Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Akhiri


__ADS_3

Kakek Jojo tidak punya bukti, ia hanya mengandalkan firasatnya sebagai seorang pebisnis puluhan tahun. Karena Allen tidak mau mengaku, Kakek Jojo terpaksa harus mengalihkan pembicaraan.


“Lupakanlah. Ngomong-ngomong bagaimana perkembangan distrik perumahan yang kita kembangkan?” tanya Harjo Susanto atau Kakek Jojo.


Allen tersenyum manis dan mengatakan, “Semua berjalan sesuai rencana. Bahkan beberapa investor sudah menghubungi perusahaan, tim di perusahaanku bukan amatir, jadi percayalah.”


“Aku selalu bingung, dari mana kau mendapatkan puluhan ide yang sangat menguntungkan itu. Tiga Macan mulai tertarik denganmu, kapan kau longgar?” tanya Kakek Jojo.


Tiga Macan adalah kerabat karib Kakek Jojo, salah satu dari mereka adalah mantan pemilih dari tanah Toko Bangunan. Meskipun di luar tampak bersahabat, aslinya mereka bersaing untuk menjadi yang terbaik.


“Sepertinya aku butuh waktu untuk persiapan. Tiga Macan adalah orang penting, jadi tidak mungkin untukku pergi tanpa persiapan, jadi tolong berikan aku setidaknya 1 atau 2 bulan.”


“Bocah Nakal, apa kau sadar dengan perkataanmu!” bentak Kakek Jojo yang merasa Allen sudah mulai sombong. Meskipun idenya sangat bagus, tanpa seorang investor ide itu hanya ada di dalam kepalanya.


“Tenanglah, Kakek Jojo. Sampaikan saja salamku pada mereka, jangan lupa katakan untuk segera membuang sampah pada tempatnya, karena itu bisa menjadi kanker yang mematikan.” Allen segera meninggalkan Kakek Jojo dan masuk ke dalam ruang khususnya lagi.


Kakek Jojo hanya bisa ternganga melihat bocah 20 tahunan mengabaikan peringatannya. Tidak sampai disitu, bocah nakal itu langsung meninggalkannya tanpa menoleh ke belakang.


Setelah beberapa saat, Kakek Jojo dan 3 Macan bertemu di Restoran Mewah milik Jamie Oliver. Mereka berempat tampak sangat gembira karena berkumpul bersama, tapi setelah Kakek Jojo membuka diskusi tentang Allen suasana jadi canggung.


“Dia juga mengatakan untuk segera membuang sampah pada tempatnya, itu akan menjadi kanker yang sangat mematikan,” kata Kakek Jojo sambil mengangkat bahunya karena tidak merasa perlu menyampaikannya.


Tiga Macan yang duduk segera terdiam, mereka tampak jelas sedang berpikir keras. Karena suasana menjadi canggung, Kakek Jojo mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.


“Lupakan saja, bocah itu hanya mengatakan omong kosong. Oh iya, jangan lupa bulan depan kita harus ke Kota H untuk bersenang-senang.” Kakek Jojo mengatakannya dengan suara riang gembira.


Sayangnya pengalihan Kakek Jojo tidak memberikan efek apapun, 3 Macan diam dan memikirkan banyak hal. Setelah beberapa saat mereka mengambil ponselnya dan menulis pesan singkat pada sekretarisnya. Anehnya 3 orang itu bergerak bersamaan, mereka tampak seperti baru saja menerima kunci jawaban dari sebuah ujian.


Kakek Jojo di tinggal sendirian lagi, ia mengambil cangkir berisi teh dan meminumnya. “Kenapa akhir-akhir ini aku sering diabaikan. Mungkinkah aku sudah terlalu tua untuk mendengar cerita mereka.”

__ADS_1


Tidak lama setelah mengirim pesan, Tiga Macan kembali duduk. Salah seorang kakek berambut putih dengan mata sipit tersenyum manis ke arah Kakek Jojo. “Jika saja aku tidak mengambil keputusan saat ini, pasti para bajingan itu sudah membahayakan perusahaanku.”


“Bajingan?”


“Pasti kau juga punya anak-anak yang mencoba memakan orang tuanya. Mereka terlalu serakah tanpa melihat pijakannya,” lanjut kakek bermata sipit.


Semua perusahaan punya beberapa tikus yang ingin mengambil keuntungan pribadi, hal seperti itu sudah menjadi rahasia umum untuk para pebisnis ulung seperti mereka. Namun perkataan Allen dapat memperingatkan Tiga Macan dengan dua kalimat saja.


Tidak jauh berbeda dengan kakek sipit dua lainnya juga telah menyuruh orang kepercayaannya untuk mencari beberapa sampah bau. Mereka ingin segera membuang sampah seperti yang dikatakan Kakek Jojo.


Mungkin bagi para pebisnis hal seperti ini sudah sering terjadi, tapi peringatan itu tadi menandakan bahwa perusahaan mereka bertiga dalam bahaya yang sesungguhnya.


“Seperti yang dia minta, aku akan menunggunya 2 bulan. Seharusnya itu sudah cukup untuk menyingkirkan sampah yang masih bersenang-senang.” Kakek sipit tampak sedikit marah setelah melihat laporan yang diberikan orang kepercayaannya.


