Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Kemarahan


__ADS_3

Ternyata benar, Ruang di sekitar Pohon Dunia sedikit berbeda dengan Bumi.


"Tapi kenapa kamu bisa menjawab?" tanya Allen penasaran.


[Karena aku ada dalam jiwamu, sedangkan semua keistimewaan ada di Bumi.]


Allen masih kurang mengerti, tapi setidaknya dia mengerti satu hal. Kekuatannya sekarang meningkat drastis.


"Jadi ini Prinsip Jiwa tingkat 4. Kenapa aku tidak merasakan gejala seperti sebelumnya?" tanya Allen dengan senyum bahagia.


Silvy membisikkan suara, "Hati-hati, serangan balik akan segera terjadi."


"Hah?." Allen bingung.


Suara Silvy masuk ke dalam otaknya, tiba-tiba semua ototnya menjadi kaku seperti sedang diperas. Kulitnya mulai retak dan darah muncrat keluar.


Matanya melotot dan berwarna merah, rasa sakitnya tidak bisa ditahan lagi. Allen berteriak sekeras-kerasnya. "Argh..."


Semakin lama teriakannya semakin nyaring. Darahnya dibuang habis, tulangnya mulai retak dan hancur semua.


"Sialan apa ini!" teriak Allen dengan sekuat tenaga.


Kulitnya yang retak mulai di regenerasi, tulang-tulangnya mulai tumbuh dan berubah menjadi kuning.


Allen berhenti berteriak dan mencoba melihat tubuhnya saat ini. Darah dan ototnya habis, meninggalkan kulit mulus dan tulang kuning emas.


"Kenapa seperti ini?" tanya Allen kebingungan.


"Jangan lengah, ujian kedua belum selesai." Silvy memperingatkannya.


Allen mendongak ke atas karena ada gumpalan awan aneh. "Sejak kapan Pulau Nemo di dalam gua ada awan hitam."


Sebelum mendapatkan jawabannya, petir berwarna ungu terang menyambar Allen.


"Argh, Sialan!." Tulang dan kulit yang baru beregenerasi di hancurkan lagi.


Untungnya Ye Mo dan dua rekannya tidak mendengar di lapisan kedua. Ada formasi yang dapat menghilangkan semua kebisingan di luar Pulau Nemo.


Tubuhnya retak, Allen melepaskan semua energi jiwa yang dimilikinya. Sayangnya semuanya hancur karena sambaran petir kedua.


"Gila, apa masih ada lagi?" tanya Allen yang sudah bisa mengontrol rasa sakitnya.


Petir ketiga terbentuk dan menyambar Allen lagi. Namun kali ini dia tidak akan kalah, Tangan Bayangan menghentikan sambaran petir. Sayangnya rasa sakit masih dirasakan, tapi tidak bisa membuatnya berteriak.


Petir keempat semakin ganas, Allen tidak bisa menghentikannya. Tubuhnya hancur dan beregenerasi dengan cepat.


Petir kelima ingin menyambar tapi tidak cukup bahan bakarnya dan awan menghilang dari langit-langit.


"Sudah selesai?" tanya Allen sambil melihat kondisi tubuhnya yang memprihatinkan.


Tidak hanya semuanya hancur, Allen bahkan tidak bisa merasakan tubuhnya. Dia hanya bisa bernapas untuk menyambung hidupnya.


Zahra datang dan menggunakan energi alam untuk membantunya memulihkan kondisi tubuhnya. "Hukum ilahi benar-benar keras, meskipun hanya 4 sambaran itu sudah cukup bagus."

__ADS_1


"Memangnya ada orang gila yang bisa menerima lebih dari 4?" tanya Allen penasaran.


"Kata Pohon Dunia, pencipta Prinsip Jiwa menerima 9 sambaran tanpa merintih kesakitan." Zahra menutup mulutnya karena tidak ingin menertawakan ayahnya.


"Sialan, kau sedang menghinaku. Bagaimana caranya dia menerima serangan sebanyak itu?" tanya Allen penasaran.


