Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Kehancuran Dunia


__ADS_3

Bayangan tangan raksasa muncul dan menggenggam Reza. Allen tanpa rasa iba langsung membantingnya ke tanah hingga retak.


"Wow, meski kakek dan ayahmu sudah berkhianat, kamu masih memikirkan mereka." Allen menyinggung ingatan menyakitkan.


Reza tidak muncul di perang besar melawan pasukan Raja Surgawi. Dia tidak datang bukan tanpa alasan, melainkan memang di gunakan sebagai objek eksperimen. Setelah semua lap hancur, Reza akhirnya bebas dan bergabung dengan Keluarga Windsor.


Meskipun kekuatannya bertambah dalam waktu singkat, Reza sekarang seperti mayat hidup yang tidak bisa berkembang lagi. Sebagian emosinya telah hilang, bahkan benda paling berharga sebagai laki-laki miliknya juga hilang.


Reza tidak bisa bergerak lagi karena tangan bayangan itu terus menekannya. Zelius sebagai kepala keluarga melepaskan aura membunuh.


"Allen, aku tidak ingin mencari keributan denganmu."


Bukanya takut, Allen justru melepaskan aura yang lebih kuat dan menghancurkan area sekitarnya. Para pejuang yang tidak memiliki energi setingkat pejuang beladiri tingkat 9 langsung terhempaskan, William dan Reza tidak terkecuali.


Bangunan kokoh milik Keluarga Windsor runtuh, Allen dan Zelius masih saling menatap.


"Aku tidak mengira bocah sepertimu punya kekuatan setara Pejuang Tingkat 10. Baiklah ayo langsung ke intinya."


"Apa kamu sudah menyadari kesalahanmu lima tahun lalu?" tanya Allen sambil memutar cincinnya.


Allen menggunakan cincin itu bukan tanpa alasan, dia menyegel kekuatan aslinya untuk mengejutkan musuhnya. Ada 5 cincin yang di pakai pada setiap jari di tangan kanannya.


"Mari lupakan kesalahan masa lalu, aku ingin meminta bantuan kalian." Zelius mengerti masalah yang dihadapi Keluarga Windsor.


"Aku sebagi Pemimpin Asosiasi Pejuang Beladiri menolak. Kami tidak bisa membantu urusanmu dengan para monster." Allen sudah menyelidiki masalahnya. Jadi dia bisa segera mengerti apa keinginan Zelius.


"Jadi kamu sudah tahu. Bagaimana kalau aku membayarnya dengan harga tinggi." Zelius sudah tidak punya cara lain. Kelompok Iblis juga mengalami kesulitan.


Dunia para Iblis juga sudah dihancurkan. Bahkan ada Naga setinggi gedung 20 lantai yang menghancurkan setiap sudut dunia iblis. Tidak hanya itu, para monster itu ternyata dikendalikan oleh seseorang.


"Lima tahun lalu aku datang kesini untuk meminta bantuan, tapi kau menolaknya. Sekarang sudah sampai ke titik ini, perkataanku lima tahun lalu akan segera terjadi."


Zelius ingat Allen pernah berkata bahwa keluarganya tidak hanya berhadapan dengan monster, tapi juga berhadapan dengan musuh lainnya.


"Apa kalian juga akan mengambil kesempatan untuk menghancurkan kita?" tanya Zelius dengan suara tenang. Sebagai Kepala Keluarga dia tidak boleh memperlihatkan emosinya.


"Tidak, Asosiasi Pejuang Beladiri dan Serikat Raja Surgawi tidak akan ikut campur." Allen menegaskan bahwa dia tidak akan ikut campur.


"Jadi siapa musuh kita?"


"Mereka semua ada disini." Allen menoleh ke kanan dan kiri.


Pernyataan misterius Allen membuat musuh dalam selimut Keluarga Winsor muncul ke permukaan. Mereka langsung menarik pedangnya, Allen sigap langsung melindungi Clarissa di sebelahnya.

__ADS_1


"Ho, kalian bergerak lebih cepat dari perkiraan. Apa hati nurani kalian akhirnya bangkit?" tanya Allen dengan senyum misterius.


Reza bangun dari tempatnya, dia tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Allen. "Jadi kau juga sudah mendapat pencerahan. Sekarang waktunya aku menebus dosaku!"


Allen menggelengkan kepala. "Hari ini kamu akan mati untuk selama-lamanya. Apa kau masih ingin maju?"


Reza mengeratkan giginya dan melepaskan aura berwarna kuning terang. "Tidak ada lagi penyesalan dalam hidupku. Dosa-dosa keluargaku akan terhapuskan hari ini!"


Tubuh Reza meledak berganti menjadi sosok mapaikat yang menutup matanya. 6 sayap di punggungnya membuat semua orang merinding, bahkaj Zelius merasakan ancaman yang sangat mengerikan.


"Hanya domba kecil ini? Kau sungguh tidak berguna Reza!" ucap Malaikat Putih.


