Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Masa Depan


__ADS_3

Petrik Huben melirik ke arah dua anak muda. "Apa kalian pengawalnya?" tanyanya pelan.


"Bukan, Bos hanya menyuruh kami iku." Shera menjawab dengan singkat. Pedro hanya melirik dan tersenyum ramah.


"Sepertinya Bosmu punya harapan besar pada kalian. Tapi sayangnya matanya sedikit buta." Petrik Huben berkata dengan suara ketus.


Shera dan Pedro hanya tersenyum ramah, mereka mendapat perintah untuk terus bersikap ramah pada siapapun di Keluarga Huben.


"Kalian tidak marah? sepertinya pengecut kalian hanya sekelompok pengecut." Petrik Huben memancing emosi dua bocah 18 tahun.


Sayangnya Shera dan Pedro sudah mendapat mandat keras, mereka harus bersikap ramah apapun yang terjadi.


"Sejujurnya aku marah pada Anda Tuan Petrik, kami tidak merasa pernah menyinggungmu." Shera menjawab dengan senyum ramah.


Petrik Huben tidak pernah mengungkapkan namanya, tanpa rasa takut dia melepaskan aura membunuh ke arah Shera dan Pedro.


Kedua bocah 18 tahun itu langsung memuntahkan darah segar dari mulutnya. Allen segera menolongnya dan memberikan Pil Kebugaran.


"Petrik!" teriak Chris dengan wajah marah.


Allen menghentikan Chris marah. "Sudahlah, aku yakin ini hanya salah paham." Dia segera mengalihkan pandangannya ke Petrik. "Apa menurutmu kita datang ke sini tanpa persiapan? jadi tolong mengertilah."


Petrik sadar bahwa Allen bukan bocah biasa. Tidak hanya bisa mencari informasi tentang dirinya, bahkan caranya berbicara sangat baik.


Petrik menggangguk dan meninggalkan tempat pertemuan. Dia segera mengirim perintah pada tim intelegen untuk mencari informasi Allen.


"Cari sedetail mungkin!." Petrik Huben terlihat marah karena namanya bisa diungkapkan begitu saja.


Padahal dia sudah absen dari dunia luar sejak 200 tahun yang lalu. Seharusnya tidak ada orang yang mengetahui namanya.


Allen masih bersama Chris, ia mulai mengungkapkan maksud kedatangannya. "Kau punya Tumbuhan Spiritual?" tanyanya dengan bahasa informal.


"Aku tidak tahu apa itu Tumbuhan Spiritual, tapi kakekku mengoksi beberapa tanaman. Ayo ikuti aku." Chris memimpin jalan menuju kebun Keluarga Huben di belakang gunung.


Setelah sampai, Lumbu Suro langsung keluar dari alam bawah sadar dan menunjuk kebun Keluarga Huben. "Mereka semua Tumbuhan Spiritual, kualitasnya juga sangat gila!."


Lembu Suro melayang mendekati salah satu tumbuhan dan menunujuknya. "Ini bisa meningkatkan Energi Jiwamu, sayangnya tumbuhnya sangat lambat. Jika kita menambahkan Bunga Mawar Hitam, itu akan menjadi ramuan Racun."


Lembu Suro dengan penuh semangat berkeliling kebun menunjuk setiap tumbuhan yang dia tahu. Tidak lupa dia juga menjelaskan detailnya.

__ADS_1


Padahal Allen sendiri bisa menggukan Mata Dunia untuk melihat informasinya.


Tiba-tiba Allen memegangai mata kanannya karena terasa sakit, darah juga mulai keluar darinya. Kesadarannya otomatis di bawa ke 1 tahun dari sekarang.


"Apa yang terjadi?" tanya Allen melihat semua tumbuhan disini hancur dan darah berceceran dimana-mana.


Mayat Chris juga tergeletak di ruangan Kepala Keluarga, kondisinya sangat mengenaskan karena dua tangannya terpotong.


Petrik Huben juga tewas dengan kondisi yang tidak jauh dari Chris. Dia lebih parah karena dua kakinya tidak tahu ada dimana.


"Kemana seorang Pejuang Tingkat 7 bisa jadi seperti ini?."


Kesadaran Allen kembali ke Bumi. Dia bangun dari pingsannya, wajahnya tampak kebingungan karena dia tidak mengetahui tempat ini.


Chris langsung menghampirinya. "Bro, apa yang terjadi padamu?" tanyanya.


"Aku tidak tahu." Allen tampak serius menatap Chris. "Katakan padaku, apa kalian punya musuh yang sangat kuat. Bahkan bisa membunuh Petrik Huben?."


Chris menggelengkan kepala. "Kami memang punya banyak musuh, tapi tidak pernah aku melihat ada orang yang lebih kuat darinya."


Allen tersenyum ramah. "Apa kamu percaya ramalan?"


"Tentu saja tidak, ramalan hanya menjerumuskan manusia. Ayahku selalu bilang begitu." Chris dengan sombongnya mengatakan itu.


