
Tidak mau membuang waktu lagi, Allen segera memenggal Wakil Ketua Tiger. Tidak lupa dia membersihkan tubuhnya dengan Monster Bayangan.
"Kenapa mereka cepat sekali mundur?" gumam Allen melihat pasukan musuh mengarah padanya.
Tidak mau mengamuk resiko terlalu besar, Allen menggunakan Langkah Bayangan dan bersembunyi.
"Sial, siapa sebenarnya mereka. Tidak ada yang kehilangan moralnya setelah aku potong tangannya!." Ketua Tiger kebingungan.
"Mungkin karena keadaan mereka terdesak. Kita juga pasti seperti itu kalau terdesak, Bos." Seorang Pria Kurus mengungkapkan pendapatnya. Dia adalah ahli strategi Organisasi Tiger.
"Aku juga merasa begitu, tapi apa kamu lihat ketrampilan tombaknya?" tanya Ketua Tiger.
"Iya, mereka seperti dirancang seperti itu. Terlebih lagi teknik senjata mereka juga sangat baik. Aku benci mengakuinya, mungkin aku akan mati jika berduel dengan salah satunya." Penasihat Tiger memang cerdas tapi kurang dalam kekuatan.
Ketua Tiger berkata, "Sudahlah, lupakan tentang Aliansi Raja Surgawi. Kita mundur dan memulihkan diri dulu."
Tepat setelah Ketua Tigwr melihat tenda persediaannya hancur rata dengan tanah dan Wakil Ketua tidak ada, wajahnya berubah merah marah.
"Brengsek, aku tidak akan melupakan penghinaan ini!." Ketua Tiger berteriak keras hingga seluruh pasukannya mendengar.
Pejuang yang awalnya berjumlah 2500, sekarang tinggal 1100. Ketua Tiger mendongak ke langit dan mendapati sebuah formasi tercipta.
Sebuah kubah menghalangi 200 orang yang berkumpul, Ketua Tiger kebingungan. "Apa yang terjadi?"
Ribuan pedang energi muncul di langit dan segera menghantam semua orang di dalamnya. Allen tersenyum manis melihat jebakan yang dipasang berhasil.
200 orang mulai tumbang berjatuhan, mereka tidak kuasa menahan serangan daei formasi. Penasihat Tiger juga tumbang tanpa tahu siapa pembunuhnya.
Sekarang hanya Ketua Tiger yang masih berdiri, lukanya tampak sangat parah. Kelelahannya belum selesai setelah pertarungan sebelumnya, sekarang dia dipaksa untuk melepaskan kekuatan lebih dari kapasitasnya.
"Brengsek, pecundang!." Ketua Tiger berteriak marah.
Allen perlahan menampakkan wujudnya, langkah kakinya tampak setengah angin dan sedingin air. Topeng Misterius yang berwarna hitam dan rambut putih membuat tampilan Allen semakin mengerikan.
"Membawa 2000 pejuang untuk menyerang orang biasa. Bukankah itu yang seharusnya dinamakan pengecut?" tanya Allen sambil menghunuskan Pedang Pendek.
"Bacot, yang lemah pasti terinjak. Jangan ragu, cepat bunuh aku!." Ketua Tiger berteriak kemudian tertawa seperti orang gila.
Allen tersenyum jahat dan bayangan hitam muncul di punggungnya. "Siapa bilang kau boleh mati," katanya sambil menjentikkan jari.
Sebuah formasi kedap suara tercipta, Monster Bayangan di belakang Allen langsung memakan Ketua Tiger hidup-hidup.
__ADS_1
Tangan kanan Allen menarik leher musuh dan mengangkatnya. Monster Bayangan berhenti menyerap jiwanya, digantikan Allen yang menggunakan Pelahap Jiwa untuk menyiksa musuhnya.
Ketua Tiger tidak kuasa menahan sakit, dia berteriak sekuat tenaga hingga lidahnya hampir putus. "Argh, tolong cepat bunuh aku!."
Allen tidak peduli, dia terus menyiksa musuhnya hingga tubuhnya kering. Setelah menyisakan Tulang dan Kulit, Allen melempar tubuh musuhnya ke langit dan Monster Bayangan memakannya.
Sejumlah informasi tentang organisasi Tiger masuk ke ingatannya. Allen tersenyum manis karena Organisasi Tiger ternyata adalah salah satu kaki tangan Keluarga William.
"Perang terus berlanjut, aku tidak bisa diam disini." Allen menghilang bagaikan debu yang tertiup angin.
Dante dan pria tua di atas bukit melihat semua kejadian itu. "Sudah aku katakan Pria Bertopeng itu sangat jahat. Bahkan dia bisa menghilangkan tubuh Pejuang Beladiri tingkat 6," kata Dante sedikit merinding. Dia bersyukur tidak mencari gara-gara pada pertemuan sebelumnya.
Pak Tua di sebelah Dante merengut. "Katakan pada ketua, kita tidak bisa menggangu Aliansi Raja Surgawi sebelum Leluhur kembali dari pengasingan."
