
Tujuan operasi mereka adalah Perusahan Allen dan Kota K. Aliansi Raja Surgawi yang dipimpin Risma telah menemukan pendukung yang sangat kuat.
Semua orang dibawah kepemimpinan Allen menyebut mereka juga Raja Surgawi. Untuk memastikan tidak ada kesalahan, Allen meminta semua orang menggunakan topeng khusus.
Budi dengan teriakan paling keras menerobos penjagaan. "Kalian semua pengkhianat!" teriaknya penuh emosi.
Tinjunya langsung menghancurkan pintu perbatasan wilayah Aliansi Raja Surgawi. Anggotanya juga menghancurkan semua yang terlihat, penjaga tidak sempat melakukan apa-apa langsung dikirim ke neraka.
"Musuh, serangan musuh!" teriak penjaga yang ada di atas menara. Dia menggunakan radio untuk memberikan informasi pada pasukan utama.
Risma, Jamie Oliver, dan Harjo Susanto duduk di ruang khusus. Mereka sedang menjamu monster tua berusia ratusan tahun.
"Suara berisik apa diluar sana?" tanya Monster Tua yang belum diketahui identitasnya.
"Maaf, Tuan. Kami tidak mendengar apapun." Risma menjawab dengan jujur.
"Long Jin, Berdesakan kekacauan di luar." Monster Tua itu memberi perintah, tatapan dingin membuat suasana menjadi mencekam.
"Baik Ayah."
[Long Jin
Umur : 322 tahun
Elemen : Api, Tanah, Cahaya
Total Kekuatan : 138.768.]
Long Jin tidak menggunakan pintu, dia melompat keluar dari jendela. Padahal ruangan ini ada di lantai 20.
Budi menghentikan langkahnya, dia melihat beberapa orang yang dikenalnya.
"Apa kalian yakin berkhianat dengan bos yang sudah menyelamatkanmu?" tanya Budi.
Mereka adalah keluarga Budi yang diselamatkan. Dengan bantuan pil Kebugaran mereka memulai jalan Kultivasi yang lebih kuat.
"Budi, kau pikir kami lupa apa yang kau lakukan pada orang tua di keluarga?." Salah seorang pria bertanya.
"Aku pikir kalian sudah melupakan dendam masa lalu dan menyongsong masa depan. Sayangnya pikiranku ternyata salah." Budi menunduk dan menarik napas dalam-dalam.
"Bajingan, apa kalian semua lupa orang tuaku mati karena orang-orang itu tidak mau memberi uang untuk berobat. Apa kalian tau aku sudah puluhan tahun di jalan tanpa arah! Bajingan seharusnya aku membunuh kalian semua!." Budi melampiaskan semua emosi dipikirannya.
"Dan aku tidak akan melupakan hinaan yang kalian lemparkan saat aku masih remaja," imbuhnya sambil menatap tajam ke arah musuh.
Mata miliknya berubah warna menjadi merah, kilatan petir ungu terlihat sangat mengerikan. Budi berhasil membangkitkan teknik Akselerasi Waktu.
Tubuhnya menghilang dan tiba-tiba muncul di depan musuh. Telapak tangannya yang besar langsung menangkap wajah musuhnya.
"Mulai sekarang aku meninggalkan nama keluarga. Sekarang aku hanya Budi!." Tangannya menggenggam dan musuh langsung dikirim ke neraka.
"Tiger Roaring Fist!." Budi menyebutkan napa keterampilannya.
Semua orang yang menghalangi pandangan langsung disingkirkan. Anggota di belakang tanpa belas kasih langsung mengeksekusinya.
__ADS_1
"Ketua, kita tidak boleh melunakkan. Apa kamu masih lupa rasa frustrasi kita 3 bulan lalu!" kata Seorang Anak berusia 19 tahun yang kehilangan orang tuanya saat pengkhianatan.
"Kamu benar, maafkan aku."
