Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Harimau Hitam


__ADS_3

Bukannya terpuruk, Perusahan Allen justru menjadi raksasa Kota K. Dibawah kepemimpinan Tiwi semuanya berjalan lancar.


Nathan dan Nala kehilangan kepercayaan dari para petinggi. Jadi mereka hanya bisa istirahat di rumah penginapan tengah kota.


Allen sudah memperingatkan Tiwi untuk terus waspada. Jadi ia bisa tenang karena Tiwi bukan orang bodoh, kemampuannya mengembangkan Teknik Jiwa melebihi semua orang di sekitarnya.


Allen sudah hampir satu bulan di gunung dan menyusuri hutan. Namun dia belum juga menemukan petunjuk Pulau Nimo.


"Apa memang Pulau Nimo benar-benar ada di tengah laut?." Allen bertanya pada dirinya sendiri yang menyimpulkan bahwa Pulau Nimo sebenarnya ada di daratan.


Tepat setelah rasa putus asa menghantuinya, Allen melihat sebuah gua yang tertutup tumbuhan merambat. Dengan penuh rasa penasaran, Allen mengeluarkan Pedang Pendek dan mulai membersihkan tumbuhan.


Pintu gua tidak terlalu besar, bau air belerang yang menyengat menghentikan para semut untuk masuk. Allen perlahan melangkah masuk, tiba-tiba tubuhnya membatu.


"Apa yang terjadi?." Allen panik dan langsung melepaskan energi jiwa. Bukannya selamat, dia malah terlempar keluar.


Seteguk darah segar keluar dari mulutnya. Matanya tampak gemetar karena energinya terus berontak.


Allen duduk dan menstabilkan kekuatannya. Dia butuh waktu yang cukup lama untuk menenangkan energi dalam tubuhnya.


Setelah cukup lama, Allen membuka mata dan mulai waspada. "Aku tidak akan menyerah, sepertinya di dalam ada kesempatan yang bagus untukku."


Kakinya melangkah perlahan, Allen menyembunyikan hawa keberadaannya. Perlahan tapi pasti, Allen menyusuri gua misterius.


Setelah berjalan beberapa menit, ia menemukan sebuah tetesan air dan seekor Harimau berwarna hitam.


Harimau Hitam mengaum hingga Allen tidak bisa bergerak. Cakarnya segera dikeluarkan, Harimau Hitam langsung menikam musuhnya.


Allen tidak ingin mati konyol, ia melepaskan Energi Jiwa dan membentuk sebuah tangan. Dengan sigap ia menangkap Harimau Hitam.


"Jangan meremehkanku, Sialan!" teriak Allen penuh emosi.


Harimau Hitam mengaum sekali lagi, tapi kali ini tidak bisa menakuti lawannya.


Tangan Bayangan menjadi lebih kokoh, Allen membanting Harimau Hitam beberapa kali. Matanya berubah menjadi merah ditambah kilatan petir di ujungnya, ia sangat fokus saat ini.


Harimau Hitam mengerang kesakitan, ini adalah pertama kalinya dia bangun setelah ribuan tahun.


"Aku tidak mencari musuh, Tenanglah!." Allen mencoba menenangkan Harimau Hitam.


Bukannya mendapat sambutan baik, Harimau Hitam menunjukkan taringnya dan mengaum keras. Kakinya melangkah dengan cepat tinggi dan menikam Allen.

__ADS_1


Teknik Pedang Pendek digunakan, ia meniru keterampilan Baguazhang untuk membelokkan serangan musuh.


Semua cakar Harimau Hitam berhasil di belokkan. Namun Allen lupa dengan mulutnya yang bisa menyemburkan energi panas.


Allen salto kebelakang menghindari serangan kejutan dari Harimau Hitam. Matanya menatap tajam ke arah musuh, Allen sekarang sadar bahwa monster di depannya tidak bisa diajak bicara.


"Baiklah, semoga kau tidak menyesalinya." Allen mengambil Pedang Pendek lainnya yang masih terbungkus Kain Mori. Pedang itu ditempatkan di tangan kanannya, sedangkan yang biasa ada di tangan kirinya.


Kaki kanannya melangkah pelan, tiba-tiba tubuhnya menghilang dan pedang di tangan kirinya sudah menikam kaki musuh.


Setelah mendaratkan serangan, Allen segera bergeser ke samping. Dia menghindari serangan cakar dari musuh.


Tanpa diduga, Harimau Hitam bisa menggukan kaki belakangnya untuk menyerang. Allen memblokirnya dengan dua pedang disilangkan.


Harimau Hitam mengaum lagi, kali ini tubuhnya bertambah besar. Aura warna hitam berubah menjadi kemerahan-merahan.


"Aku tidak bisa bertarung sendiri." Allen sadar kekuatannya terbatas, jadi memilih untuk memanggil Budi dan lainnya dari Ruang Pelatihan.


Budi, Drakula, Shera, Pedro, Ye Mo, dan Jery keluar dari Ruang Pelatihan. Mereka semua berhasil menembus tingkat 2 dalam satu bulan saja.