"Bukankah Ketua seorang Pejuang Tingkat 7, suruh dia membunuhnya langsung." Dante memberi saran.
Pak Tua menggelengkan kepala. "Dia pernah mendatangi Allen. Dia curiga Pria Bertopeng itu gurunya. Anehnya Ketua kehilangan jejak Allen yang hanya seorang Pejuang Tingkat 5. Kau tahu apa artinya, Kan."
"Tidak mungkin, Skill mata Ketua tak tertandingi. Bagaimana bocah itu bisa lolos."
Pak Tua mengalihkan pandangannya ke Dante. "Teknik Kaki yang mereka praktekkan sangat mirip. Jika tidak salah namanya Langkah Bayangan."
Setelah cukup lama berlari, Allen sampai di Pulau Nemo. Dia mendapati 200 anak-anak yang terluka parah. Mereka semua masuk ke dalam formasi untuk menyembuhkan diri.
"Budi, kenapa banyak sekali korban?" tanya Allen dengan wajah serius.
Budi menjawab sambil menundukkan kepala. "Ada lebih dari 5 Pejuang Tingkat 5, aku tidak bisa mengatasi mereka semua. Jadi..."
"Sudahlah lupakan, bagaimana dengan Shera dan Pedro. Aku tidak melihat mereka?" tanya Allen sambil melihat sekelilingnya.
"Pedro dan Shera terlalu memaksakan diri. Mereka masih berlatih di bawah Pohon Dunia." Budi menjawabnya dengan sedikit khawatir.
Allen memberikan 20 botol Pil Kebugaran. "Berikan pada mereka semua yang terluka." Kemudian Allen mengeluarkan Pil Pembentuk Tubuh. "Berikan ini juga pada mereka yang tidak terluka."
Pil Pembentuk Tubuh itu hanya tingkat paling rendah, jadi tidak akan menyiksa tubuh pasukannya. Perang masih berlanjut, tidak hanya perang fisik, tapi perang dunia maya juga.
Jery bersusah payah menghalau semua serangan. Dengan bantuan robot buatan Allen, dia bisa bekerja jauh lebih efektif.
[Selamat berhasil menghadang serangan Organisasi Tiger. Sistem memberimu tiket untuk naik ke Toko Sistem lantai kedua.]
Allen sedikit tersentak, dia langsung berlari ke bawah Pohon Dunia dan masuk ke alam bawah sadar.
__ADS_1
Menara Kuno yang merupakan tempat toko sistem tampak sama tak berubah. Allen masuk ke dalam dan langsung mendongak ke langit.
[Selamat datang pemain Allen, sekarang anda bisa mengakses lantai 2. Gunakan tangga di ujung ruangan untuk naik. Pastikan energi mental anda mencukupi.]
Allen langsung memfokuskan pandangannya ke tulisan energi mental. "Mungkinkah, masuk ke lantai dua butuh kekuatan Mental. Ini lebih merepotkan dari yang aku bayangkan."
Benar saja, ketika Allen menginjakkan kakinya ke tangga pertama. Wajahnya menjadi pucat dan energi mental langsung di tekan.
Allen mengeratkan giginya, ia melihat poin mental yang dimiliki.
[Mental : 91.]
"91 masih belum cukup untuk naik ke tangga ke dua. Sial sepertinya aku harus berkerja lebih keras." Allen ingin mengakhiri usahanya, tapi pemberitahuan sistem menghentikannya.
[Mental +1]
Allen dengan penuh semangat langsung membeli Pil Pemulih Mental di Toko Sistem. "Sial, harganya tidak masuk akal!."
[Pil Pemulihan Mental
Dalam 10 menit bisa memulihkan sebagian besar mental pengguna.
Harga : 1 juta Koin Emas.]
"Satu juta masih belum seberapa, ayo ambil 100!." Allen dengan penuh semangat menekan terus tombol beli. Namun peringatan muncul setelah pembelian ke 10.
[Batas bulanan telah terpenuhi, kembalilah setelah bukan depan.]
Tanpa mempermasalahkan toko sistem, Allen menelan satu Pil dan duduk di bawah tekanan mental. Dia berfokus mengembangkan kekuaran mentalnya.
[Mental +1.]
Setelah mencapai 93 poin mental, Allen melangkah ke tangga selanjutnya. Tekanan mental disini lebih kuat dari tangga sebelumnya.
Darah mulai mengalir keluar dari sudut bibirnya. "Ini masih terlalu sulit," katanya sambil melangkah lagi ke tangga pertama.
[Mental +2.]
Allen mencoba lagi ke tangga selanjutnya, setelah poin mental mencapai 95, dia bisa duduk bebas di tangga ke dua.
Tidak berasa waktu berlalu dengan cepat, Poin Mental Allen sudah mencapai 130 poin. Namun dia belum bisa melangkah ke tangga nomor 10 atau lantai dua. Pil Pemulihan Mental juga sudah habis, jadi ia hanya bisa menyerah untuk saat ini.
__ADS_1