Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Serangan Balik


__ADS_3

Harjo Susanto datang ke Perusahaan Allen karena mendengar berita bahwa mereka akan bangkrut. Terlihat jelas hanya ada 4 orang yang ada di ruang rapat, wajah mereka juga sangat panik.


“Baiklah, mari duduk. Aku akan mengatakan kesalahan kalian!”


“Sebelumnya mohon maaf, Anda ini siapa?” tanya Tiwi dengan wajah polos.


“Harjo Susanto.”


Semua orang diam, empat orang di ruang rapat tahu siapa orang di depan mereka. Seorang investor yang menduduki kursi terbaik di seluruh dunia. Menurut majalah keuangan, Harjo Susanto adalah orang terkaya nomor 98 di dunia, bisnisnya tersebar luar ke seluruh penjuru dunia.


Setelah mendengar namanya, Tiwi dan teman-temannya diam dan terus mengikuti instruksi. Dalam waktu singkat semua permasalahan telah didapatkan solusi, tapi belum membuahkan hasil.


Sebelum meninggalkan ruangan, beberapa preman datang membawa orang-orang yang mereka kenal. Doni membawa 3 pengacara dan pebisnis dunia bawah, meskipun begitu mereka juga bisa di katakan pebisnis hebat.


“Aku membawa beberapa orang yang mungkin membantu, Bos mengatakan dia butuh semua orang dari dunia bawah.” Doni mengatakannya dengan sangat tenang.


“Bukannya kita bergerak di bisnis bersih, kenapa melibatkan dunia bawah?” tanya Tiwi kebingungan.


“Bos mengatakan dia akan mengurusnya. Jadi mereka semua bersih,” kata Doni.


Harjo Susanto terkejut dengan kehadiran dua buronan Kota U, keduanya adalah pengedar obat terlarang paling hebat. Setiap kali ingin di tangkap, mereka akan lolos menggunakan identitas baru.


“Nathan Nala, bagaimana kalian bisa sampai di sini?” tanya Harjo Susanto.


Nathan menoleh ke arah Harjo Susanto. “Oh ternyata Tuan Harjo Susanto, senang bertemu dengan Anda.”


“Pria tua ini masih saja aktif berbisnis. Aku pikir kita harus menendang rumahnya lagi, Kak.” Nala menyela pembicaraan mereka.


“Janganlah, kita di perahu yang sama. Bocah bernama Allen itu penuh misteri, ayo ikuti dia.” Nathan mau membantu Perusahaan Allen karena ia penasaran dengan banyaknya informasi yang dimilikinya.


“Baiklah, daripada menganggur ayo jalani saja. Toh si tua bangka itu benar-benar bangkrut karena pasukan peretas Pria Misterius.”


Nathan menggelengkan kepala. “Jangan menyebutnya lagi, aku yakin pria tua itu mendekam di tempat yang sangat mengerikan. Haha, aku tidak bisa membayangkannya!”


Nathan dan Nala tertangkap di Kota R, mereka menggunakan segala cara untuk kabur. Namun Penguasa Kota R benar-benar gila, ia menyiksa Nathan dan Nala karena tidak mau mengaku.

__ADS_1


“Aku juga penasaran kenapa tidak ada serangan peretas, padahal kita mendapat banyak sorotan mata?” ungkap Nala penasaran. Ia sudah memeriksa pengaman sistem perusahaan Allen, tapi pengamanannya sangat sederhana dan seharusnya mudah ditembus.


Nala sangat ahli dalam bidang peretasan dan elektronik, ia punya kemampuan yang hampir setara dengan Allen. Sayangnya Allen punya pengetahuan masa depan, jadi Nala tidak punya pilihan selain kalah dan melayaninya.


Pertemuan Allen dan Si Kembar terjadi ketika Pala Kuning menghubungi mereka dan menyuruhnya untuk menerobos sistem Perusahaan Allen. Setelah beberapa hari, Nala frustrasi karena setiap teknik peretasannya sudah terbaca. Pala Kuning juga mengatakan bahwa Allen itu lebih baik darinya, tapi bocah itu hanya berpura-pura bodoh.


Nathan dan Nala langsung menghubungi Allen hari ini, mereka berniat mengunjungi Perusahaan Allen dengan identitas lama. Namun Allen melarangnya dan menyuruhnya menunggu 2 jam, siapa yang menyangka kasus kriminalnya di Kota R hilang.


Kota U juga sedang di landa panik karena serangan peretas atas nama Anonim menyerang dan menghapus kasus tentang Nathan dan Nala dalam sekejap mata. Anehnya itu dilakukan dengan sangat cepat, padahal sistem keamanan Kota U kelas dunia. Dari situ Nathan dan Nala setuju mengikuti pria berumur 23 tahun itu.


Tidak hanya Nathan dan Nala, beberapa orang lainnya juga cukup terkenal di bidangnya. Ada 3 pengacara dan 9 pebisnis andal, mereka semua orang terpilih yang Allen hubungi menggunakan jaringan Pala Kuning dan ingatan masa depannya.


Meskipun mereka semua bergerak di dunia bawah, Allen percaya kemampuan mereka dalam memecahkan permasalahan saat ini. Jadi ia memilih mereka untuk meminta bantuan di bandingkan dengan para pengusaha yang berpura-pura bersih.


