Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Muka Tebal


__ADS_3

Berkat uang tambahan dari Gong Yu, Allen langsung meningkatkan harganya. "150 Miliar," katanya penuh percaya diri.


Sayangnya Reza bukan bocah sembarang, dia menggandakan nilainya. "300 Miliar."


Allen hanya bisa mengeratkan giginya pasrah, dia tidak punya uang sebanyak itu.


"400 Miliar," kata seseorang pemuda di kamar sebelah. Pemuda itu adalah William dan dua pengawalnya, Ayahnya sudah pulang karena ada urusan.


"William, apa kau juga tertarik dengan benda rongsokan itu!" teriak Reza memprovokasi William.


William hanya meliriknya kemudian mengalihkan pandangannya ke Allen. "Aku membelinya untukmu, jangan lupakan hutang ini di kemudian hari."


Allen tertegun, tapi dia harus mendapatkan Mahkota Raja untuk membangkitkan kekuatan tubuh ilahinya.


Reza ingin menaikkan harganya lagi, tapi dihentikan John Morgan. "Jangan gegabah, Windsor sepertinya punya rencana jahat. Untuk saat ini jangan terlibat, Leluhur masih dalam pengasingan."


Mendengar perkataan Ayahnya, Reza berhenti dan duduk manis. Dia sudah cukup puas karena menaikkan harganya hingga 20 kali lipat.


"Brengsek, aku tidak akan melupakan ini." Allen menatap tajam ke arah Reza.


William dan dua pengawalnya mendatangi Allen, dia baru sadar ada Simon dan dua orang lain di sebelah Allen.


"Siapa mereka?" tanya William dengan senyum penuh kejahatan.


"Mereka pengawalku, anak ini saudaraku." Allen menunjuk Tiwi yang memakai kacamata bulat seperti anak culun.


William tersenyum dan melirik ke arah pengusaha di sebelahnya, seketika pengusaha itu minggir dan memberikan kursinya.


William duduk. "Ngomong-ngomong, bagaimana caramu bisa masuk ke Pesta Akhir Tahun. Aku mendengar dari ayah untuk masuk harus cukup kaya," kata William sedikit menyinggung.


Allen membalasnya dengan senyum ramah, dia tahu lawan bicaranya ingin menggali informasi. "Clarissa mendatangiku langsung," jawabnya dengan santai.


Tentu saja jawaban itu membuat William geram, tapi dia menyembunyikan emosinya. "Wah, Clarissa sendiri yang mendatangimu. Bawa Mahkota ini, anggap saja oleh-oleh dariku."


Allen tanpa ragu menerimanya, dia merasa ada sesuatu yang menempel di Mahkota Raja, tapi untuk saat ini dia akan mengabaikannya.


"Terima kasih, sebenarnya benda ini sangat berguna untukku. Kau tahu, mengapa aku bisa merebut wilayahku saat ini?" tanya Allen melempar umpan.


William tersenyum tipis dan mulai tertarik. "Kelompok Topeng Misterius?"


"Benar, mereka tidak mau uang atau barang-barang tidak berguna. Dengan mengandalkan warisan keluarga dan barang-barang antik, aku menyewa mereka." Allen mengarang cerita dengan ekspresi serius.


"Bagaimana kau menghubunginya?" tanya William yang hampir mendapatkan tujuannya.


Allen menggelengkan kepala. "Aku tidak boleh menyebutkan lokasinya sebelum menjadi anggota Emas."


"Anggota Emas?"


"Mereka punya kartu member yang ditempel di tubuh kliennya. Member terdiri dari 4 tingkat, mereka adalah Perunggu, Perak, Emas, dan Platinum. Aku sendiri sudah Anggota Perak." Allen mengatakannya dengan ekspresi serius. Jadi tidak ada sedikitpun mimik kebohongan di wajahnya.


