
Semua orang mulai berkemas karena pasukan musuh sudah berhasil dimusnahkan. Tepat ketika Ye Mo ingin kembali ke Pulau Nemo, suara sirene terdengar.
“Musuh datang!” teriak seorang pria yang ada di atas dinding.
Allen muncul dan menebas lehernya dengan sangat mulus. Tidak ada satupun orang yang peduli dengan kematian penjaga itu, semua orang melanjutkan berkemas dan kembali ke Pulau Nemo.
Pria yang terbunuh itu adalah iblis yang menyamar sebagai penjaga. Allen dan seluruh anggota Raja Surgawi punya ikatan yang lebih dari yang dibayangkan. Bahkan hingga mereka bisa merasakan kehadiran masing-masing.
Allen tidak membiarkan penyusup membuat kerusuhan di Kota K, jadi dia memberi tugas pada Pedro untuk mengurus para penyusup yang menyamar.
Bernard Baruch mulai berpikir bahwa musuhnya kali ini lebih sulit dibandingkan menyingkirkan Allen. “Katakan, kenapa kalian masih menahan serangan. Gunakan senjata nuklir untuk menghancurkan mereka!” katanya.
Pria Tua disebelahnya menjawab, “Jika kita menggunakannya maka wilayah itu tidak akan bisa dimanfaatkan selama 100 tahun kedepan. Jangan bodoh dan mari lakukan beberapa pengorbanan kecil.”
Pria Tua tadi adalah penasihat Keluarga Baruch atau ayah dari Bernard Baruch, kekuatannya setara dengan Pejuang Tingkat 8 puncak. Bahkan Allen bisa mati dengan satu pukulannya, sayangnya pria itu punya keadaan khusus yang membuatnya harus menghemat energinya.
Pertemuan para petinggi Keluarga Baruch menghasilkan suara bulat untuk menghancurkan Kota K. Mereka siap mengkorbanan beberapa manusia untuk kemenangan.
Tiga suku kuno dan para iblis buatan akan membantu mereka dalam melancarkan serangan, dalam 7 hari Bernard Baruch menginginkan seluruh Kota K menjadi miliknya.
Allen melihat ke langit, entah apa yang membuatnya merasakan akan ada badai besar mengguncang Kota K. “Simon, menurut mu apa kita perlu memasang formasi raksasa untuk mencegah serangan udara?” tanyanya.
Simon mengangguk den menjawab, “Memang perlu membuat formasi raksasa. Tapi kita kekurangan orang untuk membuatnya.”
Formasi Raksasa tidak bisa disusun oleh satu orang saja, Simon mengetahui hal itu. Namun dia menyuarakan pentingnya membuat pertahanan udara. Meskipun senjata api sangat efektif, itu semua tidak bisa menghindari kerusakan dalam kota.
Allen menoleh ke arah Simon. “Jangan pikirkan bagaimana caranya, sekarang ayo ikut aku ke tengah Kota.”
Alun-alun kota merupakan titik tengah dari Kota K, jadi Allen bisa dengan mudah menyusun formasi raksasa. Dia melempar jimat kuning, kemudian membuat simbol-simbol yang tidak bisa dimengerti semua orang. Bahkan Simon hanya terdiam melihat ratusan simbol kecil berhasil diciptakan dalam hitungan detik.
Allen berubah ke mode pertarungan, rambutnya menjadi putih dan Mahkota Raja muncul di lengan kanannya. Matanya berubah menjadi merah dan kilatan petir muncul di ujungnya.
__ADS_1
Setelah satu jam menggunakan seluruh konsentrasinya, Allen berhasil menyusun rangkaian simbol kuno dengan pertahanan yang sangat kompleks. “Buka!” ucap Allen sambil mendorong udara ke atas.
Jimat formasi mulai berdengung dan memancarkan cahaya kuning, jutaan simbol muncul dan memancarkan cahaya kuning, kemudian bergabung menjadi satu dengan jimat formasi.
Kejadian itu sangat memukau, bahkan semua pekerja menghentikan pekerjaannya demi melihat momen tersebut. Berbanding terbalik dengan Allen yang langsung jatuh karena kehabisan Konsentrasi dan Energi Mental, untungnya dia masih menyisakan tenaga untuk melempar pil ke mulutnya.
Bahkan Simon yang seharusnya membantu Allen membatu melihat langit, setelah beberapa saat cahaya kuning hilang dan energi di salah kubah formasi menjadi lebih tebal. Bahkan petani yang sedang di sawah merasakan kekuatannya mulai bertambah.
Energi murni ditarik secara otomatis ke dalam kubah, akibatnya area sekitar akan menjadi gersang dan mungkin aja menjadi padang pasir setelah 2 tahun. Allen tidak punya pilihan lain, dia harus fokus pada satu wilayah dulu.
Simon yang baru sadar diri langsung berlari ke arah Allen yang tengkurep di tanah. “Bos, apa kau baik-baik saja?”
“Sudahlah, buang basa-basinya dan bantu aku ke pulau Nemo. Aku harus menyembuhkan diriku.” Allen dibantu Simon pergi ke ruang bawah tanah Perusahaan Allen, kemudian berteleportasi ke Gua Misterius.
Setelah sampai di bawah pohon dunia, Allen menutup matanya. “Simon, badai akan datang. Tahan mereka semua selama 5 hari,” katanya yang masih menutup matanya.
Simon mengangguk dan menjawab, “Baik, Bos.”
Tepat pada malam harinya, petinggi Keluarga Baruch memberi perintah pada pasukan yang mengepung Kota K. Simon menjadi Jendral tertinggi akan mengambil keputusan untuk menghadapi krisis ini.
