Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Berlatih


__ADS_3

Kakinya melangkah dengan sangat cepat, pisau di lemparnya. Pria berjaket hitam menatap tajam ke arah Allen, tangannya mengepal dan mencari kesempatan untuk menyerang.


Allen menyadari lemparan pisau hanya tipuan, ia jongkok untuk menghindari pisau. Kedua telapak tangannya membuka dan menghadang pukulan musuh. Awalnya Allen mengira pria berjaket hitam sangat kuat, makanya ia menggunakan kekuatan penuh. Namun siapa yang menyangka, tepat setelah serangan mereka bertemu, pria berjaket hitam terpental jauh hingga menghantam pohon.


Karena peningkatan kekuatan, Allen kurang dalam kontrolnya. Sehingga ia hampir membunuh pria berjaket hitam. Untuk memastikan identitas musuhnya, Allen mendekat dan bertanya lagi.


“Siapa yang menyuruhmu mencari pemilik toko?” tanya Allen menyembunyikan identitasnya.


“Bodoh, mana mungkin aku mengatakannya!” jawab pria berjaket hitam sambil melempar ludahnya ke arah Allen.


Dengan sedikit gerakan Allen menghindari ludah musuhnya. Pandangannya teralihkan beberapa detik saja, tapi pria berjaket hitam sudah menggunakan trik pamungkasnya.


“Racun?” gumam Allen pelan.


Racun yang digunakan sering dipakai para pembunuh bayaran untuk keadaan terdesak. Allen pernah melihat mereka melawan William di kehidupan sebelumnya. Pembunuh bayaran yang menyerang William jauh lebih mengerikan dari ini, saat itu mereka membawa pedang dan sebuah kapak.


Allen pada waktu itu hanya bisa kagum pada William yang sangat kuat, tangan kanannya bisa menghentikan sayatan pedang tajam. Namun saat ini ia mengerti mengapa William bisa sangat kuat, ternyata ia adalah seorang Pejuang tingkat 5 atau mungkin 6. Penyerangan itu terjadi 5 tahun lagi, atau lebih tepatnya di tahun 2015. Kala itu perusahaan teknologi William telah berkembang terlalu pesat, bahkan perusahaan dunia yang mengelola mesin pencarian internet iri padanya.


Tubuh pria berjaket hitam mulai menguap, Allen tidak pernah melihat hal seperti ini sebelumnya.


“Pembunuh bayaran Ular Naga, seharusnya mereka sudah hancur!” ucap Budi yang baru datang. Keluarganya pernah berperang dengan organisasi Ular Naga, mereka berhasil menghapus setiap anggota organisasi Ular Naga. Siapa yang menyangka ternyata masih ada anggota yang selamat dari kejadian itu.


“Kenapa organisasi pembunuh mencariku?” tanya Allen yang kebingungan.


“Potensi keuntungan yang Anda dapat terlalu tinggi. Pasti banyak orang yang iri dengan itu,” jawab Budi dengan ekspresi serius. Ia masih memikirkan bagaimana Organisasi Ular Naga masih tersisa.


“Apa kau berpikir melaporkan mereka ke keluargamu?” tanya Allen dengan suara pelan.


Budi mengangguk. “Ular Naga sangat berbahaya, aku takut mereka punya banyak Pejuang tingkat 5,” katanya pelan.


“Aku menyarankan jangan lakukan itu, apa kau sudah memikirkan akibatnya?”

__ADS_1


Pertanyaan Allen mengingatkan betapa sakitnya Budi di keluarkan dari keluarga. Bahkan jika ia memberikan informasi ini pada keluarga, siapa yang mau percaya dan mendukungnya. Sangat jelas, tidak ada satu pun kerabat yang mendukungnya.


Tubuh pria berjaket hitam sepenuhnya meleleh, Allen mengambil jaket dan menguburnya untuk menghilangkan jejak. Allen dan Budi kembali ke warung untuk menikmati waktunya, Tiwi juga dilibatkan dalam rencana perkembangan perusahaannya.


Sosok pria bayangan muncul dan mengambil jaket yang dikubur. “Bocah bernama Allen itu punya penjaga yang sangat kuat, aku harus menagih lebih banyak!” gumamnya pelan. Pria itu adalah pemimpin Organisasi Ular Naga saat ini, meskipun awalnya ia hanya seorang anggota biasa, buku warisan dan teknik rahasia telah diwariskan padanya.


Meskipun menemukan jaket anggota organisasinya, pemimpin Ular Naga tidak tahu bahwa pembunuh sebenarnya adalah Allen itu sendiri. Jadi ia menyimpulkan bahwa Allen punya penjaga yang cukup kuat untuk memaksa anggotanya bunuh diri.


Setelah dipikir lebih mendalam, Allen mulai menyadari semua kejadian ini terkait kerusuhan Kota K dan Kota R. Pasalnya Walikota Kota K sudah mengumumkan bahwa Kota R adalah dalang dari kerusuhan di gedung pusat perbelanjaan.


Peperangan militer telah terjadi, beberapa Pejuang telah dikerahkan ke medan perang. Allen hanya mengetahui bahwa Kota K akan kalah dan kepemimpinan akan di ambil alih oleh orang yang sangat kompeten. Tidak hanya bisa mengembangkan perekonomian, Walikota selanjutnya juga mendirikan sebuah sekolah khusus untuk para penggemar beladiri.


