
Dua hari berlalu dengan cepat, Allen mulai membuka matanya. "Dimana aku?" tanyanya pada Tiwi yang menjaganya.
"Kita di lapisan ketiga. Semua orang membangun rumah peristirahatan khusus." Tiwi menjawab dengan suara pelan.
"Semua bukan salahmu, sekarang panggil semua orang." Allen menelan Pil Mental untuk mengembalikan kondisinya.
Tiwi segera mengumpulkan semua orang. Allen berdiri didepan 1200an orang yang berkumpul di lapisan ketiga. Mereka semua berhasil mempelajari Prinsip Jiwa tingkat 2 atau diatasnya.
"Maafkan aku yang terlalu terbawa suasana kemarin. Sekarang ayo dengarkan pendapat kalian tentang situasi kita saat ini?" tanya Allen degan suara pelan. Semua orang mendengarnya karena Allen menggunakan telepati untuk memperjelas perintahnya.
Simon mendekat dengan tangan yang belum tumbuh. "Pergerakan musuh kita terlalu sunyi, kekuatan 3 keluarga besar juga sedang kuat-kuatnya."
"Setelah ini pergilah ke Pulau Nemo, segera tumbuhan bagian tubuh kalian yang terpotong. Jika ada yang tidak tahan angkat tangan dan Zahra akan membantu." Allen tampak serius mengatakannya.
"Aku mengerti situasi kita tidak baik, tapi aku butuh pemikiran kalian." Allen melanjutkan perkataannya.
Semua orang diam, mereka hanya ingin bertambah kuat tanpa mengambil resiko besar.
Allen menghela napas. "Aku ingin mengingatkan, setiap kekuatan yang kalian pupuk dan timbun itu ada tanggung jawab didalamnya. Apa kalian tahu banyak orang baik yang mati karena kalian tidak menolongnya?."
Semua orang menunduk, bahkan Simon yang pernah ikut perang saudara hanya bisa tertunduk lemas. Ingatan masa lampau kembali muncul, dia melarikan diri sendiri dan mengabaikan orang-orang terpercayanya.
Son Hyuk teringat dimana dia harus membunuh pengawal paling setianya demi kestabilan posisinya.
Budi teringat saat kakak-kakaknya memukulinya, kemudian dia membalas dendam dengan tangan penuh darah.
"Kenapa kalian menunduk, aku tanya sekali lagi. Apa yang kalian inginkan?" tanya Allen dengan suara keras.
Semua masih diam, sekarang Allen yang tertunduk lemas. Dia mengira semua akan baik-baik saja, tapi kenyataannya berbeda. Meskipun menggunakan seluruh kekuatannya, tidak mungkin bisa mengalahkan Keluarga Besar.
Tanpa terasa air mata mulai menetes, Allen tampak gemetar. "Aku jauh lebih muda dari kalian, umurku baru 26 tahun. Aku hanya ingin mendengar pendapat dari para senior yang lebih berpengalaman," katanya menunduk menutupi air matanya.
Semua orang bisa merasakan betapa frustrasinya Allen saat ini. Mereka menyerang pasti kalah, mereka mundur pasti juga akan binasa.
Tiwi mengangkat tangan kanannya. "Hyung, tidak pantas bagi seorang pemimpin menangis." Kemudian dia mengusap air mata Allen, padahal dirinya sendiri masih menangis frustrasi.
"Tiwi..."
Allen tidak melanjutkan perkataannya, ia hanya ingin diam dan mendengar pendapat rekan-rekannya.
"Hyung, kita harus balas dendam. Tapi harus merencanakannya sebaik mungkin." Tiwi memberi saran.
Chris datang dan memberi saran. "Bro, aku memang tidak sekuat Simon, tapi biarkan aku yang memulai peperangan!." Saat ini dia dalam wujud kurus dan siap bertarung, padahal tangan kirinya tidak bisa digerakkan.
"Tuan, kita semua saudara. Kita harus balas dendam untuk saudara-saudara kita di Perusahaan Allen." Petrik meyakinkan Allen.
Kondisi Petrik juga tidak kalah buruk, dua kakinya tidak bisa digerakkan. Dia hanya bisa berjalan dengan bantuan kursi roda.
"Benar, kita harus balas dendam!." Semua orang bersorak semangat, matanya masih memancarkan cahaya harapan.
Tidak ada satupun anggota Raja Surgawi yang gugur, artinya mereka masih bisa membalas dendam.
Allen tersenyum. "Tiga bulan, dalam tiga bulan kita semua harus bisa masuk ke Pulau Nemo."
Tangan Bayangan dikeluarkan, Allen membeli Pil Mental untuk diberikan pada 10 peringkat teratas yang bisa bertahan di Pulau Nemo.
Setelah itu dia membagikan ribuan pil kebugaran untuk membantu pertumbuhan semua orang.
__ADS_1
Allen memimpin masuk ke dalam Pulau Nemo, kemudian disusul Simon, Drakula, Ye Mo, Shera, Pedro, Petrik, Son Hyuk, Chris, dan paling terkahir Budi.
Setelah mereka masuk, anggota lainnya berbondong-bodong masuk. Sebagian besar anggota Raja Surgawi hanya bertahan 5 menit.
Seiring berjalannya waktu mereka berhamburan keluar Pulau Nemo dan menstabilkan mental. Setelah seharian melakukan kompetisi internal, Allen mendapatkan hasilnya.
[Tiwi : 2 jam 32 menit.
Jery : 1 jam 2 menit.
Budi : 1 jam 1 menit.
Simon : 59 menit.
Son Hyuk : 56 menit.
Drakula : 56 menit.
Shera : 55 menit.
Pedro : 55 menit.
Ye Mo : 52 menit.
Petrik : 50 menit.]
