Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Keputusan


__ADS_3

Thomas dan 4 Leluhurnya mengerutkan kening. "Apa kamu yakin melakukan ini?" tanya Thomas dengan wajah khawatir.


Allen tampak penuh percaya diri. "Raja Surgawi tidak takut siapapun. Jadi jangan terlalu dipikirkan, Keluarga Morgan juga punya musuh di utara."


"Utara?"


"Keluarga Windsor." Allen dengan santai mengatakan nama yang ditakuti seluruh dunia.


"Sial, aku kira kau bocah ingusan yang hanya bisa meramu Pil." Petrik Huben mengejek Allen.


"Sebenarnya aku masih bocah 20 tahunan, tapi aku kembali dari masa depan." Allen mengatakannya sambil tertawa kecil.


Chris tidak peduli dengan pilihan, Allen. Namun sekarang dia bisa memastikan bahwa ramalan Allen 9 bulan lalu tidak sembarangan.


"Bro, apa yang harus kita lakukan? Aku tidak bisa membiarkan Keluarga Huben binasa?" tanya Chris dengan wajah serius.


Allen memandang Chris dengan tatapan penuh harapan. "Bergabunglah denganku. Tinggalkan semua tanahmu dan mulai lagi dari awal, Keluarga Bishop tidak mungkin melepaskan kalian."


"Apa tidak ada cara lainnya?" tanya Petrik.


"Ini hanua sekedar saran, ramalanku mungkin akan terjadi 3 bulan dari sekarang. Jika tidak ada Keluarga Huben di sana, artinya ramalan itu salah."


Chris menelan ludahnya dan bertanya, "Bicata soal ramalanmu, pernahkah gagal?"


Allen mengangkat bahunya. "Entahlah, tapi tidak ada satupun ramalan yang terwujud. Itu semua karena aku mengubah alurnya."


Chris dan Petrik mengerti maksudnya, Keluarga Huben tidak punya dasar yang kuat seperti Keluarga Muller. Namun mereka punya anggota keluarga yang lebih banyak.


Anggota Keluarga Huben sekitar 200 orang garis keturunan murni dan 700 garis keturunan campuran. Mereka semua tidak terlalu solid karena kepemimpinan Chris.


"Apa syaratnya bergabung dengan Raja Surgawi?" tanya Chris di depan Thomas dan 4 Leluhurnya.


Allen tersenyum ramah. "Aku tidak mengatakan kalian harus bergabung dengan Raja Surgawi, tapi aku ingin kalian bergabung denganku."


"Apa maksudmu?"


Allen menjelaskan perkataannya dengan suara padat dan penuh keyakinan. Ia mengingkan Keluarga Huben mengucap Sumpah Darah setia padanya, Kemudian akan menjadi bagian dari aliansi.


Bukannya tidak percaya, tapi Allen masih tidak percaya dengan Risma yang menjadi juru bicara Aliansi. Meskipun Harjo Susanto juga sangat kompeten, dia masih punya kecurigaan padanya.


Hanya James Oliver yang bisa dipercaya, karena sudah mengucap Sumpah Darah. Namun Shin Miyazaki dan Ayah James tidak bisa diprediksi.

__ADS_1


Sebagai orang yang penuh kewaspadaan, Allen harus membuat garis bawah sebelum adanya konflik. Sama halnya dengan Keluarga Son dan Keluarga Moldova yang tidak mengucap sumpah darah, hanya Leluhur mereka yang setia padanya.


Untungnya Allen punya Keluarga Ye yang punya total anggota 820 orang. 500 diantaranya sudah bergabung dengan pasukan resmi dan tinggal di Pulau Nemo.


"Biarkan aku berpikir dulu." Chris meminta waktu berpikir dan duduk di sofa. Wajahnya tampak serius dan memikirkan semua resiko yang dihadapi.


Petrik mendekat dan membisikkan sesuatu. "Aku sarankan lebih baik bergabung dengannya, Tuan. Lihatlah tampilan bocah itu, auranya sangat misterius hingga membuat bulu kudukku berdiri."


Chris langsung berdiri. "Baik, aku menerima tawaranmu. Bagaimana cara mengucapkan Sumpah Darah."


Allen menjelaskan resiko yang akan di terima pengucapan sumpah. Dia menjelaskannya dengan ekspresi serius.


Chris dan Petrik tidak punya keraguan, mereka langsung mengucap Sumpah Darah di depan Keluarga Muller. Mereka mengucapkannya dengan penuh keyakinan, Keluarga Huben harus keluar dari krisis ini.


Allen meletakkan telapak tangannya ke pundak Chris dan Petrik. "Aku terima sumpah kalian, sekarang duduklah dan fokuskan dirimu mempelajarinya."


Teknik Prinsip Jiwa di transfer ke ingatan mereka berdua, Allen langsung melepaskan pegangannya setelah mentransfer Prinsip Jiwa hingga tahap 3.


Bukannya tidak percaya, Allen hanya ingin melihat kesungguhan mereka berdua. Tepat setelah melepaskan pegangannya, tubuh Chris dan Petrik mengeluarkan cahaya.