Budi melanjutkan serangannya, dia hanya memimpin 20 orang. Tapi semuanya adalah elit pertarungan.
Long Jin jatuh dari langit, debu coklat menutupi wajahnya yang tampan. "Hei, ayo kita lihat siapa yang berkunjung. Oh ternyata pengecut yang bersembunyi saat perang."
Pesawat tanpa awak tiba-tiba muncul dan merekam semua kejadian di tempat kerusuhan.
Allen lupa ini sudah 2012 akhir tahun. Artinya teknologi sudah cukup berkembang. Dia melihat dari kejauhan dan memberi perintah pada Ye Mo.
"Ye Mo, hancurkan alat-alat modern itu. Kita tidak boleh meninggalkan jejak yang merepotkan." Allan menunjuk alat perekam yang mengelilingi Budi.
Ya Mo dan pasukannya menarik busur panahnya. "Siap, Bos!" jawab mereka bersamaan.
100 anak panah langsung menghujani wilayah perang. Budi dan kelompoknya tidak ada yang terkena serangan.
Anehnya semua alat perekam yang membatasi pergerakannya hancur. Semua itu karena anak panah yang muncul dari langit bukan sembarang panah.
Ye Mo dan pasukannya menggunakan energi jiwa untuk mengarahkan anak panah ke targetnya. Sehingga setiap alat perekam berhasil dihancurkan.
Budi tersenyum manis. "Bersembunyi, aku pikir kau adalah orang yang masuk akal. Namun nyatanya tidak, bagaimana seorang penjahat ingin berperan sebagai protagonis."
Long Jin tertawa keras. "Bukti, mana buktinya?"
"Hanya pemenang yang bisa menulis sejarah. Apa kau yakin aku tidak bisa membunuhmu?" tanya Budi sambil melepaskan aura membunuh.
Aura berwarna ungu kehitaman mulai mendobrak keluar dari tubuhnya. Matanya berwarna merah dan kilatan petir mulai muncul.
"Kau sudah berkembang, Budi. Apa kau ingat ini?" tanya Long Jin sambil mengangkat pedang berwarna kuning.
Budi gemetar marah, dia tidak akan pernah melupakan pedang itu. Karena pedang itulah yang memenggal kepala Pamannya. Paman Budi selalu membelanya sejak kecil, tapi karena dia sudah tiada perlakuan semua orang menjadi kejam padanya.
Sebelum meledak, Budi mendapat telepati dari Allen. "Kendalikan emosimu, aku pernah gagal sebelumnya. Emosi hanya akan menutup akal dan pikiranmu."
Budi menghela napas panjang hingga menciptakan asap putih. "Kau memang jahat, tapi menggunakan pedang itu sama dengan membuang nyawamu."
Long Jin tertawa keras sekali lagi. "Kau memang pandai bicara sekarang, Budi."
Membuang harga dirinya, Budi mengenakan sarung tangan buatan Allen. Sarung tangan elastis itu terbuat dari baja pilihan yang memberikan efek tambahan.
"Kita buktikan." Budi tidak punya kesempatan lain, dia harus mengeluarkan seluruh kekuatannya pada serangan kali ini.
Long Jin membuat gerakan, teknik pedang miliknya dipamerkan. Budi masih berdiam dan konsentrasi memadatkan energi jiwa.
"Tiger Roaring Fist!." Budi berteriak dan pukulan mengarah langsung ke Long Jin.
Menanggapi serangan lawan, Long Jin dengan cerobohnya mencoba membelah serangan musuh. Namun sebelum melepaskan melapisi pedangnya dengan aura, pedang itu patah.
Tinju Harimau itu mengenai tubuh Long Jin langsung. Tidak sampai disitu, tubuh Long Jin hancur berkeping-keping.
"Paman, aku membalaskan dendammu!" teriak Budi yang mendongak ke langit.
__ADS_1
Namun teriakannya segera berhenti ketika suara Long Jin terdengar. "Kau sudah berkembang sejauh ini, Budi. Aku harus bertepuk tangan."
