
Sepuluh orang yang menghadang teknik itu adalah Simon dan kelompoknya, meski sudah berhasil menghentikan teknik 100 telapak penghancur bumi, pakaiannya masih sobek-sobek.
“Bos, sepertinya itu terlalu berlebihan.” Simon berjalan mendekat dan memberi hormat.
Allen menggelengkan kepala. “Tidak, dia masih punya teknik penyelamatan diri. Jadi mati sekali bukan masalah untuknya.”
Meskipun Yi Jing bisa hidup kembali setelah mati sekali, tapi keterampilannya itu menggunakan kekuatan batin dan jiwanya. Setelah dihidupkan lagi, dia tidak akan bisa lebih kuat dari saat ini. Allen tidak mengetahui fakta tersebut, dia hanya mengetahui bahwa Yi Jing bisa hidup kembali.
“Itu tadi teknik 100 telapak tanganku, bagaimana kau bisa menggunakannya?” tanya Yi Jing penasaran.
“Tidak ada yang bisa membohongi mataku, jadi menggunakan keterampilan orang lain bukan masalah bagiku. Sayangnya menggunakan keterampilan orang lain memakai energi yang terlalu banyak.”
Yi Jing berpikir sejenak, akhirnya dia memutuskan untuk bergabung dengan Raja Surgawi dan mengucap sumpah darah tanpa paksaan. Dia merasa Allen dan kelompoknya mempunyai mimpi dan perkembangan kekuatan yang sangat mengerikan. Anak berumur 20an berhasil menjadi pejuang beladiri tingkat 8.
“Setelah masuk, ubah semua pola pikirmu tentang kekuatan dunia. Simon aku serahkan dia padamu, aku ada urusan yang harus diselesaikan dengan seseorang.” Allen menghilang seperti debu yang tertiup angin.
Simon dan kelompoknya segera memberi hormat pada Yi Jing yang baru bergabung, mereka membimbingnya untuk menjadi anggota yang seutuhnya. Meskipun seorang pejuang tingkat 8, dia harus melalui tahapan yang resmi. Untuk menjadi anggota inti, dia harus melalui berbagai ujian termasuk memasuki Pulau Nemo yang berada di tengah formasi.
Allen keluar menemui seseorang di Kota A, dia adalah Reza yang berpakaian rapi serta membawa 2 pengawal yang setara dengan pejuang tingkat 8. Kacamata hitam menutupi matanya yang sudah berwarna hijau terang, Reza dan keluarga Morgan sudah resmi bekerja sama dengan makhluk luar angkasa.
“Allen, aku sekarang tahu siapa kamu. Jadi jangan membuat alasan lagi,” kata Reza.
“Memangnya apa yang kamu tahu, temanku?” tanya Allen dengan suara santai, bahkan dia identitasnya terbongkar apa yang bisa dilakukan Reza dengan dua pengawalnya.
Reza melepas kacamatanya, pupil matanya yang berwarna hijau terang menampilkan kekuatan yang dimiliki targetnya. “Aku tidak percaya kamu menjadi pejuang beladiri tingkat 8, bukankah kita masih ada ruang untuk berdamai?” tanyanya.
[Reza
Umur : 112 tahun.
Elemen : ??
Total Kekuatan : 380.232.]
Umurnya bertambah dengan kecepatan yang tidak wajar, Allen bisa menyimpulkan ada bantuan teknologi dari dunia lain. Meskipun hanya 100 tahun, Reza lebih kuat dari ayahnya David yang terbunuh oleh anaknya sendiri.
__ADS_1
Allen menggelengkan kepala, dia tahu Reza akan menghubunginya cepat atau lambat. Karena identitasnya sudah terbongkar, tidak ada alasan lagi untuk bersembunyi.
"Jangan harap, kita sudah bermusuhan sejak kehidupan sebelumnya. Jadi jangan berharap!" jawab Allen dengan sedikit geraman marah.
Reza mengangkat kedua tangannya, dia mencoba menjelaskan apa yang ada di pikirannya.
"Berpikir dingin adalah kunci kesuksesan. Bukankah kita bisa bekerja sama dan menumbangkan William bersama-sama?" tanyanya berusaha meyakinkan Allen.
Tidak sampai disitu, Reza menawarkan banyak sumber daya yang tidak dimiliki orang biasa. Namun Allen tetap menolak untuk bekerja sama dengan Keluarga Windsor.
"Jadi kamu memilih untuk mati." Reza langsung mengaktifkan susunan formasi dengan teknologi yang canggih.
Allen langsung menggunakan mode bertarung, rambutnya berubah putih dan matanya menjadi merah.
"Jadi ini teknologi masa depan yang kalian miliki. Sungguh daya hancur yang sangat kuat." Allen bisa melihat bahwa susunan yang mengurung mereka bisa meledak kapan saja. Daya ledakannya juga tidak main-main. Sekali meledak, formasi ini menyaingi kekuatan dari Nuklir buatan manusia.
