
Perang saudara keluarga Ye berhasil selesai, Ye Mo tampak sangat sedih karena lebih dari 3/4 anggota keluarganya tewas.
Kepala Keluarga Ye saat ini juga terluka parah, butuh waktu untuk kesembuhannya.
Keluarga Son memberi bantuan finansial, mereka tidak bisa ikut campur dalam keluarga.
Ye Mo diminta sebagai kepala keluarga sementara. "Aku tahu banyak yang tidak setuju, tapi ijinkan aku membuktikannya."
Sebagai Kepala Keluarga paling muda, Ye Mo harus memimpin seluruh anggotanya keluar dari jurang kematian.
200 orang terluka parah, 1200 orang terluka ringan, dan 150 baru sembuh dari luka-lukanya.
Ye Mo berbicara di depan semua anggota keluarga yang masih selamat. Karena tidak ada tanggapan, ia melepaskan aura seorang Pejuang Tingkat 5.
"Apa aku masih belum layak?" tanya Ye Mo dengan tatapan mengancam.
Ayahnya seorang Pejuang Tingkat 5, sekarang Ye Mo juga tingkat 5. Jadi sudah tidak ada yang protes ketika bocah 19 tahun mengambil kursi Kepala Keluarga.
"Baiklah, sebelum mulai. Izinkan aku mengenalkan, mereka adalah Pasukan khusus yang telah membantu kita. Apa kalian ingat kemana aku pergi?" tanya Ye Mo dengan suara lantang.
Seorang pria menjawab, "Ke Kota K."
"Benar, aku ke Kota K. Perusahan tempatku bekerja punya porsi latihan khusus. Aku ingin semua anggota Keluarga Ye ikut bersamaku." Ye Mo langsung mengungkapkan keputusannya.
Anggota Keluarga Ye saling memandang, wajah mereka mengungkapkan ketidaksenangan.
"Aku tahu apa yang kalian pikirkan. Tapi lihatlah bagaimana keluarga kita terpecah hanya gara-gara kekuatan Demi Human." Ye Mo berteriak membangkitkan kesadaran semua orang.
Anggota Keluarga Ye yang tersisa hanya diam dan menunduk. Mereka tahu apa yang menjadi akar masalah perang saudara ini. Namun ego mereka terlalu tinggi dan membiarkan semuanya berjalan apa adanya. Akibatnya sekarang mereka terpecah, bahkan banyak korban berjatuhan.
"Kepala Keluarga, apa kamh punya alasan kuat kenapa kita harus bergabung dengan mereka?" tanya seorang pria berkacamata. Dia adalah ahli strategi Keluarga Ye, Ye Fashan.
Ye Mo menjawab dengan suara lembut, "Kamu adalah orang paling berpengetahuan disini, menurutmu bagaimana orang yang punya akar Spiritual tingkat 6 bisa menjadi seperti ini?"
Akar Spiritual di Keluarga Ye merupakan tolak ukur bakat seseorang. Akar Spiritual tingkat 6 adalah paling rendah no 2 di keluarnya.
Ye Qing hanya punya Akar Spiritual tingkat 3, makanya dia tidak boleh menjadi Kepala Keluarga. Hanya Akar Spiritual tingkat 2 dan 1 yang boleh. Kondisi Ye Mo sedikit spesial karena dia paling kuat di keluarganya.
__ADS_1
Itulah awal mula dari perang saudara ini, Ye Qing yang mendapat bantuan dari Demi Human menjadi jauh lebih kuat dari Kepala Keluarga. Untungnya dia terlalu sombong dan membiarkan Ye Mo menyerangnya.
Ye Fashan hanya diam, dalam teori seharusnya tidak mungkin Akar Spiritual tingkat 6 menjadi Pejuang Tingkat 5. Apalagi menjadi Pejuang Tingkat 5 di umurnya yang masih 19 tahun.
"Itu pasti karena alat pengukur saat itu salah." Ye Fashan masih bersikeras tidak percaya.
"Baiklah, ukur lagi!." Ye Mo menantang semua ketua yang hadir.
Ye Fashan yang punya pendirian kokoh langsung mengambil alat pengukuran. Ye Mo tanpa rasa takut langsung menyentuh bola putih, alat pengukur Akar Spiritual.
Alat itu memancarkan warna putih dan angka 6 di tengahnya. Ye Mo tersenyum tipis, ia berhasil membuktikan bahwa dia bukan seorang jenius.
"Apa sekarang kalian paham? Akar Spiritualku memang tingkat 6. Tapi pada umur 19 tahun aku bisa mencapai Pejuang Tingkat 5." Ye Mo membanggakan dirinya.
Ye Fashan tetap bersikukuh. "Tuan, bagaimana jika itu hanya bekerja untuk dirimu?"
