Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Satan Turun


__ADS_3

Meski sudah mati salah satu jenderal itu masih menyisakaj intinya. Dengan seluruh kekuatannya yang tersisa, dia meledakkan tubuhnya di dalam perut Burung Roc.


Burung Roc berteriak keras hingga para monster terdiam ke takutkan.


Melihat semua monster berdiam diri, Allen memberi komando lanjutan. "Semuanya, serang. Ambil kesempatan ini!"


Ratusan ribu orang bergerak bersama, mereka dengan tatapan penuh dendam membawa para monster ke neraka.


"Kembalilah ke neraka sialan!"


Amukan Tiwi memacu semangat semua orang, bahkan anggota yang paling biasa bisa merasakan perasaan Tiwi saat itu.


Cimera melepaskan aura yang sangat kuat demi menyadarkan para monster. Dalam wujud sempurnanya, dia mengikat salah satu jenderal yang terluka.


"Puja Demon God. Matilah demi kita!" ucap Cimera yang menerima kekuatan salah satu jenderal.


Allen tidak membiarkan itu terjadi begitu saja. Dia menggunakan Langkah Bayangan dan memotong tentakel yang mengikut jenderal.


Meski sudah terputus tentakel lainnya menarik tubuh rekan Cimera ke dalam tanah.


Allen dengan sigap menggerakkan tanah di bawah kakinya. Dia memotong semua tentakel dengan sangat cepat.


"Manusia sialan, matilah!"


Tangan monster cimera berubah menjadi palu besar, dia menyerang Allen dengan kekuatan penuh.


Allen mencoba menggunakan Langkah Bayangan tapi tubuhnya tiba-tiba tidak bisa bergerak. "Apa yang terjadi?"


Sebelum mengetahui penyebabnya, Allen terhantam benda tumpul dan menerbangkannya beberapa kilometer.


Meskipun sudah membentur ratusan benda, Allen masih berdiri tegap tanpa luka. "Apa kau pikir hanya dirimu yang bisa beregenerasi."


Sebuah Mahkota muncul di lengan kanannya, Jubah berwarna merah api digunakan, serta tubuhnya yang memancarkan cahaya kekuningan membantunya sembuh.


"Manusia, siapa kau sebenarnya. Kekuatan itu bukan milikmu!" teriak Cimera yang sedikit ketakutan.


"Aku hanya manusia biasa." Allen menjawab dengan santai. Pedang pendeknya di masukkan satu, sekarang dia akan berfokus membuat kombinasi serangan yang lebih kuat.


Satu cincin dilepaskan, tiga segel kekuatannya telah di rilis. Energi jiwa meluap keluar dari tubuhnya, Allen menatap tajam ke arah musuh dan langsung menerjangnya.


"Absolut Kill!"


Tusukan pedangnya sangat cepat hingga meninggalkan ratusan bayangan di belakangnya. Sebelum bereaksi, monster cimera terkena tusukannya hingga perutnya berlubang.


"Percuma, senjata manusia tidak mempengaruhiku!"


Perut yang awalnya berlubang perlahan mulai sembuh. Namun kecepatan penyembuhannya sedikit melambat. Meski hanya 0,1 detik, Allen bisa menyadarinya.


"Siapa yang tahu itu tidak berpengaruh?" ucap Allen sambil melenturkan pergelangan tangan kanannya.


Kain mori bungkus pedang pendek sebelumnya dikeluarkan dan segera membalut pedang serta pergelangan tangannya. Allen menghilang dan menggukan keterampilan pedang bertubi-tubi. Tusukan, sayatan, tebasan semuanya bercampur menciptakan bayangan hitam.

__ADS_1


"Ekstrim Blade!"


Cimera yang berbadan besar hanya berteriak kesakitan. Setiap sayatan pedang yang mengenainya mulai terasa perih.


"Manusia apa yang kau lakukan!"


Kedua tangannya di gerakankan menghantam segala arah. Allen dengan santai menghindarinya dan membuat serangan balasan.


"Sakit sialan, jangan mendekat!"


Ledakan energi yang meluap dari tubuh Cimera Raksasa memaksa semua benda di sekitarnya terpental, tidak terkecuali Allen.


"Bangsat, aku akan membunuh kalian semua!"


Teriakan Monster cimera memaksa semua monster meledakkan dirinya. Hampir semua anggota Raja Surgawi terkena ledakan.


Allen hanya bisa membatu, dia tidak tahu harus berbuat apa. Pikirannya kosong karena semua perintahnya tidak mungkin menyelamatkan nyawa saudara-saudaranya.


Sebuah tamparan mengarah ke pipinya, tamparan itu berasal dari Clarissa yang baru sampai di sebelahnya.


"Cepat suruh semua orang mundur."


"Mundur!"


Semua orang yang selamat dan terluka mundur, mereka saling membantu menyelamatkan nyawa saudara-saudaranya. Meski begitu korban terus berjatuhan, lebih dari 20 ribu orang tewas akibat ledakan monster itu.


"Haha, semut-semut sialan!"


"Jangan kedipkan matamu!" katanya sambil mengangkat pedangnya.


Monster Cimera tiba-tiba merinding, serangan selanjutnya pasti akan membunuhnya. Dia harus lari menyelamatkan nyawanya.


"Sudah terlambat, Moon Splitter!"


"Psst..."