"Tubuh ilahi miliknya sangat spesial, dia menyebutnya Tubuh Raja." Zahra menjawabnya dengan santai.


"Tubuh Raja, bagaimana aku mendapatkannya?" tanya Allen penasaran.


"Aku tidak tahu, mungkin sistem yang mendukungmu tahu." Zahra terus mengeluarkan energi alam untuk membantu penyembuhan ayahnya.


[Tubuh Raja bagian pertama ada di lantai tingkat 2. Kamu bisa membelinya dengan 300 miliar koin emas.]


"Jelas ini perampok. Kau pikir aku akan tertipu dengan manfaat Tubuh Raja." Allen memalingkan wajahnya.


"Tubuh Raja bagian pertama memang lemah, tapi setelah menemukan bagian ke dua hingga sepuluh, kamu akan merasakan manfaatnya. Tapi aku tidak yakin sistem yang mendukungmu punya bagian empat keatas." Zahra mengatakan kebenarannya.


[...]


Sistem hanya diam, karena bagian kedua ada di lantai 5 dan bagian ketiga di lantai 9. Sistem hanya tingkat Maha Dewa atau di bawah Surga. Jadi dia tidak tahu segalanya.


"Baiklah, lupakan masalah ini. Sekarang ayo fokus memikirkan diri." Allen menelan Pil Kebugaran tingkat tinggi.


Setelah satu minggu, Allen berhasil memilihkan kondisi tubuhnya. Kulitnya semakin halus dan lembut, tulangnya berwarna emas dan sangat kuat. Energi Jiwa yang awalnya bergerak ke jalan salah sekarang menuju jalan yang benar.


"Perasaan yang nyaman, ayo keluar." Allen keluar dari Pulau Nemo.


Dia melihat Ye Mo, Shera dan Pedro masih berusaha menerobos. Namun semuanya gagal dan hanya setara dengan Allen 6 bulan yang lalu.


Ketiganya langsung berdiri dan memberi hormat. Ye Mo yang pertama kali minta maaf. "Maafkan aku yang tidak kompeten, Bos."


"Lupakan, ayo keluar." Allen memimpin jalan keluar.


Budi dan kelompoknya juga berhasil menjadi Pejuang Tingkat 6 puncak. Mereka punya energi jiwa yang stabil dan kuat.


Setelah sampai ke lapisan pertama, dia mendapati Tiwi yang terluka parah.


"Apa yang terjadi?" tanya Allen melihat Tiwi.


"Risma dan Keluarga Oliver berkhianat, aku tidak bisa menghentikan mereka mengambil alih Aliansi Raja Surgawi." Tiwi menangis, dia kehilangan banyak orang karena dirinya lemah.


"Hyung, apa kamu punya cara meningkatkan kekuatanku secara instan. Aku ingin balas dendam!." Tiwi tampak dibakar kemarahan.


Allen mengarahkan telapak tangannya ke arah Tiwi, Energi Jiwa menyelimutinya dan menidurkan Tiwi.


"Maafkan aku, itu tidak akan bertahan lama." Allen mengeratkan giginya marah.


"Son Hyuk, apa yang kau lakukan!" teriak Allen memanggil Leluhur Keluarga Son.


Dengan tergesa-gesa sambil memegang tangan kanannya, Son Hyuk datang dan berlutut. "Maafkan aku, Tuan. Pasukan musuh terlalu kuat, aku sudah berusaha sekuat tenaga."


"Simon diaman kau!" seru Allen dengan nada marah.

__ADS_1


Simon kehilangan dia tangannya, dia langsung bersujud di depan Allen. "Maaf, Bos. Mereka mengirim 20 Pejuang Tingkat 7 padaku."


"Bajingan mana yang menyerang kita?" tanya Allen yang tidak bisa mengontrol amarahnya.


Energi jiwa bocor dan menyelimuti seluruh gua. Beberapa mata-mata di luar gua merinding dan jatuh dari pohon. Jantungnya berhenti berdetak dan meninggal di tempat.


"Apa yang kalian semua lakukan, bagaimana bisa Perusahan Allen dan Aliansi Raja Surgawi direbut. Katakan!" seru Allen marah.