Ada 4 gerbang yang akan menjadi titik serangan pasukan musuh. Ye Mo akan mengurus gerbang bagian selatan, Son Hyuk akan mengurus gerbang bagian utara, Budi akan mengurus bagian Barat, dan Wilson Muller akan mempertahankan gerbang Timur. Semua Jenderal perang yang memimpin pasukan sudah memahami Prinsip Jiwa tingkat 5. Meskipun masih belum stabil, mereka bisa bersaing dengan Pejuang Tingkat 8 tahap pemula.
Peperangan di malam hari sangat menguntungkan Raja Surgawi, oleh karena itu Keluarga Baruch menunggu hingga matahari terbit.
“Berapa jumlah pasukan musuh?” tanya Simon pada Tiwi yang menjadi asistennya sementara.
Tiwi membuka buku catatan dan menjawab, “Kira-kira ada 92 ribu pejuang yang siap menyerang kita, jumlah itu jauh lebih banyak dibandingkan tenaga kerja kita.”
“Bagaimana dengan senjata api?” tanya Simon.
“Semua orang sudah bersiap, 20 Pelontar Granat Otomatis dibagi ke 4 gerbang utama. 8 Altileri juga sudah didistribusikan, tapi itu belum cukup untuk melawan semua orang.” Tiwi menjelaskan persenjataan Kota K yang sangat tipis.
__ADS_1
Pistol dan Senapan tidak bisa digunakan karena tidak bisa menembus kulit para pejuang tingkat 5 atau diatasnya. Hanya senjata berat yang dapat memberikan kerusakan pada Pejuang Beladiri.
“Katakan pada Chris dan Thomas, kita membutuhkan tenaga untuk membuat senjata.” Simon harus berpikir jauh ke masa depan. Dia yakin bisa menghentikan gelombang serangan ini meskipun harus menerima kerusakan besar.
Pedro datang dengan pakaian rapi seperti seorang polisi. “Jenderal, semua pasukan pengamanan sudah siap pada posisi. Keamanan internal bisa dipastikan sangat aman.”
“Bagus, untuk sekarang jangan membuat gerakan menyerang. Semua senjata api siapkan pada posisi, musuh akan menyerang tepat saat matahari terbit.” Simon memberi perintah.
Pedro kembali ke tempatnya, dia bertugas di dalam kota untuk keamanan penduduk. Tugasnya menghilangkan ancaman dari para penyusup yang masih cukup berbahaya.
Matahari mulai terbit, suara gendang perang terdengar. Simon berdiri di atas kedung Perusahaan Allen yang paling tinggi. “Semua bersiap. Ingat, tidak ada yang diizinkan mati!” teriak Simon di depan alat komunikasi yang sangat banyak.
Teriakan semua pasukan terdengar, mereka sudah siap mempertahankan kedaulatan Kota K. Bahkan siap mempertaruhkan nyawanya demi anak dan istrinya di dalam Kota.
Pasukan Zombie menyerang dari Selatan, Ye Mo segera menarik panahnya dan membakar semua zombie. Tidak mau menahan daya tempurnya, dia memerintahkan 5 Pelontar Granat Otomatis untuk segera menyerang.
Ledakan terjadi dimana-mana, semua zombie berceceran karena jalannya di gerbang selatan cukup sempit. Kanan dan kirinya diapit tebing yang cukup curam, jadi para zombie tidak akan memanjat.
Namun perkiraan Ye Mo salah, zombie yang diperkirakan tidak akan memanjat tebing nyatanya memanfaatkannya untuk menyeberang. “Bidik zombie yang memanjat tebing!” katanya memberi perintah sambil menunjuk musuh di tebung.
Meskipun semua tampak berjalan lancar, Ye Mo merasa ada yang aneh. Dia bisa merasakan bahwa ada orang yang sangat kuat berdiri di belakang semua zombie. Pandangan mereka saling bertemu, Ye Mo tampak berkeringat dingin setelah melihat matanya.
“Menarik, kau sebenarnya adalah bocah berusia puluhan tahun.” Pria yang tampak mengerikan dan membawa tongkat sihir tersenyum. Dia adalah pemimpin Suku Sumeria, kekuatannya setara dengan Pejuang Tingkat 8.
Tongkatnya digoyangkan, awan hitam muncul di atas pasukan Zimbie dan hujan mulai turun. Setelah para zombie terkena air hujan, mereka semua tampak marah dan dengan ganas berlari ke gerbang selatan.
“Gunakan Altileri!” teriak Ye Mo dengan panik.
Para zombie berlari dan terkena ledakan Altileri, tubuh mereka tercerai berai. Namun tidak ada rasa takut, mereka terus menerobos meski harus menginjak-injak temannya.
Pemimpin Suku Sumeria menggoyangkan tongkatnya lagi, tiba-tiba semua zombie diam di tempat dan mata mereka memancarkan cahaya merah. Sebuah laser langsung menembak ke arah dinding pertahanan.
__ADS_1
“Jangan biarkan temboknya dihancurkan.” Ye Mo melompat, disusul ratusan orang yang setara dengan Pejuang Beladiri Tingkat 7 atau diatasnya. Mereka semua menggunakan ayunan busur untuk menciptakan sayatan.
Sayatan itu bentrok dengan laser yang dihasilkan zombie, ledakan besar terjadi hingga lereng yang awalnya bisa di daki menjadi sangat curam. Ye Mo berdiri di depan gerbang selatan dan berkata, “Tidak ada yang bisa melewatiku!”