebuah gubuk mempunyai formasi yang sangat rumit.
"Apa kau membuat formasinya?" tanya Son Hyung.
"Tentu saja tidak, aku menemukannya setelah membangun ulang gubuknya." Allen mengarang cerita yang masuk akal.
Son Hyung punya peri pendukung, ia mencobanya langsung. "Keberuntungan yang sangat bagus, jadi apa yang ingin kau katakan? Aku ingin gubuk ini."
Allen tersenyum manis. "Mari lupakan formalitas. Tentu saja berteman denganmu menyelamatkan banyak kesusahan. Tapi masih ada satu lagi permintaanku."
"Jangan sungkan, coba katakan saja." Son Hyung mempersilahkan Allen menentukan syaratnya.
"Aku yakin kamu sudah tahu apa yang terjadi di perusahaan beberapa hari yang lalu. Aku ingin Keluarga Son menjadikan perusahaan ku sebagai salah satu cabangnya." Allen tampak tenang ketika menyampaikan maksudnya.
Demi mengambil keuntungan besar, Son Hyung harus membuat kesepakatan yang memuaskan. Namun lawan bicaranya juga tidak bodoh, ia menjawabnya dengan tenang.
"Tenanglah, Nathan palsu telah memperdagangkan beberapa lembar saham ke orang tidak dikenal. Namun kami sudah berhasil mengambilnya kembali, jika Keluarga Son tertarik kalian bisa memilikinya."
Som Hyung tersebut manis, siapa yang menolak diberikan kepemilikan saham cuma-cuma. "Baiklah, aku setuju. Jadi kapan kita melakukan Nota Perjanjian?"
Allen dan Son Hyung saling tersenyum, mereka berdua saling diuntungkan dari kerja sama ini. Tiwi dan kawan-kawan akan mendapatkan bimbingan dari profesional, dan Keluarga Son mendapat untung besar.
"Jangan terburu-buru, mari gunakan gubuk untuk melatih peri pendukung kita." Allen memberi kode pada Budi untuk segera membuatkan nota perjanjian.
Budi segera menemui Tiwi, bukannya kembali ia menunggu beberapa saat untuk memanipulasi situasi.
Energi peri pendukungnya susah penuh, Son Hyung merasa tubuhnya juga mulai berkeringat dan berkembang.
Allen keluar dari gubuk dan menemui Budi yang sudah membawa kertas nota perjanjian.
Son Hyung yang sadar sedang ditunggu langsung keluar. Ia dengan senang hati menandatangani nota perjanjian tanpa melihat isinya.
__ADS_1
"Apa kamu tidak ingin memeriksanya?" tanya Allen dengan suara sopan.
"Cepat selesaikan formalitasnya, aku ingin berlatih di gubuk ini." Son Hyung duduk bersila dan mengedarkan teknik pengembangannya.
Allen melihat tanda tangan di atas kertas, ia tersenyum dan memberikannya pada Budi.
Allen menyerahkan nota persetujuan sambil bertanya, "Apa kamu sudah mengambil gambarnya?."
"Sudah, Bos." Budi segera pergi setelah menjawabnya.
Setelah semua selesai, Allen mengantar Son Hyung kembali ke mobilnya. "Hati-hati di jalan, kalau ingin ke dalam telepon saja dulu. Keamanan di sana sedikit ketat."
"Ya, aku tahu. Semoga kerja sama kita terus berjalan." Son mengucapkan kata perpisahan dan segera menuju kediaman keluarga.
Namun ketika di jalan ia teringat sesuatu. Nota persetujuannya di buka dan ia langsung mengumpat.
"Bajingan cilik, kau berhasil menipu orang tua ini." Son Hyung hanya bisa tersenyum kecut karena saham yang dimiliki Nathan palsu hanya 0,1%.
Disisi lain Allen tersenyum manis. "Kira-kira kapan dia sadar, Ya."
Budi mendekatinya dan langsung berbisik, "Bos ada banyak orang yang menolak latihan. Para pejuang itu boikot latihan."
"Katakan saja, Perusahaan Allen sedang kesulitan. Kalau ada yang malas-malasan kita terpaksa memulangkannya." Allen membuat strategi normal untuk membungkam mulut para pejuang nakal.
Budi menyampaikan pesannya dan Allen melihat dari belakang. Siapa yang mengira ternyata respon para pejuang Perusahaan Allen sangat buruk.
Sebagian besar Pejuang Beladiri mengundurkan diri. Hanya menyisakan 20 orang dari 200.
"Apa kalian tidak mau pergi seperti yang lainnya." Allen berjalan masuk dan mendekati 20 orang yang berbaris.
Seorang wanita mengangkat tangannya. "Aku butuh uang, jadi jangan menunda pembayarannya lagi."
"Aku suka dengan orang jujur sepertimu. Tenanglah, mulai sekarang kita tidak akan terlambat membayarnya." Allen memberikan jawaban yang paling menyenangkan.
Keluh kesah 20 orang tersampaikan, Allen mendengar mereka semua dan memberi solusinya.
Kebanyakan Pejuang Beladiri yang masih bertahan hanyalah orang biasa tanpa pendukung kuat. Allen juga menggunakan Mata Surgawi untuk melihat kondisinya.
20 Pejuang Beladiri mengikuti saran yang diberikan, porsi latihan mereka berbeda-beda. Jadi Budi dan Allen hanya melihat dari ruang atas.
"Bos, apa tidak masalah membiarkan mereka semua pergi?" tanya Budi.
__ADS_1
"Tenanglah, mereka akan tahu betapa bodohnya pilihannya hari ini." Allen bertekad membuktikan dirinya.