
Moris Muller dari keluarga terpandang, mereka hampir sama seperti Keluarga Gong.
"Jadi kau akan menjualnya padaku setelah membiarkanmu menang?" tanya Moris dengan tatapan tajam.
Sebelum menjawab, Allen pergi meninggalkan kerumunan dan meminta pertemuan pribadi.
Allen tersenyum ramah sebelum menjawab. "Tergantung nilainya, aku tahu lukisan ini asli. Artinya lukisan yang pernah kalian jual adalah lukisan palsu."
"Berapa yang kau inginkan?" tanya Moris Muller yang mulai panik. Dia sebenarnya juga tahu lukisan yang di jual sebelumnya palsu, tapi karena desakan Kepala Keluarga, dia harus menurutinya.
Jika saja lukisan asli ini ditemukan sebelum Pelelangan sebelumnya, pasti Moris bisa dengan bangga mengatakan lukisan View a Mount Megamendung adalah asli.
Nasi sudah jadi bubur, Moris hanya harus mendapat lukisan asli dan mengatakan ada kesalahan pada pengiriman barang.
"Baiklah, aku bisa memberikan 1 miliaran sekarang." Moris tampak serius.
Allen hanya tersenyum dan mengangkat 3 jarinya. "Aku butuh tiga kesepakatan denganmu dan Keluarga Muller. Tenang saja, dapat dipastikan kita sama-sama untung."
"Katakan, aku akan menyampaikannya pada Kepala Keluarga." Moris Muller semakin panik, dia memang punya posisi ke dua di Keluarga. Namun Kepala Keluarga adalah pembuat keputusan terkahir.
Allen mengangkat jari telunjuknya. "Pertama buat aku menang dengan sedikit dramatis. Barang Antik yang di bawa dua orang disana maksimal senilai 200 juta."
"Baiklah, aku bisa mengaturnya." Moris Muller mengatakan kesediaannya mencukupi persyaratan.
"Yang kedua tentu saja kamu bisa membeli Lukisan Asli dengan harga 10 miliar. Aku tidak peduli kau membelinya dengan mencicil atau tunai. Yang penting buat dokumen perjanjian atas nama Kepala Keluarga." Allen mengangkat jari tengah dan jari telunjuknya.
Setelah mengatakan persyaratan kedua, Allen langsung mengangkat ibu jarinya dan mengatakan syarat ketiga. "Jadilah sponsor kamu Perusahaan Allen untuk menjadi distributor resmi Ramuan Penguat Tubuh."
Sebelum mendengar jawaban Moris, Allen melanjutkan perkataannya. "Untuk informasi lebih lanjut kita bicarakan langsung dengan Kepala Keluarga."
"Baiklah." Moris Muller hanya perlu menyetujui permintaan pertama, jadi ia bisa melakukannya dengan mudah.
Keluarga Bishop memang merepotkan tapi mereka belum seberapa dibanding dengan Keluarga Muller.
Keduanya kembali ke kerumunan, Pelindung Rega juga meminta pertemuan dengan Moris Muller. Keduanya tampak bercengkerama dengan santai.
Setelah waktu berlalu, secara tidak langsung Moris Muller menjadi juri resmi.
Allen dan Pelindung Rega berdiri bersebelahan, di depan mereka terdapat barang Antik yang akan dilelang.
Lelang berjalan sangat cepat karena hanya sedikit kolektor yang menawar. Semua orang menawar barang milik Pelindung Rega. Sampai nilainya mencapai 200 juta pas.
__ADS_1
Moris Muller tersenyum manis. "Monster dari mana Allen itu sebenarnya?" katanya pelan.
Setelah menjelang akhir, seorang pria suruhan Moris Muller menawar Lukisan Allen dengan 201 juta.
"Aku kasihan padamu. Jadi jangan memasang wajah cemberut seperti itu." Pria suruhan itu sangat mendalami peranannya.
"Terima kasih, Tuan." Allen mengucapkan terima kasih dengan sangat tulus.
Moris berdiri dan mengangkat tangannya. "Waktu habis, pemenangan Allen dengan lukisannya yang terjual 201 juta."
Pemenangnya sudah jelas, Allen mendatangi Rega dan mendekatkan wajahnya. "Bocah, pergilah katakan pada ayammu. Kami tidak akan melepaskanmu."
Chris masih berdiri di belakang, siapa yang mengira Allen benar-benar menang tipis dengan ahli Barang Antik dari Keluarga Bishop.
Perlindung Rega sedikit mendorong Allen. "Tolong jangan berlebihan. Kami sudah kalah."
Allen menarik tangan Chris yang gendut dan meninggalkan tempat kejadian. Mereka sudah berjam-jam di Pusat Perbelanjaan tapi tidak menemukan apa yang diinginkan.
Pedro dan Shera mengikuti dari belakang, mereka langsung bereaksi ketika melihat Moris Muller ingin merangkul Allen.
