
Tidak banyak yang tahu organisasi Pemburu, mereka tidak pernah muncul di permukaan karena alasan khusus. Para tetua mereka punya umur di atas 100 tahun, Kakek David adalah pemimpin organisasi ke 4. Jadi secara otomatis ia adalah penerus setelah ayahnya.
Organisasi Pemburu sangat dalam, ada 3 Pejuang tingkat 7 dan 1 tingkat 8. Mereka semua sangat tua dan tidak menunjukkan dirinya ke permukaan. Bisa dibilang mereka terus bermeditasi untuk mencari pencerahan. Organisasi ini bergerak di bidang informasi, jadi anggotanya tersebar di seluruh dunia. Bisa dibilang tidak ada yang tidak diketahui organisasi Pemburu.
Jika Reza adalah seorang pangeran yang mengetahui semua kejadian di dunia, David adalah mata yang bisa melihat setiap kejadian di seluruh dunia. William lebih mengerikan, ia bisa membalikkan dunia dengan kekuatan kakek tertuanya. Ketiga lawan Allen bukan manusia biasa, mereka tidak hanya kaya raya tapi juga sangat pintar.
Proyek pembuatan Toko Bangunan dan semua rencana lainnya telah berjalan, semua urusan di tangani Tiwi dengan sangat baik. Allen fokus mengerjakan misi harian dan melakukan beberapa latihan.
Tidak berasa 4 bulan telah berlalu, Allen mencapai puncak level 2 dalam waktu singkat. Hari ini ia ingin bertemu dengan Kakek Jojo, tempatnya cukup mewah untuk orang seperti Allen.
“Sangat disayangkan tempat ini akan tutup 3 tahun lagi.” Allen bergumam pelan. Seorang pria berpakaian rapi di dalam mobil mendengarnya.
Allen melanjutkan langkah kakinya, ia langsung menuju lantai paling atas dan menemui Harjo Susanto. Lantai paling atas hanya disediakan untuk tamu VVIP, bisa di bilang Kakek Jojo adalah pelanggan tetap restoran ini.
Sebelum duduk, Allen mendapat sapaan hangat dari Kakek Jojo dan cucunya yang berumur 20 tahunan.
“Akhirnya kau datang, bocah nakal,” kata Kakek Jojo sambil mengulurkan tangannya untuk jabat tangan.
Allen menerima jawab tangan Kakek Jojo, ia tersenyum tipis dan menjawab, “Maaf membuat Anda menunggu, Kek.”
“Tidak perlu terlalu sopan, duduklah. Mari bahas bisnis lainnya!” kata Kakek Jojo sambil tertawa kecil.
Tidak dapat dipungkiri, hanya dengan 4 bulan berkerja sama dengan Allen mendapatkan keuntungan yang menjanjikan. Bagaimana tidak menjanjikan, lebih dari 5 tender besar telah dimenangkan tim mereka. Semua itu bisa berhasil karena Tiwi yang menyebar proposal terbaik, semua itu tidak lepas dari arahan Allen.
Allen dan Kakek Jojo duduk, tapi sang cucu tidak duduk. Allen merasa aneh karena tidak terbiasa dengan situasi ini, anak seusianya berdiri di depannya.
“Kek, kenapa cucumu tidak duduk?”
“Aku juga tidak tahu, mungkin dia betah berdiri.”
Keduanya berbincang tentang bisnis yang mungkin menguntungkan. Cucu Kakek Jojo tampak membelalakkan matanya ketika mendengar semua rencana yang dikatakan Allen. Meskipun masih kasar, ia merasakan adanya gelombang perubahan besar-besaran pada tahun 2011 nanti.
__ADS_1
Masalah uang sudah terpecahkan, Harjo Susanto akan mendanai semua bisnis yang ingin dijalankan Allen. Semua itu bisa terjadi karena satu prestasinya membangun Toko Bangunan dalam 4 bulan.
Setelah 1 jam berbicara bisnis, Allen dan Kakek Jojo tampak sedang bersantai sambil menyenderkan punggungnya ke kursi. Mereka menikmati makanan layaknya pria biasa, tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar.
Kakek Jojo mengerutkan kening, ia tidak pernah di ganggu sebelumnya. Sebutannya sebagai seorang VVIP tidak bisa diremehkan, seharusnya tidak ada yang berani mengetuk pintu kecuali pemilik restoran.
“Buka pintunya,” kata Kakek Jojo.
Cucu kakek yang tidak diketahui namanya, segera berjalan dan membuka pintu. Benar saja sosok pemilik restoran yang sangat tampan bak seorang pangeran melangkah masuk.
“Salam, Paman Harjo. Maaf mengganggu Anda, bisakah saya berbicara dengan anak muda di depan Anda?” tanyanya sambil membungkukkan sedikit badannya.
Tidak bisa dipungkiri, pemilik restoran itu tidak hanya tampan tapi juga sangat sopan. Allen tertegun sejenak karena melihat sikapnya, matanya terbuka sedikit karena merasakan aura yang cukup kuat. Bisa dibilang pemilik restoran seorang pejuang beladiri tingkat 4.
“Haha, aku yakin kau juga sangat tertarik dengan bocah nakal ini. Duduklah, mari bicara!” jawab Kakek Jojo dengan santai sambil menunjuk satu kursi yang masih kosong.