"Wah, aku harap kau segera menjadi anggota Emas." William menghela napas, ia masih belum menemukan petunjuk pasti.

__ADS_1


"Informasi tadi sudah setara dengan 400 Miliar, Kan. Aku harap kita impas." Allen tersenyum manis ke arah William.


Bukannya panik, William tertawa kemudian berkata dengan santai. "Jangan dipikirkan, aku murni hanya ingin memberimu Mahkota itu."


"Bajingan Busuk ini punya wajah yang tebal!" kata Allen dalam hatinya.


Lelang dilanjutkan, William dan Allen masih terus berbincang. Mereka membicarakan obrolan ringan tapi penuh dengan keuntungan.


Allen sendiri sekarang tahu siapa dalang di balik melesatnya harga Bitcoin dunia beberapa hari yang lalu. Mereka adalah kelompok Keluarga Windsor.


Untungnya Allen sudah mengumpulkan banyak koin. Jadi dia tidak perlu berburu barang yang tidak jelas.


"Hadirin yang terhormat, barang selanjutnya cukup umum. Tapi jangan meremehkannya, barang ini adalah Bunga Onyx. Warna hitam melambangkan kekekalan yang abadi." Pembawa Acara menggunakan intonasi menarik.


Lembu Suro dengan cepat keluar dari Alam Bawah Sadar. "Cepat beli itu, racun yang ada di Mahkotanya bisa digunakan untuk meningkatan kekebalan racun!."


"Mari kita buka dengan harga yang normal, 100 ribu untuk satu tangkai." Pembawa Acara hanya menjual bunga saja, bukan tanamannya. Satu tanaman itu mempunyai 6 tangkai bunga.


Allen tampak tenang, dia tidak boleh tergesa-gesa dan mengangkat papan nomornya. "Aku membelinya 2 juta beserta beserta pot dan tanamannya."


Cristian tersenyum. "Baik, karena Tuan menginginkannya 2 juta pertama."


Semua orang diam, mereka tidak tahu kegunaan bunga yang tampak mengerikan itu.


Cristian yang merasa pelelangan menemui jalan buntu langsung mengarang cerita. "Bunga ini sangat langka dan tidak bisa kembangkan. Hanya tersisa 3 pot di rumah kami, oleh karena itu ini pasti akan menjadi aset yang menjanjikan. Oh... Aku lupa mengatakan, Bunga ini berumur 100 tahun."


Semua orang langsung terpana dan langsung mengangkat papan nomornya. Harganya melambung tinggi, Allen hanya bisa tersenyum.


Allen segera meliriknya dan mengumpat dalam hati, "Pantas saja kekuatannya naik seperti orang gila!"


Tidak hanya bisa gunakan untuk Pil Kebal Racun, Bunga Onxy bisa mengikat energi tidak murni kemudian melepaskan energi murni.


[Bunga Onxy


Kualitas : Rendah (Kekurangan Energi Alam)


Bisa digunakan untuk meramu Pil Kebal Racun. Tidak hanya itu, Tumbuhan ini bisa mempengaruhi sekitarnya dan memadatkan Energi Alam. Sangat cocok jika disandingkan dengan Pohon Dunia.]


"100 juta," kata Allen menawar lebih tinggi.


William melirik dan menggunakan telepati ke salah satu pengawalnya. "Apa keistimewaan Bunga Onxy?" tanyanya.


"Maafkan saya Tuan Muda, Bunga Onxy tidak punya kegunaan lain selain hiasan rumah. Pengetahuanku tentang tanaman herbal sedikit rendah."


William menoleh ke Allen dan bertanya langsung. "Memangnya apa kegunaan Bunga itu?"


"Apa kamu lupa, para Bajingan dari Topeng Misterius menginginkan bayaran yang unik. Mungkin saja Bunga yang tidak tahu asal-usulnya ini punya kegunaan." Allen menjawabnya dengan santai.


William langsung mengirim telepati ke pengawalnya. "Catat itu!."


