Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Pelabuhan


__ADS_3

Setelah tinggal selama 5 hari, Allen kembali ke Kota untuk menyelesaikan tugasnya yang sudah menumpuk.


Sesampainya di kota, Allen langsung menuju Perusahaan untuk memeriksa kondisinya. Betapa terkejutnya ia melihat banyak pendemo di depan halamannya.


Allen menepuk salah satu pendemo di barisan paling belakang. "Bang, apa yang terjadi?" tanyanya dengan suara keras.


Pria yang di tepuk pundaknya menoleh ke belakang. "Kami menuntut gaji yang belum di bayarkan!."


"Gaji? Memangnya kamu di divisi mana?" tanya Allen curiga. Ia sudah mengingat semua karyawannya lewat surat lamaran, tapi semuanya tidak ada yang cocok dengan pria pendemo.


"Pemasaran. Aku sudah bekerja selama 2 tahu!." Pria pendemo dengan penuh semangat menyuarakan orasinya.


Allen tambah curiga, padahal perusahaannya baru satu tahun lebih sedikit. Tanpa pikir panjang, Allen mengambil telepon dan menghubungi Tiwi.


"Tiwi, apa yang terjadi?" tanya Allen lewat panggilan telepon.


"Bos, akhirnya kamu pulang. Ceritanya panjang, masuklah aku akan menjelaskan detailnya di ruangan." Tiwi tampak khawatir di mejanya.


Allen tidak menjawab, ia berjalan pelan menuju samping gedung dan menggunakan akses khusus miliknya.


"Ada apa?" tanya Allen sambil membuka pintu ruangan Tiwi.


Ada 3 orang di dalam ruangan, mereka adalah Tiwi, Doni, dan Budi. Ketiganya adalah orang kepercayaan Allen, jadi tidak perlu waspada.


"Jadi begini, Bos..."


Tiwi menjelaskan situasi Perusahan Allen saat ini. Situasi ini dimulai sejak 2 minggu yang lalu, Nathan sebagai pemimpin menjadi sangat bijak dan terus menekannya.


Tepatnya seminggu yang lalu, Nathan diduga terlibat penjualan obat-obatan terlarang. Oleh karena itu ia menggunakan Jaringan Perusahan untuk menutupi kesalahannya.


Tiwi hanya diam karena mungkin saja menjual obat-obatan terlarang adalah rencana Allen. Meskipun begitu, ia mencoba menegurnya tapi berakhir di marahi.


Nathan menjadi sangat berbeda, bahkan dia tidak mengenali adiknya Nala waktu pertama kali bertemu.


"Jadi Nathan berkhianat?." Doni mencoba menyimpulkan semua penjelasan Tiwi.


"Tidak, sepertinya Nathan yang ada di sini palsu. Apa kalian masih ingat dengan Yone, dia bisa menyamarkan wajahnya." Allen memberikan pandangannya setelah mendengar situasinya.


Allen menghubungi seseorang, pria malang itu adalah Jery Si Peretas handal. "Sudah waktunya kamu bekerja, cepat cari aktifitas Nathan dua minggu yang lalu."


Jery menjawab, "Ok Bos aman!."


Setelah mereka menunggu 5 menit, Allen mendapat informasi terbaru dari Nathan yang disergap di pelabuhan Kota K.

__ADS_1


"Pelabuhan, tempat yang merepotkan." Allen menghela napas dan mengajak Budi bersamanya.


"Bos aku ikut." Doni menawarkan dirinya. Dia percaya diri dengan kekuatan, dulunya ia adalah pemimpin preman pasar.


"Kalian berdua terlalu lemah saat ini. Jadi luangkan waktumu melatih Prinsip Jiwa." Allen melambaikan tangan dan meninggalkan mereka berdua.


Tidak lupa Allen menghubungi Ye Mo, Shera, dan Pedro. Mereka berlima sudah seperti veteran tentara yang pandai menyamar.


Semua orang menggunakan topengnya, semuanya terlihat sama kecuali milik Allen yang sedikit gelap.


Setelah sampai di pelabuhan, Allen menyuruh timnya untuk bersembunyi. Mereka langsung melompat dan menyembunyikan hawa keberadaannya.


"Ada tamu tak diundang, siapa kamu?" seorang Pejuang Tingkat 5 menghalangi jalan Allen.


"Jangan basa-basi, serahkan pria yang kalian sekap!." Allen mencoba menebak situasinya, ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


"Oh, ternyata kau orang yang ditunggu-tunggu Nathan. Ayo ikut aku, kau harus bertemu pemimpin." Pejuang Tingkat 5 itu memimpin jalan tanpa kewaspadaan.


Jiwa seorang Assassin Allen mulai timbul dan ingin mengakhiri hidup pria di depannya. Namun ia segera mengurungkan niatnya dan memilih untuk ikut.


