
Drakula tersulit amarah, sebelumnya ia berakhir menjadi samsak tinju karena Lingkaran Mana miliknya belum bangkit. Berkat perawatan Allen, sekarang Lingkaran Mana di jantungnya telah stabil.
Budi tersenyum dan melepaskan aura berwarna ungu kehitaman. Kali ini ia akan serius memukul pria tampan bergigi panjang itu.
Allen tidak peduli dengan pertarungan mereka, ia hanya duduk dan mengedarkan energi aneh yang mulai berputar di perutnya.
"Kenapa tidak mau tenang?" tanya Allen kebingungan dalam hatinya.
Setelah mendapat informasi tentang simbol kuno, auranya bergejolak tak beraturan. Meskipun tidak stabil, Allen tidak merasakan ancaman darinya. Oleh karena itu ia berinisiatif untuk mengembangkan kekacauan itu untuk menarik semakin Energi Alam yang lebih banyak.
Udara di sekitar tubuhnya mulai berputar, elemen api tanpa sadar keluar dan menyelimutinya.
Robert Moldova dan Drakula langsung berlari ke arah Allen, mereka merasakan sesuatu yang menghangatkan. Tidak mau membuang kesempatan, mereka berdua langsung duduk dan menyerap energi alam yang lepas dari tangkap tuannya.
Elemen air juga keluar, air tidak mungkin berkolaborasi dengan api. Namun keanehan terus ditunjukkan Allen, ia berhasil meleburkan Air dan Api menjadi sebuah elemen baru berwarna ungu terang.
Ungu terang itu bercampur dengan coklat tanah, warna ungu terang berubah menjadi ungu gelap.
Bayangan Silvy berwarna hijau terang muncul, tubuhnya setinggi 3 meter dan matanya memancarkan cahaya kehidupan.
Setelah muncul, Bayangan Silvy meniupkan angin dari mulutnya. Hembusan tiupan itu membuat warna coklat yang mendominasi hilang digantikan dengan ungu gelap.
Bayangan Silvy tersenyum dan langsung menghilang. Empat elemen berhasil di satukan menjadi kekuatan bawaan.
Silvy, Peri yang paling muda tapi punya sejuta rahasia. Masih banyak kejutan yang belum ia tunjukkan, makanya ia tersenyum dalam tidurnya.
Allen membuka matanya, ia merasa empat elemen yang ada di dalam tubuhnya. Wajahnya tampak panik, ia segera memanggil tiga peri pendukungnya.
Peri Tanah dan Air tidak peduli dengan keanehan pada tubuh tuannya. Mereka sudah sering memikirkan keanehan yang ditunjukkan tuannya, tapi tidak menemukan hasil. Jadi keduanya tidak mau memikirkannya lagi dan hanya menerimanya dengan lapang dada.
Peri Api tidak terima elemen api merah miliknya menjadi ungu gelap. Ia berteriak, "Tidak mungkin, kau pasti menggunakan trik!."
"Aku juga panik, Brengsek!" jawab Allen mendekatkan wajahnya ke Peri Api.
"Bodoh, mau terlalu polos menerima kekuatan peri sialan itu!" teriak Peri Api menyalahkan Allen.
"Mana aku tahu!"
Keduanya terus beradu argumen hingga Drakula dan Robert Moldova bagun dari meditasinya. Mereka tampak sedikit marah, tapi ketika melihat wajah Allen, mereka tertunduk lesu.
"Oh, kalian sudah selesai." Allen menyapa Robert Moldova dan Drakula, ia tidak sadar bahwa penuh dirinya adalah penggagu sebenarnya.
__ADS_1
"Bos, kenapa aku tidak bisa merasakan energimu lagi?" tanya Drakula penasaran.
Allen tersenyum tipis. "Ini kemampuan khusus energiku, aku menyebutnya Prinsip Jiwa."
Budi hanya diam, ia bisa merasakan kekuatan tuannya semakin kental. Energi jiwa yang dikembangkannya bergejolak dan mengatakan untuk tidak mengkhianati tuannya.
Robert Moldova tidak mau mengatakannya, ia sama sekali tidak bisa mendeteksi keberadaan tuannya. Kemampuan persepsinya semakin tinggi setelah ikut latihan intensif yang dipimpin Budi, tetapi itu saja masih belum cukup.
"Kalau begitu, bagaimana kita mengenali anda, Tuanku?" tanya Drakula dengan sopan. Sekarang ia mengerti mengapa para manusia itu mengerikan, pasti ada satu di antara miliaran orang yang punya keanehan. Salah satunya Allen yang bisa menyembunyikan hawa keberadaannya hingga titik dimana mata vampir tidak bisa mendeteksinya.
Allen sendiri juga tidak tahu mengapa hawa keberadaannya menipis. Namun ia juga semakin semangat karena dengan hawa keberadaan tipis bisa menguntungkan perkembangannya.
"Kau bisa menggunakan hatimu, rasakan jauh di lubuk hatimu ada sebuah simbol yang mengikat kita. Itu timbul ketika kau mengucap Sumpah Darah tadi." Allen mengatakannya tanpa berpikir, dia pun juga tidak tahu mengapa informasi itu ada di dalam pikirannya.
Drakula menutup matanya, ia mencoba mencari apa yang dikatakan tuannya. Tanpa terasa ia masuk terlalu dalam, sampai ia menemui leluhur Vampir yang sebenarnya.