Tingkat 2 setara dengan Pejuang Tingkat 5 atau lebih rendah. Kekuatan Prinsip Jiwa tidak bisa di ukur dengan perhitungan orang-orang pada zaman ini.


"Aku tidak tahu apa yang kalian lakukan di ruang pelatihan. Tapi lihatlah musuh di sana!." Allen menunjuk Harimau Hitam yang berusaha berdiri.


"Budi, buka kesempatan untuk kita!." Allen memberi perintah.


Budi dengan sigap langsung berdiri di depan semua orang. Kedua tangannya menggunakan sarung tangan pemberian bosnya.


Harimau Hitam berlari dengan kecepatan tinggi ke arah Allen. Namun Budi menghentikannya dan membanting Harimau Hitam ke tanah.


Pertarungan Gulat diperlihatkan, meskipun Budi terkena banyak serangan tubuhnya, tapi lukanya cepat sembuh. Berbanding terbalik dengan Harimau Hitam yang lukanya tidak bisa sembuh karena aura ungu kehitaman.


Shera dan Pedro berlari ke dua arah yang berbeda, mata mereka saling berkomunikasi dan menyerang bersamaan. Sebuah sayatan berbentuk X tercipta dan melukai Harimau Hitam.


"Drakula, selamatkan mereka!." Allen memberi perintah tegas.


Drakula menciptakan sebuah pelindung untuk Shera dan Pedro. Tepat setelahnya mereka terkena serangan balik dan terhempas hingga puluhan meter.


Harimau Hitam mengaum marah, matanya menatap tajam ke arah Allen.


Dalam sekejap mata tubuh Harimau Hitam menghilang dan muncul kembali di depannya, Allen tersenyum kecut melihat monster itu meniru Langkah Bayangan.

__ADS_1


Sebelum terkena serangan, Allen memunculkan sebuah pelindung tak kasat mata dari Energi Jiwa. "Ini tidak akan mudah, jangan tunjukkan kelemahan kalian padanya!."


Cakar Harimau Hitam berhenti di udara, matanya menyempit dan mencoba melihat teknik musuhnya. Namun Allen sadar dan langsung menghilangkan tekniknya.


Pedang Pendek yang masih terbungkus Kain Mori, langsung melesat menusuk perut musuhnya. Allen terbelalak ketika melihat tubuh besar Harimau Hitam menghilang.


"Langkah Bayangan ternyata bisa digunakan sepeti itu. Semuanya, perhatikan dia dan rampas semua pengetahuannya!." Allen memberi perintah tegas.


Ye Mo mulai mengambilkan tindakan, tangannya menggenggam udara. Sebuah busur panah berwarna ungu kehitaman tercipta dari energinya.


"Ayo sedikit bersenang-senang." Ye Mo menarik tali dengan tangan kanannya dan tiba-tiba sebuah anak panah muncul.


Genggamannya di lepaskan, udara di sekitar terbelah karena cepatnya anak panah. Harimau Hitam tidak sempat bereaksi, jadi ia meniru keterampilan Allen membuat pembatas tak kasat mata.


Ye Mo tersenyum tipis, ia tahu pembatas musuhnya belum lengkap. Jadi anak panahnya menembus pembatas dan mengenai paha.


Jery yang awalnya tidak mau bertarung mulai termotivasi setelah mendapatkan kekuatan baru. Tangan kanannya menulis simbol-simbol di udara.


"5 kali Gravitasi!." Jery menulis formasi untuk meningkatkan gravitasi hingga lima kali lipat.


Harimau Hitam tersungkur tak bisa bergerak, ia hanya bisa meringis kesakitan. Luka yang disebabkan energi jiwa belum kunjung sembuh.


Drakula menyangkat kedua tangannya dan sebuah dinding darah muncul mengelilingi Harimau Hitam. "Sudah lama aku tidak menggunakan Skill Dasar seperti ini. Tapi sudahlah ayo selesaikan!."


Dinding darah itu menembakkan ribuan jarum ke arah musuh. Jarumnya menembus dalam hingga ke organ dalamnya.


Harimau Hitam mengaum dan menciptakan pelindung energi yang lebih baik. Setelah satu menit, dinding darah runtuh.


Harimau Hitam masih bisa berdiri, luka di sekujur tubuhnya belum juga sembuh.


Allen tidak memberinya kesempatan, matanya diselimuti kilatan perit merah dan dua pedangnya berdengung.


"Matilah!" teriak Allen membuat sayatan pedang berbentuk X.


Harimau Hitam mengaum dan sebuah pelindung dengan kekuatan yang lebih besar tercipta.


Allen membelalakkan matanya, ia mencoba menggali informasi bagaimana keterampilannya ditiru dan ditingkatkan.


"Jadi begitu, mengalirkan energi ke segala arah hanya membuang energi." Allen melihat tidak ada pelindung di bagian belakang Harimau Hitam.


Sayangnya Pelindung yang menyelimuti Harimau Hitam tidak berhasil menghentikan serangan. Tubuh besarnya terjatuh dan nafasnya berhenti.

__ADS_1


"Jangan mendekat!." Allen berteriak menghentikan semua anggotanya.


__ADS_2