Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Perang Besar (4)


__ADS_3

Walton meningkatkan kekuatannya hingga titik maksio, bahkan hingga memuntahkan darah hitam. "Sial, sial, sial kenapa kalian baik-baik saja!."


Para penggunaan Prinsip Jiwa audah selamat sering memakan jiwa musuhnya. Pikiran jahat selalu menghantui mereka, jurus Walton sama saja melempar garam ke samudra.


Pasukan Raja Surgawi terus memulihkan diri tanpa menghiraukan Walton, sampai akhirnya sebuah formasi perang raksasa muncul di atas langit.


"Baiklah, kalau kalian tidak bisa mati dengan penyesalan. Mari lewati proses penyiksaannya!" kata Walton yang masih mengangkat tangan kanannya menghadap langit.


Simon dan semua pasukan mundur tanpa memikirkan apa yang dikatakan musuhnya. Mereka harus memulihkan wajah dan menghindari pertarungan tidak perlu.


Walton memang sangat kuat, tapi Simon sempat melihat ada akar di bawah kakinya. Dia menyimpulkan bahwa Walton tidak bisa bergerak dari tempatnya.


Padahal Simon dan pasukan Raja Surgawi sudah memancing emosinya. Namun musuh tidak bergerak sedikitpun.


Formasi pedang memang berhasil dibentuk, tapi targetnya adalah tanah. Ribuan pedang muncul dan menghancurkan tanah yang sudah hancur.


Ledakan terjadi, gerbang pertahanan semakin hancur. Wilson yang baru sadar langsung memerintahkan pasukannya untuk berjaga-jaga.


"Thomas, kembalilah dulu. Bawa saudara-saudara kita yang ada di Pulau Nemo." Wilson memberi saran terbaik untuk saat ini.


Wilson tidak bisa menghindari korban, lebih dari 180 orang telah gugur. Dia belum bisa memberi informasi pasti, rapi saudara-saudara banyak yang tewas.


Semua terjadi karena dirinya kurang kompeten dan sangat lemah. Wilson mengepalkan tangannya hingga telapaknya terluka.


"Sial!" umpatnya marah pada dirinya sendiri.


Simon langsung bergerak ke menuju tempat Budi, pasukan tidak ada korban. Tapi musuh berhasil menerobos dan menghancurkan dindin pembatas.


Anehnya pasukan musuh tidak maju setelah berhasil menghancurkan dinding pertahanan.


"Apa yang terjadi, kenapa musuh tidak menyerang?" tanya Simon pada Budi yang mengobati lukanya dengan salep.


Budi menghentikan pengobatannya dan menjawab, "Musuh tidak bisa masuk ke dalam pertahanan Kota K."


Suku Hantu yang dipimpin Ghost Revi tidak bisa masuk karena ada penghalang tak kasat mata. Untungnya budi sempat menarik semua pasukan masuk. Jika tidak, mereka akan kehilangan banyak nyawa.

__ADS_1


"Mungkinkah, itu formasi raksasa yang dimaksud Bos?" ungkap Simon sedikit terkesan.


"Aku juga berpikir begitu."


Setelah ditelusuri lebih lanjut, Simon mendapatkan jawaban yang sama persis dengan dugaannya. Formasi raksasa yang melindungi Kota K dan sekitarnya bisa memblokir mahkluk yang bukan manusia.


Simon teringat ratusan nyawa saudaranya melayang, jika saja dia tahu bahwa kubah pertahanan bisa digunakan sepeti ini, maka tidak akan ada korban.


Pertahanan Kota K lebih kuat dari perkiraan. Setelah dua hari peperangan berjalan, Keluarga Baruch akhirnya memutuskan menggunakan senjata api konvensional. Meskipun tidak bisa membunuh para Pejuang Beladiri, setidaknya mereka akan kehilangan banyak sumber daya.


Puluhan pesawat terbang muncul di langit Kota K, mereka semua berpencar setelah satu pesawat menjatuhkan rudal ke Perusahaan Allen.


Dua rudal dengan cepat menuju targetnya, tapi sebelum mengenai target rudal itu hancur.


"Apa yang terjadi, rudalnya menabrak udara dan hancur?" ucap pengemudi pesawat.


Sebelum menemukan jawabannya, energi berwarna kuning langsung menyerang pesawat hingga terbelah dua. Untungnya pilot pesawat berhasil lewat karena menggunakan parasut.


"Lapor pesawat hancur, saya masih ada di hutan belakang Gedung Perusahaan Allen." Pilot langsung memberi laporan pada atasan.