Sepuluh orang itu mendapatkan Pil Mental dan bisa bertahan lebih lama di Pulau Nemo. Semua orang terkejut karena peringkat pertama dan kedua merupakan orang baru.
Tiwi seorang direktur Perusahaan yang sudah mengalami banyak sekali tekanan berbagai pihak. Jadi sudah sewajarnya kekuatan Mentalnya sangat tinggi.
Jery tidak jauh berbeda, sebagai seorang peretas dia harus membuat langkah yang bersih dan keberanian tingkat tinggi.
"Apa aku harus membeli Tubuh ilahi?" katanya pelan.
Zahra muncul dan tersenyum manis. "Tidak ada salahnya membeli sesuatu yang menguntungkan di kemudian hari. Kenapa kamu ragu?" tanya Zahra.
Allen melirik Koin Emas yang dia miliki, senyumnya sedikit dipaksakan karena terlalu berlebihan menggunakan Toko Sistem.
[300 miliar.]
"Baiklah, kali ini aku akan percaya padamu." Allen segera ke Toko Sistem dan membeli panduan bagian pertama.
"Bukannya namanya Tubuh Raja, kenapa pengantarnya meratakan Tubuh Ilahi Raja Perang?" tanya Allen kebingungan.
Namun karena tekadnya sudah kuat, dia tetap membelinya dan menyisakan 100 ribu koin emas saja. Untungnya itu masih cukup untuk membeli beberapa bahan untuk pil.
Allen perlahan membuka buku panduan, tiba-tiba sinar yang menyilaukan menusuk matanya dan bukunya hilang. Sejumlah informasi masuk ke dalam ingatannya, Allen memegangi kepalanya.
"Tubuh Raja, memang terbaik. Untungnya aku mendengarkan saranmu." Allen melihat Zahra yang belum kehilangan senyumnya.
[Tubuh Ilahi Raja Perang.
Meregenerasi luka ringan dan dijadikan kekuatan fisik. Luka ringan yang bisa di regenerasi sesuai setara dengan Kekuatan Mental + Stamina. Semakin tinggi kekuatan mental dan stamina maka regenerasinya semakin cepat.]
Allen segera menantang Zahra untuk berduel. Karena ingin menguji kemampuan Tubuh Ilahi, Allen sengaja dipukuli hingga babak belur.
Luka di sekujur tubuhnya perlahan sembuh, Allen tersenyum manis. "Ini dia yang aku butuhkan!."
__ADS_1
[Kekuatan Tubuh +1
Stamina +1
Mental +1.]
Allen tersenyum, sekarang dia punya kemampuan bawaan yang gila. "Ayo lanjutkan!."
Untuk memanfaatkan kemampuan tubuhnya, Allen terus menerus dipukuli.
Zahra tidak menurunkan kekuatannya tapi tangannya mulai merasa nyeri. "Tubuh ilahi yang memberikan," katanya sambil melompat mundur.
Allen memastikan dirinya telah bertambah kuat, tidak terasa dia terus dipukuli selama 3 hari berturut-turut.
"Bagaimana keadaan kalian?" tanya Allen pada kelompok pertama yang masuk ke Pulau Nemo.
Tiwi dengan santai berdiri. "Tidak ada tanda-tanda mual, mungkinkah karena pil yang kamu berikan, Hyung?" tanyanya.
"Tidak, aliran waktu di Pulau Nemo sedikit berbeda dari dunia luar. Makanya mereka dengan kekuatan mental yang bisa bertahan cukup lama.
Hari berlalu dengan cepat, tidak terasa tiga bulan di Bumi telah berlalu. Semua orang sudah bisa tinggal di Pulau Nemo selama sehari atau setengah hari di Bumi.
"Jangan berpuas diri. Mulai sekarang aku sendiri yang akan mengajarkan kalian teknik beladiri. Son Hyuk tugasmu mempelajari semua teknik dan mengajarkannya." Allen melemparkan 5 buku teknik beladiri.
"Bos, darimana kau mendapatkan teknik mengerikan seperti ini?" tanya Son Hyuk.
"Tidak penting darimana aku mendapatkannya, yang penting kalian harus menguasai minimal satu teknik. Kita akan dibagi menjadi 5 kelompok dengan skill itu pembaginya."
[1. Tiger Roaring Fist
Falling Goose Leg
Vajra Finger
Black Gauze Palm
Gale Sword Technique.]
Allen menyadari tidak semua orang bisa menggunakan pedang pendek, oleh karena itu dia memutuskan untuk membagi orang-orang menjadi 5. Divisi Tinju, Kaki, Jari, Telapak, dan Pedang.
Budi akan memimpin divisi Tinju, Pedro akan menjadi ketua Kaki, Simon menjadi Ketua Jari, Ye Mo menjadi Ketua Telapak, dan Shera menjadi Ketua Pedang.
Sedangkan anggota lain akan menyesuaikan diri, kecuali Tiwi yang sedikit istimewa. Dia sama seperti Son Hyuk, bisa mempelajari semua teknik hanya dengan sekali lihat.
Setelah mempelajari semuanya, Allen memberi komando untuk membuka diri dan mulai rencana balas dendam.
"Tiwi, area mana yang harus kita ambil dulu?" tanya Allen.
"Hyung, kita tidak bisa terlalu mencolok. Mari ambil Kota K dulu yang paling dekat dari sini." Tiwi memberi saran.
Semua pasukan yang kehilangan anggota tubuh telah kembali. Mereka memulihkan diri di sebelah Pohon Dunia.
"Baiklah, Budi buka jalan untuk kita semua. Shera dan Pedro pastikan perjalanan Budi lancar. Ye Mo jaga belakang, Simon pastikan semua berjalan dengan baik."
__ADS_1
"Baik, Bos!" jawab semua orang.