"Oh, kamu juga tahu formasi ini bisa meledakkan dirinya. Artinya kamu dipastikan akan mati disini!" ucap Reza dengan penuh percaya diri.
Sebagai pewaris keluarga Windsor, Reza sudah merencanakan semuanya. Makanya dia membawa 2 Pejuang Tingkat 8. Bahkan jika ada kemungkinan dia kalah, formasi ini akan meledak dengan sendirinya.
Allen tidak percaya dipaksa bertarung dalam kondisi yang belum siap. Namun tidak ada yang tahu bahwa dirinya punya toko sistem.
Energi pedang terbentuk dari dua jarinya, Allen tampak sangat tenang meskipun dikepung 3 orang.
Sebuah bola energi merah berukuran besar mengarah padanya, Allen mundur menghindari ledakan bola energi. Gelombang besar langsung menghanguskan sekitarnya.
"Bola api yang mengesankan." Allen masih sempat memuji ketrampilan Reza.
Namun tepat setelah dia mengatakan itu, dua tinju raksasa menghantamnya. Karena tidak ada kesempatan mundur, Allen menghadangnya dengan Pedang Energi.
Dua tinju raksasa bentrok dengan pedang energi, Allen yang memiliki kekuatan yang sedikit rendah langsung diterbangkan.
Pakaiannya robek, darah tipis mulai mengalir di kedua lengannya. Allen masih sangat tenang, Tubuh Ilahi Raja Perang langsung menyembuhkannya.
"Reza ada apa denganmu, biasanya kau banyak bicara dan jarang menyerang." Allen mengejek Reza yang sedang merapalkan sesuatu.
__ADS_1
Telapak tangan raksasa mengarah padanya, Allen menghindar demi menghemat energi. Telak tangan itu menghantam tanah hingga menyebabkan debu disekitar beterbangan.
Pandangan mata yang terbatas membaut manusia kebingungan. Namun sayangnya Allen punya Mata Dunia, dia bisa melihat dengan pasti pergerakan Reza dan kawan-kawannya.
Tinju raksasa muncul dari kanannya, Allen tidak mundur. Dia justru melangkah maju mengarahkan pedang energinya ke Reza. Tidak lupa dia membanting bom asap ke tanah.
Ledakan bom asap membuat alat canggih yang mereka gunakan tiba-tiba mati. Bos asap itu terbuat dari material khusus yang bisa merusak peralatan, khususnya besi.
Pedang energi Allen dengan kecepatan tinggi menusuk perut Reza tanpa perlawanan. Meskipun berhasil mengenai target, Allen merasa ada yang aneh dengan pergerakan musuh. Akhirnya dia memilih untuk bersembunyi di balik pohon.
Ternyata tebakannya benar, Reza menyembunyikan tubuh aslinya di bawah tanah. Sedangkan orang yang bertarung dari tadi hanyalah boneka tanah yang dia buat.
Meskipun begitu, Allen sedikit bingung karena Mata Dunia tidak mengungkapkan kebenarannya.
Reza yang sudah tahu Allen bersembunyi langsung memancing perkara. "Sialan, Mata spesial miliknya sangat merepotkan. Aku yakin dia ada disekitar sini, mungkin saja sedang terluka."
Allen dan Reza saling mengerti, duanya tidak bisa bergerak semena-mena karena nyawa bisa menjadi taruhannya.
Persembunyian Allen masih menjadi yang terbaik, tapi sebuah alat dikeluarkan Reza. Setelah menekan tombol di tengah, gelombang suara keluar dan mengenai tubuh Allen. Posisinya sekarang diketahui, Allen yang cerdas tidak langsung mengungkapkan keberadaannya.
Dia keluar sambil memegang lengan kanannya. "Kau memang licik seperti biasanya, Reza!"
Reza juga tidak kalah cerdas, dia kebingungan kenapa Allen bisa terluka begitu mudah. "Cepat ringkus dia!" katanya.
Salah seorang pengawal mendatangi Allen dengan gagah berani. Dia menurunkan kewaspadaannya karena menganggap Allen sudah menyerah.
Namun tepat setelah dia memasuki jangkauan serang Allen, tubuhnya tiba-tiba menjadi dingin. Dia tidak sadar bahwa nyawanya sudah ada di ujung tanduk.
"Tidak, Kakak!" teriak salah seorang pengawal.
Sambil menyerang Allen, dia mencoba meraih tubuh kakaknya yang tergeletak kaki. Serangan Pedang Energi Allen mengandung racun yang sangat mematikan. Jadi tidak mungkin menyelamatkannya dengan luka fatal sepeti itu.
"Aku akan membunuhmu!" teriak Si Adik dengan penuh amarah. Namun Reza menghentikannya.
"Jangan gegabah, berikan obat ini pada kakakmu. Kita harus segera mengalahkannya dan keluar secepatnya."
__ADS_1
Allen tertawa keras. "Siapa yang punya ide untuk mengurung kita di sini. Anggap saja kematian kakakmu itu karena ulah Reza yang terlalu bodoh."