Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Permainan


__ADS_3

Reger mengeratkan giginya, ia tidak mau menjawab tapi dipaksa harus berkata jujur. "Karena tunanganku berselingkuh!" jawabnya dengan tatapan kemarahan.


Patung besar hanya diam, artinya Roger punya kesempatan untuk menyerang. Allen bersiap dan mengangkat perisainya.


"Kau pikir bisa menghentikan seranganku. Matilah Sialan!." Roger melepaskan semua kekuatannya di serangan terkahir.


Allen menutup mata dan mencari Barang yang bisa digunakan di Toko Sistem. Waktunya tidak banyak, ia langsung membeli sebuah Jimat. Dengan panik ia langsung menggunakannya dengan mengatakan, "Aktifkan!"


Roger yang sudah tersulut amarah tidak mengontrol kekuatannya, dia melepaskan semua yang dimiliki pada serangan itu.


Sebuah penghalang berwarna kuning terang menyelimuti Allen dan menghentikan serangan lawan dengan gampangnya.


"Apa?." Roger terkejut melihat seluruh kekuatannya di serap pelindung kuning.


Allen mundur selangkah dan Jimat di tangannya langsung hancur. Meskipun berhasil menghilangkan serangan Roger, ia masih terkena sedikit dampak hingga memuntahkan dua teguk darah segar.


"Bagaimana kau bisa memblokirnya?" tanya Roger yang secara tidak langsung membuang kesempatannya.


Allen tersenyum tipis sambil mengusap sisa darah di ujung bibirnya. "Jimat Pelindung," jawab Allen singkat dan jelas.


Roger melihat langsung ke arah Patung Besar, tidak ada pergerakan yang artinya Allen jujur.


Karena sudah menjawab dengan jujur, Allen mendapat kesempatan untuk menyerang. Ia langsung menarik pedang di dalam Cincin Penyimpanan. Pedang pendek itu memancarkan aura berwarna ungu gelap, Allen menggenggamnya dan langsung menusuk ke arah musuh.


Roger dengan santainya menangkap ujung pedang. Namun siapa yang menyangka pedangnya menancap di telapak tangannya hingga tembus.


Allen tersenyum dan menarik pedangnya ke atas sehingga telapak tangan Roger hampir terbelah dua.


Roger merintih menahan rasa sakit di telapak tangannya. Kemampuan regenerasinya tidak bekerja, api ungu yang tertinggal terus menggerogoti dagingnya.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Roger untuk kedua kalinya.


Mata Patung Besar menyala, laser langsung mengarah ke jantung Roger. Dadanya tembus tapi Roger masih berdiri dan meregenerasi dadanya.


"Aneh, kenapa tanganku tidak sembuh!." Roger kebingungan, tapi ia tidak mau mengulang kesalahan.


"Sekarang giliranku, Dengan siapa kekasihmu selingkuh?." Allen mencoba berdiri dengan kekuatan yang tersisa, ia tidak mendengar jawaban Roger dan segera masuk ke Toko Sistem.


[3,4 juta Koin Emas.]

__ADS_1


"Jadi satu Jimat tadi seharga 100 ribu. Aku harus beli lebih banyak!." Allen segera menekan beli pada Jimat Pelindung.


Sayangnya 5 buah adalah batas pembelian per tahunnya. Jadi Allen harus menghematnya sampai akhir tahun depan.


Koin emas Allen tersisa 3 juta, dia dengan panik mencari Benda yang bisa meningkatkan kekuatannya sementara.


Setelah mencari selama 5 menit, Allen menemukan Ramuan Penambah Kerusakan. Harganya 500 ribu satu kali pemakaian, Allen tidak punya pilihan lain dan segera membelinya.


Jiwanya kembali ke tubuh utama, Allen membuka mata dan melihat Roger belum menjawab pertanyaannya.


Roger mengeratkan giginya marah. Ia terus berpikir supaya tidak dicurigai berbohong. "Adikku," jawab Roger yang sudah matang memikirkannya.


Sayangnya Allen bukan orang bodoh, ia tahu bahwa Roger menyembunyikan makna di balik nama Adik.


"Sekarang matilah!." Roger melepaskan aura seorang Pejuang Tingkat 7, cakarnya segera mengarah ke Allen.


Namun cahaya kuning menyerap serangannya dan langsung menghilang. "Sepertinya kau tambah lemah, ayo kita lihat siapa yang akan berdiri. Aku dengan Jimatku atau kau dengan kekuatan sombongmu!." Allen terus memprovokasi lawannya.


"Darimana kau mendapatkan Jimat Itu?" tanya Roger yang mencoba mengulik habis rahasia Allen.


"Leluhurku." Allen lagi-lagi menjawab dengan singkat. Patung Besar tidak membuat pergerakan, artinya Allen berkata jujur.


Sistem tidak terdeteksi, jadi Allen tinggal mengarang cerita tentang dia yang menjadi leluhurnya.