Setelah berjalan beberapa menit, mereka sampai di ruang rahasia bawah tanah. Nathan tergantung tak berdaya di buat para penjahat itu.


Suara tepuk tangan terdengar, seorang pria yang duduk di kursi batu berdiri. "Bagus, akhirnya orang yang kutunggu datang. Aku pemimpin dari kekuatan bawah tanah Pelabuhan Kota, Vicko."


"Vicko, orang yang paling di buru di kota M. Siapa yang menyangka ternyata dia ada di pelabuhan ini." Allen mengatakan apa yang ada di pikirannya.


Allen mengelak dengan sangat gampang, meskipun begitu kulitnya terkelupas karena panasnya api.


Untuk memastikan kemenangannya, Allen menggunakan Mata Surgawi.


[Vicko


Umur : 52


Elemen : Api


Total Kekuatan : 51.309.]


Melihat jumlah kekuatan lawan, Allen hampir tidak punya kesempatan manga


Cincin Penyimpanan mengeluarkan sebuah pedang kecil, tapi bukan pemberian ibunya. Lengannya di ayunkan dan langsung menebas musuhnya.


Pemimpin kelompok melompat ke belakang menghindari serangan, jadi ia tidak terluka sedikitpun. "Menarik, pantas saja perusahaan lainnya tidak bisa menyingkirkan mu."

__ADS_1


Allen tersenyum manis, ia sedang merencanakan banyak hal untuk menyelamatkan Nathan. "Terima kasih pujiannya."


Vicko tidak tinggal diam melihat lawannya istirahat. Goloknya diayunkan dengan kecepatan tinggi, tapi tidak ada satupun yang berhasil mengenai lawannya.


Allen hanya sedikit menghindar dan menyerang jika ada celah. "Apa hanya segini?" ejek Allen pada para penjahat.


Pemain kelompok meningkatkan kecepatannya, Allen sudah menduga ini akan terjadi. Ia menghindar kemudian menggunakan tusukan untuk menyerang balik.


Pertarungan berlangsung cukup lama, tapi Allen masih berdiri tegap berbanding terbalik dengan Vicko yang terengah-engah karena staminanya hampir habis.


"Aku mendengar untuk menjadi pemimpin kalian perlu membunuh ketua kelompoknya." Allen mundur dua langkah dari tempatnya.


Vicko berseru, "Apa yang kalian tunggu, cepat bunuh dia!."


Allen tidak bisa mempercayai para penjahat, jadi ia menjentikkan jari dan 4 orang muncul dari kekosongan.


"Jadi musuh kita manusia." Budi memberikan pandangannya.


Pedro berkata, "Jangan meremehkan mereka. Mungkin saja mereka Zombie Buatan."


Shera mengangguk setuju. "Aku setuju, bagaimana jika mereka tidak bisa mati."


Sekelompok orang berlari menuju tempat Allen dan kelompoknya. Tanpa rasa malu mereka melemparkan vas ungu kecil di meja.


Allen dan kelompok bisa menghindarinya. Budi dengan kekuatannya menghancurkan beberapa vas.


Shera dan Pedro menggunakan langkah bayangan dan langsung mengeksekusi penyerangnya. Ye Mo tidak tinggal diam, ia menembakkan sebuah jarum dengan tangan kanannya.


Jarum terbang langsung mengenai tenggorokan targetnya. Serangan itu langsung menghilangkan nyawa targetnya. Jarum itu telah di lumuri racun mematikan buatan Allen.


Allen belum membuat gerakan, tapi sekelompok orang yang menyerang langsung disingkirkan. "Apa aku tidak dibutuhkan disini?" gumamnya pelan.


Hanya dua orang yang tersisa, mereka berdua Pejuang Tingkat 5. Vicko tidak menduga situasinya berkembang sampai seperti ini.


"Kalian benar-benar membunuh mereka!." Vicko mencoba mengancam lawannya dengan mengangkat ponselnya.


"Apa kamu bodoh, memangnya siapa kami?". Allen menguji pengetahuan lawannya.


"Kalian dari Perubahan Allen. Tempat bocah ini bekerja!." Vicko mencoba menurunkan kewaspadaan lawannya.


Allen tersenyum tipis karena melihat gerakan dari orang di sebelah Vicko. "Sepertinya ada salah paham disini, kami hanya mendapat permintaan."


"Aku bersedia membayar lebih besar. Sebutkan angkanya!." Vicko mengulur waktu supaya pelayannya siap menyerang.

__ADS_1


"Tidak banyak, berikan kami 1 miliar." Allen memberi kode pada 4 orang di belakangnya.


Pelayan Vicko menyerang dengan pedangnya. Ia menargetkan Allen yang paling depan. Sayangnya Budi menghadang dan langsung menggunakan tinjunya untuk menerbangkan lawan.


__ADS_2