Pemilik restoran duduk dengan sopan, ia langsung melirik ke arah Allen dengan tatapan yang tajam. “Apa maksudmu restoran ini akan bangkrut 3 tahun lagi?” tanyanya dengan suara pelan.
Allen menghela napas pelan. “Semua itu karenamu, restoran ini akan dilanda sebuah insiden buatan. Karena keegoisanmu, mungkin saja kejadian itu akan lebih cepat.”
“Apa menurutmu restoran ini terus berjalan lancar tanpa pengaruh ayah dan kakakmu yang berkerja di pemerintahan?”
Pemilik restoran mengerutkan kening, jelas dia sangat percaya dengan kemampuannya. Bahkan ayah dan kakaknya selalu memuji usaha mewah dan caranya mengelola uang.
“Aku bisa pastikan keduanya tidak berpengaruh pada bisnisku!”
Mendengar jawaban lawan bicaranya, Allen tersenyum tipis. Hal itu sangat membingungkan, bahkan Harjo juga tampak berpikir keras.
“Perkataanku nomor dua sudah terbukti. Prediksiku yang pertama akan terjadi setelah ayahmu turun dari jabatannya sebagai orang nomor 2 di Kota K.” Allen memberikan pernyataan yang berani.
Pemilik Restoran tidak bisa memahaminya, ayahnya tidak bisa turun jabatan karena kekuatan koneksinya. Namun Pemilik mulai berpikir keras karena adanya banyak kejahatan di kota saat ini.
__ADS_1
“Seperti yang kau pikirkan, pertarungan dengan Kota R akan berdampak pada jabatan ayahmu. Apa kau pikir ayahmu tidak punya musuh?” tanya Allen melanjutkan pernyataannya.
“Mereka tidak akan bisa menggulingkan bisnis yang sudah aku bangun.” Pemilik Restoran segera berdiri dan meninggalkan ruang VVIP. Dia mencoba untuk melupakan perkataan Allen, tapi semua perkataannya mulai masuk akal setelah ia melihat ponselnya.
Langkah kakinya mulai gemetar, membuang harga dirinya, Pemilik Restoran kembali ke ruang VVIP tanpa mengetuk pintu dan membukanya secara kasar. “Sialan, bagaimana kau tahu semuanya?” teriak Pemilik Restoran.
“Hi bukankah tidak sopan bertanya tanpa memperkenalkan dirinya?” tanya Allen membalikkan pertanyaan tidak sopan Pemilik Restoran.
“Maafkan ketidaksopanan saya, namaku Jamie Oliver. Bagaimana Anda bisa menyimpulkan semua bisnisku akan tutup?”
Allen menggelengkan kepala. “Siapa bilang semua bisnismu akan tutup, mereka tidak tutup hanya saja kau akan masuk penjara karena skema yang mengerikan. Beberapa bisnismu akan di ambil alih pemerintah dan di lelang.”
“Kau mengatakannya seperti mengetahui semuanya!”
“Tidak seperti itu, aku hanya memprediksinya. Semua mulai berjalan tidak karuan, Walikota akan turun tahun depan karena banyaknya korban akibat ulah anaknya.” Allen memberikan penjelasan yang lebih masuk akal.
Bukan lagi menjadi rahasia, pertarungan Putra Penguasa Kota R dan anak dari Walikota Kota K. Meskipun begitu seharusnya tidak menjadi masalah yang seserius itu.
“Duduklah dulu, dengarkan semua ceritaku. Mungkin itu bisa menjadi informasi yang sangat membantumu.”
Allen mulai menceritakan detail peristiwa yang ia alami di pusat perbelanjaan dan restoran mewah. Semuanya terjadi penyerangan dari Kota R, pasukan khusus dari Kota K sudah mulai turun tangan tapi Kota R belum mengirim para Pejuang Beladiri mereka. Artinya Kota R memandang rendah Kota K saat ini, bisa dibilang semua akan menjadi lebih rumit dan menegangkan.
“Bagaimana aku menyelamatkan keluarga dan bisnisku?” tanya Jamie Oliver dengan sopan.
“Aku tidak tahu, mungkin Kakek Jojo punya rencana untuk ini?”
Harjo Susanto menggelengkan kepala. Perseteruan antara Kota K dan Kota R bisa mempengaruhi semua bisnisnya jika ikut campur, jadi ia memilih untuk lepas tangan.
Jamie Oliver melihat ekspresi tenang dari Allen, jadi ia langsung mengerti apa yang diinginkan bocah nakal itu. “Apa yang Anda inginkan, aku Jamie Oliver akan berhutang budi padamu.”
Allen tersenyum tipis, hal itu membuat Harjo Susanto dan cucunya merinding. Keduanya tahu bahwa Allen sudah merencanakan ini sejak awal.
__ADS_1
“Baiklah, mari bicarakan dengan kepala dingin. Aku bukan orang jahat jadi dengarkan semuanya.”
Allen benar-benar cerdas, ia mencoba membangun sebuah koneksi kuat untuk menghadang semua serangan musuhnya. Reza dan William sangat kuat, itulah yang dipikirkan Allen saat ini. Padahal musuh yang paling mengerikan adalah David yang bersembunyi di balik semua kejadian ini.