Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Seleksi


__ADS_3

Allen reflek langsung melempar Budi ke dalam kamar mandi, ia langsung menutupnya dan segera menuju ke arah pintu.


Sebelum membuka pintu, Allen menghela napas panjang. Tepat saat pintu dibuka, 8 pelayan berdiri di depan pintu.


"Masukkan, temanku masih buang air besar."


Para pelayan tidak curiga kecuali satu resepsionis. Ia masih memandang Allen sebagai pria tidak normal.


Setelah semua makanan di siapkan, para pelayan pergi dan hanya menyisakan Allen dan Resepsionis.


"Teman Anda sangat lama tuan, apa perlu aku mengetuknya?" tanya Resepsionis dengan suara pelan.


Allen menggelengkan kepala dengan wajah datar. "Tidak perlu, biasa orang itu sangat lama di WC."


Resepsionis meninggalkan kamar dengan perasaan curiga. Namun ia sudah tidak punya alasan untuk tetap tinggal.


"Baiklah, Tuan. Tolong hubungi kami jika membutuhkan sesuatu."


"Oh iya, nanti temanku Nathan datang. Arahkan dia ke sini." Allen menitipkan pesannya.


"Baik, Tuan."


Allen menghela napas dan menutup pintunya. Setelah beberapa saat untungnya Budi sadar dan langsung membersihkan badannya.


Di waktu yang hampir bersamaan, Nathan datang membawa pakaian ganti untuk Budi. Karena rekonstruksi tubuh Budi berjalan lancar, pakaian yang bawa Nathan tampak kekecilan.


"Apa perasaanku saja, pria aneh itu bertambah besar." Nathan mencoba menyampaikan pikirannya.


"Ya, dia bertambah besar." Allen menjawabnya dengan perasaan tenang.


Budi sendiri tidak peduli apa yang mereka bicarakan, tetapi ia merasa auranya keluar dari tubuhnya terus menerus.


"Bos, aku merasa..."


Sebelum menyelesaikan perkataannya, Allen sudah berbalik dan mengangguk. "Gunakan teknik yang aku berikan, kendalikan aura bocor itu," katanya sambil menunjuk Budi.


Setelah melihat Budi melatih Teknik Jiwa, Nathan dan Allen mencari tempat duduk.


"Aku sudah menyebarkan banyak rumor tentang kita. Seharusnya mulai besok banyak orang melamar bergabung dengan kita."


Allem mengerutkan keningnya, ia tidak menduga Nathan akan seagresif itu. "Sepertinya aku tidak harus menyembunyikan kekuatanku."


"Aku tahu kau sangat kuat, Bos."


Allen menggelengkan kepala. "Sejujurnya aku hanya pria biasa di dunia Beladiri. Dibandingkan dengan Budi saat ini, aku kalah dalam fisik dan stamina."


Namun pertarungan tidak hanya di tentukan kekuatan, melainkan ditentukan oleh siapa yang berdiri paling akhir.

__ADS_1


Sejarah menulis banyak orang kuat, tetapi mereka tetap mati di makan umur atau mati karena trik dari para sarjana.


Nathan menoleh ke arah Budi yang sedang menerapkan gerakan beladirinya. "Kau bercanda kan, Bos?"


"Tidak, dia memang lebih kuat dariku. Tapi dalam pertempuran tidak hanya di tentukan kekuatan saja. Kau juga bisa menggunakan ini," kata Allen sambil menunjuk pelipisnya.


Nathan tahu seberapa kuat bosnya, tapi pria berotot yang tampak bodoh itu lebih kuat lagi. "Sial, aku baru saja mengejeknya," ucap Nathan mulai berpikir dua kali.


"Hem..."


Allen segera memikirkan langkah selanjutnya, ia sudah melempar jaring pada Oliver dan keluarganya. Seharusnya sebentar lagi orang-orang juga akan mendatanginya.


Setelah pembicaraan panjang, Allen dan Nathan pergi meninggalkan Budi di penginapan. Mereka langsung menuju ke Perusahaan Allen untuk mempersiapkan perekrutan.


Setelah mereka sampai, Allen dan Nathan terperangah karena lebih dari 1000 orang telah mengantre. Mereka semua ingin melamar menjadi pasukan khusus.


Tiwi yang sudah mendapat berita langsung mendata semua pendaftar dengan baik. Dia di bantu oleh 5 rekannya, semuanya bekerja dengan baik.


Nathan tampak senang karena semua orang kuat ini akan menjadi bagian darinya. Namun Allen merasa ada yang aneh, seharusnya orang yang datang tidak sebanyak ini.


Mata Dunia digunakan untuk melihat 5 detik masa depan. Pikiran Allen langsung melayang dan matanya melihat 7 orang keluar dari perusahaan sambil membawa HP.


Perkataan mereka sangat jelas, semuanya melaporkan banyaknya pelamar dan beberapa orang mencurigakan.


Tepat setelah lima detik, pikiran Allen kembali ke masa sekarang. Ia langsung menggukan keterampilan sistem untuk melihat siapa mata-mata yang di kirim perusahaan lain.


"Nathan, apa kau punya akses untuk mencari identitas para mata-mata?" tanya Allen yang belum keluar mobil.


