
Peringatan Allen terbukti benar, tubuh Harimau Hitam meledak dan menghancurkan semua di sekitarnya. Bahkan jika Allen ada di dekatnya, tubuhnya akan hancur.
Sebuah bola mata keras dan taring Harimau Hitam tergeletak di tanah. Allen mengambil dan menggunakan Keterampilan Sistem untuk menilainya.
[Mata Harimau Hitam
Kegunaan tidak tahu, barang yang tidak terdaftar. Hati-hati.]
[Taring Harimau
Kualitas : S
Digunakan untuk kenempa senjata kualitas tinggi.]
Lembu Suro keluar dari alam bawah sadar dan langsung berteriak, "Mata Dewa. Itu Mata Dewa milik ayahku!."
"Mata Dewa?." Allen tidak tahu apa yang dimaksud.
Lembu Suro mendesak Allen untuk segera mengambilnya. "Jangan banyak bicara, cepat amankan itu!."
Allen tidak bertanya lagi, ia langsung mengambil Mata Dewa dan taring harimau. Setelah menggenggamnya cukup lama, Mata Dewa tiba-tiba bersinar terang menembus sela-sela jarinya.
"Apa yang terjadi!." Allen berteriak karena telapak tangannya terasa sangat panas.
"Jangan lepaskan, gunakan energimu untuk mengikatnya!." Lembu Suro sangat senang dan menyuruh tuannya menggunakan Mata Dewa.
Allen tidak tahu apa yang terjadi, ia melihat ekspresi Lembu Suro yang tidak wajar. Energi Jiwa dilepaskan, Allen menyelimuti tangannya dan membungkus Mata Dewa.
Setelah beberapa saat, Mata Dewa hilang. Tiba-tiba dadanya memerah panas hingga bajunya meleleh, Mata Dewa tidak berhenti hingga kepalanya terasa sangat panas.
Pertarungan antara dua kekuatan terjadi, Allen tidak tahu mengapa Mata Surgawi, Mata Dunia, dan Mata Dewa saling bentrok.
Tangannya menggenggam erat hingga telapak tangannya berdarah. Allen mengeratkan giginya untuk mengurangi rasa sakitnya.
Namun semua usahanya tidak membuahkan hasil, ketiga mata terus bertarung di dalam tubuhnya hingga ia berteriak kesakitan.
"Argh...!"
Allen berguling-guling tanpa baju, perlahan-lahan rambutnya mulai rontok hingga botak. "Tidak!" teriak Allen merasa sudah hampir mencapai batasnya.
Ledakan energi terjadi, tiga Mata tiba-tiba menghilang menjadi serbuk bebu. Mata Dunia muncul dan melahap semuanya.
Mata Surgawi yang menampilkan banyak informasi hilang, Mata Dewa yang punya sejuta kegunaan juga menghilang.
Mata Dunia yang awalnya berwarna merah berubah menjadi Ungu Kehitaman. Semua fungsi Mata Surgawi dan Mata Dewa dimunculkan.
__ADS_1
Allen pingsan sambil menggenggam Taring Harimau. Kilatan petir berwarna ungu menyelimuti tubuhnya.
Setelah seharian, Allen siuman. Ia membuka matanya perlahan, kilatan petirnya juga berubah menjadi ungu.
Hembusan napasnya mengeluarkan asap putih. Allen berusaha berdiri sendiri, ia melirik ke arah Lembu Suro yang menjebaknya.
"Kenapa bisa begini, aku tidak tahu." Lembu Suro membela dirinya sambil menggelengkan kepala.
"Sudah lupakan, sekarang ayo lanjutkan perjalanan." Allen mulai melangkah meninggalkan tempat, ia menyimpan Taring Harimau ke Cincin Penyimpan.
Allen sendiri tidak menyalahkan Lembu Suro, kekuatan Mata Dewa melahap semua keterampilan. Bahkan Sistem yang menampilkan semuanya tidak bisa mencegahnya.
Langkah kakinya berjalan pelan, Allen memperhatikan sekitar. Dinding gua terlihat mencurigakan karena banyak ukuran bergambar manusia.
Allen memperhatikan semua gambarnya, tapi dia tidak menemukan sedikitpun petunjuk. Akhirnya hanya bisa mengabaikannya.
Lembu Suro juga tidak tahu apa yang tergambar di dinding. Namun Silvy di dalam alam bawah sadar, tidak ada yang bisa memperhatikannya.
Setelah melewati ukiran-ukiran manusia, Allen melihat pemandangan yang sangat indah di bawah tanah.
Pohon-pohon hijau sangat lebat, burung-burung kecil bersiul. Terlihat sangat indah, tapi semuanya hanya ilusi.
Mata Dunia bisa melihat kebenarannya, hanya ada tanah tandus dan berbagai formasi rumit.
"Tempat apa ini." Allen sedikit bingung melihat kubah Formasi yang sangat kuat. Dia menyentuh pinggiran formasi penghalang berbentuk kubah.
Silvy keluar dari Alam Bawah Sadar. "Tidak perlu memecahkan simbolnya, kamu hanya perlu menggunakan Energi Jiwa untuk mengaksesnya."