Semua orang tertunduk, khususnya Budi dan kelompoknya yang tidak tahu kabar di luar.


"Drakula, apa yang dilakukan Robert. Kenapa bajingan itu tidak menghentikan Keluarga Moldova membunuh orang-orangku!" teriak Allen menatap tajam ke arah Drakula.


"Robert terlalu sayang dengan anak-anaknya. Dia pura-pura tidak melihat pengkhianatan anak-anaknya." Drakula mengatakan kebenarannya.


"Kenapa kau tidak mengeksekusinya langsung?" tanya Allen.


Drakula gemetar ketakutan karena Allen mulai melangkah mendekatinya. "A...aku tidak bi...bisa melakukannya. Larangan membunuh sesama saudara tidak diperbolehkan, Bos," jawabnya terbata-bata.


"Brengsek, kau Robert." Allen menatap luar gua dan mengirim telepati langsung ke Robert. "Bajingan, temui aku sekarang!."


Robert Moldova yang mendengar suara tuannya langsung gemetar, dia tidak tahu harus mengatakan apa. Namun tubuhnya tetap bergerak dan menemui Allen di Gua Misterius.


Lembu Suro menggunakan wujud fisik dan membawa Tiwi ke tempat yang lebih aman. Dia mencoba masuk ke Pulau Nemo tapi di larang.


"Gunakan tempat ini untuk memulihkan kondisi tubuhmu. Aku tidak mengira bos akan semarang itu." Lembu Suro gemetar ketakutan. Energi Jiwa yang dilepaskan penuh dengan hawa membunuh, bahkan hawa membunuhnya jauh melebihi ayahnya.


Seharian semua orang berlutut, mereka tidak bisa mengangkat kepalanya sampai Robert Moldova datang dan memberi hormat.


"Katakan, apa kenapa kau melakukan ini?" tanya Allen dengan perasan marah bercampur kecewa.


"Maafkan aku Tuan, anak-anakku kehilangan ibunya sejak kecil. Aku tidak bisa membiarkan mereka menderita lagi." Robert Moldova hanya bisa menyesal.


Allen tersenyum jahat. "Bagus. Aku mengerti sekarang."


"Shera, Pedro, Ye Mo, Budi. Bunuh semua keluarga Moldova, sisakan anaknya dan bawa kesini." Allen berdiri dengan tatapan marah.


Keempatnya langsung berlari dan melakukan tugasnya dengan cepat. Pedang Pendek dan tinju langsung menghancurkan Keluarga Moldova.


Budi dan Ye Mo segera membawa Kepala Keluarga Moldova ke hadapan Allen.


Allen dan semua orang hanya menunggu dua hari. Mereka masih di tempat yang saka tanpa makanan, untungnya masih punya pil untuk memulihkan tubuhnya.


Kepala Keluarga Moldova di lempar ke depan Allen. Matanya tidak memancarkan rasa takut, senyumnya sangat lebar seperti bukan manusia.


Tanpa rasa kasian Allen langsung memotong dua tangan dan kakinya. "Kau dikalahkan iblis hati. Sekarang matilah dengan tenang dihadapan ayahmu."


Allen menebas leher Kepala Keluarga Moldova dan menggunakan teknik Penghancur Darah.


Semua darah Kepala Keluarga Moldova keluar, Allen mengumpulkannya dan menyerapnya menggunakan Pelahap Jiwa.


Semua anggota keluarga Moldova terbakar dan mati di manapun mereka berada. Bahkan mereka yang lari ke neraka dan menemui Iblis juga mati.


Robert Moldova menggeliat seperti cacing kepanasan. Darahnya menguap dan semua kekuatannya hilang. Setelahnya dia mati tanpa mengetahui penyebabnya.

__ADS_1


"Sekarang Keluarga Moldova tidak akan pernah ada di dunia." Allen mengatakannya dengan amarah.


Namun setelah menggunakan teknik jahat tadi, Allen tumbang dan kehilangan kesadarannya.


__ADS_2