
Hari berlalu dengan cepat, Allen berdiri di rumah tengah hutan. Ia melihat Budi dan kelompoknya sudah siap dengan peralatan lengkap.
"Ini masih jam 3 pagi, lakukan pemanasan dan kita berangkat jam 4." Allen tidak menyiapkan transportasi, ia dan kelompoknya harus berlari ke Kota S.
Sebelum ke Kota S, Allen ingin mengajak Son Hyuk untuk mengamankan kemenangan. Meskipun Allen percaya dengan anggotanya saat ini, Son Hyuk merupakan Pejuang Tingkat 7 yang sangat berharga.
"Baik, Bos!" jawab semua orang serentak.
Budi memimpin pemanasan kelompoknya, Allen menyelesaikan Misi Harian.
[Misi Khusus.
Selamatkan Keluarga Ye dan buat semuanya menjadi pengikutmu.
Hadiah : Misi Sebelumnya selesai.]
"Sistem sangat murah hati," gumam Allen.
Misi Harian selesai tanpa ada hadiah, karena tingkatannya sudah terlalu tinggi Allen harus mencari cara lain untuk bertambah kuat.
Lembu Suro keluar dari ruang bawah sadar, ia langsung berlari ke arah Budi dan memukul kepalanya.
"Bocah bodoh, menggerakkan tubuhmu seperti itu bisa merusak rongga tulang kaki!." Lembu Suro memarahinya.
Allen dan Budi tampak mengerutkan kening, mereka bingung kenapa Lembu Suro bisa dilihat.
"Apa kalian melihatnya?" tanya Allen pada dua puluh orang lainnya.
"Siap, kami melihatnya!."
Lembu Suro membusungkan dadanya. "Bos, kekuatanmu sudah cukup untuk menunjukkan wujudku. Karena kamu jarang menggunakan Elemen Kegelapan, aku bisa mengolah teknik turun temurun keluargaku, Perwujudan."
Perwujudan itu hanya bisa dilakukan oleh monster tingkat tinggi. Pengguna harus mendekati tingkat Dewa, tapi Lembu Suro bisa menggukannya.
Dengan bantuan Energi Ungu di alam bawah sadar, Lembu Suro berhasil membangun wujudnya sementara. Meskipun tidak bisa bertahan lebih dari dua jam, dia bisa membantu melatih kelompok Allen.
"Aku serahkan mereka padamu." Allen memberi perintah.
Lembu Suro menjawab dengan tegas, "Siap, Bos!."
Setelah Allen pergi, wajah Lembu Suro tampak sangat menakutkan dan melepaskan aura mengancam. Budi dan kelompoknya langsung terjatuh ketakutan.
__ADS_1
"Jangan harap latihanku akan mudah, cepat berdiri!." Lembu Suro berteriak dengan senyum jahat di wajahnya.
Meskipun tampilannya seperti sapi bertanduk, wajahnya sangat menyeramkan ketika melepaskan aura mengancam.
Setelah jam menunjukkan pukul 4 pagi, Allen berdiri di depan semua pasukannya. Semua orang membawa senjatanya masing-masing, tidak lupa mereka membawa topeng hitam untuk menyembunyikan identitasnya.
Drakula enggan mengenakan topeng aneh, ia mengubah wajahnya dengan Mana. Tiwi mengikat rambut dan memotongnya sebahu.
"Sudah saatnya kita bergerak. Jika ada sesuatu di jalan, Katakan! Jangan memaksakan diri. Tujuan utama kita membantu Keluarga Ye!."
Allen memimpin perjalanan, ia juga mengenakan Topeng Misterius. Ujung matanya keluar kilatan petir warna ungu kehitaman.
Pergerakan mereka menjadi lebih cepat dari biasanya. Drakula menggukan keterampilannya untuk mempercepat pergerakan sekutu. Allen sampat melirik, tapi ia membiarkan itu.
Setelah sampai di depan batu besar, Allen berhenti. "Mulai sekarang ini adalah markas rahasia kita."
Allen memimpin jalan masuk, ia memastikan tidak ada orang yang mengikutinya. Kemudian membuka pintu gua menggukan telapak tangannya.
Formasi yang menutupi gua sedikit terbuka, Allen dan kelompoknya masuk ke dalam. Tepat setelah orang terakhir masuk, pintu formasi tertutup.
Sosok manusia bunglon menunjukkan wujudnya dari kejauhan. "Markas mereka sangat misterius, bahkan mataku tidak bisa melihatnya."
"Mereka berasal darimana?" tanya Manusia Elang di sebelahnya.
Manusia Elang mengerutkan keningnya. "Jangan berurusan dengan manusia, tujuan kita kali ini mengamankan pijakan di Kota S."
"Memangnya apa yang bisa dilakukan Keluarga Ye, mereka sudah pasti hancur." Manusia Bunglon mencibir.
"Jangan meremehkan Keluarga Kuno. Katanya mereka salah satu keluarga yang berhasil selamat dari Ragnarok." Manusia Elang memberi peringatan.