Setelah dipikir kembali, Allen baru sadar bahwa sekolah beladiri yang didirikan walikota baru adalah sekolah para pejuang. Pantas saja mereka sangat mendominasi bahkan berani menentang William yang sangat kejam.


“Budi, sepertinya kita tidak bisa bersantai lagi. Persiapkan dirimu, mulai besok kita akan berlatih keras.” Allen tampak serius mengatakannya di dalam mobil.


Tiwi mendengar apa yang mereka bicarakan, awalnya ia tidak percaya dengan para Pejuang yang bisa membunuh manusia tanpa rasa bersalah. Tapi setelah melihat bosnya bisa mengeluarkan aura hangat, Tiwi mulai menyadari bahwa dunia tidak sesederhana pikirannya.


Allen memandang Budi dari kaca mobil. “Siapa yang tahu, dunia beladiri tidak dapat diprediksi manusia seperti kita.”


“Kalau begitu ajari aku beladiri!” teriak Tiwi penuh semangat.


Allen tidak ingin menarik Tiwi ke neraka bersamanya, tapi melihat tatapan matanya Allen menyodorkan sebuah catatan tentang teknik pernapasan untuk meditasi. Awalnya ia menulis catatan itu hanya untuk menghafal aliran darah dan aura dalam tubuhnya. Siapa yang menyangka Allen akan memberikannya pada seorang wanita muda.


Tiwi mengerjakan tugasnya seperti biasa, tidak lupa ia meditasi sesuai arahan bosnya. Allen dan Budi mengasingkan diri ke sebuah gunung, mereka ingin memfokuskan dirinya untuk latihan.


“Makanlah pil ini, aku membuatnya khusus untuk latihan.” Allen memberikan sebuah botol berisi 10 pil kebugaran.


Tanpa bertanya, Budi yang berusia 50 tahun menelan pil yang tidak tahu asal usulnya. Tubuhnya tiba-tiba terasa hangat, udara di sekitarnya dapat dirasakan. “Pil apa ini, kualitas latihanku akan meningkat dua kali lipat!” gumam Budi pelan.


“Jangan berlebihan, gunakan 1 pil di pagi hari. Sedangkan untuk malam hari kita akan berfokus melatih kondisi mental dan konsentari.”

__ADS_1


Hari pelatihan mulai, pagi hari Allen dan Budi mengangkat beberapa batu sungai dan berburu ikan untuk sarapan. Malam harinya mereka duduk di alam liar dan bermeditasi untuk menyerap energi alam.


Allen bisa merasakan bahwa tubuhnya telah terbiasa dengan pelatihan keras seperti ini, tidak lupa ia mempelajari teknik pedang dan teknik tombak untuk menyelesaikan tugas khusus.


Pada suatu pagi, Allen menyandarkan tubuhnya ke sebuah pohon. “Aku tidak pernah aksen menyelesaikan tugas harian, tapi kenapa tidak ada keuntungan sedikitpun!”


Sudah 1 minggu Allen dan Budi berlatih keras di atas gunung. Budi berhasil menjadi seorang Pejuang tingkat 4 menengah, sedangkan Allen tidak mendapat kemajuan sedikitpun. Bahkan teknik pedang dan tombak miliknya tidak terhitung oleh sistem dewa.


Allen memegang pedang kayu, ia memfokuskan auranya untuk menyelimutinya. Ayunan pedangnya tampak lambat, padahal ayunannya sangat cepat hingga memunculkan bayangan. Pohon yang menjadi sasarannya terbelah dengan satu serangan.


“Aneh, padahal aku sudah bisa melakukan ini, tapi kenapa sistem tidak menghitungnya,” gumam Allen kebingungan.


“Bodoh, kau pikir teknik pedang hanya sebuah ayunan!” teriak seseorang yang tidak diketahui asalnya.


Allen dengan sigap langsung bersiaga, genggamannya ke pedang lebih erat. Ia sama sekali tidak merasakan kehadiran manusia.


“Tunjukkan dirimu!” teriak Allen yang mencoba mencari sosok yang mengejeknya.


Bukannya mendapat jawaban, angin mulai berhembus kencang. Daun pohon mulai berguguran, Allen tidak menurunkan kewaspadaannya.


“Bocah nakal sialan, lihat kakimu!” teriak seorang peri berwarna hijau yang tidak sengaja terinjak kaki Allen.


Mendengar suara wanita yang menyeramkan, Allen reflek langsung mengayunkan pedangnya dengan aura kuat ke tanah dan melompat untuk menghindari serangan musuh.


“Serangan lemah itu tidak bisa melukai peri bodoh!” ucap seorang peri wanita berwarna hijau.


“Siapa kau?” tanya Allen dengan nada tidak sopan.


“Perkenalkan aku Silvy, peri angin penguasa pegunungan ini!” jawab peri wanita berwarna hijau sambil menyombongkan dirinya.


Allen menghela napas karena ia mulai berpikir aneh. Ia berpikir bahwa ada hantu yang menyerangnya, karena dunia Pejuang beladiri sangat aneh, ia berpikir ada hantu yang bertarung seperti di film pahlawan.

__ADS_1


Peri hijau yang melihat lawan bicaranya menghela napas sangat marah, ia mencoba menyerang Allen dengan tinjunya. Namun seorang peri tidak dapat melukai manusia apa pun keadaannya, kecuali mereka sudah mendapat kontraktor dan menyerang manusia lain bersama kontraktornya.


__ADS_2