Sekelompok orang yang awalnya duduk membela Zelius berlutut di depan Sang Malaikat. Mereka mengucapkan sesuatu yang bahkan Allen tidak bisa memahaminya.


"Pasukan ini sedikit mengerikan. Tidak ada satupun yang melebihi Tingkat Immortal." Malaikat Putih menoleh ke arah Allen, kemudian menggeser pupil matanya ke arah Clarissa.


"Kemarilah domba putih. Tubuhmu sangat cocok untuk menjadi Kesatriaku."


Mata Clarissa berubah menjadi biru, Allen tidak tinggal diam. Dia langsung mengeluarkan pedangnya dan memutuskan tali hipnotis Malaikat Putih.


"Jangan harap kau bisa membawanya." Allen menatap tajam ke arah Malaikat.


"Ho... Ada manusia yang menjadi Immortal Bumi, aku tidak melihatmu karena terlalu kecil. Minggirlah atau mati!"


Malaikat Putih menatap tajam ke arah Allen kemudian memalingkan wajahnya. "Tugasku sekarang menghancurkan para pemuja iblis. Jadi siap-siap saja."


"Apa kamu lupa tugas keduamu?"


"Darimana kamu tahu tugasku?"


"Aku Allen, sang peramal. Tugas keduamu melindungi umat manusia dari perompak dimensi!"


"Lupakan soal domba putih itu. Mari belerja sama dan biarkan aku cepat kembali ke kayangan."


"Setuju!"


Retakan besar muncul di atas langit. Pasukan monster muncul dan menyerang kediaman Windsor. Monster itu jauh lebih agresif daripada sebelumnya.


Zelius gemetar ketakutan, dia tidak ingin mati di makan monster jeles. "Allen, katakan padaku bagaimana aku bisa selamat!"


"Minta ampunlah pada bocah besar itu!"


Malaikat Putih langsung mengayunkan trisula di tangannya dan menghancurkan kediaman Windsor. Sekelompok Iblis yang membantu Zelius muncul ke permukaan.

__ADS_1


Malaikat Putih dengan cepat membunuh mereka dan para monster. "Sial, kenapa mereka lemah sekali!" teriak Malaikat Putih yang frustrasi.


Pergerakannya sangat cepat, hingga mata tidak bisa mengikutinya. Allen dengan sigap membawa Clarissa keluar medan perang.


"Disini terlalu bahaya, ayo pergi."


"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Clarissa kebingungan.


"Dunia akan segera hancur. Kita harus bersembunyi dulu. Kekuatanku tidak cukup untuk membawa perdamaian." Allen membawa Clarissa terbang dengan kecepatan 3 Mach.


Meskipun dengan kecepatan yang sangat tinggi, sekelompok monster menembaknya dari langit. Allen dengan sigap membuat mana barier dan jatuh ke tanah.


Langkah Bayangan digunakan, dia berlari ke Kota K melalui jalur darat. Clarissa ketakutan karena serangan tadi bisa membunuhnya.


"Jangan takut, aku ada disini." Allen menggenggam tangan Clarissa yang gemetar.


Clarissa hamua bisa mengangguk setuju, dia masih takut dengan monster-monster yang terbang di langit.


Setelah sampai di Kota K, Allen langsung memerintahkan pasukan Raja Surgawi mengaktifkan pertahanan kota ke tingkat tertinggi.


"Ayahku bagaimana?"


Allen menggelengkan kepala. "Tenanglah, dia bukan orang sembarangan. Saat kita di perjalanan, dia memberiku sinyal untuk kabur."


"Tidak, aku harus menemuinya."


"Clarissa, dengarkan aku. Jika kamu keluar hampir semua orang di dalam kota akan tewas."


"Kenapa?"


"Aku tidak bisa memasang Formasi kuat yang bisa dimasuki dua arah, hanya manusia dari luar yang bisa masuk. Maafkan aku."


Benar saja semua manusia menjadi kacau, beberapa orang yang beruntung masuk ke kota K tidak bisa keluar tapi selamat. Namun sebagian besar orang di luar kota meninggal karena serangan monster raksasa.


Banyak protes dari para penghuni kota, tapi sebagian besar dari mereka setuju dan membantu menenangkan para korban. Ada beberapa orang yang kehilangan orang terkasihnya.


Allen dan seluruh pasukan Raja Surgawi hanya bisa memikul semua beban. Mereka harus bertambah kuat, Allen dan Clarissa tidak terkecuali.


Anehnya Ayah dan Ibu Allen tidak masuk kota. Mereka menghilang entah kemana, bahkan Alona tidak mau membahas keberadaan mereka.


Dunia diselimuti dengan ketakutan, hampir semua manusia punah. Mereka berusaha dengan sepenuh tenaga masuk ke Kota K yang punya pelindung sangat kuat. Bahkan perlindungannya itu bisa menghentikan Malaikat Putih masuk.


Disisi lain keluarga Winsor hancur tanpa perlawanan. Mereka kehilangan semua harta dan kekayaannya.

__ADS_1


__ADS_2