Tubuh Long Jin mulai terbentuk ulang, dia tersenyum manis dan bertepuk tangan. "Sungguh kekuatan penghancuran yang mengerikan. Darimana kau belajar itu?" tanyanya.
Budi terbelalak, dia tidak menyangka lawannya bisa selamat dari pukulan mematikan tadi. Seteguk darah segar keluar dari mulutnya, Budi hampir kehabisan stamina.
Salah satu anggota tim langsung memasukkan pil Kebugaran. Dia tidak ingin kehilangan sosok pemimpin yang paling disegani.
"Kau masih termakan amarah, Budi. Lihatlah sekelilingmu. Formasi ilusi itu hanya mengaburkan penglihatan." Allen memberikan penjelasan lewat telepati.
"Maafkan aku, Bos." Budi sungguh menyesal menggunakan kekuatan penuh hanya untuk membunuh tubuh bayangan.
Long Jin di kejauhan memuntahkan darah, meskipun hanya ilusi dia menyuntikkan energinya. Ketika ilusinya mati, sebagian dampaknya akan berbalik padanya.
"Sialan, sejak kapan bocah sialan itu menjadi kuat!." Long Jin mengusap darah di sudut bibirnya.
"Aku harus segera melaporkan ini pada ayah." Long Jin berinisiatif kembali ke pusat komando Aliansi Raja Surgawi.
Budi tahu harus melakukan apa, dia memberi perintah pada rekan-rekannya untuk memusnahkan susunan formasi. Sedangkan dirinya akan menghadapai ilusi Long Jin dengan kondisi lemah.
Pedro menyusuri wilayah bagian kanan, dia membawa 300 orang yang pandai menggunakan Langkah Bayangan.
"Berhenti, kita sudah sampai. Menunggu adalah hal paling penting untuk orang-orang seperti kita." Pedro dan kelompoknya berdiam diri di atas pohon.
Setelah menunggu selama 3 jam, 500 bala bantuan yang dikirim Aliansi Raja Surgawi melewatinya.
"Serang bagian belakang." Allen memberi perintah pada semua anggota Pedro.
Semuanya menunggu dengan tenang sampai barisan terkahir musuh. Tepat setelah orang terakhir lewat, Pedro dan anggotanya langsung menyergap musuh.
Dalam sekejap mata 300 orang kehilangan nyawanya. Pedro memberi perintah, "Mundur!."
Semua anggotanya menggunakan Langkah Bayangan dan menghilang dari pandangan semua orang.
"Sialan, siapa mereka!." Ketua dari kelompok bantuan berseru marah.
"Ketua, mereka dari Pasukan Topeng Misterius. Mungkinkah Allen sudah kembali?" tanya salah seorang prajurit.
"Tidak mungkin, dia sudah mati. Aku sendiri yang melihat jasanya. Sepertinya Topeng Misterius itu punya penyewa baru, mungkinkah Budi?."
Setelah beberapa saat berhenti, Ketua Kelompok memberi isyarat untuk meninggalkan mayat-mayat itu dan segera menuju medan perang.
Pedro mengangkat kepalan tangannya dan memberi isyarat untuk menelan semua mayat menggunakan Monster Bayangan.
Semua orang melakukannya dengan bersih, beberapa anggota yang punya elemen tanah langsung menutupi darah dengan keterampilannya. Kemudian menggunakan elemen air untuk menghilangkan jejak.
"Pedro, eksekusi mereka semua!" pita Allen dari pusat komando.
Pedro memberi isyarat dan 300 orang langsung menikam pasukan pembantu. Pedro sendiri menebas leher Ketua Kelompok dengan mulus.
Sebelum mati, Ketua Kelompok Pembantu sempat bertanya, "Siapa kalian?"
Mata merah dan memancarkan petir ungu kehitaman mengungkapkan identitasnya.
__ADS_1
"Bos salah, mereka masih ada!."