Ye Mo menjawab dengan suara pelan. "Baiklah, kirimkan aku semua anak di bawah 20 tahun. Dalam 3 bulan akan aku buktikan pilihanku tidak akan salah!."
"Baik, Tuan!." Ye Fashan memberikan persetujuan, diikuti semua ketua yang hadir.
Allen tersenyum tipis melihat semua anak muda berkumpul di depannya. "Siapa yang ingin mengundurkan diri, aku tidak akan memaksa juga tidak akan memberi hukuman."
Seorang wanita bertangan satu bertanya, "Bos, fisikku sudah tidak mungkin berlatih Beladiri. Apa aku masih boleh ikut?" tanyanya dengan mata yang berkaca-kaca. Dia kehilangan orang tuanya karena perang saudara kali ini.
"Aku tidak peduli dengan bakat atau fisik kalian. Hanya dua yang aku inginkan, kesetiaan dan tekad menjadi kuat!." Allen mengatakannya dengan suara tegas.
Wanita itu menangis dan mengepalkan tangannya. "Aku akan ikut meskipun harus ke neraka!."
"Aku suka tekadmu, sekarang kalian harus memutuskan." Allen memberikan pilihan pada anggota keluarga Ye.
30 anak pergi meninggalkan barisan, mereka punya status yang kuat di keluarga.
60 anak berdiri tegap dengan tekad ingin bertambah kuat, mereka semua yatim piatu. Keluarganya terlah meninggal di dalam perang saudara.
Allen bertepuk tangan. "Selamat kalian sudah berhasil lolos ujian pertama. Ujian selanjutnya adalah kesetiaan, apa kalian bersedia mengucap Sumpah Darah."
"Sumpah Darah?" semua orang bertanya-tanya. Tidak ada yang tahu tentang sumpah darah.
__ADS_1
Ye Mo datang dan menjelaskan semuanya, dia sendiri yang menjadi bukti bahwa Allen bukan orang jahat.
"Aku tidak memaksamu. Jika Ye Mo bilang aku bukan orang jahat, tentu salah. Jujur aku akan menjadi monster di depan musuhku!." Allen melepaskan aura mengancam.
60 anak langsung ketakutan hingga mereka terjatuh. Bahkan 50 anak pingsan karena tak kuasa menahannya.
Ye Mo dengan susah payah membantu mereka semua bangun. Shera dan Pedro hanya menonton karena meraka tidak ada urusannya dengan Keluarga Ye saat ini.
Beberapa saat kemudian, anak-anak itu bangun. Allen masih berdiri di tempatnya, wajahnya tampak tidak puas.
Ye Mo berteriak, "Siap!."
Semua anggota keluarga Ye yang terpilih berdiri tegap. Mereka semua tahu harus berbuat apa, tanpa peringatan satu persatu langsung mengucap Sumpah Darah sesuai tuntunan Ye Mo.
Allen tersenyum dan berkata, "Selamat, kalian lulus ujian kedua. Untuk sementara minum pil ini. Besok kita akan berangka ke Kota K untuk latihan, waktu kalian hanya 3 bulan."
"Siap, Bos!."
Ye Mo membagikan Pil Kebugaran untuk membantu memulihkan stamina mereka. Allen sendiri menghilang menemui Drakula.
"Bagaimana situasinya?" tanya Allen.
"Ada 2 pengintai tingkat 5, kami sudah mengeksekusinya." Drakula memimpin operasi pelindung.
"Bagus, tanah mereka semua sampai besok. Kita tidak boleh terekspos terlalu banyak." Allen tidak boleh terlalu aktif di Dunia Beladiri karena dia masih lemah.
Melawan dua Demi Human saja kesusahan, apalagi melawan banyak musuh. Allen juga harus segera membangkitkan Pulau Nemo untuk tempat pelatihan.
"Kita tidak punya banyak waktu, bawa semua anak-anak malam ini." Allen mengirim telepati ke Ye Mo.
Tanpa bertanya, Ye Mo langsung menghentikan semua orang masuk kamar. Mereka langsung berlari ke stasiun dan menuju Kota K bersama Ye Mo.
Allen dan semua anggotanya harus berlari karena kedatangan. Tanpa peringatan mereka langsung mengenakan topeng dan berlari dengan kecepatan penuh.
Son Hyuk kembali ke Pulau Nemo, anggota lainnya kembali ke tempatnya masing-masing. Allen melihat ada banyak orang mencurigakan sedang mengintai Perusahaan Allen.
"Drakula, aku serahkan mereka semua padamu." Allen memberi perintah.
__ADS_1
"Baik, Bos." Drakula langsung bergegas dan menghisap darah para musuh hingga kering. Semua itu dilakukan dalam 10 menit saja.
"Sudah lama aku tidak merasakan darah manusia, ternyata rasanya masih lezat seperti dulu."