Sayatan pedang yang sangat kuat dan cepat tiba-tiba muncul dan membelah semua yang dilalui. Termasuk Monster Cimera dan intinya.


Tubuh Monster cimera meledak, tidak ada yang tahu kenapa itu bisa terjadi. Menyisakan satu kepalanya yang belum meledak.


"Demon God sudah hadir, bawalah kehancuran pada dunia. Jangan biarkan pengobanan kita sia-sia."


Sosok manusia berambut putih serta dua tanduk berwarna merah turun dari langit.


"Pasukanku semua hilang? Apa kau yang melakukannya?" tanya iblis itu dengan tatapan dingin.


Satan, pemimpin Perampok Dimensi. Dia adalah orang yang bertanggung jawab atas monster-monster yang turun dari langit.


Allen berdiri tegap karena dia berhasil menyingkirkan semua pasukan Perampok Dimensi. "Benar kita yang melakukannya!" jawab Allen yang terbang ke langit menghampiri Satan.


"Sebagai manusia biasa kalian cukup kuat. Siapa kau menggangu saja!" ucap Satan menoleh ke langit. Hempasan lengannya memblokir semua sistem yang telah membawa Allen ke bumi.

__ADS_1


Tidak hanya Allen yang terkejut, tapi beberapa orang yang kehilangan kekuatannya juga terkejut. Penurunan kekuatan itu karena sistem telah di blokir masuk ke bumi, bahkan Allen juga kehilangan sebagian kekuatannya.


Untung Teknik Jiwa tidak berpengaruh, hanya beberapa keterampilan yang tidak bisa digunakan.


"Ops, aku tidak tahu ternyata Dewa itu yang membantu kalian. Sayangnya dia lemah, jadi aku tendang saja!"


Sistem Dewa tidak bisa mengakses lagi bumi, sekarang tinggal menunggu apa yang bisa dilakukan Allen dan seluruh manusia di bumi.


Tidak ada lagi obat yang bisa di ciptakan dalam sekejap, kematian pasukan Raja Surgawi sudah di pastikan.


Allen sedang di kejar waktu, dia harus segera mengakhiri pertarungan ini. Cincin terkahir dilepaskan Energi Jiwa mulai meluap keluar.


"Oh, aku ingat ini. Kau pasti seperti manusia yang dulu menendangku. Aku harap kau sekuat dia!" teriak Satan yang penuh semangat.


"Kau pasti menyesalinya." Allen mulai bergerak meski kecepatannya sedikit menurun dia bisa bergerak cukuo cepat.


Satan dengan santai menangis pedang pendek lawannya dengan tangan kosong sambil menguap. "Hei, bocah. Apa hanya ingin kekuatan kalian?"


Simon dari kejauhan melihat perlawanan Allen sia-sia, jadi dia meminta semua pasukan Raja Surgawi yang masih segar kembali ke markas.


Setelah beberapa saat, jutaan senjata otomatis yang melemparkan energi Mana sampai di medan perang. Awalanya Allen dan Pasukan Surgawi tidak ingin menggunakan ini karena bisa merusak bumi. Namun Satan bukan lawna yang bisa dihadapi tanpa kekuatan tambahan.


Allen melirik ke bawah, dia melihat Meriam Sihir yang sudah siap menembak. "Sepertinya ada sedikit kejutan untukmu."


Ribuan bola energi mengarah ke Satan, Allen segera terbang dan menghindari seluruh serangan. Dia masuk ke ruang Pelatihan untuk menghindar.


Satan menghela napas dan mengarahkan satu telapak tangannya ke depan. "Apa kalian bodoh?"


Ledakan super besar terjadi di langit, udara ledakan itu mempengaruhi udara dan alam sekitarnya. Radiasi dari ledakan itu membuat semua tanaman tidak akan bisa tumbuh selama ratusan tahun.


Semua manusia yang masih selamat melihat ke arah ledakan, mereka hanya bisa berdoa agak pasukan Raja Surgawi menang.


Namun harapan mereka semua harus pupus, serangan tadi tidak menggores kulit Satan sama sekali. "Kalian membosankan!"


Dua tangannya berayun ke bawah. Seluruh tanah yang panas itu langsung terbelah. Gelombang yang disebabkan satu serangan itu meratakan hampir seperlima bumi.


"Lindungi semua orang!" teriak Allen memberi perintah.


Semua orang yang punya kekuatan setara Pejuang Tingkat 5 bisa selamat, mereka membantu manusia lainnya yang kurang beruntung.


Jutaan jiwa langsung hilang hanya dengan satu serangan Satan. Ketakutan mulai bertebaran, kekuatan musuh kali ini terlalu di luar nalar.


Allen hanya bisa menutup wajahnya, dia tidak bisa menyelamatkan nyawa-nyawa orang tak berdosa.


"Kakak bodoh," kata Alona yang menunggangi Burung Roc. Mereka berdua langsung menyerang Satan dengan seluruh kekuatannya.


"Teknik Balikan Jiwa, Gerbang ke 9!"


Tubuh Alona berubah merah, begitu juga dengan burung Roc. Mereka berdua menggunakan seluruh kekuatan masa kini dan masa depannya. Rambut Alona mulai memutih dan Burung Roc juga sama.


"Ini, aku pernah melihatnya. Bajingan ternyata anak cucumu masih ada di bumi!" ucap Satan yang gemetar.

__ADS_1


__ADS_2