"Akhirnya ada keturunanku. Berapa lama aku disini, aku lahir pada tahun xxxx." Sosok merah tertawa bahagia, ia hanya sebuah jiwa yang mengalir ke darah setiap keturunannya.
Drakula sedikit bingung, ia hanya bisa menjawab, "Tahun xxxx, aku tidak tahu itu."
"Tidak apa-apa, lupakan saja. Yang penting sekarang ada keturunanku yang mencapai Lubuk Hati Terdalam."
"Oh, ternyata tuanmu yang memasang simbol misterius itu. Jangan harap bisa menggapainya. Aku yang menjadi Kaisar Vampir saja hanya bisa melihat permukaannya dari 10 ribu kilometer, kalau tidak jiwaku akan terbakar."
Drakula tercengang, ia belum pernah mendengar Kaisar Vampir. Namun orang sekuat Senior itu hanya bisa melihat permukaan Sumpah Darah.
"Terima kasih peringatannya, Senior. Tapi aku tetap harus melihatnya." Drakula masuk lebih dalam dan sampailah dia di tempat yang dimaksud.
"Apa ini tempatnya?" ucap Drakula kagum. Ia melihat banyak sekali ukiran kuno, tetapi ia mencium bau darah dimana-mana.
"Tidak, ini tempatku, Ukiran yang kamu maksud masih jauh kedalam. Sebaiknya menyerah saja, kau tidak akan bisa melewati titik ini."
Perkataan Senior itu tidak digagas, Drakula tetap melanjutkan perjalanannya. Namun sebuah dinding tak kasat mata menghalangi jalannya.
Leluhur Vampir mendekati Drakula. "Sudah aku katakan, vampir biasa tidak akan bisa sampai kesana. Setidaknya kau harus menjadi Raja Vampir untuk 2 langkah ke depan."
Drakula memberi salam beladiri, ia segera berterima kasih. "Terima kasih, Senior. Sekarang aku punya tujuan untuk menjadi kuat!"
"Ya, ya... Sekarang aku juga yakin..."
"Baik Senior, aku harus kembali dulu." Drakula langsung menarik jiwanya keluar dari lubuk hati.
__ADS_1
"Tidak mungkin keluar dari sini..." Leluhur Vampir tercengang melihat Drakula menghilang dari pandangannya.
"Eh... Kok bisa?"
Leluhur Vampir kebingungan, seharusnya tidak mungkin keturunannya bisa keluar dan masuk sesukanya. Namun matanya sekarang tercerahkan, ada monster kuat yang menjadi tuan dari keturunannya.
"Hah, ya sudahlah. Mungkin dia akan kembali lagi."
"Senior, apa Anda punya peninggalan di dunia, hehe. Aku butuh sumber daya untuk memulihkan kekuatan." Drakula kembali lagi dengan cepat.
Leluhur Vampir bengong, amarahnya segera naik dan tangannya diangkat tinggi-tinggi. "Bocah sialan, lebih baik kau mati!"
Drakula langsung kabur sambil mengatakan, "Ampun Senior, aku hanya bercanda!"
Setelah lari beberapa langkah, Drakula menghilang dan kembali ke tubuh aslinya. "Senior sangat mengerikan," gumamnya pelan.
Drakula mencoba melihat sekitarnya, ia tidak melihat Robert Moldova dan tuannya. "Sudah berapa lama aku disini?"
"2 minggu, kau membuatku kehilangan waktu berlatih. Sekarang angkat pantatmu dan ayo kembali ke perusahaan." Budi menjaga Drakula selama dua minggu, ia ditugaskan menjaga Vampir.
Drakula hanya bisa mengikuti perintah pria besar bernama Budi. Ia tidak tahu mengapa perjalanannya menuju Lubuk Hati begitu lama, padahal ia baru beberapa menis mengobrol bersama Senior.
Di waktu yang sama, Allen sedang fokus melihat layar monitor. Raut wajahnya tampak serius, berita miring menerpa Perusahaan Allen.
"Sejak kapan aku mempekerjakan mereka?" tanya Allen pada Tiwi di sebelahnya.
"Mereka bekerja dua tahun lalu, lebih tepatnya setelah pembukaan Kedai Susu." Tiwi menjawab dengan suara tenang.
"Jadi sudah waktunya diledakkan. Tiwi, bawa laporan berharga kita. Juga panggil orang yang bisa dipercaya, lebih banyak lebih baik!" kata Allen memberikan perintah.
Tiwi dengan sigap langsung mengangkat telepon dan menghubungi 15 orang yang bisa dipercaya. Mereka semua adalah orang-orang pilihan yang terbaik.
Allen melihatnya menggunakan keterampilan sistem. Sudut bibirnya langsung terangkat karena mata Tiwi sangat tajam. 15 orang itu adalah orang-orang pilihan yang tepat.
"Baiklah, sekarang kumpulkan semua laporan berharga kita. Scan semua dan masukkan ke dalam Solid Disk." Allen mengangkat tangannya memberi perintah.
Tiwi dan 15 orang Kepercayaannya langsung bergerak cepat. Mereka semua tidak ada niatan untuk membeli Scanner, tetapi hanya mengumpulkan laporan berharga.
Allen yang melihat mereka bergerak tanpa bertanya hanya bisa menghela napas. "Nathan, beli 50 Scanner dengan kecepatan tinggi. Kita harus menyelesaikannya malam ini!"
Nathan tidak tahu apa yang direncanakan bosnya. Namun ia tetap mengatakan, "Baik, Bos."
__ADS_1