
Son Hyuk tersenyum kecut ketika penjaga pintu menghentikannya. Dia lupa belum bilang bahwa kartu undangannya terbakar bersama dengan baju lamanya.
"Tuan, tempat ini hanya bisa di akses orang yang punya undangan. Tolong kerjasamanya." Penjaga Pintu mengusir Allen dan Son Hyuk karena tidak bisa menunjukkan kartu undangan.
Untungnya Chris datang dan bertanya, "Allen apa ada masalah?"
"Kartu undangan kami hilang." Allen mengatakan kebenarannya.
Chris menunjukkan kartu undangan warna emas. "Ayo masuk, bawa pengawalmu juga."
Penjaga Pintu langsung menunduk hormat ketika melihat Kartu Undangan berwarna emas. Allen tidak punya pilihan lain, dia mengikuti Chris dan dua pengawalnya.
Dua pengawal Chris tidak sederhana, mereka dua orang Pejuang Tingkat 6 awal. Kemewahan seperti ini hanya dimiliki pemilik kota.
"Kamu pasti mengira aku Pemilik Kota A. Jangan bercanda, aku hanya seorang pria biasa." Chris mencoba menyembunyikan identitasnya.
Sayangnya kemampuan Mata Dunia tidak bisa lagi digunakan untuk melihat jabatan target.
"Baiklah, aku percaya padamu. Ngomong-ngomong kita duduk dimana, kenapa melewatkan bangku pengunjung?" tanya Allen yang kebingungan.
"Kartu Undangan yang aku bawa sedikit spesial, jadi kita duduk di ruangan khusus." Chris menunjuk ruang nomor 13.
Seorang karyawan lelang membukakan pintu, Chris dan semua orang masuk dengan tenang. Ada 10 kursi yang disediakan, tapi rombongan Chris hanya menggukan 5 kursi.
"Ini benar-benar pemborosan!." Allen hanya bisa memikirkan kata Boros.
Pembawa Acara segera mulai pelelangan. "Hadirin yang terhormat, perkenalkan aku Gong Yu bertugas memandu acara malam hari ini."
Sambutannya cukup meriah dan 8 pengawal melindunginya dari serangan musuh, mereka semua Pejuang Tingkat 5 termasuk pembawa acara.
"Barang pertama yang akan kami tawarkan adalah Gingseng 100 tahun. Konon katanya kalau kalian membuatnya sebagai obat, vitalitas peminumnya akan meningkat!."
Gong Yu menyebarkan banyak keuntungan mengkonsumsi Gingseng 100 tahun. Namun Allen bisa memeriksa barang itu sedikit berbahaya.
"Apa pendapatmu tentang Gingseng itu?" tanya Chris sambil menoleh ke arah Allen.
Sebelum menjawab Allen tersenyum. "Untuk orang tua Gingseng itu cukup berbahaya. Bahkan bisa menjadi penghambat Aliran Ki dalam tubuh."
Allen menggunakan bahasa yang mudah dimengerti, Ki adalah sebutan energi untuk para Pejuang Beladiri Kota A.
"Oh jadi kamu juga orang yang percaya dengan Ki?." Chris mengalihkan pandangannya ke arena pelelangan yang ramai.
"Sejujurnya Ki hanyalah sebagai kecil dari kekuaran sebenarnya. Aku tidak mengembangkan Ki tapi mengembangkan Energi Alam." Allen sedikit mengarang cerita untuk memperkenalkan dirinya dengan baik.
"Apa bedanya dengan kekuatan Mana orang-orang barat atau Cakra dari Kota J." Chris mulia menunjukkan wawasannya.
Allen hanya tersenyum dan tidak bisa menjawab. Tapi dia menggambar sebuah simbol di udara menggunakan ujung jarinya.
"Energi yang aku belajar bisa menciptakan sesuatu yang unik seperti ini." Allen terus menulis dan menciptakan Formasi dalam hitungan menit.
__ADS_1
Chris tercengang, ini pertama kalinya melihat seorang anak muda menciptakan Formasi dengan begitu cepat.
"Mengesankan, kalau begitu ajarkan aku caranya?" tanya Chris dengan penuh rasa penasaran.
Allen menggelengkan kepala. "Aku takut harus menolak permintaan anda. Ini adalah teknik warisan keluarga."
"Lupakan, lihat barang selanjutnya dimulai." Chris sedikit kecewa tapi dia harus menerimanya.
Barang selanjutnya hanyalah rumput berwarna ungu. Meskipun terlihat cantik, rumput itu belum ditemukan kegunaannya.
Pembawa Acara menciptakan narasi yang sangat menarik. "Hadirin sekalian, tumbuhan ini dapat meningkatkan konsentrasi kalian, tapi kalian harus menumbuhkan bunganya. Kami punya 1000 tanaman disini, ayo mulai dari 100 ribu."
Semua hadirin hening, mereka semua tahu tumbuhan yang dimaksud Pembawa Acara hanyalah rumput tak berguna.
Allen menyangkat tangan. "Karena tidak ada yang ingin membelinya, bagaimana jika aku memborong semuanya?."