Dua pedang pendek hampir saja menebas leher Moris Muller, untung saja Allen menghentikannya.
Tidak hanya Moris Muller yang terkejut, tapi Chris sebagai seorang Pejuang Tingkat 6 tidak bisa melihat pergerakan dua bocah membuatnya ketakutan.
"Tidak masalah, kami punya hubungan yang cukup baik." Chris menjawab dengan santai, posisinya sebagai Kepala Keluarga sedikit membuatnya canggung.
Namun semua kekhawatirannya hilang seketika Allen dan semua orang sampai di Kediaman Keluarga Muller.
Kepala Keluarga Muller menyambut kedatangan Allen dengan wajah gembira. "Selamat datang, saudaraku..."
Setelah melihat Chris ekspresinya membatu. "Chris, kenapa kamu disini?"
"Ceritanya panjang, aku hanya ingin jalan-jalan dan generasi ke 12 keluarga Bishop mengganguku." Chris mengatakannya dengan ekspresi datar.
Kepala Keluarga Muller tertawa terbahak-bahak sampai memegang perutnya. "Kenapa tidak kau penggal saja kepalanya, Chris."
"Sudahlah, Thomas. Aku tidak mau membuat ini semakin sulit." Chris langsung duduk tanpa takut.
Dua penjaga yang sangat taat aturan langsung menarik pedangnya. "Jangan lanjutkan, atau kepala kalian melayang di tangannya," kata Thomas menghentikan penjaganya.
[Thomas Muller
__ADS_1
Usia : 103
Elemen : Tanah
Total Kekuatan : 104.323.]
Thomas dan Chris adalah sahabat kecil, meraka tumbuh bersama sebelum Keluarga Huben mengalami penurunan kualitas.
Persebaran kekuatan Kota A memang sangat rumit. Makanya Allen harus punya perwakilan yang bisa diajak kerja sama.
Tiga orang penting duduk di kursi, mereka adalah Allen, Thomas, dan Chris.
"Aku setuju membeli lukisan itu 10 miliar. Aku terpaksa menjual lukisan palsu untuk menarik minta para pembeli." Thomas mengungkapkan kondisinya saat itu.
"Untungnya aku tidak jadi membeli Lukisan palsu itu." Chris menghela napas.
"Aku mengerti situasimu. Ayo lanjutkan ke bisnis kita ke 3." Allen langsung menggiring pembicaraan ke topik utama.
Chris tidak menyangka bukan Keluarga sendiri yang akan menjadi distributor. Ternyata sudah ada Keluarga Son yang memasarkan produk ramuan dan pil dari Perusahaan Allen.
"Aku yakin kalian berdua bingung kenapa harus memilih dua. Jawabannya sederhana, aku ingin kita bertiga membentuk aliansi. Dunia sebentar lagi akan kacau, Pemberontakan Pejuang Beladiri akan segera dimulai."
Thomas dan Chris saling memandang. Mereka memang sudah mendengar Pemberontakan Pejuang Beladiri. Jika terus dibiarkan sistem pemerintahan dan banyak hal lainnya akan musnah.
"Aku tidak keberangkatan membangun aliansi dengan Keluarga Huben, tapi bagaimana denganmu?" tanya Thomas.
"Sejujurnya aku tidak punya keluarga bermarga Khusus, tapi kami selalu kompak dan penuh kejutan. Intinya dalam aliansi akulah yang akan menjadi pemimpinnya." Allen mengungkapkan maksudnya, dia membutuhkan kekuasaan untuk melawan David, Reza, dan William.
"Allen, kau masih terlalu muda. Aku yakin kamu tidak tahu umur kami sebenarnya." Chris memberikan pendapatnya.
"Thomas berumur 103 tahun dan Chris 102 tahun. Menebak umur kalian bukan hal yang sulit." Allen mengatakannya dengan santai.
Thomas dan Chris tercengang, mereka tidak menyangka Allen menebaknya dengan sangat akurat.
"Apa itu belum cukup. Baiklah, aku akan mengatakan kondisi kalian berdua, Chris lebih lemah dalam fisiknya tapi dia punya berbagai macam serangan. Itu semua karena dia punya lebih banyak Elemen, Benarkan?" tanya Allen dengan ekspresi tenang.
Thomas tidak bisa tenang. "Darimana kamu mendapatkan informasi seperti itu?"
Chris menghentikan tindakan sembrono yang ingin dilakukan Thomas. "Tenanglah, kemampuannya sangat hebat jadi itu semua karena kekuatan Matanya."
Allen menghela napas dan berkata, "Sejujurnya bukan mata tapi karena instingku mempengaruhi mata. Kalian juga bisa mempelajarinya kalau mau."
__ADS_1
Chris dan Thomas tampak sangat senang dan bersiap menerkam Allen. Namun tiba-tiba pedang pendek muncul di lehernya.
"Berhenti, jangan berlebihan. Mereka berdua temanku." Allen menghentikan Shera dan Pedro yang sudah mengambil tindakan.