Satu tanaman setara dengan harga mobil, Cristian terlihat sangat senang. "Baiklah, Tuan silahkan ambil barang anda."

__ADS_1


Allen menyuruh Simon mengambilnya, dia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk melihat barang-barang unik lainnya.


"Hadirin sekalian, sekarang menginjak acara utama. Bagaimana jika kita langsung saja lihat barangnya!."


Meja pelelangan dibawa masuk ke atas panggung. Ada tiga barang yang ditutupi kain hitam. Masing-masing punya tinggi yang berbeda.


"Buka sekarang."


Pelayan langsung menarik kain hitam dan kilauan cahaya menembus mata semua orang. Pedang, Gulungan, dan Buku terlihat didalam kaca pelindung.


"Wow, lihatlah ini adalah pedang yang dikatakan milik Dewa Perang 2000 tahun yang lalu. Namanya Pedang Gladius."


Semua orang bersorak dan langsung mengakat papan nomornya bersedia membayar berapapun. Berbeda dengan Allen yang diam karena sedang mengendalikan Pedang Pendek di dalam Cincin Penyimpanan.


"Apa yang terjadi?" tanyanya kebingungan.


Lembu Suro membantu mengendalikan aura yang mulai berontak keluar. "Sepertinya Pedang Pendek ini punya hubungan yang buruk dengan Gladius itu."


"Tidak mungkin, pedang itu sudah kehilangan jiwa beladirinya. Tidak mungkin Pedang Pendek punya permusuhan." Allen segera kembali ke dunia nyata dan mengangkat papan nomornya. "Sepertinya ini sedikit menarik," katanya dengan wajah dingin.


"Apa yang istimewa dari pedang yang dibuat ulang itu?" tanya William yang mengungkap kebenarannya.


"Dibuat ulang?" tanya Allen.


"Bilah pedangnya sudah dibuat ulang, mungkin saja tidak sekuat aslinya. Bahkan Jiwa Beladiri pembuatnya sudah hilang." William menjelaskan kenyataannya.


Allen malah tersenyum manis. "Bagus, itu barang yang bisa membuatku naik manjadi Anggota Emas!"


"Apa? Kenapa?"


Allen belum kehilangan senyumnya. "Apa kamu ingat, Topeng Misterius membawa pedang pendek. Meskipun lebih kuat dari Gladius, pendekar pedang tidak akan mau kehilangan barang bagus."


"Masuk Akal."


William juga mengangkat papan nomornya, ketika dia mengangkatnya semua orang langsung ciut dan diam.


"Hei, kenapa dengan kalian. Ayo ramaikan pelelangan, aku bukan dewa yang bisa membeli apapun. Menurutku benda itu punya nilai yang cukup baik."


Mendengar pernyataan William, semua orang bersemangat kembali dan mulai menawar.


Allen melirik sosok William dan bergumam dalam hati. "Sejak kapan Bajingan sombong ini menjadi sangat pandai."


Tawar menawar berjalan terus hingga nilai miliaran. Namun Allen dan William akhirnya tidak mendapatkannya, seorang pengusaha dari Kota B yang mendapatkannya.


Bukannya tidak bisa membeli, tapi Allen dan William berpikir dua kali untuk mengambil barang yang sudah rusak.


Barang kedua yaitu Gulungan Teknik Pernapasan Kuno. Tidak ada yang tahu sejauh mana manusia bisa mengembangkannya, tapi yang pasti harganya mencapai ratusan miliar.


Allen dan William tidak tertarik sama sekali, mereka punya teknik kebanggaannya.


Barang ketiga ditawar hingga triliunan karena Buku itu adalah Buku Panduan menjadi seorang Pandai Besi sekaligus pendekar pedang, Pagma.

__ADS_1


Allen tidak butuh karena dia punya sistem yang menjanjikan semua kemewahan di Toko Sistem.


__ADS_2