"Wow, tuan muda dari Kamar 13 sangat dermawan. Baiklah apa ada yang ingin menawarnya lagi?." Gong Yu berteriak penuh semangat untuk membangkitkan minat tamu. Namun semuanya diam, mereka tidak tertarik sama sekali.
"Apa kamu tahu kegunaan rumput itu?" tanya Chris.
"Tidak, tapi firasatku mengatakan tumbuhan itu tidak bisa. Aku bisa sampai sini karena punya firasat yang sangat bagus." Allen tampak sangat antusias.
Tuan Muda dari Kamar 19 menyangkat tangan. "105 ribu, aku ingin memborongnya juga!."
Chris menghela napas. "Lawan yang merepotkan datang, sepertinya kamu akan kesusahan."
Allen tersenyum tipis dan mengangkat tangannya. "120 ribu!."
"150 ribu."
"151 ribu."
"200 ribu!."
Tawaran terus naik tanpa ada yang mau mengalah. Sampai akhirnya Chris menghentikan Allen.
"Jangan menawar lagi, uang Bajingan gila itu sangat banyak." Chris memberi peringatan pada temannya tapi tidak dihiraukan.
"Bukankah ini baik untukmu karena aku menguras kekayaannya." Allen tersenyum tipis sambil melirik ke arah Chris.
"Maksudmu?"
"10 juta!." Kamar 19 mengatakan angka yang fantastis. Satu tangkai tanaman seharga 10 juta, artinya dia harus mengeluarkan 10 miliar untuk semuanya.
Allen diam dan senyumnya mulai melebar. "Aku tidak tahu siapa dia, tapi karena sudah menghalangiku, nasibnya sudah ditentukan."
"Jangan membuat masalah dengannya, Tuan Muda dari keluarga itu sangat susah ditangani. Jadi mari lupakan masalah ini." Chris menghentikan Allen membuat masalah.
Rasa dendam tidak akan pernah padam tanpa pembalasan, Allen menawar harga yang cukup tinggi untuk barang tawaran Kamar 19.
__ADS_1
Secara keseluruhan Kamar 19 sudah menghabiskan 230 miliar, padahal belum mencapai acara puncak.
"Tuan Muda dari Kamar 19 memang sangat dermawan, kami tidak akan melupakan kemurahan hati anda." Gong Yu memberi hormat pada Tuan Muda Kamar 19.
"Baiklah, mari lanjut ke acara utama. Barang pertama adalah Pedang Sihir yang pernah dipakai Leluhur kita!."
Pedang itu memancarkan cahaya biru muda yang punya aura yang kuat. Namun Allen menyempitkan matanya setelah melihat statusnya.
[Pedang Excalibur
Kondisi : Rusak
Hanya auranya intimidasinya yang masih utuh. Pedang itu sudah rapuh, bahkan tidak bisa memotong kayu dengan benar.]
"Keluarga Gong ternyata sangat rakus. Mereka menjual pedang rusak pada Pelelangan penting seperti ini." Allen bergumam pelan.
Chris yang mendengarnya langsung melirik. "Apa maksudmu pedang itu sudah rusak?."
"Tidak bisa dipungkiri, pedang Excalibur yang didambakan itu sangat kuat, tapi itu dulu. Lihatlah bilah pedangnya yang sudah tentang, bahkan pedang buatanku lebih baik dari itu." Pernyataan berani Allen membuat Chris kurang nyaman, tujuannya datang kesini karena Pedang Excalibur.
"Aku kurang suka kamu menjelekkan pedang warisan Leluhur kami!." Chris mengatakan yang sebenarnya.
Allen langsung menoleh ke aeah Chris, dia merasa tidak enak karena mengatakan hal yang buruk. "Maafkan aku, Chris. Tapi semua yang aku katakan adalah kebenaran."
"Tidak peduli itu benar atau tidak, aku harus mendapatkannya." Chris mulai menawar dengan harga fantastis.
"10 miliar!."
Pria dari Kamar 19 tertawa dan mengangkat tangannya. "Jangan salahkan aku, Bocah. 100 miliar!."
"200 miliar!." Chris terlihat mengeratkan giginya karena marah.
"500 miliar!."
"600 miliar!." Chris harus mendapatkan pedang Leluhurnya.
Pria di kamar 19 tertawa. "Chris, Chris kau masih saja bodoh seperti dulu. 1 Triliun!."
Allen hanya bisa tersenyum kecut mendengar orang mengeluarkan uang sebanyak itu hanya untuk sebuah pedang rusak.
"1,1 Triliun!." Chris sudah mencapai batasnya.
"1,2 Triliun!."
Chris menunduk lemas tapi Allen justru sebaliknya. "Gong Yu, aku dengar Pelelangan ini hanya menerima uang Tunai. Apa anda bisa memastikan Kamar 19 memiliki uang sebanyak itu!"
Semua orang langsung mengarahkan pandangannya ke Kamar 19.
"Tuan yang ada di kamar 19, tolong tunjukkan bukti anda bisa membayarnya." Gong Yu bertanya dengan sopan.
__ADS_1
Semua orang kaya memang bisa mengeluarkan uang sebanyak mungkin, tapi mereka harus menggukan Kredit atau angsuran. Hampir tidak mungkin menggerakan uang dalam satu waktu. Allen sudah mempelajari ini sejak lama.