Cahaya putih yang menerobos keluar dari sekujur tubuh mereka mulai berubah warna menjadi ungu gelap.


"Bro, apa yang kau berikan padaku?" tanya Chris dengan wajah gembira.


Allen menutup mulutnya sendiri dengan satu jari. "Jangan pernah mempertanyakan apa yang aku berikan, coba dan lihatlah hasilnya." Matanya melirik ke arah Petrik yang sedikit menolak energi Jiwa.


"Jangan melihatku seperti itu. Kemampuan Keluarga Huben tidak selemah yang kau pikirkan." Petrik membela dirinya.


Allen menghela napas dan berkata, "Lakukan sesukamu. Cepat atau lambat kamu akan mengerti maksudku."


Thomas Muller dan 4 Leluhurnya hanya melihat. Mereka tidak menggangu proses Sumpah Darah dan membenturkan kekuatan baru mereka.


"Anak Muda, maukah engkau memberi tahunku teknik apa yang engkau kembangkan?" tanya Leluhur Pertama Keluarga Muller.


"Kami menyebutnya Prinsip Jiwa." Allen menjawabnya dengan suara tegas dan mata yang penuh keteguhan.


Leluhur pertama Keluarga Muller langsung berlutut. "Murid Pasukan Shadow No. 9210 menyapa penerus sejati."


"Penerus Sejati?." Allen tampak kebingungan dengan perkataan Leluhur Pertama Keluarga Muller.


"Benar, anda pasti penerus sejati yang turun dari langit." Leluhur pertama keluarga Muller menunduk.

__ADS_1


"Ceritakan apa yang kau ketahui." Allen mengatakannya dengan rasa penasaran.


Leluhur Pertama Keluarga Muller adalah Simon Muller, salah satu pendiri pertama keluarganya ribuan tahun yang lalu.


Semua keluarga Muller berasal dari pasukan khusus bernama Shadow, salah satu pasukan Seven Soul. Namun setelah kenaikan pemimpinnya, banyak orang mulai mengikuti jejaknya.


Setelah ribuan tahun, teknik Prinsip Jiwa telah pudar. Bahkan Simon percaya tidak ada orang yang bisa mengembangkannya lagi.


Pada jamannya menjadi murid, guru yang mengajarinya hanya tahu Prinsip Jiwa tingkat 2. Sekarang gurunya itu mati karena termakan usia.


Simon Muller bisa sampai sejauh ini karena dia menciptakan sebuah teknik baru. Butuh 25 tahun untuknya merancang teknik pengembangan Keluarga Muller saat ini. Namun Simon cukup puas dengan hasil kerjanya dan teman-temannya yang bergabung dengan Keluarga Muller.


Setelah ratusan tahun berlalu, para anggota Shadow yang masih keras kepala mengembangkan teknik tidak lengkap mulai meninggal. Tidak berasa hanya ada 9 orang yang berhasil selamat dari krisis, salah satunya adalah Simon Muller.


9 orang itu berkomitmen akan mendirikan sebuah keluarga, Keluarga Muller adalah nama yang bisa dipikirkan 9 orang itu.


Sejarah tidak bisa dilupakan, setelah memegang kekuasaan dan berumur ratusan tahun, para pendiri mulai bertengkar untuk memperebutkan kursi pimpinan. Tidak terkecuali Simon yang gila akan kekuasaan.


Perang saudara itu akhirnya dimenangkan Simon Muller. Dia memimpin keluarga Muller selama 35 tahun, kemudian digantikan generasi muda yang lebih kompeten.


Leluhur Kedua juga mengembangkan teknik yang sudah dibuat Simon Muller. Sayangnya teknik itu tidak terlalu kuat dan hanya bisa membantu mereka sampai ke tingkat 7 akhir saja.


[Simon Muller


Umur : 1123


Elemen : Tanah


Total Kekuatan : 301.421.]


"Baiklah, berdiri. Aku tidak akan memaksa, kamu pasti tahu salah satu syarat menjadi anggota Shadow." Allen bertanya dengan senyum tipis.


"Saya mengerti, Tuan." Simon Muller tanpa keraguan mengucap Sumpah Darah di depan semua orang. Orang yang kabarnya menjadi Pendekar Pedang Nomor 1 di Kota A berlutut di depan anak umur 20 tahunan dengan ekspresi serius.


Thomas Muller dan 3 Leluhur lainnya bingung. Mereka belum memutuskan apa-apa tapi Leluhur pertamanya sudah mengucap sumpah darah.


"Kalian jangan mengikuti jejakku karena terpaksa. Itu justru akan mempengaruhi kekuatanmu." Simon Muller mulai berdiri dan melirik Thomas Muller.


"Tapi..." Thomas Muller ingin membantah, tapi perkataan segera terputus.


"Ini sudah tugasku sebagai Anggota Shadow. Mulai sekarang aku akan menanggalkan Marga Muller padaku!."

__ADS_1


__ADS_2