
Sistem level 4 sudah selesai diperbaharui, Allen bisa memilih misi yang ingin dijalankan.
[Misi Khusus.
Bangun pasukan dan pastikan kualitasnya kesetiaannya.
Orang Kepercayaan : 10/100.]
Melihat dari misinya, Allen menyimpulkan bahwa dunia sebentar lagi akan berubah. Inflasi besar akan terjadi pada tahun 2014 tapi semua orang sudah mulai berbenah pada tahun 2011.
Allen tidak mau ketinggalan momentum, makanya ia bekerja sama dengan Keluarga Son untuk mengambil keuntungan.
Dirinya saat ini berdiri di depan 20 orang. "Aku akan memberi kalian kesempatan lagi, aku yakin kalian sudah melihat perkembangan Ye Mo."
Ye Mo maju ke depan, dia berdiri tegap dan memandang 20 orang seperti anak kecil. Dia sekarang berada di Prinsip Jiwa Tingkat 2 atau setara dengan Pejuang Tingkat 4.
Beberapa bocah yang awalnya menolak bergabung dengan kelompok inti mulai menyesali keputusannya. Ye Mo contoh nyata yang menguatkan tekad semua orang.
"Aku bertanya lagi, siapa yang ingin keluar?." Allen mengatakannya dengan nada tegas.
20 orang terdiam, mereka menerima tekanan dari aura seorang Pejuang Tingkat 5 Puncak. Semua orang terkejut melihat Allen memamerkan kekuatannya.
"Aku 24 tahun, tapi punya kekuatan seperti ini. Jika kalian serius dan bersedia mengucap sumpah darah, aku bisa membawamu ke ketinggian yang tak bisa kau bayangkan!."
Pernyataan Allen membangkitkan tekad mereka semua, 20 orang berlutut dan memohon untuk di terima.
"Kami siap, Bos!."
Semuanya mengucap sumpah darah sesuai dengan perintah. Allen melirik perkembangan pembangunan pasukannya.
[Kemajuan : 30/100.]
Karena mereka semua setia, Allen memberikan Teknik Jiwa untuk dikembangkan.
"Larangannya sangat jelas, tidak boleh mengajarkan, tidak boleh juga menyiratkan teknik jiwa ini!." Allen mengatakannya dengan tatapan serius.
"Baik, Bos!."
Sekarang ada 28 orang yang menggunakan Prinsip Jiwa, Allen masih punya perasaan aneh pada Nathan dan Nala. Jadi tidak mengajari mereka.
"Sekarang latih semuanya, aku ingin kalian mencapai Prinsip Jiwa tingkat 1 dalam sebulan." Allen meninggalkan tempat dan Budi mengambil alih kepemimpinan.
Ye Mo bertanya, "Bos apa kamu yakin memberikan semua orang teknik jiwa. Jika ada kesalahan tamatlah kita."
__ADS_1
"Teknik jiwa sendiri tidak bisa dikembangkan orang selain mereka yang berhubungan dengan darah murni. Jadi tenang saja." Allen mencoba mengarang cerita untuk menyelamatkannya dari kekhawatiran.
Ye Mo tidak mau bertanya lagi, ia sudah dapat menyimpulkan bahwa bosnya adalah keturunan asli dari kekuatan besar dunia.
Bulan Februari tidak terasa sudah datang, Allen sudah meninggalkan mereka selama 4 minggu. Untuk melihat perkembangannya ia secara pribadi datang ke tempat latihan.
"Bagaimana latihan kalian?" tanya Allen dengan ekspresi tegas.
"Baik, Bos." Semua orang menjawab bersama-sama.
20 orang berhasil memahami Prinsip Jiwa, ia tidak menduga ini menjadi sangat mudah. "Baiklah, aku ingin melihat hasil latihan kalian!."
Allen menyuruh semua orang maju bersama. Kali ini ia hanya menggunakan satu tangan kanan untuk bertarung.
"Bos, meskipun kami lemah. Pengalaman bertarung kami tidak kalah darimu." Salah seorang pria berkata dengan sopan.
"Tidak perlu takut, keluarkan semua yang kalian miliki. Ini akan menjadi pengalaman terbaik kalian!." Allen sedikit memprovokasi lawannya.
Pria yang berbicara sebelumnya langsung berlari dan mengepalkan tangannya. Tinjunya langsung mengarah ke Allen.
Tangisan Allen tampak sangat lembut dan berhasil menghalau serangan lawan. "Kekuatan bukan segalanya, pergelangan tangan menjadi titik lemah dari serangan pukulan."
Pria itu terdorong beberapa langkah, pria lainnya menyerang Allen yang masih berdiri tegap tanpa kuda-kuda bertarung.