Chris terkejut mendengarnya, wajahnya segera berubah dari ceria menjadi marah.


"Tenanglah, apa kamu masih ingat kemampuan mataku. Barusan aku mendapat penglihatan tahun depan, Keluarga Huben benar-benar rata."


Allen menjelaskan detail dari kerusuhan itu, ia juga mengatakan ada sebuah telapak tangan terbentuk di tanah.


"Apa kamu masih ingat Kamar nomor 19, mereka dari Keluarga Amsel. Kemampuan utama mereka adalah telapak, Teknik Telapak Budha." Chris memasang wajah serius, dia mulai percaya dengan perkataan Allen.


"Petrik!." Chris berteriak memanggil Kepala Pelayanan.


Dalam dua detik, Petrik muncul sambil membungkuk. "Ada yang bisa saya bantu, Tuan?"


"Apa kamu lebih kuat dari Ronald Bishop?" tanya Chris dengan terapan serius.


Petrik diam, dia segera melirik Allen yang masih duduk di atas kasur. "Kami tidak pernah beradu kekuatan, tapi aku tidak mungkin kalah dengan mudah."

__ADS_1


"Kau dengar sendiri, Bro. Petrik tidak mungkin kalah dengan orang yang menggunakan Telapak Budha." Chris tersenyum manis dan menepuk pundak Allen dengan hentakan yang cukup keras.


Sebenarnya Petrik Huben juga tidak tahu pasti, seberapa kuat musuh bebuyutannya di masa lalu. Tapi rekor kemenangannya adalah 100% dimasa lalu, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


Allen hanya bisa menghela napas, ia tidak punya kewajiban untuk memaksa Chris mempercayainya. Tujuannya saat ini adalah Tumbuhan Spiritual.


"Baiklah, kita tidak sepakat untuk yang satu itu. Tapi bagaimana jika menukarkan beberapa Tumbuhan Spiritual dengan ramuan dan pil ini." Allen mengeluarkan dua botol Pil Kebugaran dan 2 Cairan Pengembang Otot.


"1 botol ini berisi 10 pil yang seharusnya kalian sudah tahu. Shera dan Pedro sudah menunjukan efeknya dua kali." Allen melihat Petrik kemudian mengembalikan pandangannya ke Chris.


Karena dua pendengarnya sangat fokus, Allen menjelaskan manfaat Cairan Pengembang Otot. "Cairan ini bisa digunakan setelah berlatih. Seperti namanya ini membantu mengembangkan otot dan menambah kekuatan."


Chris tidak bisa lagi diam. "Berapa harganya? Biarkan aku membeli semua!."


Allen menggelengkan kepala. "Bahkan semua aset keluarga Huben tidak akan bisa membeli semuanya dariku. Masalahnya bukan harga, tapi bagaimana kita menjalin kerja sama."


Petrik maju kedepannya dan menawarkan diri. "Biarkan aku mewakili Kepala Keluarga untuk membuat kerjasama denganmu."


Allen tersenyum kecut, padahal ia ingin membuat gerakan yang dapat menguntungkan Perusahaan Allen. Namun Pak Tua Sialan didepannya ikut campur.


"Tentu saja, tidak ada masalah."


Akhirnya mereka berdiskusi hingga larut malam, Shera dan Pedro berlatih mengedarkan Prinsip Jiwa.


Allen dan Petrik akhirnya berdiri dan saling bersalaman. "Terima kasih, kalau seperti ini kita sama-sama diuntungkan."


"Bocah licik, kamu tuan muda memang tidak seharusnya didekatmu." Petrik mengungkapkan isi kepalanya.


Allen hanya tersenyum mendengar dirinya adalah seorang pria licik.


Kesepakatan langsung ditandatangani, Chris tidak peduli isinya yang penting sumber daya untuk seluruh keluarga telah didapatkan.


Padahal Allen adalah orang paling diuntungkan disini. Semua Tumbuhan Spiritual itu akan di bawa Allen, sebagai harganya Perusahaan Allen harus mengirim 5 botol Pil Kebugaran setiap bulan selama 2 tahun.


Sedangkan untuk Cairan Pengembang Otot hanya bisa dibeli menggunakan uang digital atau Mata Uang Crypto.


Allen menjadi pihak paling diuntungkan karena semua Bitcoin akan di konfirmasi menjadi Koin Emas sistem. Padahal harga Pil Kebugaran hanya 30 Koin Emas, tapi Allen bisa mendapatkan 30 ribu Koin emas.


Setelah mencapai kesepakatan, Allen dan dua temannya keluar. Tujuan mereka selanjutnya adalah rumah makan terdekat.

__ADS_1


"Sial, sudah lama aku tidak dikasi makan. Padahal aku tamu yang lumayan penting!." Allen hanya bisa meratapi nasibnya.


Pedro dan Shera hanya bisa menghembuskan napasnya. Mereka sangat haus karena dari siang sampai tengah malam tidak ada air minum sama sekali.


__ADS_2