Nathan segera duduk di kursi kosong, matanya menatap Tiwi. “Jadi berapa uang kita sekarang?” tanyanya.


“700 juta, itu uang yang mungkin kita keluarkan.” Tiwi menjawab dengan sangat santai, ia mempercayai keputusan hyungnya.


“Uang yang banyak, apa kita mulai mengambil uang pria tua itu?” tanya Nathan melirik Nala.


“Bos mengatakan kita harus menggunakan cara legal. Jadi jangan melakukannya,” jawab Nala.


Ada 7 pebisnis yang andal hadir di dalam ruang rapat, mereka mendapat modal kecil untuk membuat bisnis lain. Nathan melakukan itu untuk membagi fokus musuh dan mencari dalang di balik kejadian ini.


Allen masuk ke dalam ruangan, ia sebenarnya sudah hadir sejak tadi tapi memilih untuk bersembunyi dan menunggu di depan pintu. “Cara seperti ini memang efektif untuk kita, tapi tidak ada risiko yang nyata. Mari kita tuntut salah satu penyerang dengan tuduhan suap.”


“Kita tidak punya bukti, akan susah mengambil tindakan agresif seperti itu.” Nathan menentang keputusan Allen yang terlalu tergesa-gesa.


Allen menoleh ke arah 3 pengacara yang duduk berdampingan, mereka tim yang cukup solid untuk merekayasa semua bukti. “Sepertinya masalah itu sudah terpecahkan, periksa Flash Drive ini. Buat mereka menjadi sesuatu yang di temukan penyidik.”


“Serahkan pada kami, itu pekerjaan mudah.”


Allen bukan orang baik, tapi ia tidak ingin menjadi bajingan gila yang menghancurkan semua orang.


7 Pebisnis melakukan tugasnya, mereka semua membangun bisnis retail dengan modal kurang lebih 50 juta. Semuanya menggunakan caranya sendiri untuk memulai, Allen tidak perlu ikut campur dalam prosesnya.

__ADS_1


Harjo Susanto melihat dengan kedua matanya, bocah licik itu mulai gila dan menuntut 5 perusahaan terbesar di Kota R. Tidak hanya itu, dia juga menemukan beberapa kelemahan hakim dari Kota Z.


Seperti yang kita ketahui Kota Z adalah pusat bisnis dunia, mereka juga menjadi pusat peradilan dunia. Karena Kota Z dulunya menjadi pusat pemerintahan penguasa dunia.


Hanya dalam beberapa hari, semua tuntutan di setujui pengadilan Kota Z. Perusahaan Allen menuntut ganti rugi akibat banyaknya eksekutif yang mereka suap sehingga mengakibatkan kerugian bagi perusahaan. Jumlahnya tidak main-main, Allen menetapkan angka yang tidak masuk akal, 80 miliar adalah jumlah yang mereka minta untuk setiap perusahaan.


3 pengacara menggiring opini publik untuk terus menyalahkan Kota R yang melanggar hak asasi manusia. Bukti yang diberikan Allen sangat jelas dan ditemukan oleh penyidik.


Tiwi dan 3 eksekutif yang bertahan hanya bisa bengong, mereka diam di tempat duduk dan semua masalah bisa selesai dengan sendirinya. Sampai akhirnya hari pengadilan akan segera datang, Allen bersiap untuk memberikan kesaksian.


Allen keluar dari mobil dengan setelan jas rapi, jam tangannya juga tampak sedikit mewah untuk mendukung penampilannya. “Sepertinya semua berjalan lancar, apa kau sudah menyiapkan semuanya?” tanyanya pada Nathan yang memotong rambutnya dan merapikan penampilannya.


“Semua berjalan lancar, 100% kita bisa mengambil keuntungan dari para bajingan itu.” Nathan sangat percaya diri dengan kemampuannya, jadi mudah baginya untuk menyusun rencana dan berbicara di depan wartawan.


“Ingatlah, ketika kau terlalu percaya diri, disitu bencana akan datang. Apa kau ingat ada entitas yang mendukung Kota R?” tanya Allen dengan suara pelan.


“Ah, sial. Aku melupakan mereka.”


“Lupakan saja, aku sudah memberi mereka peringatan.”


David keluar dari mobil, ia tidak menyangka akan berhadapan dengan Allen. Meskipun serangan Allen tidak langsung mengarah padanya, David merasa tindakan musuhnya sedikit lebih misterius.


“Jangan membuat kesalahan, tarik mereka semua ke dalam kerusuhan.”


“Baik, Bos.”


David mengubah ekspresinya, ia dengan ekspresi gembira langsung mendatangi Allen dan berteriak, “Hi, adik...”


“Adik palamu, aku tidak lebih muda darimu!” ucap Allen dengan suara bercanda. Ia mendapatkan informasi yang cukup mencengangkan, David ternyata bukan orang biasa, jadi ia mencoba menggunakan keterampilannya.


[David


Umur : 26 tahun


Elemen : Kegelapan, Api, Logam

__ADS_1


Total Kekuatan : 44.987.]


Siapa yang menyangka David ternyata sangat kuat, bahkan jika Allen dan Budi bekerja sama, mereka akan tewas dengan beberapa gerakan. Allen menelan ludahnya, ia mulai mengerti mengapa di akhir hidupnya Clarissa bersama David bukan William.


__ADS_2