"Tendangan punya titik tumpu pada dengkul, jangan biarkan terbuka." Allen masih memberikan penjelasan pada rekan-rekannya.
Semua jenis beladiri digunakan, tetapi Allen selalu berhasil lepas dan memberikan serangan balik. Hingga akhirnya seseorang menyeruduk dan ingin menjatuhkannya.
"Teknik Gulat membutuhkan kekuatan otot bagian bawah. Jika kau tidak yakin bisa menjatuhkannya, jangan lakukan itu." Allen menunduk dan mengangkat lawannya.
Allen membantingnya dengan kecepatan tinggi, tapi akhirnya dia berhenti sebelum kepala lawannya membentur matras.
"Baiklah, apa sekarang kalian masih bisa sombong. Mulai besok kalian harus keluar dan mencari orang-orang yang bersedia ikut dengan kita. Setiap orang harus membawa minimal 1 orang maksimal 4 orang."
Allen menyampaikan maksud kedatangannya, ia harus segera membangun pasukan elit untuk bertahan hidup.
"Baik, Bos!." Semua orang berseru penuh semangat.
Pertarungan singkat yang baru saja terjadi membuat Budi, Ye Mo, Shera, dan Pedro mendapatkan pandangan lain tentang beladiri. Kekuatan memang penting tapi cara menghadapinya lebih penting.
Setelah mempersiapkan semuanya, Allen mengumpulkan semua orang termasuk Nathan dan Nala.
"Apa kalian sudah mendengar beritanya?." Allen bertanya tentang berita terkini yang sedang hangat.
__ADS_1
"Sekelompok pejuang beladiri melukai polisi di Kota T. Karena kita mengumpulkan pejuang beladiri, pasti banyak mata sedang mengawasi." Tiwi mengatakan isi pikirannya.
"Benar, aku mendapat peringatan dari Keluarga Son. Kita harus merendah dan menghindari konflik besar." Allen mencoba menjelaskan situasi mereka saat ini.
Untungnya perusahaan sudah mendapat dukungan dari Keluarga Son, jadi mereka sedikit stabil. Keluarga Son hanya keluarga beladiri tingkat menengah, mereka sedikit berkuasa.
Televisi di nyalakan Jery. "Ada berita terbaru."
Pejabat Kota B telah di serang oleh ratusan Pejuang Beladiri. Bahkan mereka membunuh ratusan orang tidak bersalah.
Allen tidak terlalu tahu berita seperti ini pada kehidupan sebelumnya. Yang ia pikirkan saat itu hanya mengumpulkan uang.
"Kenapa harus sembunyi, kita punya kekuatan untuk melawan." Nathan menyampaikan pikirannya.
Allen menggelengkan kepala. "Tidak kita masih terlalu lemah untuk bertarung. Lebih baik fokus untuk mengembangkan Perusahaan."
Solusi Allen hanya berlaku sementara, tidak ada solusi jangka panjang untuk saat ini.
"Aku seorang Pejuang Tingkat 4, melawan beberapa semut bisa melatih otot ku!." Nala tampak bersemangat dan ingin bertarung.
"Aku mengerti kalian inginkan, tapi kita tidak bisa bersaing saat ini. Pemain yang terlibat sangat kuat."
Keluarga Clarissa sebagai penguasa Bank juga ikut dalam kerusuhan. Mereka harus menancapkan pondasinya untuk menang.
Budi menyarankan, "Lebih baik kita ke Kota S dan mencari kerja sama. Banyak keluarga beladiri yang bisa kita minta pertolongan."
"Aku tidak setuju, kenapa kalian menjadi pengecut. Sudah aku katakan kita ini sanga kuat!." Nathan mulai berkata dengan nada tinggi sambil berdiri.
Allen meliriknya dengan tatapan datar. "Semua keputusan akhir ada di tanganku, duduk dan jaga ucapanmu."
Sumpah daras sudah mengikat mereka, Allen juga merasakan kontrol penuh atas jiwa Nathan. Namun entah mengapa firasatnya mengatakan untuk tidak mempercayainya.
"Baik, Bos." Nathan duduk manis dan menundukkan kepalanya.
Pertemuan mereka berlanjut, Allen menyuruh semua orang untuk mencari kekuatan tambahan. Tidak lupa ia mengingatkan untuk menggunakan Sumpah Darah.
Allen berdiri di atas balkon dan memandang hutan. "Aku harap semuanya berjalan lancar." Tangannya sedikit gemetar karena memikirkan keputusannya.
Pertarungan Beladiri bisa mengorbankan banyak nyawa, jadi Allen memilih untuk pasif dan mengambil kesempatan.
"Tidak perlu bingung, semua ini sudah takdirmu." Silvy keluar dari alam bawah sadar.
"Kamu benar, Silvy."
__ADS_1