Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Menyusup


__ADS_3

Setelah tiga bulan Allen membuka matanya. Hembusan napasnya mengeluarkan asap putih yang hangat.


"Tidak berasa tahun 2011 berlalu begitu cepat. Pertunbuhanku juga mengalami kemacetan, aku harus mencari cara lain." Allen mulai berdiri.


Son Hyuk menghadap dan memberi salam. "Bos, semua sudah beres aku bisa melanjutkan tugasku."


"Ikuti aku, ayo lihat Budi dan lainnya." Allen memimpin jalan menuju Formasi.


Budi dan kelompoknya tampak meringis menahan energinya yang meledak. Satu persatu mereka keluar dari formasi dan terkejut melihat anggota tubuhnya.


"Bos, bagaimana tanganku bisa kembali?" tanya Budi yang berani bertanya.


"Energi Alam, anggota tubuh kalian bisa tumbuh karena energi itu. Namun itu masih lemah, kalian harus melatihnya terus menerus." All menjawabnya dengan santai.


Setelah mengenal Dunia Beladiri, Allen jadi terbiasa dengan hal-hal mistis seperti ini. Mana mungkin ada tangan yang putus dalam tiga bulan utuh kembali.


"Budi, bawa anak-anak kembali. Oh ya, jangan lupa bawa anak-anak yang potensional, latih mereka disini. Dan untuk anggota kelompokmu juga harus mulai melatih kelompok masing-masing." Allen mulai membagi kekuatan Aliansi Raja Surgawi.


Tahun baru 2012 kali ini berasa hampa, Allen tidak menghubungi teman-temannya. Ia hanya ingin pulang kerumah dan menikmati waktunya bersama keluarga.


Tidak ada yang terjadi, Allen hanya menikmati satu minggu liburannya di kampung halaman. Nyaman dan penuh kerinduan keheningan malam.


Setelah melewati tahun baru, Allen segera menata pasukan Kota K. Kali ini ada organisasi yang mencoba mengusir daerah kekuasaan mereka.


Organisasi baru itu bernama Tiger, mereka punya 2500 Pejuang Beladiri dengan berbagai tingkatan.


Pasukan Organisasi Tiger di bagi menjadi 3 yaitu bagian depan, tengah dan belakang. Bagian depan ada 3 tim yang bergerak di tiga arah berbeda. Utara, Barat, dan Timur merka tidak bisa lewat Selatan karena medan yang ekstrim.


Allen berdiri di depan 200 pasukan Aliansi Raja Surgawi, mereka semua sudah mengucap Sumpah Darah, jadi Allen tidak perlu curiga.


"Gunakan kesempatan ini memberi pelatihan nyata pada prajurit. Ye Mo, kamu yang akan memimpin pasukan ke Utara. Pedro dan Shera lumpuhkan pasukan di Timur. Dan Tiwi, aku serahkan bagian Barat." Allen menancapkan bendera di wilayah musuh.


"Aku akan mengacaukan persediaan mereka. Rencananya sederhana, tapi aku tidak mengizinkan kalian mati sia-sia. Pulanglah dengan selamat bahkan jika tangan dan kakimu terpotong!." Allen mengobarkan semangat juang pasukannya.


"Uraa!." semua pasukan berteriak, mereka berjuang untuk anak-anak dan keluarganya.


200 orang dibagi menjadi 3 kelompok, mereka langsung berpencar dan menghentikan serangan musuh.


Organisasi Tiger adalah sekumpulan orang jahat, mereka membunuh tanpa pandang bulu. Hanya demi kekuasaan, mereka siap menghalalkan segala cara.


Allen sebagai Ketua Aliansi Raja Surgawi segera mengambil tindakan serangan balik.


Risma yang menjadi juru bicara luar daerah menyayangkan tindakan Organisasi Tiger. Dia mengecam akan melakukan serangan balik karena menyiksa dan membunuh orang-orang tidak bersalah.


Allen bergerak sendiri sambil mengenakan Topeng Misterius. "Aku tidak boleh lengah."


[Status : Pemain Allen]


Level : 4


Kekuatan tubuh : 128


Stamina : 118

__ADS_1


Konsentrasi : 222


Mental : 91


Wibawa : 54


Aura : 127


Total Kekuatan : 103.370 (kurang akurat)


---- Keterampilan ----


Pemain pengguna sistem dewa, tingkat Maha Dewa.


Mata Dunia, tingkat ?.


Seni Beladiri (Teknik Jiwa), tingkat ?.


Alkemis, tingkat rendah.


Keterampilan Senjata, tingkat rendah.


Kebal Racun, tingkat rendah.


---- Spirit Pendukung ----


Peri Air


Peri Api


Peri Angin (Silvy)


Peri Kegelapan (Lembu Suro)


---- Gelar ----


Peramu Racun, meningkatkan efek racun sebanyak 10%.


Pengguna Senjata, meningkatkan akurasi 10%.


---- Bonus ----


Bonus poin bebas : 0


Bonus poin skill : 0


Setelah beberapa bulan statusnya meningkat drastis, tapi Allen masih belum juga menemukan titik terang. Prinsip Jiwa tingkat 4 masih sangat misterius, bahkan Son Hyuk masih belum juga menerobosnya.


