Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Burung Roc


__ADS_3

Tiwi dengan penuh semangat mulai melakukan operasi, dia membayar beberapa penduduk untuk memberi bantuan pada masyarakat kurang mampu.


Beredarnya berita tentang kekejaman kelompok Topeng Misterius berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan. Berita banyaknya para pendukung Topeng Misterius yang membantu masyarakat kurang mampu tersebar luas ke seluruh dunia.


Perusahan Allen menjadi sorotan utama, mereka diduga menjadi dalang pemberontakan. Setelah satu bulan tanpa ada pergerakan, Perusahaan Allen kedatangan seorang tamu.


Pria Tampan dengan postur tubuh yang sangat menawan datang ingin bertemu Allen.


"Maaf Tuan, orang yang anda sebutkan sudah tiada. Jadi biarkan dia istirahat dengan tenang." Penjaga Keamanan menegur.


"Kalau begitu katakan pada Tiwi, Kevin datang untuk berkunjung." Kevin, penguasa kaya yang berfokus pada bidang teknologi.


Tidak hanya berhasil mengembangkan Pasar Online diseluruh dunia, dia menjadi investor tetap perusahaan penerbangan ke luar angkasa.


Kevin dinobatkan sebagai Pemuda paling kaya di dunia setelah pengembang Pesbuk. Namun ketenarannya tidak setinggi pemilik pesbuk.


"Baik, saya sampaikan."


Sebelum bertanya pada resepsionis. Penjaga keamanan langsung dikejutkan dengan Sekretaris Tiwi.


"Biarkan dia masuk," katanya dengan senyum ramah.


Penjaga Keamanan tentu saja terkejut, dia belum memberikan laporan tapi sekretaris bos besar sudah menyuruhnya masuk.


Kevin mendekat dan bertanya, "Dimana Tiwi dan lainnya?."


"Sekarang hanya Tiwi yang bertahan di perusahan. Doni, Bobi, dan Tom memilih untuk pergi." Sekretaris wanita Tiwi itu mengatakannya dengan tenang. Meskipun hanya seorang Sekretaris, dia adalah Anggota Raja Surgawi yang menguasai Prinsip Jiwa tingkat 4.


"Sialan, bukankah mereka mengatakan akan selamanya mengikuti Bos!" ucap Kevin yang tampak kesal.


Sekretaris Tiwi memejamkan matanya perlahan. "Jangan menyalahkan mereka, ada sesuatu yang menghalangi mereka untuk bersama dengan bos."


Sekretaris dan Kevin menuju ruangan Tiwi yang sangat bersih dan harus. Hiasan batu di setiap sudut ruangan mengandung formasi yang rumit hingga memaksa energi alam berkumpul di ruangan.


Setelah Kevin terjun ke dunia bisnis yang sebenernya. Dia secara tidak langsung juga mempelajari beberapa keterampilan Beladiri.


"Ruangan yang sangat menarik. Tiwi dimana Bos?" tanya Kevin yang langsung pada intinya.


"Hyung masih dalam misi khusus, jangan bocoran informasi ini atau dunia akan terguncang." Tiwi menutup kertas yang dua bawa dan segera melangkah menuju sofa.

__ADS_1


Kevin langsung duduk dan bertanya, "Misi apa?"


"Aku juga tidak tahu, tapi bos membawa banyak pejuang beladiri yang cukup kuat."


Pembicaraan mereka terus bergulir hingga beberapa jam, Kevin terus melemparkan pertanyaan terkait Perusahan dan Allen.


Setelah Kevin pergi, Tiwi melirik Sekretaris. "Sepertinya ada yang salah dengannya, lebih baik mulai sekarang berhati-hati."


"Aku juga merasa begitu, Kevin punya aura yang sangat jahat." Sekretaris itu mengatakan pendapatan.


Tiwi mengerutkan kening, kemudian melanjutkan penjelasannya. "Tidak hanya punya aura Iblis, Kevin juga berbohong padaku beberapa kali."


Allen dan pasukannya masih berlatih di Pulau Nemo. Mereka terus mengembangkan pasukan yang ada saat ini.


Simon sebagai instruktur latihan mereka sangat bersemangat karena lawannya semakin sulit. Hanya mengandalkan pengalamannya saat ini, tidak mungkin untuknya menang melawan kepungan orang seperti sebelumnya.


Allen masih duduk di bawah Pohon Dunia, dia teringat dengan perkataan Silvy untuk menarik Lentera Hantu di dekat Pohon Dunia.


Sayangnya ide itu ditolak Zahra sebagai Penjaga dari Pohon Dunia. Hal itu membuatnya bimbang, makanya Allen harus berpikir dua kali untuk memutuskan pilihannya.


Setelah berpikir cukup lama, Allen memutuskan untuk mengeluarkan Lentera Hantu dan menaruhnya di dekat Pohon Dunia.