"Bagaimana kamu bisa mengetahuinya?" tanya Allen penasaran.
Silvy hanya tersenyum dan tidak boleh menjawabnya. Setelah tersenyum dia menggelengkan kepala dan masuk kembali ke ruang alam bawah sadar. Tepat ketika dia masuk, tubuhnya lemas dan tidur kembali.
Allen mengedarkan energi jiwa dan menyentuh dinding pelindung, energinya di sedot habis hingga ia tidak bisa berjalan.
Tubuhnya kaku dan matanya tampak kosong, tetapi kubah yang awalnya transparan berubah warna menjadi ungu. Semua di sekitarnya sekarang menjadi ungu kehitaman.
Sebuah pintu tercipta, Allen hanya perlu masuk ke dalam. Namun ia harus bersabar dan menstabilkan energi jiwa lagi.
Butuh dua jam untuk Allen menstabilkan energinya. Ia membuka mata dan langsung masuk ke dalam kubah.
"Tempat ini sangat tandus." Allen menyentuh tanah yang berwarna coklat kemerahan. Namun ia merasakan ada sesuatu yang aneh di dalamnya.
Mata Dunia otomatis di gunakan, anehnya ia bisa memaksa memunculkan layar sistem.
[Pulau Nemo
__ADS_1
Dalam keadaan kelelahan, perbaiki dengan menambahkan banyak tumbuhan spiritual. Rumput Spiritual dianjurkan.]
Tidak hanya informasi sederhana yang dia dapatkan, tapi informasi yang lebih detail juga dimunculkan. Bahkan ada sedikit saran dari Mata Dunia.
Dari sini Allen juga sadar bahwa nama sebenarnya dari Pulau peninggalan Seven Soul adalah Pulau Nemo bukan Nimo.
"Tumbuhan Spiritual? dimana aku mencarinya?." Allen tidak tahu harus mulai dari mana.
Peri Tanah, Peri Air dan Lembu Suro dengan penuh semangat langsung keluar.
"Aku cepat perbaiki tanah ini. Aku punya firasat baik pada batang pohon di tengah itu." Lembu Suro menunjuk sebuah batang berwarna hitam.
Allen mengalihkan pandangannya dan mencoba mencari tahu dari batang hitam itu. Matanya langsung terbelalak ketika melihat informasinya.
[Pohon Dunia.
Kondisinya sangat buruk setelah ditinggalkan pemiliknya. Cepat tanam 10 ribu Rumput Spiritual sebelum 2 tahun.]
"2 tahun, bagaimana aku bisa menemukan 10 ribu rumput Spiritual!." Allen panik karena harus berpacu dengan waktu.
Tanpa sadar ia mengalirkan Energi Jiwa untuk menyelamatkannya. Namun usahanya sia-sia, jadi ia hanya bisa mengikuti saran dari Mata Dunia.
Peri Tanah mengusap jenggotnya, kipasnya di kibarkan pelan. "Bukankah keluarga Son berada di Kota penuh pejuang beladiri. Mungkin kita bisa menemukan kesempatan disana."
Peri Air menggangguk dan mengatakan, "Rumput dan Tumbuhan itu sedikit berbeda. Mencari Rumput Surgawi lebih susah dari mencari tanaman. Sebaiknya kau mempelajari Formasi pemercepat tubuhan."
"Pemercepat Tumbuhan?" tanya Allen yang kekurangan informasi.
"Aku tidak tahu lebih detailnya, tapi semua orang yang bisa mengembangkan Rumput Spiritual harus bisa menggunakannya." Peri Air melanjutkan penjelasannya.
Umur rumput biasa hanya 4 bulanan. Sedangkan untuk membuat Rumput Spiritual membutuhkan 1 tahun di bawah energi alam yang padat.
Jadi Allen saat ini tidak mungkin mengembangkan Rumput Spiritual sendiri. Setelah memastikan semuanya kosong, Allen segera keluar dan melihat ke balakang.
"Ilusinya tidak hilang." Allen bergumam pelan.
"Lihatlah, sekarang Ilusinya di tingkatkan. Ada 10 Harimau Hitam menjaga pintunya." Peri Tanah menunjuk pintu masuk Pulau Nemo.
Ketika Allen meninggalkan Pulau Nemo, batang dari Pohon Dunia mulai tumbuh karena suntikan energi jiwa dari tuannya yang baru.
Awalnya pulau Nemo dikelilingi tanah tandus, perlahan air mulai mengalir mengelilingi Pulau Nemo. Hampir menunjukkan wujudnya yang sebenarnya.
Tepat setelah ia keluar dari Gua Misterius, Allen segera menghubungi Son Hyung.
"Paman, apa anda punya waktu. Aku ingin berkunjung ke kediaman Keluarga Son." Allen menghubunginya lewat telepon.
__ADS_1
"Tentu saja ada. Aku akan mengurus semua kebutuhanmu disini." Son Hyung tampak sangat senang karena 5 orang berhasil menembus Tingkat 5 di umur yang terbilang muda, yaitu 35 tahun.