Nathan menjadi serius, ia melihat para pelamar yang mengantre di depan pintu perusahaan. "Aku tidak punya akses untuk mencari identitas mereka. Tapi berikan waktu 1 hari, Nala akan menyelesaikannya."


"Satu hari terlalu lama, sekarang catata nama-nama ini. Kemudian cari tahu darimana mereka berasal, dalam 1 jam serahkan ke Tiwi."


Allen menggunakan keterampilan sistem untuk mencari tahu namanya. Kemudian ia menyebutkan nama para pelamar yang mencurigakan.


Nathan tidak sadar sudah menulis lebih dari 200 nama orang yang belum pernah ia temui. Setelahnya ia langsung mengirimnya ke Nala untuk segera di lacak.


"Sekarang ayo temui mereka semua."


Allen keluar dari mobil dan langsung berjalan masuk tanpa mengantre. Penjaga keamanan juga membiarkan mereka masuk tanpa harus mengantre.


"Siapa sebenarnya kalian?" tanya seorang pelamar.


"Pegawai perusahaan," jawab Nathan dengan suara santai. Setelah menjawabnya, Allen dan Nathan langsung masuk ke dalam.


"Nathan, perhatikan orang yang tadi bertanya. Aku merasakan energi yang sangat jahat darinya, namanya Desta."


Nathan orang yang mudah mengingat wajah seseorang, jadi ia langsung mengingatnya dan memasukkannya dalam daftar orang diwaspadai.

__ADS_1


Pendaftarannya berjalan lancar, Tiwi dan rekan-rekannya berhasil menyelesaikan semuanya sebelum jam 3 sore.


Allen dan Nathan juga ikut membantu pendataan, keduanya langsung menyeleksi anggota yang patut dipantau.


"Bos, orang-orang ini tidak punya riwayat beladiri. Jika tebakanku benar, mereka ingin mengadu nasib di kota."


Allen menerima beberapa daftar riwayat pelamar, semua daftar nama berumur 18 tahun. Lebih mengerikannya lagi, mereka datang dari desa terpencil layaknya Allen.


"40 bocah kemarin sore ingin menjadi pasukan khusus. Haruskah aku tertawa," ucap Allen tersenyum kecut.


Nathan ingin sekali memukul wajah bosnya, umurnya juga masih termasuk bocah. 24 tahun menjadi pejuang tingkat 5, itu hal yang mustahil dicapai manusia biasa.


"Untuk sekarang kumpulkan 40 bocah ini. Bawa mereka ke hutan belakang, aku sendiri yang akan mengurusnya." Allen tidak melihat ada anak muda yang menjadi mata-mata, jadi ia berharap banyak pada mereka.


"Ok, Bos."


Nathan memanggil beberapa nama dan menyuruh mereka ke belakang gedung, sedangkan pejuang beladiri lainnya menuju ruang tengah bersama mereka.


40 bocah 18 tahunan datang dan berdiri di belakang gedung. Mereka menatap sebuah rumah singgah dengan perasaan bingung.


Setelah 5 menit tidak ada yang menemui mereka, para bocah itu mulai gadung dan saling bicara dengan teman di sampingnya.


Allen memperhatikan 40 bocah degan kemampuan sistem. Ia bisa melihat total kekuatan para bocah, semuanya di bawah angka 100.


"Sepertinya pilihanku sangat tepat." Allen mulai melangkah keluar dari rumah singgah.


Ketika melihat Allen berjalan mendekat, semua bocah saling mengingatkan dan diam.


"Aku suka dengan sikap kalian. Apa ada yang mengdenalku?" tanya Allen dengan suara pelan.


Salah seorang bocah berusia 18 tahun dengan rambut hitam panjang mengangkat tangannya. "Bos perusahan, Allen," katanya dengan suara tegas.


Allen menyempitkan matanya dan melihat bahwa bocah berambut panjang itu adalah seorang pria.


"Seorang pria berambut panjang, aku suka gayamu. Darimana asalmu?"


"Ye Mo, dari Kota C."


Keluarga besar Ye adalah keluarga para petarung beladiri terbesar nomor 5 di kotanya. Namun akhir-akhir ini mereka sedikit menurun karena banyak keturunannya telah tewas di medan perang.


Banyak rumor mengatakan bahwa para keturunan keluarga Ye sengaja di celakai karena persaingan. Allen sudah membaca banyak buku tentang mereka di kehidupan sebelumnya, keluarga Ye akan musnah pada akhir tahun 2019 bersamaan dengan pademi bedar. Mereka di kaitkan dengan pandemi virus itu dan dijadikan kambing hitam. Hasilnya tidak ada satupun keturunan Keluarga Ye yang selamat.


Namun sekarang salah satu keluarga Ye berada di depan pintu Perusahaan Allen. Artinya perusahaannya akan bersinggungan dengan pasukan bedar yang mengatur dunia.


"Ye Mo, bakat yang menarik."


Allen tampak serius dan menatap semua orang, aura lembut mulai keluar dari tubuhnya. Seketika 32 bocah jatuh pingsan, 5 lainnya berlutut sambil menatap tajam ke arah Allen. Hanya 3 orang yang masih berdiri, meskipun mereka bersusah payah untuk tetap berdiri.

__ADS_1


"Bagus, kalian semua lolos." Allen memberi tepuk tangan.


__ADS_2