"Itu sudah ribuan tahun yang lalu. Memangnya kita sudah lahir, jangan percaya pendongeng itu. Mana mungkin Ras Iblis dan Demi Human kalah melawan bocah!." Manusia Bunglon tidak percaya adanya Ragnarok.
"Terserahlah, yang penting kita menyelesaikan tugas. Tinggalkan mereka." Manusia Elang berubah menjadi burung elang dan terbang ke Kediaman Keluarga Ye.
Manusia Bunglon penasaran dengan tempat persembunyian para orang bertopeng. Tapi tugasnya belum selesai, jadi dia memutuskan untuk kembali nanti.
Allen melepaskan formasinya, ia menyadari ada orang kuat yang memperhatikannya. Makanya dia masuk di pintu yang salah untuk mengelabuinya.
"Bos, memangnya ada apa disini?" tanya Budi yang tidak tahu apa-apa.
"Bukan apa-apa, ayo keluar dan lanjutkan perjalanan." Allen memimpin jalan menuju markas rahasia sebenarnya.
__ADS_1
Drakula menjelaskan semuanya, ia menyebutkan ada orang kuat yang sedang mengintai mereka. Allen memilih untuk menghindari petarungan tidak berarti.
Setelah sampai di dalam Pulau Nemo, semua orang tampak kaget dengan keadaan sekitar.
"Hyuk," kata Allen memanggil orang yang mengurus tanaman.
"Bos, tumbuhan ini tumbuh sangat cepat. Aku sedikit kewalahan," jawab Son Hyuk menunujuk Bunga Salvia.
Bunga yang dia beli dari lelang sudah bertumbuh dua kali lipat. Energi alam di sekitarnya juga sudah berkembang.
Allen memetik bunganya yang berwarna ungu, kemudian ia meremasnya hingga hancur. Elemen Api, Air, dan Tanah digunakan untuk membuat sebuah ramuan.
Hanya dalam 2 menit saja, Allen berhasil menyelesaikannya. Ramuan berwarna ungu muda di taruh dalam botol bening.
"Tiwi, coba oleskan cairan ini di kulitmu." Allen menyodorkan botolnya ke bocah 19 tahun itu.
Tiwi tidak bertanya dan mengoleskan ramuan ke punggung tangannya. Hanya dalam beberapa detik ramuan itu meresap dalam kulit dan mencerahkannya.
"Ini..." Tiwi tercengang melihat betapa cepatnya ramuan ungu.
"Aku tahu itu terlalu cepat, makanya kita harus mencampurinya dengan 15 liter air untuk mengurangi efeknya." Allen memberi Tiwi ide bisnis untuk mengembangkan Perusahaan Allen di Kota A.
"Untuk sementara kalian semua menyerap energi alam disini. Waktu kalian hanya 30 menit, manfaatkan waktumu." Allen segera pergi meninggalkan semua orang.
Allen menuju batang pohon yang sudah mati, ia menggunakan energi jiwa untuk mempertahankan hidup Si Pohon. Entah mengapa ia melakukan itu, tetapi instingnya mengatakan menyalurkan energi jiwa bisa memberinya waktu hidup.
Tidak lupa Allen menggunakan elemen Tanah untuk menata ulang para tumbuhan Spiritual. Kemudian ia juga menanam Bunga Salvia yang berkembang terlalu cepat.
Sebelum berangkat, Allen membuat ramuan Penguat Tubuh yang terbuat dari Bunga Salvia dan Ivy.
Dalam setengah jam, Allen berhasil membuat Ramuan Penguat Tubuh sebanyak 50 botol. Setelah semua berkumpul, ia memimpin jalan menuju Kota S.
Son Hyuk juga ikut, dia mengenakan topeng untuk menyembunyikan identitasnya. Tidak lupa Son Hyuk menghubungi keluarga Son untuk membantu.
Son Hyung langsung membawa 10 elit Keluarga Son untuk menuju Kediaman Keluarga Ye. Mereka tidak punya hubungan dengan Keluarga Ye, tapi Leluhurnya mengatakan harus membantu.
Sesampainya di Kediaman Keluarga Ye, semua bangunan tampak terbakar. Asap hitam menjulang tinggi ke langit.
Allen memberi isyarat untuk berpisah, ia sendiri langsung menemui Ye Mo yang terluka parah di aula utama.
"Keluarga Ye sudah tamat. Jadi menyerah saja ayah, biarkan aku menuntun kita semua ke kejayaan masa lalu!." Ye Qing memandang rendah Ye Mo dan kedua orang tuanya.
__ADS_1
Ye Qing adalah kakak tertua dari Ye Mo. Dia sebenarnya adalah pangeran yang akan mewarisi tahta ayahnya, tapi perkembangan Ye Mo terlalu cepat. Hingga dia sebagai kakak tertua terlampaui.
Akhirnya Ye Qing berkerja sama dengan Demi Human. Sebagai ganti kekuatannya para Demi Human meminta tanah Keluarga Ye sebagai markas utama di Kota S.