Langkah kakinya bagaikan suara angin, Allen menggabungkan ya dengan Elemen Angin. Tatapannya lurus ke depan dan siap menuju targetnya.


Setelah beberapa detik, Allen bersembunyi di belakang pohon, ia melihat sekolompok orang sedang menjaga tenda persediaan.


Dua orang yang menjaga hanya seorang Pejuang Tingkat 3, Allen dengan cepat bergerak dan melumpuhkan keduanya. Tanpa rasa takut Allen masuk ke dalam dan mengeluarkan api hitam dari telapak tangannya.

__ADS_1


Apinya di lempar dan Allen segera melarikan diri. Ia melihat kerumunan manusia sedang berusaha mematikan api hitam.


"Api Hitam, teknik api yang sangat menarik. Bagaimana kalau kamu mengajarkannya padaku." Seorang Kakek Tua muncul di belakang Allen.


Bukannya terkejut, Allen hanya menoleh ke belakang dan mulai menjawab, "Kau masih saja sama, Dante."


"Brengsek, aku benar-benar ingin membunuhmu sekarang. Tapi Bos menyuruhku menunggu dulu." Dante mengeratkan giginya marah.


Allen malah tertawa. "Mengesankan, apa kau yakin bisa membunuhku?" tanyanya sambil melirik tajam ke arah Dante.


Dante menghela napas. "Mulutmu masih sangat tajam, setiap kali aku menyerang pasti kau punya senjata di tangan. Tidak bisa dipungkiri, sekarang aku tidak bisa membunuhmu."


"Bagaimana jika aku balik, membunuhmu sekarang seperti membalikkan telapak tanganku." Allen mengancam sambil melepaskan hawa membunuh.


Dante mundur selangkah, dia merasakan ngeri di tulang punggungnya. "Tenanglah, aku tidak ingin cari gara-gara. Ngomong-ngomong aku datang ingin menyampaikan pesan perdamaian. Keluarga Pendukungku ingin bergabung dengan Raja Surgawi."


Allen menggelengkan kepala. "Katakan padanya kami menolak. Keluarga Baruch sudah menyerang beberapa anggota kami, mana mungkin kita bisa beraliansi."


Dante hanya bisa mengangguk. "Aku harap kau tidak menyesali keputusanmu."


Setelah berbicara, Dante undur diri. Dia menghilang dan langsung berlari menuju kediaman Keluarga Baruch. Tiba-tiba jarum berwarna hitam meluncur dan menusuk kedua lengannya.


"Bocah Brengsek." Dante mengumpat sambil terus berlari. Darahnya terus keluar karena jarum yang menusuknya mengandung energi jiwa.


Tidak mau repot, Allen tidak akan mengejarnya. Dia melihat kelompok Organisasi Tiger berusaha mematikan api aneh.


Tenda utama yang menyimpan makanan Organisasi Tiger dihancurkan. Allen segera pergi ke tenda persenjataan. Namun dia segera berhenti setelah melihat dua Pejuang Tingkat 5 menjaganya.


"Sial, kita Jendral Perang harus menjaga tenda. Apa yang dipikirkan Ketua!."


"Bacot, apa kau tidak mendengar beritanya. Ada hantu yang tiba-tiba datang dan membakar tenda makan. Jika kita tidak menerobos masuk besok, persediaan makanan akan habis."


"Tamatlah kita. Brengsek sebenarnya siapa yang main-main dengan Organisasi Tiger!."


Allen muncul di belakang mereka berdua dan langsung mengeksekusinya. Dua Pejuang Beladiri dilumpuhkan dalam beberapa detik saja.


"Sepertinya aku terlalu meremehkan diriku." Allen dengan santai masuk ke dalam tenda. Sebuah formasi langsung aktif dan mengurungnya.


"Apa ini!." Allen tampak panik, dia tidak merasakan susunan formasi sebelumnya. Namun sekarang formasi itu mengurung dirinya dan senjata peledak di tenda.


Sebuah layar tv menyala. "Tikus Sialan, jadi kau yang membakar persediaan makananku. Matilah bersama tikus-tikus lainnya!."


Bom meledak dan menghancurkan semua rendah. Allen dengan sigap langsung menggunakan elemen tanah dan masuk ke dalam tanah. Untuk mengamankan dirinya, Allen masuk ke dalam Ruang Pelatihan.


Tenda Penyimpan Senjata hancur berkeping-keping. Seorang pria dengan tatapan marah melihat tenda itu.


"Apa kau yakin dia tidak bisa lolos?" tanyanya pada Kakek Tua disebelahnya.


"Jangan khawatir, bahkan Ketua Organisasi Ular Naga tidak akan bisa lolos dari ledakan itu."


Keduanya adalah Ketua dan Wakil Organisasi Tiger. Pria paruh baya itu cukup kuat, dia hampir menerobos tingkat 7. Sedangkan wakilnya masih di pertengahan tingkat 6 atau setara Allen saat ini.


Setelah dua orang itu meninggalkan tempat, tanah bergetar dan Allen keluar dari bawah tanah. "Sial, aku terjebak."

__ADS_1


__ADS_2