Raja Hantu yang ada di dalam Lentera kesakitan hingga dia berteriak sangat keras. Semua anggota Raja Surgawi yang ada di Pulau Nemo mendekat. Mereka semua penasaran apa yang sebenarnya terjadi.


Gunung besar tiba-tiba muncul di belakang Pohon Dunia, jiwa Lucifer yang jahat mulai keluar dan mencoba memberontak.


Namun sentuhan Allen membuat rasa sakit yang dialami Lucifer menjadi lebih kuat. Namun teriakan yang keluar dari dalam gunung tidak terdengar karena besarnya gunung.


"Apa yang terjadi? Energi alam di menurun drastis?" tanya Allen kebingungan.


Energi Alam yang awalanya sangat melimpah tiba-tiba hilang. Bahkan energi di Pulau Nemo lebih buruk dari dunia luar.


Zahra keluar dan langsung memukul kepala Allen. "Sudah aku bilang, Pohon Dunia dan Benda jahat itu tidak cocok!" bentaknya.


Silvy keluar dari alam bawah sadar setelah sekian lama. Dia tersenyum dan mencium Allen di pipi kanannya.


Cahaya hijau mulai menyelimuti tubuh Allen, sejumlah informasi tentang kejadian ini mulai di transfer.


Silvy yang kelelahan langsung masuk lagi tanpa mengatakan apapun. Bahkan dia tidak menyamar Zahra.

__ADS_1


Allen segera membuka matanya, dia langsung mengedarkan Energi Jiwa yang telah mengandung Tulang Relix.


Energi Jiwa yang berwarna ungu kehitaman membentuk burung pipit kecil. Kemudian cahaya emas berontak keluar dari tubuh burung.


Cahaya menyilaukan menghalangi pandangan semua orang yang melihat. Seekor burung pipit kecil bersiul-siul gembira.


"Roc, dia salah burung Roc." Silvy masih sempat memberikan informasi tentang burungnya.


Allen mengulurkan tangannya, Burung Roc langsung hinggap di tangannya dan bersiul-siul.


Sebelum mengucapkan apa-apa, burung kecil itu terbang ke langit dan melebarkan sayapnya. Energi Alam yang dikeluarkan Pohon Dunia dan Energi Jahat yang diperas dari kekuatan Raja Hantu menuju tubuhnya.


Burung Roc memakan semua jenis energi, kemudian tubuhnya mulai bersinar dan melepaskan energi Murni yang paling dibutuhkan pembudidaya Prinsip Jiwa.


"Energi Murni? Bagaimana mungkin burung itu..." Zahra tidak percaya dengan matanya. Seekor burung mengubah Energi Alam menjadi Energi Murni.


Allen tersenyum lebar dan berkata. "Dewa telah memihak kita, semuanya ayo cepat serap energi murni ini!" teriak Allen memberi perintah.


Semua anggota Raja Surgawi yang berkumpul di dekat pohon dunia langsung duduk. Mereka berfokus menyerap energi murni yang keluar dari tubuh Burung Roc.


Energi murni diserap dengan kecepatan yang sangat cepat. Anehnya Burung Roc tidak kewalahan, dia justru senang dan tubuhnya mulai membasar perlahan-lahan.


Tidak berasa sebulan sudah berlalu, semua orang yang menyerap energi murni mulai membuka mata.


Bencana besar terjadi, lebih dari 100 orang mulai menerobos ke tingkat 5. Sambaran petir terjadi dimana-mana, mengakibatkan tumbuhan dan rumput spiritual menderita.


Allen tidak kehabisan akal, dia menyuruh Thomas dan Chris untuk mencarikan tumbuhan spiritual sebanyak mungkin.


Setelah sebulan Burung Roc mengubah energi alam menjadi energi murni, dia tidak tidak terlihat kelelahan. Justru dia tampak senang dan mengitari Pulau Nemo sambil mengepakkan sayapnya.


"Apa mataku salah lihat, burung yang bulan lalu sebesar burung pipit sekarang sebesar burung elang." Allen menelan ludahnya karena terkejut sengan pertumbuhan Burung Roc.


Silvy muncul dari alam bawah sadar. "Burung Roc sudah terhubung dengan jiwamu. Jadi semakin kuat kamu, maka tubuhnya akan semakin besar."


"Wah, seberapa besar Burung Roc sebelumnya?" tanya Allen dengan penuh percaya diri.


Silvy tersenyum manis. "Aku juga tidak tahu, yang pasti satu helai rambut bulunya bisa menutupi seluruh langit di bumi."


Allen ternganga, dia tidak percaya dengan perkataan Silvy. Mana mungkin ada manusia yang bisa menutupi bumi dengan tangannya.

__ADS_1


"Jangan percaya jika tidak percaya. Yang pasti sekarang segera ambil Tulang Relix yang sesungguhnya. Itu akan membantu Burung Roc dan kamu tumbuh lebih cepat." Silvy masuk lagi ke alam bawah sadar.


__ADS_2