Pilot pesawat tidak kehabisan akal, dia melempar bom asap dan berlari ke dalam hutan. Dia berniat keluar dari hutan dengan jalan kaki.


Namun Pedro tidak punya belas kasian, tangan musuhnya di plintir hingga terbalik. "Sudah aku katakan, aku bukan orang baik."


"Kapan kau mengatakannya, Sialan!" umpat Pilot. Suara rintihan tangisnya terdengar hingga ratusan meter.


11 pilot lainnya juga menjadi sandera, Pilot yang bertemu Pedro tampak pucat karena harus berjalan sambil di borgol dan tangan terkilir.


Setelah membawa sandera, Simon berharap ada negosiasi dari Keluarga Baruch. Namun sayangnya negosiasi terus gagal setelah 5 hari.


Akhirnya pasukan Keluarga Baruch ditambah dan seorang pembuat Simbol berusaha menghancurkan penghalang. Namun setelah tiga hari kerja, semua pembuat simbol tidak sanggup memecahkannya.


"Tuan, simbol pertahanan mereka terlalu kuat. Aku tidak yakin ada yang bisa memaksa mereka keluar." Penasihat Keluarga Baruch memberi data terang barang milik Kota K.


Menurut perhitungan, Kota K tidak akan hidup setelah 1 bulan dalam keadaan perang. Akhirnya Bernard Baruch menunggu sampai Kota K kehilangan bahan makannya.

__ADS_1


Semua jalur perdagangan di empat gerbang telah dihancurkan dan menjadi medan perang. Jadi para pedang tidak akan pernah datang ke Kota K. Bahkan pengemudi Online tidak ada yang berasal dari Kota K.


"Ok, ayo tunggu satu bulan lagi. Tujuan kita bukan perang tapi sumber daya yang melimpah." Bernard Baruch memberi perintah untuk menunggu.


Allen keluar dari Pulau Nemo dan langsung muncul di ruang bawah tanah Perusahan Allen. Dia langsung mendistribusikan pengganjal perut supaya tidak lapar.


Setelah semua prajurit dapat, Allen ingin semua penduduk Kota K menikmati makanan untuk Pejuang Beladiri.


Awalnya Allen tidak percaya dengan kedua matanya, tapi kenyataan yang mencengangkan terjadi. 1202 orang berhasil mengendalikan Mana dengan baik.


Bukan hanya pemula, mereka semua cukup berkompeten. Jadi Allen menyuruh Tiwi untuk menerima anggota baru. Tentu saja mereka harus menjadi lapisan satu terlebih dahulu.


Semua urusan telah diselesaikan. Allen mencari tahu gerakan musuhnya. Selama sebulan penuh kamp pasukan Keluarga Baruch masih berjaga.


Karena tidak terlalu suka dengan menunggu, Allen melempar sebuah jimat ke langit. Jimat itu berjalan ke atas kamp musuhnya di gerbang utara.


Ratusan pedang muncul dan menghancurkan semua kamp. Tanah-tanah bergetar dan udara hangat masih terasa.


Meskipun tempat berteduh mereka hancur tidak ada satupun yang tumbang dari serangan dadakan dimalam hari.


Allen mundur untuk menyelamatkan dirinya. Dia melakukan operasi sendirian, jadi bukan pilihan bagus menyerbu kamp musuh sendirian.


Allen tidak mau diam tanpa latihan, dia mengunjungi kamp lainnya dan melakukan hal yang sama. Kamp musuh di empat sisi terbakar, persediaan makanan mereka juga hampir habis.


Padahal baru beberapa hari mengepung Kota K. Namun tidak ada yang berhasil menerobosnya, justru kamp mereka hancur dan makanan sehari-hari telah hangusa.


Api yang digunakan untuk membakar berwarna hitam pekat, Allen memanfaatkan elelen api dan energi jiwa untuk membentuk elemen baru.


Tidak berasa satu bulan berlalu, Allen terus mendistribusikan pil khusus untuk rakyat biasa.


Bernard Baruch memukul meja hingga hancur. "Apa yang terjadi sekarang, bagaiman para sialan itu mengalahkan kita!" tanyanya.


Semua orang terdiam, mereka tidak tahu harus berbuat apa ketika dihadapkan posisi saat ini.


Rencana Penasihat Keluarga Baruch salah, dia pikir Allen akan mencari tempat di sekitar.

__ADS_1


"Ini diluar perhitungan. Cepat katakan bagaimana mereka hidup!" teriak Penasihat memberi perintah Bawahannya.


__ADS_2