“Apa kau butuh bantuan?” tanya Kakek Jojo menawarinya jasa keamanan, perlu diketahui keluarga Kakek Jojo adalah militer di zaman revolusi, tidak heran jika ayah dan ibunya mati karena tertembak.


Kakek sipit melirik ke arah Kakek Jojo, awalnya ia tampak sangat marah. Kemudian setelah melihat wajah Kakek Sipit, Kakek Jojo mulai mengerti posisinya.


“Dia tidak bisa datang, katanya kalian perlu satu atau dua bulan untuk mengurus masalah masing-masing.” Kata Kakek Jojo dengan santainya.


Kakek Sipit mengangguk, ia mulai percaya dengan bocah nakal yang ingin diperkenalkan. Tidak hanya bisa memprediksi seberapa dalam tikus yang menggerogoti perusahaannya, tapi bisa memperkirakan waktu penyelesaian masalahnya.


“Sepertinya bocah nakal yang kau maksud sangat mengerti masalah perusahaan kita. Baiklah aku akan pulang dan menyelesaikan masalahku.”


Dua orang tua lainnya mengikuti, mereka memberikan salam hormat pada Harjo Susanto. Padahal mereka tidak pernah melalukannya, hal itu karena saran yang dikatakan Allen mengubah pandangan mereka.


Disisi lain Allen yang duduk di depan komputernya tersenyum manis. “Awalnya aku ingin menggunakan cara yang elegan untuk berkhianat, tapi para bajingan itu sepertinya menikmati kemenangannya!” ucapnya.


Jari jemarinya mulai bergerak, Allen masuk ke forum diskusi dan mengatakan bahwa tempatnya sudah diketahui. Jadi ia ingin melarikan diri ke kota lain dan keluar dari kelompok para peretas untuk sementara.

__ADS_1


“Sepertinya penguasa kota R menggunakan jasa para pejuang. Keterampilan mengetik dan caranya memecahkan kode rumit sangat cepat, aku harus segera lari!” kata Allen dalam forum diskusi.


Pria Misterius ingin menghentikannya. “Tunggu, sebentar lagi kita sukses besar. Aku lakukan 10 menit lagi!”


Sayangnya Allen sudah meninggalkan ruang diskusi dan mencabut kabel power di komputernya. Setelah itu ia segera menggunakan beberapa trik untuk menghilangkan semua barang bukti.


“Bodoh, kenapa susah-susah. Bakar saja mereka dengan apiku!” ucap Peri Api yang belum masuk ke ruang bawah sadar. Kekuatannya masih penuh, jadi percuma saja menyerap energi ungu.


“Sejak kapan kau menjadi sangat pintar?” tanya Allen dengan ekspresi jelek.


Seperti yang dikatakan Peri Api. Allen mengambil semua peralatan dan membakarnya dengan api, anehnya tidak ada asap yang keluar dari ruangan karena ia menggunakan keterampilan air untuk menjatuhkan kotoran asap.


Keterampilan Allen benar-benar menantang langit, ada kobaran api di raungan yang terdapat air hujan. Lebih gilanya lagi air itu tidak mau keluar dari ruangan, semuanya tampak menggenang.


“Akal sehatku sudah mulai bergeser.” Allen mulai memikirkan hal aneh yang bisa dilakukan kekuatannya.


Setelah beberapa saat, Allen mengibaskan lengannya. Air dan semua debu di ruangan menghilang. Tidak hanya hilang, ruangan itu menjadi sangat bersih karena keterampilan pembersih elemen air.


Allen keluar dari ruangan khusus, tidak ada sedikitpun jejak yang ia tinggalkan. Sekarang Allen akan pergi ke Kota H. Informan yang dikatakan Jamie Oliver berada di kota hiburan itu, jadi Allen akan mencoba mencari keberuntungan.


Disisi lain kelompok Pria Misterius berhasil menghancurkan sistem perbankan yang dimiliki Kota R, tetapi mereka tidak bisa mengambil semua uang, lebih dari 30% data berhasil dimanipulasi dan triliunan rupiah berhasil di transfer ke luar kota.


Semua uang itu di transfer ke Kota S yang dikabarkan sangat aman untuk menyimpan uang, anggota Pria Misterius segera mengambil uangnya dan menghilang dari dunia. Tidak ada yang membenci Pala Kuning, mereka harus berterima kasih karena jejaknya tiba-tiba menghilang.


Penguasa Kota R berteriak keras, “Bajingan mana yang mencuri semua uangku!”


Anggota Pria Misterius sebenarnya tidak sepenuhnya meretas keamanan perbankan, mereka hanya menembus sebagian kecil sistemnya. Allen mengarahkan para anggota untuk mencuri uang penguasa kota yang mencoba mencelakakan Alona dan Clarissa.


“Tuan, semua uang di bank telah di transfer ke Kota S. Sebaiknya kita cepat bergerak untuk mengamankannya!” teriak seorang peretas yang di sewa Penguasa Kota R.

__ADS_1


Pria berkacamata itu akan terkejut jika bertemu dengan Allen, pria itu adalah murid Allen di kehidupan sebelumnya. Namun pada akhirnya murid itu berkhianat dan berpindah pihak karena merasa keterampilannya lebih tinggi. Pria berbakat yang tidak mau mengikuti sistem itu berakhir mengenaskan di tangan William dan orang-orangnya.


__ADS_2