Tubuh Allen mulai memerah, aura di dalam tubuhnya mulai berontak dan keluar tak beraturan. Warna ungu gelap mendominasi ruangan, Allen menatap tajam ke arah musuhnya.


"Pesiapkan dirimu!." Allen menghilang dan muncul kembali di depan Roger. Tendangan kaki langsung mengarah tepat ke wajahnya hingga taringnya patah di tempat.


Ras Demi Human terkenal punya fisik yang sangat kuat, tapi Allen berhasil mematahkan gigi Roger dengan satu tendangan.


Roger menatap tajam ke arah Allen dan segera mengambil patahan giginya di lantai. "Aku tidak akan tenang sebelum membunuhmu!" serunya penuh amarah.


Bukannya takut, Allen malah tertawa terbahak-bahak mendengarnya. "Hahaha, apa kau pikir aku bodoh. Aku prediksi mulai sekarang kau tidak akan bisa menjawabnya."


"Siapa Nama Adikmu?" tanya Allen dengan senyum tipis di wajahnya. Ia sudah mengetahui kelemahan Roger, bukannya tidak tahu tapi ia tidak boleh menjawabnya.


Roger termakan perangkapnya sendiri. "Sial, aku akan membunuhmu!." Kesabarannya sudah habis, tanpa pikir panjang Roger mengeluarkan kuku tajamnya dan langsung menyerang Allen.


Mata Patung Besar menyala dan menembakkan Laser. Namun laser itu berhasil di hindari dan Roger langsung mencakar musuhnya.

__ADS_1


Allen panik, ia langsung mengaktifkan Jimat Pelindung. Sayangnya gerakannya sedikit terlambat hingga cakar Roger berhasil menembus pertahanannya.


Tubuh Allen hampir terbelah, untungnya ia berhasil mengaktifkan Langkah Bayangan di detik terakhir.


"Hampir saja kau membunuhku!." Allen masih dalam mode mengamuk karena Ramuan. Ia melangkah maju dan menerkam musuhnya dengan Pedang Pendek.


Tangannya yang terampil bergerak bagaikan pecut. Pedangnya berkelebat menyerang Roger yang kehilangan keseimbangan.


Melihat mata Allen yang tidak punya rasa simpati padanya, Roger sedikit merinding. Meskipun kekuatannya di tekan tapi ini pertama kalinya ia merasa takut dengan bocah kemarin sore.


"Brengsek, siapa kau sebenarnya!" seru Roger tidak percaya pengalamannya bertahun-tahun bisa kalah.


Keterampilan Allen dalam teknik pedang memang dangkal, tapi Prinsip Jiwa menuntunnya ke jalan yang benar. Ayunan, Tusukan, dan Tebasan yang dilakukan selalu tepat sasaran, sehingga Roger kesusahan dalam bertahan.


Tidak mau membiarkan lawan terus di atas angin, Roger mulai melawan dan membiarkan serangan musuh menggores tubuhnya. Tangan kanannya mengepal dan langsung mengarah ke wajah musuhnya.


Allen dengan sigap mendongak dan menghindari serangan, tangan kirinya menggenggam lengan Roger dan memanfaatkan sudutnya untuk membuat Tusukan Pedang.


Pedang di tangan kanan Allen terus bergerak, walaupun tidak menghasilkan kesukaan besar tapi sangat mematikan.


Roger menendang dada Allen yang mulai kehabisan napas. "Mati kau!" serunya setelah berhasil menerbangkan Allen hingga ke ujung arena.


Allen muntah darah, Ramuan Penambah Kerusakan juga sudah habis. Kulitnya kembali normal dan energi jiwanya melemah.


Tidak mau mati konyol, Allen menelan Pil Penyembuhan yang dibeli dari Toko Sistem seharga 500 ribu Koin Emas.


Cahaya kuning menerobos keluar dari tubuhnya, luka dalam tubuhnya segera di pulihkan. Namun energi jiwa masih tetap kritis, setidaknya Allen bisa berdiri tegap.


"Lagi-lagi kau hampir membunuhku. Sekarang apa kata terakhirmu?" tanya Allen mengaktifkan permainan lagi.


"Sombong, apa kau pikir bisa membunuhku..." Roger berhenti bergerak dan mulutnya menjadi kaku.


Matanya melirik ke arah luka di kulitnya, tidak ada satupun luka yang sembuh. Semuanya meneteskan darah ungu kehijauan.


Roger membelalakkan matanya, ia hanya bisa berteriak dalam hatinya. "Racun?."


"Benar, Racun. Auraku mengandung racun yang bisa membunuh siapapun. Jadi keputusan bodoh ketika kau melepaskan penjagaanmu dan memilih menyerang." Allen mendekat dan menghunuskan pedang ke leher Roger.


"Sial, sial, sial!" teriak Roger dalam hati.

__ADS_1


Allen memang tidak tahu apa yang dipikirkan Roger, tapi ia bisa membaca raut wajahnya yang sangat kesal.


"Selamat tinggal!" ucap Allen sambil memenggal kepala Demi Human, Roger.


__ADS_2